Anda di halaman 1dari 59

Pertemuan 1

MANAJEMEN, KONTROLER DAN AKUNTANSI BIAYA


Manajemen terdiri atas 3 kelompok yaitu:
1. Manajemen operasi : supervisor
2. Manajemen tingkat menengah : kepala departemen (manajer)
3. Manajemen eksekutif : presiden direktur, direktur dan wakil direktur
Manajemen melakukan banyak aktivitas termasuk pengambilan keputusan,
memberikan perintah, penetapan kebijakan, menyediakan tugas dan
penghargaan serta menetapkan tujuan yang akan dicapai perusahaan.
Perencanaan
Adalah konstruksi dari program operasional terinci merupakan proses
menyadari kesempatan maupun ancaman eksternal, menentukan tujuan yang
diinginkan dan menggunakan sumber daya untuk mencapai tujuan tersebut.
Perencanaan yang efektif didasarkan pada analisis atas fakta dan
membutuhkan cara berfikir yang reflektif, imajinasi dan visi ke depan serta
membutuhkan partisipasi dan koordinasi dari semua bagian dalam entitas
tersebut.
Ada 3 jenis rencana di dalam suatu entitas bisnis.
1. Rencana strategis
Merupakan perencanaan yang bersifat non kuantitatif melalui proses
yang tidak sistematis, dimulai dari identifikasi atas kesempatan atau
ancaman eksternal.
2. Rencana jangka pendek
biasanya disebut anggaran untuk satu periode tertentu (bulan, triwulan
atau tahun) melalui proses sistematis, sangat kuantitatif, dinyatakan
dalam ukuran financial, focus utamanya pada perusahaan itu sendiri
dan menganggap lingkungan ekternal apa adanya.
3. Rencana jangka panjang.
Biasanya meliputi periode waktu tiga sampai lima tahun ke depan.
Rencana jangka panjang diperbaiki dan direvisi pada awal tahun dari
periode perencanaan dimana rencana tersebut berguna sebagai titik
awal untuk rencana jangka pendek berikutnya.
Pengorganisasian
Adalah menetapkan kerangka kerja dimana aktivitas yang dilakukan
merujuk pada sistematisasi dari berbagai bagian yang saling bergantung satu
sama lain ke dalam satu unit.
Usaha pemgorganisasian termasuk memotivasi orang-orang untuk bekerja
sama guna kebaikan perusahaan

Pengendalian
Adalah usaha sistematis manajemen untuk mencapai tujuan. Aktivitas
aktivitas dimonitor terus menerus untuk memastikan bahwa hasilnya berada
pada batasan yang diinginkan. Hasil actual untuk setiap aktivitas
dibandingkan dengan rencana dan jika ada perbedaan yang signifikan
tindakan perbaikan dapat dilakukan.
Bagan Organisasi
Menunjukkan posisi manajemen utama dari organisasi dan membantu untuk
mendefinisikan otoritas, tanggung jawab, akuntabilitas dan keberadaannya
sangat penting dalam pengembangan system akuntansi biaya yang dapat
melaporkan tanggung jawab dari para individu.
Kontroler
Adalah manajemen eksekutif yang bertanggung jawab atas fungsi akuntansi.
Kontroler mengkoordinasikan partisipasi manajemen dalam perencanaan
dan pengendalian pencapaian tujuan, dalam menentukan efektivitas dari
kebijakan dan dalam menciptakan struktur organisasi dan proses.
Kontroler bertanggung jawab untuk melakukan observasi atas metode
perencanaan dan pengendalian di seluruh perusahaan dan mengusulkan
perbaikan atas metode tersebut.
DEPARTEMEN BIAYA
Bertanggung
jawab
untuk
mengumpulkan,
menyusun,
dan
mengkomunikasikan informasi mengenai aktivitas perusahaan. Dept ini juga
menganalisa biaya dan menerbitkan laporan kinerja dan data-data untuk
pengambilan keputusan bagi manajer melalui koordinasi dengan departemen
manufaktur, personalia, keuangan, pemasaran, hub masyarakat, hukum, dll.
Departemen manufaktur
Estimasi biaya digunakan untuk memutuskan apakah akan menerima,
memperbaiki atau menolak suatu desain. Demikian juga dalam penyusunan
jadwal, produksi, dan inspeksi diukur efisiensinya dalam hal kuantitas,
kualitas, biaya dan keuntungan.
Departemen Personalia
Informasi yang diperoleh merupakan dasar untuk menghitung biaya gaji dan
biaya lain yang berhubungan dengan tenaga kerja atas aktivitas, jasa maupun
produk yang dihasilkan.
Departemen keuangan
Bertanggung jawab atas administrasi keuangan suatu perusahaan. Dalam
menyusun jadwal atas pengeluaran dan penerimaan kas departemen ini
menggunakan anggaran dan laporan terkait dari departemen biaya.
Departemen pemasaran
Membutuhkan produk yang berkualitas dengan harga yang kompetitif untuk
menarik pelanggan. Manajer pemasaran menggunakan data biaya untuk
menentukan produk yang menguntungkan, kebijakan penjualan, rencana
promosi dan mengevaluasi segmen pasar.

Departemen humas
Memiliki fungsi untuk memelihara hubungan baik antara perusahaan dengan
masyarakatnya, terutama pelanggan dan pemegang saham.
Departemen hukum
Menggunakan informasi biaya sebagai alat untuk memastikan ketaatan
terhadap kontrak dan hukum.
PERANAN AKUNTANSI BIAYA
Membantu manajemen dalam menyelesaikan tugas-tugas berikut:
1. Membuat dan melaksanakan anggaran untuk operasi.
2. Menetapkan metode perhitungan biaya
3. Mengendalikan kuantitas fisik dari persediaan, menentukan biaya dari
setiap produk.
4. Menentukan biaya dan laba perusahaan untuk satu periode
5. Memilih alternative jk pendek / jk panjang yang dapat mengubah
pendapatan dan biaya.
Anggaran
Adalah pernyataan terkuantifikasi dan tertulis dari rencana manajemen
Anggaran memegang peranan penting dalam mempengaruhi prilaku individu
termasuk :
a. menetapkan cita-cita
b. menginformasikan kepada individu
c. memotivasi kinerja yang diinginkan
d. evaluasi kinerja
e. tindakan korektif yang harus dilakukan
Pengendalian Biaya
Tanggung jawab pengendalian biaya diberikan kepada individu yang
membuat anggaran biaya.
Kinerja diukur dengan membandingkan antara pendapatan dan biaya actual
terhadap anggaran. Sistem yang didesain untuk tujuan itu disebut system
akuntansi pertanggungjawaban (responsibility accounting system)
Untuk mengendalikan biaya, akuntan biaya dapat menggunakan jumlah
biaya yang telah ditetapkan sebelumnya yang disebut biaya standard
(standard cost).
Penetapan harga
Meskipun penawaran dan permintaan merupakan factor penentu dalam
penetapan harga, penetapan harga jual yang menguntungkan memerlukan
perhitungan atas biaya.
Akuntansi biaya digunakan untuk menghitung biaya output yang dijual
selama periode tertentu, dimana biaya ini dan biaya lain (biaya jk. Panjang,
biaya jk pendek, biaya variable dan biaya tetap) ditandingkan dengan
pendapatan untuk memperoleh laba.

Ada 2 alternatif yaitu:


1. Menandingkan total biaya tetap yang dibebankan ke suatu periode
dengan pendapatan dari periode tersebut yang disebut perhitungan
biaya langsung (direct costing) atau perhitungan biaya variable
(variable costing)
2. Menandingkan sebagian atau seluruh biaya manufaktur tetap ke unit
produk yang dibebankan sebagai bagian dari nilai harga pokok
penjualan di laporan L/R yang disebut perhitungan biaya absorpsi
penuh (full absorption costing) dan diharuskan untuk pelaporan
menurut Standar Akuntansi Keuangan dan Pajak.

KONSEP BIAYA
Pengertian akuntansi
Akuntansi adalah proses pencatatan dan penyajian laporan keuangan dengan
cara cara tertentu dari transaksi keuangan yang terjadi dalam perusahaan
atau organisasi lainnya dan penafsiran terhadap hasilnya.
Pengertian akuntansi biaya
Akuntansi Biaya adalah adalah akuntansi yang membahas tentang penentuan
harga pokok (cost) dari suatu produk yang diproduksi (dijual di pasar) baik
untuk memenuhi kebutuhan pesanan dari pemesan maupun untuk menjadi
persediaan barang dagangan yang akan dijual.
Pengertian cost (biaya)
Biaya adalah pengorbanan sumber ekonomis yang diukur dalam satuan mata
uang, yang telah terjadi atau kemungkinan akan terjadi untuk mencapai
tujuan tertentu.
Pengertian expense (beban)
Beban adalah biaya yang telah memberikan manfaat dan sekarang telah
habis, sedangkan biaya yang belum dinikmati yang dapat memberikan
manfaat di masa yang akan dating dikelompokan sebagai harta
Seringkali biaya (cost) digunakan sebagai sinonim dari beban (expense)
Contoh:
Pembelian bahan baku secara tunai.
Karena aktiva tidak berpengaruh, tidak ada beban yang diakui. Sumber daya
perusahaan hanya diubah dari kas menjadi persediaan bahan baku. Bahan
baku tersebut dibeli dengan biaya tertentu tetapi belum menjadi beban.
Ketika perusahaan menjual bahan baku tersebut yang sudah diolah menjadi
barang jadi, biaya dari bahan baku baru dibukukan sebagai beban di laporan
laba rugi.
Jadi setiap beban adalah biaya, tetapi tidak setiap biaya adalah beban
Seperti: beli aktiva adalah biaya, tetapi bukan (belum menjadi) beban

OBJEK BIAYA
Pengertian obyek biaya
Obyek biaya adalah beberapa unit, kegiatan atau fenomena dimana rencana
dibuat untuk mengakumulasi dan mengukur biaya. Objek biaya juga dikenal
sebagi tujuan biaya
Berikut adalah item dan aktivitas yang dapat menjadi objek biaya:
Produk
Proses
Batch dari unit-unit sejenis
Departemen
Pesanan Pelanggan
Divisi
Kontrak
Proyek
Lini Produk
Tujuan strategis
S.I.A. BIAYA
Data akuntansi diakumulasikan dalam bentuk, metode, dan system yang
sesuai dengan jenis dan ukuran bisnis di suatu perusahaan.
Sistem informasi yang terintegrasi dan terkoordinasi dapat menyediakan
informasi yang dibutuhkan oleh manajer dan mengkomunikasikannya
dengan segera dalam bentuk yang dapat dipahami oleh pengguna informasi.
Informasi biaya yang sistematis dan komparatif, data biaya dan laba analitis
dibutuhkan untuk menetapkan target laba, target departemen, mengevaluasi
efektivitas rencana, memilih strategi, memutuskan penyesuaian dan
perbaikan dalam organisasi.
KLASIFIKASI BIAYA
Klasifikasi yang paling umum digunakan didasarkan pada hubungan antara
biaya dengan berikut ini:
1. Produk (satu lot, batch, unit dari suatu barang jadi/jasa)
2. Volume produksi
3. Departemen, proses, pusat biaya (cost center) atau subdivisi lain dari
manufaktur.
4. Periode akuntansi
5. Suatu keputusan, tindakan dan evaluasi
Biaya manufaktur, juga disebut biaya produksi
Terdiri dari 3 elemen biaya, yaitu:
a. Bahan baku langsung
Adl semua bahan baku yang membentuk integral dari produk jadi dan
dimasukkan secara eksplisit dalam perhitungan biaya produksi
Contoh: Kayu u/ industri mebel
Minyak mentah u/ pertamina
b. Tenaga kerja langsung
Adl tenaga kerja yang melakukan konversi bahan baku langsung
menjadi produk jadi .
Contoh : buruh pabrik.

