Anda di halaman 1dari 2

DEFINISI TEKNOLOGI PENDIDIKAN TAHUN 2004 MENURUT AECT

AECT 2004 ( AECT Definition and Terminologi Committee document #MM4.0 ), Teknologi Pendidikan
adalah :
Educational technology is the study and ethical practice of facilitating learning and improving
performance by creating, using, and managing appropriate technological processes and resources.
(Teknologi Pembelajaran adalah studi dan etika praktek untuk memfasilitasi pembelajaran dan
meningkatkan kinerja melalui penciptaan, penggunaan, dan pengaturan proses dan sumber daya
teknologi.)
Definisi ini mengandung beberapa elemen kunci,yaitu :
Studi. Pemahaman teoritis, sebagaimana dalam praktek teknologi pendidikan memerlukan konstruksi
dan perbaikan pengetahuan yang berkelanjutan melalui penelitian dan refleksi praktek, yang tercakup
dalam istilah studi.
Etika Praktek. Mengacu kepada standard etika praktis sebagaimana didefinisikan oleh Komite Etika
AECT mengenai apa yang harus dilakukan oleh praktisi Teknologi Pendidikan.
Fasilitasi. Pergeseran paradigma kearah kepemilikan dan tanggung jawab pembelajar yang lebih besar
telah merubah peran teknologi dari pengontrol menjadi pem-fasilitasi.
Pembelajaran. Pengertian pembelajaran saat ini sudah berubah dari beberapa puluh tahun yang lalu.
Pembelajaran selain berkenaan dengan ingatan juga berkenaan dengan pemahaman.
Peningkatan. Peningkatan berkenaan dengan perbaikan produk, yang menyebabkan pembelajaran lebih
efektif, perubahan dalam kapabilitas, yang membawa dampak pada aplikasi dunia nyata.
Kinerja. Kinerja berkenaan dengan kesanggupan pembelajar untuk menggunakan dan mengaplikasikan
kemampuan yang baru didapatkannya.
Berdasarkan definisi AECT 2004 ( AECT Definition and Terminologi Committee document #MM4.0 ),
Teknologi Pendidikan adalah :
Educational technology is the study and ethical practice of facilitating learning and improving
performance by creating, using, and managing appropriate technological processes and resources.
(Teknologi Pembelajaran adalah studi dan etika praktek untuk memfasilitasi pembelajaran dan
meningkatkan kinerja melalui penciptaan, penggunaan, dan pengaturan proses dan sumber daya
teknologi.)
Definisi ini mengandung beberapa elemen kunci yaitu :
Studi. Pemahaman teoritis, sebagaimana dalam praktek teknologi pendidikan memerlukan konstruksi
dan perbaikan pengetahuan yang berkelanjutan melalui penelitian dan refleksi praktek, yang tercakup
dalam istilah studi. Etika Praktek. Mengacu kepada standard etika praktis sebagaimana didefinisikan
oleh Komite Etika AECT mengenai apa yang harus dilakukan oleh praktisi Teknologi Pendidikan.
Fasilitasi.Pergeseran paradigma kearah kepemilikan dan tanggung jawab pembelajar yang lebih besar
telah merubah peran teknologi dari pengontrol menjadi pem-fasilitasi.Pembelajaran. Pengertian
pembelajaran saat ini sudah berubah dari beberapa puluh tahun yang lalu. Pembelajaran selain
berkenaan dengan ingatan juga berkenaan dengan pemahaman. Peningkatan. Peningkatan berkenaan
dengan perbaikan produk, yang menyebabkan pembelajaran lebih efektif, perubahan dalam
kapabilitas, yang membawa dampak pada aplikasi dunia nyata. Kinerja. Kinerja berkenaan dengan
kesanggupan pembelajar untuk menggunakan dan mengaplikasikan kemampuan yang baru
didapatkannya.
http://rufmania.multiply.com/journal/item/2
Berdasarkan definisi 1994, Teknologi Pembelajaran adalah ; Teori dan praktek dalam desain,
pengembangan, pemanfaatan, pengelolaan dan penilaian proses dan sumber untuk belajar. Komponen
definisinya adalah : teori dan praktek ; desain, pengembangan, pemanfaatan, pengelolaan, dan

penilaian ; proses dan sumber ; untuk keperluan belajar.


Perbedaan antara kedua definisi ini adalah :
Definisi 1994 Definisi 2004
1. Menekankan pada teori dan praktek Menekankan pada Studi dan etika praktek
2. Pokok kegiatan adalah desain, pengembangan Penciptaan, pengaturan, dan penggunaan
pemanfaatan, pengelolaan, dan penilaian
3. Tujuan untuk keperluan belajar Tujuan memfasilitasi pembelajaran
4. Utilisasi proses & sumber belajar Utilisasi proses & sumber daya teknologi
Untuk poin 1, definisi 2004 sudah lebih spesifik karena menekankan pada studi & etika praktek. Poin 2,
definisi 2004 memiliki kekurangan karena tidak mencakup untuk penilaian. Poin 3 sudah berkenaan
dengan perubahan paradigma, dimana teknologi pembelajaran hanya memfasilitasi pembelajaran
artinya faktor-faktor lain dianggap sudah ada. Poin 4, definisi 2004 sudah lebih luas karena yang
dikelola bukan hanya semata proses dan sumber belajar, tetapi lebih jauh sudah mencakup proses dan
sumber daya teknologi.
Secara singkat dapat dikatakan bahwa definisi 2004 sudah mencakup aspek etika dalam profesi , peran
sebagai fasilitator, dan pemanfaatan proses dan sumber daya teknologi.