c. Overhead pabrik
Disebut juga overhead manufaktur, beban manufaktur, beban pabrik
Terdiri dari semua biaya manufaktur yang tidak ditelusuri secara
langsung ke output tertentu.
Overhead pabrik biasanya memasukkan semua biaya manufaktur
kecuali bahan baku langsung dan tenaga kerja langsung.
Bahan baku langsung + tenaga kerja langsung = biaya utama (prime cost)
Tenaga kerja langsung + overhead pabrik = biaya konversi
Bahan baku tidak langsung
Adl bahan baku yang diperlukan untuk menyelesaikan suatu produk tetapi
tidak diklasifikasikan sebagai bahan baku langsung karena bahan baku
tersebut tidak menjadi bagian dari produk
Contoh: paku, amplas pada industri mebel
Tenaga kerja tidak langsung
Adl tenaga kerja yang tidak dapat ditelusuri langsung ke komposisi dari
produk jadi.
Contoh : mandor pabrik, bag gudang, pembantu umum, gaji direktur
produksi
Beban komersial
Terdiri atas 2 klsifikasi, yaitu:
1. Beban pemasaran
Dimulai dari titik dimana biaya manufaktur berakhir yaitu ketika
proses manufaktur selesai dan produk dalam kondisi siap dijual.
Contoh: beban promosi, beban penjualan dan pengiriman, gaji
direktur pemasaran.
2. Beban administrasi
Termasuk beban yang terjadi dalam mengarahkan dan mengendalikan
organisasi. Contoh : Beban gaji
Biaya dalam hubungan dengan Volume Produksi
Terdiri dari:
1. Biaya variable
Jumlah biaya variable berubah secara proporsional terhadap
perubahan volume produksi (secara total berubah, tetapi perunit tetap)
dalam rentang yang relevan
Contoh : Biaya bahan, biaya pekerja langsung, upah lembur,
2. Biaya tetap
Adl biaya secara total tidak mengalami perubahan walaupun volume
produksi mengalami perubahan atau secara total tetap, per unit
berubah.
Contoh : Gaji, penyusutan, bunga

3. Biaya semi variable


Adl biaya yang memiliki elemen variable dan tetap
Contoh : Biaya listrik, telepon, air dan limbah.
Biaya dalam hubungannya dengan Departemen Produksi/Segmen Lain
Departemen dalam suatu pabrik dapt diklasifikasikan dalam 2 kategori :
Departemen produksi
Adl departemen yang berkaitan dengan kegiatan produksi.
Contoh : departemen pembentukan, departemen perakitan
Departemen jasa
Adl departemen yang mendukung lancarnya kegiatan produksi
Contoh : depatemen akuntansi biaya, departemen pemeliharaan
Jika suatu biaya dapat ditelusuri ke suatu departemen dimana biaya tersebut
berasal maka biaya tersebut disebut biaya langsung departemen.
Contoh Gaji supervisor departemen .
Jika suatu biaya digunakan bersama oleh beberapa departemen yang
memperoleh manfaat dari biaya tersebut, maka biaya itu disebut biaya tidak
langsung departemen
Contoh : sewa gedung, penyusutan gedung
Biaya bersama (common cost) dan biaya gabungan (joint cost) adalah jenis
biaya tidak langsung
Biaya bersama biasanya ada di organisasi dengan banyak departemen/
segmen. Misal : gaji direktur
Biaya gabungan terjadi ketika produksi dari suatu produk menghasilkan satu
atau beberapa produk lain tanpa dapat dihindari
Contoh: industri pengepakan daging
Biaya dalam hubungan dengan periode akuntansi
Ada 2 jenis, yaitu:
1. Pengeluaran Modal (capital expenditure)
Adl pengeluaran yang memberikan masa manfaat di masa mendatang
(aktiva)
2. Pengeluaran pendapatan (revenue expenditure)
Adl pengeluaran-pengeluran yang memberi manfaat pada masa
sekarang.
Biaya dalam hubungannya dengan Suatu Keputusan (biaya relevan)
Biaya relevan adalah biaya yang akan mempengaruhi dalam pengambilan
keputusan (variable dan future)

Biaya oportunitas/kesempatan
Adl sejumlah pendapatan atau manfaat lain yang mungkin hilang bila
alternative tertentu diambil.
Biaya diferensial disebut juga biaya marginal atau biaya inkremental
Adl biaya relevan untuk satu pilihan diantara banyak alternatif
Biaya tenggelam (sunk cost)
Adl biaya yang telah terjadi dan oleh karena itu tidak relevan terhadap
pengambilan keputusan.

ARUS BIAYA DALAM PERUSAHAAN PABRIKASI


Kas aktiva yang
dapat disusutkan
hutang dagang
aktual

Perolehan bahan
yang dibeli

Biaya pabrikasi lain:


TKL
BOP : TKTL
Bahan tidak langsung
BOP lain-lain

Persediaan
bahan

BDP
BB, TKL, BOP
dibebankan

Persediaan
barang jadi

Harga pokok
Penjualan

ILLUSTRASI
SOAL 1
PT Manufaktur menaksir biaya perunit produksi yang beroperasi dengan
kapasitas 12.000 unit dan penjualan 12.000 unit sebagai berikut:
Bahan langsung
Rp. 3.200
Pekerja langsung
1.000
Overhead pabrik variable
1.500
Overhead pabrik tetap
600
Pemasaran variable
300
Pemasaran tetap
500
Diminta:
a. Hitung prime cost
b. Hitung conversion cost
c. Hitung biaya produksi total per-unit
d. Hitung harga pokok penjualan untuk 8.000 unit
PEMBAHASAN
a. Prime cost = Bahan langsung + Pekerja langsung
= 3.200 + 1.000 = 4.200
b. Conversion cost = Pekerja langsung + Overhead pabrik
= 1.000 + ( 1.500 + 600)
= 3.100
c. Total Biaya produksi / unit = BL + PL + OP
= 3.200 + 1.000 + (1.500 + 600)
= 6.300
Total biaya 12.000 unit = 12.000 x 6.300 = Rp. 75.600.000
d. Harga pokok penjualan u/ 8.000 unit
= 8.000 unit x Rp. 6.300 = Rp. 50.400.000
SOAL 2
Total biaya produksi per unit sebesar Rp. 1.000
Biaya konversi Rp. 400/unit
Biaya tenaga kerja langsung 1/6 dari biaya bahan langsung
Hitung biaya tenaga kerja langsung / unit dan BOP !
Jawab:
Total Cost = BB + Biaya konversi (UL + BOP)
Rp. 1 000 = BB + Rp. 400
BB = 1000 400 = Rp. 600
Biaya konversi = UL + BOP
Rp. 400
= 1/6 (600) + BOP
Rp. 400
= 100 + BOP
BOP
= 400 100 = Rp 300

Pertemuan 2

PRILAKU BIAYA
KLASIFIKASI BIAYA
BIAYA TETAP
Adl biaya yang secara total tidak berubah saat aktivitas bisnis meningkat
atau menurun.
Sebenarnya semua biaya bersifat variable dalam jangka panjang. Jika semua
aktivitas bisnis menurun sampai titik nol, perusahaan akan melikuidasi dan
menghindari semua biaya dan jika aktivitas meningkat diatas kapasitas yang
sekarang, biaya tetap harus dinaikkan untuk menangani peningkatan volume
yang diperkirakan.
Untuk alasan ini satu jenis biaya tertentu diklasifikasikan sebagai biaya tetap
hanya dalam rentang aktivitas yang terbatas (rentang yang relevan).
Total biaya tetap akan berubah diluar rentang aktivitas yang relevan
Contoh:
Produksi s/d 10.000 dibutuhkan 1 orang supervisor dengan gaji Rp
24.000.000/tahun.
Jika produksi >10.000 (misal 10.001-20.000) dibutuhkan 2 orang supervisor.
BIAYA VARIABEL
Adl biaya yang secara total meningkat secara proporsional terhadap
peningkatan dalam aktivitas dan menurun secara proporsional terhadap
penurunan dalam aktivitas. Atau secara total berubah namun secara unit
adalah tetap walaupun aktivitas menaik atau menurun.
Contoh ; biaya bahan baku langsung, biaya tenaga kerja langsung
BIAYA SEMIVARIABEL
Adl biaya yang secara total mengalami perubahan secara tidak proporsional
mengikuti kenaikan atau penurunan aktivitas perusahaan. Biaya ini
mengalami perubahan secara perlahan dan bertahap. (memperlihatkan
karakteristik biaya tetap maupun biaya variable)
Contoh : Biaya listrik, biaya gas
Memisahkan biaya tetap dengan biaya variable
Tujuan pemisahan sebagai berikut:
1. Penentuan tariff biaya overhead ditentukan dimuka dan analisa
varians
2. untuk menyusun anggaran fleksibel dan varians
3. Perhitungan biaya langsung dan varians
4. Analisa titik impas dan biaya-volume-laba
5. Analisa biaya diferensial dan komparatif
6. Analisa maksimisasi dan minimisasi laba
7. Analisa anggaran modal
8. Analisa profitabilitas pemasaran

Metode yang digunakan:


1. Metode Tinggi Rendah (High and low points)
Elemen tetap dan variable dari suatu biaya dihitung menggunakan dua
titik. Titik data (periode) dipilih dari data histories yang merupakan
periode dengan aktivitas tertinggi dan terendah.
RUMUS : Y = F + V X
Dimana
Y
= total biaya aktivitas
F
= total biaya tetap
V
= Biaya variabel.
X
= Aktivitas
Illustrasi 1:
Bulan
Biaya penanganan bahan
Januari
$ 2.000
low
Februari
3.090
Maret
2.780
April
2.990
Mei
7.500
high
Juni
5.300
Juli
4.300
Agustus
6.300
September
5.600
Oktober
6.240

Produksi
100
125
175
200
500
300
250
400
475
425

Tahap
1. Tentukan titik tertinggi dan terendah
2. Hitung variable cost (V)
V= perubahan dalam biaya / perubahan aktivitas
V = 7.500 2.000
500 100
V = $ 13.75
3. Masukan biaya tinggi & biaya rendah u/ menghitung Biaya Tetap
Total (F)
Y = F+VX
7.500 = F + 13.75 ( 500) tinggi
625 = F
Y = F+VX
2.000 = F + 13.75 (100) rendah
625 = F
Rumus metode tinggi rendah adalah:
Total biaya = 625 + (13.75 x aktivitas)

Illustrasi 2
Baker company
Biaya listrik dan data jam tenaga kerja langsung
Bulan
Januari
Februari
Maret
April
Mei
Juni
Juli
Agustus
September
Oktober
Nopember
Desember
Total
Rata-rata/ bulan

Biaya Listrik
$ 640
620
620
590
500
530
500
500
530
550
580
680
$ 6.840
570

Jam tenaga kerja langsung


34.000
30.000
34.000
39.000
42.000
32.000
26.000
26.000
31.000
35.000
43.000
48.000
420.000
35.000

Elemen tetap dan variable ditentukan sebagai berikut:


Biaya
$. 680
500
180

Tinggi
Rendah
Selisih
Tarif variable

Total aktivitas
48.000 jam
26.000 jam
22.000 jam

180
= $ 0,00818/jkl
22.000 jam

Total biaya
Biaya variable * (dibulatkan)
Biaya tetap

Tinggi
$ 680
393
287

rendah
$ 500
213
287

jkl x $ 0,00818
48.000 x 0,00818 = 393
26.000 x 0,00818 = 213
Metode Scattergraph
Digunakan untuk menganalisis prilaku biaya.
Biaya yang dianalisis disebut variable dependen dan diplot di garis vertical
(sumbu Y). Aktivitas terkait disebut variable independent dan diplot di garis
horizontal (sumbu X)
Untuk data barker company:
Sumbu X = jumlah jam tenaga kerja langsung
Sumbu Y = biaya listrik
Garis B diplot menggunakan inspeksi visual. Garis ini mewakili trend yang
diperlihatkan oleh mayoritas titik data.

Garis A digambar pararel terhadap sumbu X dari titik dimana garis B


memotong sumbu Y, yang terbaca dari scattergraph mendekati 440.
Garis ini mewakili elemen tetap dari biaya listrik untuk semua tingkat
aktivitas dalam rentang relevan
Perhitungannya:
Rata2 by bulanan elemen tetap = rata2 bulanan elemen variable dari biaya
$ 570
- $ 440
= $ 130
Rata2 by bulanan elemen variable dari biaya = by variable/ jam tenaker lgsn
Rata2 bulanan jam tenaker langsung
$ 130
= $ 0,0037 / jam tenaker langsung
35.000 jam
Jadi biaya listrik terdiri dari biaya tetap $ 440 dan biaya variable $ 0,0037
per jam tenaga kerja langsung
Untuk gambar dapat dilihat pada gambar 3-4
Metode kuadrat terkecil (least squares)
Disebut juga analisa regresi, menentukan secara matematis garis yang paling
sesuai atau garis regresi linear melalui sekelompok titik.
Contoh:
(1)
y1

Bulan
Jan
Feb
Mar
Apr
Mei
Juni
Juli
Agst
Sept
Okt
Nop
Des
Total

(2)
(3)
(4)
(y1-)
x1
(x1-x)
Selisih
Selisih
Dari
Jam
Dari
Biaya Rata2 by Tenaker Rata2
Listrik $ 570
Langs
35.000
$ 640
620
620
590
500
530
500
500
530
550
580
680
6.480

$ 70
50
50
20
(70)
(40)
(70)
(70)
(40)
(20)
10
110
0

34.000
30.000
34.000
39.000
42.000
32.000
26.000
26.000
31.000
35.000
43.000
48.000
420.000

(1.000)
(5.000)
(1.000)
4.000
7.000
(3.000)
(9.000)
(9.000)
(4.000)
0
8.000
13.000
0

(5)
(x1-x)2

(4)Dikuadrat
1.000.000
25.000.000
1.000.000
16.000.000
49.000.000
9.000.000
81.000.000
81.000.000
16.000.000
0
64.000.000
169.000.000
512.000.000

(6)

(4) x (2)
( 70.000)
(250.000)
(50.000)
80.000
(490.000)
120.000
630.000
630.000
160.000
0
80.000
1.430.000
2.270.000

(7)

(2) dikuadrat
4.900
2.500
2.500
400
4.900
1.600
4.900
4.900
1.600
400
100
12.100
40.800

Tarif variable untuk biaya listrik b, dihitung sebagai berikut:


b

( x x)( y y )
( x x)
i

= Total kolom 6 = $ 2.270.000 = $ 0,0044/ jam tenaga kerja langsung

Total kolom 5

512.000.000

Biaya tetap ( a) dapat dihitung menggunakan rumus untuk garis lurus


sebagai berikut:
=a+bx
$ 570 = a + ($ 0,0044) (35.000)
$ 570 = a + $ 154
a = $ 416 elemen biaya tetap listrik per bulan
Koefisien Korelasi (r)
Korelasi adalah ukuran sejauh mana dua variable terhubung secara linear
yaitu variable independent (x atau jam tenaga kerja langsung) dan variable
dependent ( y atau biaya listrik)
r

( x x)( y y)
( x x) ( y y )
i

Jika r = 0, berarti tidak ada korelasi


r 1, berarti korelasi sempurna
Jika lambang r = positif, hubungan antara variable dependen y dengan
variable independent x bersifat positif, artinya: nilai y meningkat saat nilai x
meningkat dan garis regresi akan bergerak naik ke kanan atas.
Jika lambang r = negative, hubungan antara variable dependen y dengan
variable independent x bersifat negative/ terbalik, artinya: nilai y turun saat
nilai x meningkat dan garis regresi akan bergerak turun ke kanan bawah.
Koefisien Determinasi (r)
r

( x x)( y y)
( x x) ( y y )
i

=
Total kolom 6
(Total kolom 5)(total kolom 7)
=

2.270.000
= 0.49666
(512.000.000) (40.800)

r = 0,24667
Koefifien determinasi kurang dari 0,25 berarti kurang dari 25% perubahan
dalam biaya listrik terkait dengan perubahan dalam jam tenaga kerja
langsung ( jadi juga dipengaruhi oleh factor-faktor lain seperti waktu kerja
dan musim)

SOAL 1

Data berikut dikumpulkan dari periode dua belas bulan terakhir oleh akuntan
biaya di salah satu pabrik Richardson Company.
Bulan
Januari
Februari
Maret
April
Mei
Juni
Juli
Agustus
September
Oktober
November
Desember

Biaya listrik
$ 1.600
1.510
1.500
1.450
1.460
1.520
1.570
1.530
1.480
1.470
1.450
1.460

Jam mesin
2.790
2.680
2.600
2.500
2.510
2.610
2.750
2.700
2.530
2.520
2.490
2.520

Diminta:
Dengan menggunakan metode kuadrat terkecil, hitung biaya tetap dan tarif
biaya variabel untuk biaya listrik. Bulatkan estimasi ke sen terdekat.
SOAL 2
Meddleson company menginginkan untuk memisahkan bagian tetap dan
bagian variabel dari biaya pemeliharaan (perusahaan yakin bahwa biaya
tersebut adalah biaya semivariabel) dan diukur terhadap jam mesin.
Informasi berikut ini telah disediakan untuk enam bulan dari tahun berjalan:
Bulan
Januari
Februari
Maret
April
Mei
Juni

Jam Mesin
2.550
2.300
2.100
2.600
2.350
2.450

Biaya pemeliharaan
$ 1.275
1.200
1.100
1.300
1.225
1.250

Diminta:
Dengan menggunakan metode tinggi-rendah, hitung tarif biaya variabel
dan biaya tetap untuk biaya pemeliharaan.

Pertemuan 3

SISTEM PERHITUNGAN BIAYA


DAN AKUMULASI BIAYA
Aliran biaya dalam perusahaan manufaktur

ALIRAN BIAYA PRODUKSI


BELI
KAS

SIMPAN
BAHAN
BAKU

PERSEDIAAN

BAYAR

PROSES
ALOKASI

BARANG
DALAM
PROSES

BIAYA-BIAYA
TRANSFER
BARANG
JADI
JUAL

Harga Pokok Penjualan

Dalam proses manufaktur, pengaturan fisik dari pabrik dan kebutuhan


pengambilan keputusan oleh manajer menjadi dasar bagi penentuan
bagaimana biaya akan diakumulasi.
Biasanya buku besar umum untuk biaya manufaktur terdiri dari bahan baku,
beban gaji, pengendali overhead, barang dalam proses, barang jadi dan harga
pokok penjualan.
Akun-akun tersebut digunakan untuk mengatur dan mengukur aliran biaya
dari perolehan bahan baku melalui operasi pabrik sampai ke harga pokok
penjualan.

Hubungan antara perkiraan buku besar dengan perkiraan biaya

LAPORAN LABA RUGI


Penjualan
Harga pokok penjualan
Laba kotor
Beban komersil
Beban pemasaran
Beban umum dan adm.
Laba bersih sebelum pajak
Pajak penghasilan
Laba bersih setelah pajak

Rp.15.000
Rp.10.000
-------------Rp. 5.000
Rp. 1.000
Rp. 1.000
-------------

Rp. 2.000
-------------Rp. 3.000
Rp. 500
-------------Rp. 2.500
========

LAPORAN HARGA POKOK PENJUALAN


Harga pokok penjualan :
Persediaan bahan,awal
Pembelian bahan

Rp.xxxxxxxx
Rp.xxxxxxxx
-----------------Rp.xxxxxxxx
Rp.xxxxxxxx
------------------Rpxxxxxxxxx
Rp.xxxxxxxx
Rp.xxxxxxxxx
-------------------Rp.xxxxxxxxx
Rp.xxxxxxxxx
-------------------Rpxxxxxxxxxx
Rp.xxxxxxxxx
-------------------Rp.xxxxxxxxx
Rp.xxxxxxxxx
------------------Rpxxxxxxxxx
Rp.xxxxxxxx
------------------Rp.xxxxxxxxx
== =========

Bahan tersedia
Persediaan bahan akhir
Biaya bahan
Pekerja langsung
Overhed dibebankan
Biaya pabrikasi
BDP,awal
Biaya produksi
BDP,akhir
Harga pokok produksi
Barang Jadi,awal
Produk jadi tersedia
Barang Jadi,akhir
Harga pokok penjualan

Illustrasi:
New Hope Manufacturing Company
Neraca
1 Januari 20...
Aktiva
Aktiva lancar:
Kas
Surat-surat berharga
Piutang Usaha
Persediaan:
Barang Jadi
Barang dalam proses
Bahan baku
Beban dibayar dimuka
Total Aktiva Lancar
Aktiva Tetap
Tanah
Bangunan
Mesin dan Peralatan
Di(-) akumulasi penyusutan
Total Aktiva tetap
Total Aktiva

$. 183.000
76.000
313.100
$ 68.700
234.300
135.300

438.300
15.800
$ 1.026.200

$ 41.500
$ 580.600
1.643.000
$ 2.223.600
1.010.700

1.212.900
$ 1.254.400
$ 2.280.600

Kewajiban
Kewajiban lancar
Utang Usaha
Estimasi utang pajak penghasilan
Utang jangka panjang jatuh tempo
Total Kewajiban lancar
Kewajiban jangka panjang
Total Kewajiban
Ekuitas Pemegang Saham
Saham Biasa
Laba ditahan
Total Ekuitas Pemegang Saham
Total kewajiban dan Ekuitas Pemegang Saham

$ 553.000
35.700
20.000
$ 608.700
204.400
$ 813.100
$ 528.000
939.500

Transaksi-transaksi yang terjadi sebagai berikut :


a. Dibeli bahan baku secara kredit $ 100.000
Jurnal
:
Bahan Baku
$ 100.000
Utang usaha
(u/ mencatat pembelian bahan)
b. Material yang diminta selama bulan tersebut :
Untuk produksi
$ 80.000
Untuk penggunaan tidak langsung
$ 12.000
Jurnal:
Barang dalam proses/ WIP-bahan
$ 80.000
Pengendali overhead
12.000
Bahan Baku
(u/ mencatat pemakaian bahan untuk proses produksi)
c. Total beban gaji yang terjadi selama periode tersebut
dan dibayar
Jurnal:
Beban gaji dan upah
$ 160.000
Utang Gaji dan upah
(u/ mencatat terjadinya gaji)
Utang Gaji dan upah
$ 160.000
Kas
(u/ pembayaran utang gaji dan upah)

$ 1.467.500
$ 2.280.600

$ 100.000

$ 92.000
$ 160.000

$ 160.000
$ 160.000

d. Distribusi beban gaji dan upah adalah sebagai berikut:


Tenaga kerja langsung
65%
Tenaga kerja tidak langsung 15
Gaji bagian pemasaran
13
Gaji bagian administrasi
7
Jurnal:
Barang dalam proses
$ 104.000
Pengendali overhead
24.000
beban pemasaran
20.800
beban administrasi
11.200
Beban gaji
$ 160.000
(u/ mencatat alokasi biaya gaji pada departemen yang menggunakan)

e. Pembebanan Overhead pabrik terdiri dari:


Beban Penyusutan
$ 21.300
Asuransi dibayar dimuka
$ 1.200
Jurnal:
Pengendali overhead
Akumulasi penyusutan
Beban dibayar dimuka
(u/ membebankan overhead lainnya)

$ 22.500
$ 21.300
1.200

f. Pembebanan Biaya overhead umum (tidak dirinci) $ 26.340, dimana


70% dibayar tunai, sisanya dikreditkan ke utang usaha
Jurnal:
Pengendali overhead
$ 26.340
Kas
$ 18.438
Utang usaha
$ 7.902
(u/ mencatat pembebanan overhead pabrik umum)
g. Jumlah yang diterima dari pelanggan atas pelunasan piutang mereka $
205.000
Jurnal:
Kas
$ 205.000
Piutang
$ 205.000
(u/ mencatat pelunasan piutang)
h. Utang berikut ini dibayar:
a. Utang usaha
$ 227.000
b. utang pajak
$ 35.700
Jurnal :
Utang usaha
Utang pajak
Kas
(u/ mencatat pelunasan utang)

$ 227.000
35.700
$ 262.700

i. Pembebanan Overhead pabrik ke barang dalam proses $ 84.840.

Jurnal:
Barang dalam proses
$ 84.840
Pengendali overhead
$. 84.840
(u/ mencatat by overhead pabrik yg dibebankan pd brg dalam proses).
j. Unit yang telah selesai ditransfer ke persediaan barang jadi $ 320.000
Jurnal :
Barang Jadi
$ 320.000
Barang dalam proses
$ 320.000
(u/ mencatat produk selesai dalam persediaan barang jadi)

k. Penjualan sebesar $ 384.000, dimana:


40% dibayar secara tunai, sisanya dicatat sebagai piutang usaha.
Harga pokok penjualan 75% dari penjualan
Jurnal:
Kas
$ 153.600
Piutang usaha
230.400
Penjualan
384.000
Harga pokok penjualan
288.000
Barang jadi
288.000
(u/ mencatat penjualan tunai dan kredit)
l. Perhitungan dan pelaporan pajak penghasilan $ 26.000

Jurnal:
Beban pajak penghasilan
$ 26.000
Utang pajak penghasilan
(u/ mencatat pajak penghasilan yang terutang)

$ 26.000

Posting ke buku besar


Kas

1/1
G
K

183.000
205.000
153.600
541.600
100.462

Hutang usaha

c
f
h

160.000
18.438
262.700
441.138

h.

227.000

Piutang usaha

1/1
k

313.100
230.400

g.

205.000

1/1.
j.

68.700
320.000
388.700
100.700

Bahan baku

135.300
100.000

1/1 553.000
a. 100.000
f.
7.902
660.902
433.902

Barang jadi

543.500
338.500

1/1
a.

227.000

k. 288.000

Barang dalam Proses

92.000

235.300
143.300

1/1
b.
d.
i.

234.300
80.000
104.000
84.840
503.140
183.140

Ak. penyusutan

1/1. 1.010.700
e.
21.300
1.032.000

j.

320.000

Utang pph

h.

35.700

1/1
l.

35.700
26.000
61.700
26.000

Surat berharga

1/1

Pengendali overhead

76.000

b.
d.
e.
f.

12.000
24.000
22.500
26.340
84.840

Beban dibayar dimuka

1/1

15.800

e.

i.

84.840

Tanah

1.200

1/1.

41.500

14.600
Bangunan
1/1

Mesin dan Peralatan

580.600

1/1.

1.643.000
Beban gaji

Utang gaji

c.

160.000

c.

160.000

c.

Utang. Jk panj jatuh tempo


1/1

20.000

Laba ditahan

528.000

1/1. 939.500
Penjualan

288.000

k. 384.000

Pengendali. B Adm

d.

11.200

Pengendali B pemasaran

d.

20.800

Pajak Penghasilan
l.

160.000

1/1. 204.400

Harga Pokok Penjualan


k.

d.

Utang jk panjang

Saham Biasa

1/1.

160.000

26.000

New Hope Manufacturing Company

Laporan Laba rugi


U/ bulan yang berakhir 31 Januari 20....
Penjualan
Di (-) Harga pokok penjualan
Laba kotor
Dikurangi beban komersial
Beban administrasi
Laba operasi
Dikurangi provisi pajak penghasilan
Laba bersih

$ 384.000
288.000
96.000
$ 20.800
11.200

32.000
64.000
26.000
38.000

New Hope Manufacturing Company


Laporan Harga Pokok Penjualan
U/ bulan yang berakhir 31 Januari 20....
Bahan Baku:
Persediaan bahan baku, 1 Januari
Pembelian
Bahan baku tersedia untuk digunakan
Dikurangi:
Bahan baku tidak langsung yangdigunakan
Persediaan bahan baku, 31 Januari
Bahan baku yang digunakan

$. 135.300
100.000
235.300
$ 12.000
143.300

155.300
$

Tenaga Kerja Langsung


Overhead Pabrik:
Bahan baku tidak langsung
Tenaga kerja tidak langsung
Penyusutan
Asuransi
Overhead pabrik umum

80.000

$ 104.000
$ 12.000
24.000
21.300
1.200
26.430

84.840

Total biaya manufaktur

$ 268.840

Ditambahkan persediaan barang dalam proses 1 januari

234.300
503.140
183.140
320.000
68.700
388.700
100.700
$ 288.000

Dikurangi persediaan barang dalam proses 31 Januari


Harga pokok produksi
Ditambah: persediaan barang jadi, 1 Januari
Barang tersedia untuk dijual
Dikurangi: persediaan barang jadi, 31 Januari
Harga pokok penjualan

New Hope Manufacturing Company

Neraca
31 anuari 20...
Aktiva
Aktiva lancar:
Kas
Surat-surat berharga
Piutang Usaha
Persediaan:
Barang Jadi
Barang dalam proses
Bahan baku
Beban dibayar dimuka
Total Aktiva Lancar
Aktiva Tetap
Tanah
Bangunan
Mesin dan Peralatan
Di(-) akumulasi penyusutan
Total Aktiva tetap
Total Aktiva

$. 100.462
76.000
338.500
$ 100.700
183.140
143.300

427.140
14.600
$ 956.702

$ 41.500
$ 580.600
1.643.000
$ 2.223.600
1.032.000

Kewajiban
Kewajiban lancar
Utang Usaha
Estimasi utang pajak penghasilan
Utang jangka panjang jatuh tempo
Total Kewajiban lancar
Kewajiban jangka panjang
Total Kewajiban
Ekuitas Pemegang Saham
Saham Biasa
Laba ditahan
Saldo awal
939.500
Laba bersih bulan Januari
38.000
Total Ekuitas Pemegang Saham
Total kewajiban dan Ekuitas Pemegang Saham

SISTEM BIAYA

1.191.600
$ 1.233.100
$ 2.189.802

$ 433.902
26.000
20.000
$ 479.902
204.400
$ 684.302
$ 528.000
977.500
$ 1.505.500
$ 2.189.802

Biaya yang dialokasikan ke unit produksi bisa berupa biaya actual atau biaya
standar.
Dalam system biaya actual /histories, informasi biaya dikumpulkan pada
saat biaya terjadi, tetapi penyajian hasilnya ditunda sampai semua operasi
produksi untuk periode akuntansi tersebut selesai dilakukan.
Dalam system biaya standar dihitung biayanya berdasarkan jumlah yang
sudah ditentukan sebelumnya dari sumber daya yang akan digunakan dan
harga yang telah ditentukan sebelumnya dari sumber daya tersebut. Biaya
actual juga dicatat dan varians antara actual dan standar dikumpulkan di
perkiraan terpisah.

Alokasi biaya ke unit produksi ada 2, yaitu:


1. Full absorption costing
2. Direct costing/ variable costing

SISTEM BIAYA
SISTEM BIAYA AKTUAL
ATAU HISTORIS
ALLOKASI BIAYA TERHADAP
UNIT PRODUKSI ADALAH
BIAYA YANG AKTUAL

FULL COSTING

AKUMULASI BIAYA

SISTEM BIAYA SRANDAR


ADALAH ALOKASI BIAYA
TERHADAP UNIT PRODUKSI
BERDASARKAN BIAYA
YANG LEBIH DAHULU
DITETAPKAN

DIRECTR COSTIMG/
VARIABEL COSTING

Ada 2 metode yang banyak digunakan yaitu:


1. Job order costing
Yaitu perhitungan biaya berdasarkan pesanan, dimana biaya
dikumpulkan untuk setiap pesanan atau kontrak atau jasa secara
terpisah dan setiap pesanan atau kobtrak dapat dipisah sesuai
identitasnya.
Diterapkan untuk pekerjaan berdasarkan pesanan di bengkel, pabrik,
konstruksi, percetakan dan pekerjaan di bidang jasa seperti arsitek.
2. Process costing
Yaitu perhitungan biaya dikumpulkan berdasarkan proses produksi
atau berdasarkan departemen atau satuan waktu tertentu
Diterapkan untuk industi seperti penggilingan gandum, pabrik
minuman, pabrik kimia, pabrik tekstil dimana sejumlah besar dari satu
jenis produk atau beberapa jenis produk diproduksi.

SISTEM AKUMULASI BIAYA

Job-costing
system

Unit dari
Produk atau
Jasa sendiri

SOAL 1

Process-costing
system

Unit produk atau


Jasa massal
atau sejenis

Ayat jurnal untuk siklus akuntansi Biaya.


Morrison Company memiliki transaksi-transaksi berikut ini di bulan Maret:
a. Bahan baku dibeli secara kredit $ 35.000
b. Bahan baku yang diminta $ 33.000 untuk produksi dan $ 2.000 untuk
penggunaan tidak langsung
c. Perusahaan mencatat total beban gaji sebesar $ 40.000
d. Beban gaji dibayar
e. Dari total beban gaji $ 32.000 merupakan biaya tenaga kerja langsung
dan $ 8.000 merupakan biaya tenaga kerja tidak langsung
f. Berbagai biaya overhead sebesar $ 4.000 dibayar secara tunai
g. Berbagai biaya overhead sebesar $ 18.000 dibayar secara kredit
h. Overhead lain-lain terdiri atas penyusutan $ 2.100, asuransi yang jatuh
tempo $ 780 dan pajak property yang masih harus dibayar $ 1.250
i. Total overhead pabrik dibebankan ke perkiraan barang dalam proses
j. Biaya dari produksi yang sudah selesai dan ditransfer ke gudang $
92.000
k. Penjualan secara kredit sebesar $ 80.000, harga pokok penjualan
sebesar 75% dari harga jual.
Diminta: Buat jurnal untuk transaksi diatas
SOAL 2
Buku besar umum dari Paxton company berisi perkiraan-perkiraan berikut
pada tanggal 1 Januari :
Barang jadi
$ 15.000
Barang dalam proses
$ 30.000
Bahan baku
$ 25.000
Selama bulan Januari, transaksi-transaksi berikut diselesaikan:
a. Bahan baku dibeli secara kredit sebesar $ 13.500
b. Bahan senilai $ 17.500 dikeluarkan dari gudang
c. Pemintaan untuk perlengkapan sebesar $ 1.800
d. Total beban gaji untuk bulan Januari sebesar $ 27.000, termasuk gaji
bag. Pemasaran $ 5.000 dan gaji bag. Administrasi $ 3.000.
Kartu jam kerja menunjukkan $ 17.000 dari beban gaji adalah untuk
tenaga kerja langsung. Perusahaan menggunakan perkiraan kliring u/
beban gaji.
e. Berbagai biaya overhead sebesar $ 2.508 dibayar secara tunai
f. Berbagai biaya overhead sebesar $ 8.500 dibayar secara kredit
g. Total overhead pabrik dibebankan ke perkiraan barang dalam proses
h. Biaya dari produksi yang sudah selesai di bulan Januari sebesar $
60.100 dan persediaan barang jadi di tanggal 31 Januari $ 15.100
i. Pelanggan yang menerima kiriman barang selama bulan tersebut
ditagih sebesar $ 80.000
Diminta: Buat ayat jurnal untuk transaksi itu , dan laporan L/R

Jawab : Soal 1
a. Bahan baku

35.000

Utang usaha

35.000

b. WIP Bahan
Pengendali BOP
Bahan baku

33.000
2.000

c. Beban gaji
Utang gaji

40.000

d. Utang Gaji
Kas

40.000

e. Barang dalam proses


Pengendali BOP
Beban gaji

32.000
8.000

35.000
40.000
40.000

40.000

f. Pengendali BOP
Kas

4.000

g. Pengendali BOP
Utang usaha

18.000

h. Pengendali BOP
Akum. Penyusutan
Ass. Dibayar dimuka
Hutang pajak

4.000
18.000
4.130
2.100
780
1.250

i. Barang dalam proses


36.130
Pengendali BOP
36.130
( 2.000 + 8.000 + 4.000 + 18.000 + 4.130 )
j. Barang Jadi
Barang dalam proses

92.000

k. Piutang dagang
Penjualan

80.000

HPP
Barang Jadi

60.000

Jawab: Soal 2
a. Bahan Baku
Utang usaha

92.000
80.000
60.000

13.500
13.500

b. WIP- bahan
Bahan

17.500
17.500

c. Pengendali BOP
Bahan/perlengkapan
d. Beban gaji
Utang gaji

1.800
1.800
27.000
27.000

WIP gaji
Pengendali BOP
Beban pemasaran
Beban adm
Beban gaji

17.000
2.000
5.000
3.000

Utang gaji
Kas

27.000

27.000
27.000

e. Pengendali BOP
Kas

2.508

f. Pengendali BOP
Utang usaha

8.500

g. WIP
Pengendali BOP

14.808

h. Barang jadi
Barang dalam proses

60.100

HPP
FG
i Piutang usaha
Penjualan

60.000

2.508
8.500
14.808
60.100
60.000
80.000
80.000

LAPORAN R/L

Pendapatan
HP Penjualan:
Harga pokok produksi
Bahan baku awal
Pembelian bahan
13.500
Ongkos angkut
Retur pembelian
Pembelian bersih
Barang siap dipakai
Bahan baku akhir
Biaya bahan
Biaya tenaga kerja langsung
BOP
Biaya pabrik
WIP awal
WIP akhir
COGM
FG awal
Produksi siap dijual
FG akhir
HPP
Laba kotor
Biaya pemasaran
5.000
Biaya administrasi
3.000+
Laba bersih (NPBT/EBT)
Misal tax 10%
Laba setelah pajak (NPAT/EAT)

Buku besarnya:

80.000
25.000

13.500+
38.500
(21.000)_
17.500
17.000
14.808 +
49.308
30.000
(19.208)
60.100
15.000+
75.100
(15.100)
60.000
20.000
8.000
12.000
1.200
10.800

1/1 So awal
(h)

1/1 So awal
(d)
(d2)
(g)

1/1 So awal
(a)

(c)
(d2)
(e)
(f)

Pertemuan : 4

Barang jadi /FG


15.000
HPP

60.000

60.100
75.100

15.100
75.100

So akhir

Barang dalam proses/WIP


30.000
(h)
17.500
17.000
14.808
79.308

So akhir

60.100
19.208
79.308

Bahan
25.000
(b)

17.500

13.500
38.500

21.000
38.500

So akhir

Pengendali BOP
1.800
(g)
2.000
2.508
8.500
14.808

14.808

14.808

JOB ORDER COSTING


Metode Harga Pokok Pesanan ( Job order Cost Method) adalah
mengumpulkan biaya-biaya produksi untuk pesanan tertentu dan harga
pokok produksi satuan dihitung dengan cara membagi total biaya produksi
untuk pesanan tersebut dengan jumlah satuan produk dalam pesanan yang
bersangkutan.
Karakteristik perusahaan yang memproduksi berdasarkan pesanan:
1. Proses pengolahan produk terjadi secara terputus-putus sesuai dengan
pesanan
2. Produk yang dihasilkan sesuai dengan spesifikasi yang ditentukan
oleh pemesan.
3. Produksi ditujukan untuk memenuhi pesanan.
Karakteristik Metode Harga Pokok Pesanan
1. Perusahaan memproduksi berbagai macam produk sesuai dengan
spesifikasi pemesan dan setiap produk dihitung harga pokok
produksinya secara individu.
2. Biaya produksi digolongkan berdasarkan hubungannya dengan
produk menjadi biaya produksi langsung dan biaya produksi tidak
langsung.
3. Biaya produksi langsung terdiri dari biaya bahan baku dan biaya
tenaga kerja langsung, sedangkan biaya produksi tidak langsung
dinamakan dengan biaya overhead pabrik.
4. Biaya produksi tidak langsung dihitung sebagai harga pokok produksi
pesanan tertentu berdasarkan biaya overhead pabrik dihitung sebagai
harga pokok pesanan berdasarkan tarif ditentukan dimuka
5. Harga pokok produksi perunit dihitung saat pesanan selesai
diproduksi dengan cara membagi jumlah biaya produksi yang
dikeluarkan dengan jumlah unit produk yang dihasilkan untuk suatu
pesanan.
Dalam perhitungan biaya berdasarkan pesanan, biaya produksi
diakumulasikan untuk setiap pesanan yang terpisah.
Agar rincian dan perhitungan biaya sesuai dengan usaha yang diperlukan,
harus ada perbedaan dalam biaya per unit suatu pesanan dengan pesanan
lain.
Rincian mengenai suatu pesanan dicatat dalam kartu biaya pesanan (job
order cost sheet) atau kartu biaya (cost sheet) yang dapat berbentuk kertas
atau elektronik

Contoh kartu pesanan

Rayburn Company
1101 Maple street, OH45227

Pesanan No. 5574

Untuk
: Lawrenceville Co
Tanggal pesan
: 10/1
Produk
: Papan pengering mapel no.14 Tanggal mulai dikerjakan : 14/1
Spesifikasi: 12x20x1 pelitur bening
Tanggal dibutuhkan
: 22/1
Jumlah
: 10
Tanggal selesai dikerjakan: 18/1
Bahan Baku Langsung
Tanggal
Nomor
Permintaan
Jumlah
14/1
516
$ 1.420
17/1
531
780
18/1
544
310
$ 2.510
Tenaga Kerja Langsung
Tanggal
Jam
Biaya
14/1
40
$ 320
15/1
32
256
16/1
36
288
17/1
40
320
18/1
48
384
196
$ 1.568
Biaya Overhead Pabrik
Tanggal
Jam Mesin
Biaya
14/1
16,2
$ 648
16/1
10,0
400
17/1
3,2
128
29,4 x $ 40
$ 1.176
Bahan baku langsung
$ 2.510
Harga jual
$ 7.860
Tenaga kerja langsung 1.568
Biaya pabrik
$ 5.254
Overhead pabrik dibebankan 1.176
B. Pemasaran
776
$ 5.254
B. Administrasi
420
B. u/ membuat & menjual
6.450
Laba
$ 1.410

Perhitungan biaya berdasarkan pesanan mengakumulasikan biaya bahan


baku langsung, tenaga kerja langsung dan overhead yang dibebankan ke
setiap pesanan sehingga dipandang sebagai 3 hal yang berhubungan yaitu:
1. Akuntansi bahan baku memelihara catatan persediaan bahan baku
Membebankan bahan baku langsung ke pesanan
Membebankan bahan baku tidak langsung ke overhead.
2. Akuntansi tenaga kerja memelihara akun yang berhub dengan gaji
Membebankan tenaga kerja langsung ke pesanan
Membebankan tenaga kerja tidak langsung ke overhead
3. Akuntansi Overhead memelihara catatan terinci atas overhead dan
membebankan sebagian overhead ke setiap pesanan.

Prosedur pencatatan akuntansi kalkulasi biaya pesanan

A.Pencatatan Bahan dan Bahan Penolong


a. Pembelian bahan baku dan bahan penolong
Jurnal:
Bahan Baku
xxx
Utang /Kas
(u/ mencatat pembelian tunai/kredit bahan baku)

xxx

Bahan Penolong
xxx
Utang/Kas
xxx
(u/ mencatat pembelian tunai/kredit bahan penolong)
Atau jurnal gabungan:
Bahan
Utang/kas

xxx
xxx

b. Pencatatan pemakaian Bahan baku dan Bahan Penolong


1. Pencatatan pemakaian bahan baku
Jurnal:
WIP Bahan Baku
xxx
Bahan Baku
xxx
2. Pencatatan pemakaian bahan penolong
Jurnal:
Pengendali Overhead
Bahan Penolong

xxx
xxx

B. Pencatatan Biaya Tenaga Kerja


1. Pencatatan biaya tenaga kerja terutang oleh perusahaan
Jurnal:
Biaya gaji dan upah
xxx
Utang gaji dan upah
xxx
2. Pencatatan distribusi biaya tenaga kerja.
Jurnal:
WIP Tenaga kerja langsung
Pengendali overhead
B. Pemasaran
B. Administrasi
Biaya gaji dan upah
3.Pencatatan pembayaran gaji
Jurnal:
Utang gaji & upah
Kas

C. Pencatatan Biaya Overhead Pabrik

xxx
xxx
xxx
xxx
xxx

xxx
xxx

1. Mencatat pembebanan BOP kepada pesanan


Jurnal:
WIP
xxx
BOP dibebankan
xxx
2. Mencatat BOP sesungguhnya
Jurnal:
Pengendali overhead
xxx
Akum. Penyusutan mesin
xxx
Akum. Penyusutan pabrik
xxx
Kas
xxx
3. Menutup rekening BOP dibebankan ke rekening BOP sesungguhnya
Jurnal:
BOP dibebankan
xxx
Pengendali Overhead
xxx
4. Mencatat selisih BOP
Jurnal:
Variance BOP
xxx
Pengendali Overhead
xxx
5.Jurnal gabungan 3 & 4
Jurnal:
BOP Dibebankan
xxx
Variance BOP
xxx
Pengendali overhead
xxx
Variance BOP pada akhir periode akan ditransfer ke Harga pokok penjualan
D. Pencatatan Harga Pokok Produk Jadi
Jurnal:
Barang Jadi
WIP Bahan Baku
WIP Tenaga kerja langsung
WIP BOP dibebankan

xxx
xxx
xxx
xxx

E. Pencatatan Harga Pokok Produk dalam Proses


Jurnal:
WIP Persediaan
xxx
WIP Bahan Baku
xxx
WIP Tenaga kerja langsung
WIP BOP dibebankan

xxx
xxx

F. Pencatatan Pendapatan Penjualan


Jurnal:
Kas/Piutang
Penjualan

xxx

xxx

AKUNTANSI BAHAN BAKU


= sama dengan akuntansi bahan baku dengan metode perpetual.
Co: Rayburn menerima pengiriman sebesar $ 25.000 untuk bahan baku yang
dibeli tanggal 5 Januari
Jurnal:
Bahan baku
25.000
Utang usaha
25.000
Kuantitas dan harga perunit akan dicatat dalam kartu catatan bahan baku.
Satu kartu digunakan untuk setiap jenis bahan baku.
Kartu ini berfungsi sebagai catatan persediaan perpetual dan merupakan
buku besar pembantu yang mendukung akun bahan baku
PENGGUNAAN BAHAN BAKU
Bahan baku langsung untuk setiap pesanan dikeluarkan ke pabrik
berdasarkan bukti permintaan bahan baku (materials requisitions).
Kuantitas dan biaya setiap item dicatat dalam bukti permintaan akan
diposting ke kartu catatan bahan baku.
Co: Sejumlah $ 31.000 bahan baku diminta di bulan Januari di Rayburn
terdiri atas $ 2.510 untuk pesanan No. 5574, $ 24.070 untuk pesanan No.
5575, $ 4.420 untuk pesanan No. 5576
Jurnal:
Barang dalam proses
31.000
Bahan Baku
31.000
Copy dari setiap bukti permintaan bahan baku dikirim ke departemen biaya,
dimana semua copy diurutkan berdasarkan nomor pesanan dan dicatat harian
atau mingguan ke bahan baku dari kartu biaya pesanan.
Dengan cara ini kuantitas dan biaya bahan baku yang digunakan dalam
setiap pesanan diakumulasikan secara tepat waktu.
Jika bahan baku untuk suatu pesanan dikembalikan ke gudang karena tidak
terpakai, akun Bahan Baku di debet dan akun Barang dalam proses dikredit,
serta kartu catatan bahan baku dan kartu biaya pesanan disesuaikan.
Bukti permintaan bahan baku juga digunakan untuk mengeluarkan bahan
baku tidak langsung maupun perlengkapan. Jika tidak digunakan di pabrik,
perlengkapan yang dipakai dibebankan ke beban pemasaran dan administrasi
dan jika ke pabrik akan dibebankan ke pengendali overhead pabrik
Co: Perlengkapan senilai $ 6.000 dikeluarkan dari gudang selama bulan
Januari di Rayburn Co
Jurnal:
Pengendali overhead pabrik
6.000
Bahan baku
6.000

AKUNTANSI UNTUK TENAGA KERJA


Setiap kartu jam kerja karyawan merupakan dokumen yang menunjukkan
waktu yang dihabiskan oleh seorang pekerja untuk suatu pesanan tertentu
(tenaga kerja langsung) atau untuk tugas lain (tenaga kerja tidak langsung).
Tenaga kerja yang tidak digunakan dalam proses produksi dibebankan ke
akun beban pemasaran atau beban administrasi
Biaya tenaga kerja yang terjadi
Co: Rayburn Co membayar pekerja pabrik hanya satu kali setiap bulan.
Beban gaji pabrik sebesar $ 31.000 dihitung dan dicatat pada tanggal 31
Januari (dan akan dibayar awal Februari).
Jurnal:
Beban Gaji
$ 31.000
Utang gaji
$ 31.000
Biaya tenaga kerja yang didistribusikan
Kebanyakan perusahaan mendistribusikan biaya tenaga kerja secara bulanan.
Kartu jam kerja karyawan diurutkan berdasarkan pesanan, datanya
dimasukkan ke kartu biaya pesanan.
Kartu jam kerja untuk tenaga kerja langsung di Rayburn untuk bulan Januari
totalnya:
Sebesar $ 1.568 untuk pesanan No. 5574
Sebesar $ 22.832 untuk pesanan No. 5575
Sebesar $ 2.600 untuk pesanan No. 5576
$ 27.000
Tenaga kerja tidak langsung totalnya $ 4.000
Jurnal:
Barang dalam proses
Beban gaji
Pengendali pabrik overhead
Beban gaji

$ 27.000
$ 27.000
$ 4.000
$ 4.000

AKUNTANSI UNTUK BIAYA OVERHEAD


Biaya overhead actual
Beberapa biaya overhead actual seperti bahan baku tidak langsung dan
tenaga kerja tidak langsung dicatat saat terjadinya atau melalui ayat jurnal.
Lainnya seperti penyusutan, asuransi jatuh tempo dicatat hanya melalui ayat
jurnal penyesuaian yang dibuat pada akhir periode akuntansi
Co : Rayburn Co menghitung penyusutan pabrik sebesar $ 4.929 dan
asuransi pabrik yang sudah jatuh tempo sebesar $ 516 untuk bulan tersebut.

Jurnal:
Pengendali overhead pabrik
Akumulasi penyusutan Mesin
Pengendali overhead pabrik
Asuransi dibayar dimuka

$ 4.929
$ 4.929
$ 516
$ 516

Estimasi biaya overhead yang dialokasikan


Menentukan jumlah biaya overhead yang dibebankan adalah sulit karena
beberapa biaya overhead bersifat tetap tanpa memeperhatikan jumlah
produksi seperti sewa, asuransi dan lainnya sangat bervariasi dengan jumlah
produksi seperti listrik, pelumas dan beberapa biaya terjadi dalam setiap
periode seperti usaha pembersihan besar-besaran dan remodeling.
Untuk mengatasi itu, maka semua biaya overhead didistribusikan ke semua
pesanan. Jumlah yang dibebankan adalah sesuai dengan proporsi dari suatu
aktivitas seperti penggunaan TKL, penggunaan mesin, waktu proses atau
kombinasi dua atau lebih aktivitas tersebut.
Aktivitas yang dipilih disebut dasar alokasi overhead/dasar lokasi.
Dasar lokasi yang dipilih sebaiknya merupakan aktivitas yang paling terkait
dengan biaya yang dialokasikan yaitu aktivitas yang tampaknya paling
memicu terjadinya biaya overhead.
Rumus : Tarif overhead = Total overhead : total dasar alokasi
Misal :
Suatu pesanan tertentu menggunakan 100 jam mesin dengan biaya overhead
$ 500, maka tarif overhead = 500 = $ 5/jam mesin
100
Overhead actual tidak bisa dibebankan ke pesanan secara tepat waktu,
sehingga diperlukan estimasi
Rumus :
Tarif overhead yang ditentukan sebelumnya = estimasi total overhead
Estimasi total dasar alokasi
Contoh:
Rayburn Co telah menentukan terdapat hubungan yang paling kuat antara
jam mesin ( 7.500) dengan overhead pabrik ($ 300.000) untuk tahun itu.
Tarif overhead = $ 300.000 = $ 40/ jam mesin
7.500
Jumlah overhead yang dibebankan ke suatu pesanan disebut overhead
dibebankan (applied overhead) yang dihitung dengan mengalikan jam mesin
yang digunakan untuk pesanan dengan $ 40

Untuk pesanan No. 5574 Jam mesin yang dipakai 29,4 jam
Overhead yang dibebankan = 29,4 X $ 40 = $ 1.176 (gambar 5-1)
Untuk pesanan No. 5575 = 250,6 jam mesin
No. 5576 = 50 jam mesin
Total = 330 jam x $ 40 = $ 13.200
Jurnal :
Barang dalam proses
Overhead dibebankan
Pada akhir periode, dibuat jurnal penutup
Jurnal:
Overhead dibebankan
Pengendali overhead pabrik

13.200
13.200

13.200
13.200

Jika perusahaan tidak membuat overhead dibebankan, maka jurnalnya


adalah:
Barang dalam proses
13.200
Pengendali overhead pabrik
13.200
(tidak ada jurnal penutup)
Akuntansi untuk barang jadi dan produk yang dijual
Co:Rayburn menyelesaikan pesanan No. 5574 dengan biaya $ 5.254
Pesanan tsb langsung dikirim ke pemesan tgl 18 Januari
Jurnal:
Piutang Usaha
$ 7.860
Penjualan
$ 7.860
Harga pokok penjualan
$ 5.254
Barang jadi
$ 5.254
No. 5575 dengan biaya $ 56.926 yang terdiri dari
Bahan baku
$ 24.070
TKL
$ 22.832
Overhead
$ 10.024
Pesanan No. 5575 ditransfer ke barang jadi untuk mengisi persediaan dengan
jurnal:
Barang Jadi
$ 56.926
Barang dalam proses
$ 56.926
Pada tanggal 27 Januari Rayburn mengirimkan barang jadi senilai $ 52.300
terdiri atas : sebagian pesanan No 5575 dan sebagian pesanan yang telah
diselesaikan di tahun sebelumnya. Harga jualnya $ 70.000
Jurnal :
Piutang Usaha
$ 70.000
Penjualan
$ 70.000
Harga pokok penjualan
$ 52.300
Barang jadi
$ 52.300

Soal 1
PT. XYZ selama tahun 2006 mengeluarkan biaya sebagai berikut:
Sewa pabrik
Tenaga Kerja langsung
Utilitas pabrik
Pembelian bahanlangsung
Bahan tidak langsung
Pekerja tidak langsung

$ 100.000
260.000
25.000
400.000
70.000
55.000

Persediaan selama tahun tersebut:


Bahan Langsung
Barang dalam proses
Produk selesai

1 Jan
$ 70.000
90.000
115.000

31 Des
$ 50.000
100.000
95.000

Hitunglah:
a. Harga pokok produksi
b. Harga pokok penjualan
Soal 2
Data berikut pada PT ABC:
Pendapatan penjualan
Persediaan Bahan langsung 1/1
Pekerja langsung, gaji
Biaya penyusutan pabrik
Pekerja tidak langsung-pabrik
Pemanas, penerangan, listrik pabrik
Gaji supervisor pabrik
Persediaan barang jadi 1/1
Persediaan barang dalam proses 31/12
Supplies, administrasi kantor
Pajak property pabrik
Persediaan barang jadi 31/12
Persediaan bahan langsung 31/12
Gaji tenaga penjualan
Persediaan barang dalam proses 1/1
Pembelian barang langsung
Supplies pabrik
Penyusutan administrasi kantor
Diminta:
Susunlah laporan L/R periode 31/12

$ 1.000.000
20.000
350.000
80.000
5.000
12.000
40.000
35.000
25.000
6.000
13.000
40.000
30.000
190.000
35.000
100.000
4.000
30.000

Jawab: Soal 1
PT XYZ
Laporan Harga Pokok Produksi
Periode 31 Des 2006
Persediaan bahan langsung 1/1
Pembelian bahan langsung
Bahan langsung siap dipakai
Persediaan Bahan langsung 31/12
Biaya bahan langsung
Pekerja langsung
Biaya overhead pabrik:
Bahan tidak langsung
Pekerja tidak langsung
Sewa pabrik
Utilitas pabrik
Biaya pabrik
Barang dalam proses 1/1
Biaya produksi
Barang dalam proses 31/12
Harga pokok produksi
Barang jadi 1/1
Barang siap untuk dijual
Barang jadi 31/12
Harga pokok Penjualan

Jawab : Soal 2

70.000
400.000 +
470.000
(50.000)
420.000
260.000
70.000
55.000
100.000
25.000 +
250.000+
930.000
90.000+
1.020.000
(100.000)
920.000
115.000+
1.035.000
(95.000)
940.000

PT ABC
Laporan Laba Rugi
Periode yang berakhir 31 Desember
Penjualan
Harga pokok penjualan:
Bahan baku awal 1/1
Pembelian bahan langsung
Bahan siap dipakai
Bahan baku akhir 31/12
Biaya bahan langsung
Pekerja langsung
Biaya overhead pabrik:
- supplies pabrik
- pekerja tdk langsung
- gaji supervisor
- penyusutan pabrik
- pemanas, penerangan
- pajak property pabrik
Biaya pabrik
Barang dlm proses 1/1
Biaya produksi
Barang dlm proses 31/12
Harga pokok produksi
Barang jadi 1/1
Barang siap dijual
Barang jadi 31/12
Harga pokok penjualan
Laba kotor
Biaya adm/penjualan:
Supplies
Penyusutan
Gaji-penjualan
Laba bersih sebelum pajak

Pertemuan : 5

$ 1.000.000
20.000
100.000
120.000
30.000
90.000
350.000
4.000
5.000
40.000
80.000
12.000
13.000
154.000
594.000
35.000
629.000
( 25.000)
604.000
35.000
639.000
( 40.000)
599.000
401.000
6.000
30.000
190.000+

226.000
175.000

PROCESS COSTING
Akumulasi Biaya Proses
Dalam sistem perhitungan biaya berdasarkan proses, bahan baku, tenaga
kerja dan overhead pabrik dibebankan ke pusat biaya. Biaya yang
dibebankan ke setiap unit ditentukan dengan membagi total biaya yang
dibebankan ke pusat biaya dengan total unit yang diproduksi.
Pusat biaya biasanya adalah departemen
Syarat utama: semua produk yang diproduksi dalam suatu pusat biaya
selama satu periode harus sama dengan sumber daya yang dikonsumsi, bila
tidak akan menimbulkan distorsi biaya produk
Karakteristik Metode Harga Pokok Proses:
1. Biaya dikumpulkan berdasarkan periode tertentu.
2. Produk yang dihasilkan bersifat homogen dan bentuk standar
3. Kegiatan produksi berdasarkan skedul tertentu
4. Aktivitas produksi kontinyu
5. Total biaya atau per-unit dihitung setiap akhir periode
6. Tujuan produksi untuk persediaan dan kemudian dijual

ILLUSTRASI PROCESS COSTING

Direct Materials, Direct Labor


Indirect Manufacturing Costs
Department
A
Finished Goods

Department
B
Cost of Goods Sold

Akuntansi untuk Biaya Bahan Baku, Tenaga Kerja dan Overhead

Perbedaan utama perhitungan biaya berdasarkan pesanan dengan proses


adalah dalam perhitungan biaya berdasarkan proses, biaya dibebankan ke
departemen (atau pusat biaya), bukan ke pesanan.
Jika ada lebih dari satu departemen yang dibutuhkan untuk memproduksi
produk itu, biaya transfer dari satu departemen ke departemen berikutnya
dan akhirnya ke barang jadi.
Biaya bahan baku
Bukti permintaan bahan baku merupakan dasar pembebanan biaya bahan
baku langsung ke pesanan tertentu.
Co : American Chair Company menggunakan system perhitungan biaya
berdasarkan proses dan memiliki akun barang dalam proses yang terpisah
untuk dua departemen pemrosesan yaitu departemen pemotongan dan
departemen perakitan. Perusahaan memproduksi satu jenis kursi. Di
departemen pertama bagian dari kerangka kursi dibuat dari kayu, kemudian
diamplas serta dipernis. Bagian dari kerangka kursi ditransfer ke departemen
kedua, dimana bagian itu dirakit dan diberi busa beserta sarungnya.
Selama bulan Januari bahan baku langsung sebesar $ 13.608 di departemen
pemotongan dan $ 7.296 di departemen perakitan.
Jurnal :
Barang dalam proses- D. pemotongan
13.608
Barang dalam proses D. Perakitan
7.296
Persediaan bahan baku
20.904
Biaya tenaga kerja
Akumulasi biaya tenaga kerja dihilangkan dalam perhitungan biaya
berdasarkan proses karena biaya tenaga kerja cukup ditelusuri ke
departemen. Kartu absen digunakan sebagai ganti kartu jam kerja pesanan.
Co: Selama bulan Januari 500 jam tenaga kerja langsung digunakan di
departemen pemotongan dan 921 jam tenaga kerja langsung di departemen
perakitan. Tarif upah $ 10 per jam di kedua departemen, sehingga beban
bulan Januari ke produksi untuk tenaga kerja $ 5.000 untuk departemen
pemotongan dan $ 9.210 untuk departemen perakitan
Jurnal:
Barang dalam proses D. pemotongan
5.000
Barang dalam proses D. perakitan
9.210
Beban gaji
14.210
Biaya overhead pabrik
Biaya actual dari overhead pabrik diakumulasikan di akun buku besar
pengendali dan rinciannya di buku pembantu dimana setiap item biaya
overhead seperti bahan baku tidak langsung dan tenaga kerja tidak langsung
dirinci sampai ke jumlah biaya per departemen.

Co: Biaya overhead pabrik actual yang terjadi selama bulan Januari dicatat
di buku besar American Chair Company

Jurnal:
Pengendali overhead
Utang usaha (pajak, listrik, dll)
Akumulasi penyusutan mesin
Asuransi dibayar dimuka
Bahan baku (u/ B.Baku tidak langsung)
Beban gaji (u/ tenaker tidak langsung)

20.900
7.400
5.700
500
1.700
5.600

Biaya overhead yang terjadi berbeda setiap bulannya dan tidak bersifat
variable sempurna terhadap aktivitas produksi, maka tariff overhead
ditentukan dimuka dikalikan dengan jumlah actual dari dasar aktivitas yang
digunakan di setiap departemen produksi.
Untuk American Chair, overhead pabrik dibebankan ke dept. produksi
menggunakan tariff yang telah ditentukan sebelumnya sebesar:
$ 7,60 perjam mesin di dept. pemotongan
$ 12 perjam tenaker langsung di dept perakitan
Selama bulan itu 1.040 jam mesin digunakan di dept pemotongan dan 921
jam tenaker langsung di dept perakitan..
Overhead dibebankan ke produksi untuk bulan tersebut sebesar:
$ 7.60 x 1.040 = $ 7.904 di dept pemotongan
$ 12 x 921 = $ 11.052 di dept perakitan
Jurnal dengan asumsi akun terpisah digunakan untuk overhead yang
dibebankan:
Barang dlm proses Dept. pemotongan
7.904
Barang dlm proses Dept perakitan
11.052
Overhead pabrik dibebankan
18.956
Selisih sebesar $ 1.944 antara overhead actual ($ 20.900) dengan overhead
dibebankan ($ 18.956) menunjukan overhead dibebankan terlalu rendah
Mengkombinasikan biaya tenaga kerja dan biaya overhead pabrik
Pada pabrik yang sangat terotomatisasi, perbedaan antara tenaker langsung
dengan tenaker tidak langsung menjadi kabur, dan biaya overhead seperti
listrik, penyusutan dan pemeliharaan cenderung meningkat.
Akibatnya: beberapa perusahaan mengkombinasikan biaya tenaga kerja dan
overhead sebagai biaya konversi atau biaya overhead pabrik.
Tenaker langsung tidak dibebankan terpisah tetapi jadi satu dalam jumlah
biaya konversi yang dibebankan di setiap departemen.
LAPORAN BIAYA PRODUKSI
Laporan biaya produksi menunjukkan:
1. biaya total dan biaya perunit dari pekerjaan yang diterima dari satu
atau beberapa dept lain.
2. biaya total dan biaya perunit dari bahan baku, tenaker dan overhead
pabrik.

3. biaya dari persediaan dalam proses, awal, akhir

4. biaya yang ditransfer ke dept berikutnya atau ke persediaan barang


jadi.
Illustrasi:
American chair company menggunakan system perhitungan biaya
berdasarkan proses dengan asumsi aliran biaya rata-rata tertimbang.
Data produksi u/ bulan Januari sbb:
Pemotongan Perakitan
Jml unit di brg dlm proses, persediaan awal
100
180
Jml unit dimulai di dept pemotongan
600
Jml unit ditansfer ke dept perakitan
500
Jml unit diterima dari dept pemotongan
500
Jml unit ditransfer ke persediaan barang jadi
580
Jml unit di barang dlm proses, persediaan akhir
200
100
Diketahui :
Persediaan akhir barang dalam proses 60% selesai u/ bahan baku di dept
pemotongan dan 100 % selesai u/ bahan baku di dept perakitan
Persediaan akhir 20% selesai u/ tenaker di dept pemotongan dan 70% selesai
di dept perakitan.
Persediaan akhir 40% selesai u/ overhead pabrik di dept pemotongan dan
70% selesai di dept perakitan.
Data biaya untuk bulan Januari sbb:
Pemotongan
Barang dlm proses, persediaan awal :
Biaya dari dept sebelumnya
Bahan baku
1.892
Tenaga kerja
400
Overhead pabrik
796
Biaya yang di(+)kan ke proses slm periode bjln:
Bahan baku
13.608
Tenaga kerja
5.000
Overhead pabrik
7.904
Unit yang ditransfer dari departemen pemotongan ke dept.
perakitan adalah 100% selesai untuk semua elemen
biaya (bahan baku, tenaker, overhead)
Persediaan akhir di dept pemotongan t.d:
Bahan baku 60% selesai x 200 unit
Tenaga kerja 20% selesai x 200 unit
Overhead pabrik 40% selesai x 200 unit

Perakitan
8.320
830
475
518
7.296

9.210
11.052

500
120
40
80

Maka unit ekuivalen untuk setiap elemen biaya di dept pemotongan sbb:

Unit ekuivalen ditransfer keluar


Unit ekuivalen di persed. Akhir
Total unit ekuivalen

Bahan baku
500
120
620

Tenaga kerja
500
40
540

Overhead
500
80
580

Rata-rata tertimbang biaya per unit ekuivalen di dept pemotongan ditentukan sebagai
berikut:
Bahan baku
Tenaga kerja
Overhead
Biaya di persediaan awal
$ 1.892
$ 400
$ 796
Biaya di(+)kan selama periode bjln
13.608
5.000
7.904
Total biaya yg hrs dipertang-jwbkan
15.500
5.400
8.700
Dibagi dgn unit ekuivalen
620
540
580
Biaya per unit ekuivalen
$ 25
$ 10
$ 15
Jurnal untuk mencatat transfer biaya dari dept pemotongan ke dept perakitan adl:
Barang dlm proses- dept perakitan
25.000
Barang dlm proses dept pemotongan
25.000*
500 unit x ($ 25 + 10 + 15)

American Chair Company


Departemen Pemotongan
Laporan Biaya Produksi
Untuk bulan Januari, 200A
Skedul kuantitas
Persediaan awal
Dimulai diperiode ini
Ditransfer ke dept perakitan
Persediaan akhir

Bahan Baku Tenaker Overhead Jumlah


100
600
700
60%

Biaya dibebankan ke departemen


Persediaan awal:
Bahan baku
Tenaga kerja
Overhead pabrik
Total biaya di persediaan awal
Biaya ditambahkan selama periode berjalan:
Bahan baku
Tenaga kerja
Overhead pabrik
Total biaya ditambahkan selama periode berjalan
Total biaya dibebankan ke departemen

Biaya dipertang-jwbkan sebagai berikut:

20%
Total
Biaya

40%

Unit
Biaya
Ekuivalen* Per Unit **

$ 1.892
400
796
3.088
13.608
5.000
7.904
26.512
29.600

500
200
700

620
540
580

$ 25
10
15
$ 50

Unit

Persentase
Penyelesaian

Unit
Ekuivalen

Ditransfer ke
Dept perakitan
500
100
WIP, persediaan akhir:
Bahan Baku
200
60
Tenaga kerja
200
20
Overhead
200
40
Total biaya dipertanggungjawaban

Biaya
Perunit

500

$ 50

120
40
80

25
10
15

Tot Biaya
$ 25.000
3.000
400
1.200

4.600
29.600

Unit yang ditransfer dari dept perakitan ke barang jadi adalah 100% selesai
untuk semua elemen biaya (580 unit ekuivalen untuk biaya dept sebelumnya,
bahan baku, tenaga kerja dan overhead).
Persediaan akhir di dept perakitan selesai sepenuhnya u/ bahan baku (100
unit ekuivalen bahan baku) dan 70% selesai u/ by konversi (100 unit x 70%
selesai = 70 unit ekuivalen u/ tenaga kerja dan by overhead).
Unit ekuivalen u/ setiap elemen biaya di dept perakitan dihitung dengan
menambahkan jumlah unit ekuivalen yang ditransfer keluar dari dept
perakitan ke persediaan barang jadi
By departemen Bahan Tenaga
Sebelumnya
Baku
Kerja
Unit ekuivalen ditransfer keluar
Unit ekuivalen di persed. Akhir
Total unit ekuivalen

580
100
680

580
100
680

580
70
650

Overhead
580
70
650

Rata-rata tertimbang biaya perunit ekuivalen di dept perakitan sbb:


By departemen Bahan Tenaga
Sebelumnya
Baku
Kerja
Biaya di persediaan awal
By di(+)kan slm periode berjalan
Total biaya yang hrs di pertanggungjawabkan
Dibagi unit ekuivalen
Biaya per unit ekuivalen

$ 8.320
25.000

830 $ 475
7.296
9.210

33.320
680
$ 49

8.126
9.685
680
650
$ 11.95 $ 14.90

Overhead
$

518
11.052

11.570
650
$ 17.80

Jurnal untuk mencatat transfer biaya dari dept perakitan ke persediaan barang jadi adl:
Persediaan Barang Jadi
54.317
Barang dlm proses dept perakitan
54.317*
580 unit x ($ 49 + 11,95 + 14,90 + 17,80)

American Chair Company


Departemen Perakitan
Laporan Biaya Produksi
Untuk bulan Januari, 200A
Skedul kuantitas
Persediaan awal
Dimulai diperiode ini
Ditransfer ke dept persediaan jadi
Persediaan akhir
Biaya dibebankan ke departemen
Persediaan awal:
Biaya departemen sebelumnya
Bahan baku
Tenaga kerja
Overhead pabrik
Total biaya di persediaan awal

Bahan Baku Tenaker Overhead Jumlah


180
500
680
100%

70%
Total
Biaya

70%

Unit
Biaya
Ekuivalen* Per Unit **

$ 8.320
830
475
518
10.143

Biaya ditambahkan selama periode berjalan:


Biaya departemen sebelumnya
$ 25.000
Bahan baku
7.296
Tenaga kerja
9.210
Overhead pabrik
11.052
Total biaya ditambahkan selama periode berjalan 52.558
Total biaya dibebankan ke departemen
62.701
Biaya dipertang-jwbkan sebagai berikut:
Unit Persentase
Penyelesaian
Ditransfer ke
Persediaan Brg Jadi 580
100
WIP, persediaan akhir:
By. Dept seblmnya 100
100
Bahan Baku
100
100
Tenaga kerja
100
70
Overhead
100
70
Total biaya dipertanggungjawaban

580
100
680

Unit
Ekuivalen

680
680
650
650

$ 49
11.95
14,90
17.80
$ 93.65

Biaya
Perunit

Tot Biaya

580

$ 93.65

$ 54.317

100
100
70
70

$49,00
11,95
14,90
17,80

$4.900
1.195
1.043
1.246

8.384
62.701

Peningkatan dalam kuantitas produksi ketika bahan baku ditambahkan


Dalam beberapa proses produksi, penambahan bahan baku menyebabkan
peningkatan dalam total volume atau jumlah unit produk.

Illustrasi:
Di departemen pencampuran PT Tiger Paint, pewarna cat diterima dari
departemen pewarnaan , kemudiaan diencerkan dan dicampur dengan lateks
cair untuk menghasilkan cat.
Data produksi ini tersedia untuk dept pencampuran di bln April:
Jml galon di brg dlm proses, persediaan awal
Jml galon yg diterima dr dept pewarnaan
Jml galon lateks yg di(+)kan di dept pencampuran
Jml galon ditransfer ke dept penggalengan
Jml galon di barang dlm proses, persediaan akhir

800
2.000
4.000
5.800
1.000

Diketahui :
Persediaan akhir barang dalam proses sepenuhnya selesai u/ bahan baku dan
50 % selesai u/ biaya konversi.
Data biaya untuk bulan April sbb:
Barang dlm proses, persediaan awal :
Biaya dari dept sebelumnya
$ 1.532
Bahan baku
1.692
Tenaga kerja
57
Overhead pabrik
114
Biaya yang di(+)kan ke proses slm periode bjln:
Biaya dari dept sebelumnya
12.000
Bahan baku
16.940
Tenaga kerja
3.660
Overhead pabrik
7.320
Perhitungan biaya rata-rata tertimbang digunakan di dept pencampuran dan
overhead dialokasikan ke produksi berdasarkan biaya tenaga kerja.
Unit yang ditransfer dari departemen pencampuran ke dept.
penggalengan adalah 100% selesai untuk semua elemen
biaya (bahan baku, tenaker, overhead)
5.800
Persediaan akhir di dept pencampuran t.d:
Bahan baku 100% selesai x 1.000 unit
1.000
Tenaga kerja 50% selesai x 1.000 unit
500
Overhead pabrik 50% selesai x 1.000 unit
500
Maka unit ekuivalen untuk setiap elemen biaya di dept pemotongan sbb:
By departemen Bahan Tenaga
Sebelumnya
Baku
Kerja
Unit ekuivalen ditransfer keluar
Unit ekuivalen di persed. Akhir
Total unit ekuivalen

5.800
1.000
6.800

5.800
1.000
6.800

5.800
500
6.300

Overhead
5.800
500
6.300

Rata-rata tertimbang biaya perunit ekuivalen di dept pencampuran sbb:


By departemen Bahan Tenaga
Sebelumnya
Baku
Kerja
Biaya di persediaan awal
By di(+)kan slm periode berjalan
Total biaya yang hrs di pertanggungjawabkan
Dibagi unit ekuivalen
Biaya per unit ekuivalen

$ 1.532
12.000

$ 1.692 $
57
16.940
3.660

13.532
6.800
$ 1,99

18.632
6.800
$ 2,74

3.717
6.300
$ 0.59

Overhead
$

114
7.320

7.434
6.300
$ 1.18

Jurnal untuk mencatat transfer biaya dari dept pencampuran ke dept penggalengan adl:
Barng dlm proses dept penggalengan
37.700
Barang dlm proses dept pencampuran
37.700*
5800 unit x ($ 1,99 + 2,74 + 0,59 + 1,18)

PT. Tiger Paint


Departemen Pencampuran
Laporan Biaya Produksi
Untuk bulan April, 200A
Skedul kuantitas
Bahan Baku Tenaker Overhead Jumlah
Persediaan awal
800
Diterima dari dept pewarnaan
2.000
Ditambahkan ke proses di dept pencampuran
4.000
6.800
Ditransfer ke dept penggalengan
Persediaan akhir
Biaya dibebankan ke departemen
Persediaan awal:
Biaya departemen sebelumnya
Bahan baku
Tenaga kerja
Overhead pabrik
Total biaya di persediaan awal

100%

50%
Total
Biaya

5.800
1.000
6.800

50%

Unit
Biaya
Ekuivalen* Per Unit **

$ 1.532
1.692
57
114
3.395

Biaya ditambahkan selama periode berjalan:


Biaya departemen sebelumnya
$ 12.000
Bahan baku
16.940
Tenaga kerja
3.660
Overhead pabrik
7.320
Total biaya ditambahkan selama periode berjalan 39.920
Total biaya dibebankan ke departemen
43.315

6.800
6.800
6.300
6.300

$ 1.99
2.74
0.59
1.18
$ 6.5

Biaya dipertang-jwbkan sebagai berikut:


Unit Persentase
Penyelesaian
Ditransfer ke
Persediaan Brg Jadi 5.800
100
WIP, persediaan akhir:
By. Dept seblmnya 1.000
100
Bahan Baku
1.000
100
Tenaga kerja
1.000
50
Overhead
1.000
50
Total biaya dipertanggungjawaban

Unit
Ekuivalen

Biaya
Perunit

5.800

$ 6.5

1.000
1.000
500
500

$1.99
2.74
0.59
1.18

Tot Biaya
$ 37.700
$ 1.990
2.740
295
590

5.615
43.315

Sistem Perhitungan Biaya berdasarkan proses dengan asumsi aliran


Biaya FIFO
Dalam asumsi aliran biaya FIFO, biaya unit pertama yang ditransfer keluar
dari suatu departemen dianggap berasal dari persediaan awal.
Jika unit di persediaan awal tidak sepenuhnya selesai, unit tersebut harus
diselesaikan lebih dahulu dengan biaya periode berjalan sebelum dapat
ditransfer keluar dari dept tsb.
Saldo unit yang harus dipertanggungjawabkan hanya berisi biaya dari
periode berjalan.
Total unit ekuivalen = unit ekuivalen u/ biaya di(+)kan di periode berjln u/
menyelesaikan unit di persed.awal + jumlah unit yang dimulai dan
diselesaikan di periode berjln + unit ekuivalen di persediaan akhir
Illustrasi:
Data American Chair Company
Data produksi u/ bulan Januari sbb:
Pemotongan
100
600
500

Jml unit di brg dlm proses, persediaan awal


Jml unit dimulai di dept pemotongan
Jml unit ditansfer ke dept perakitan
Jml unit diterima dari dept pemotongan
Jml unit ditransfer ke persediaan barang jadi
Jml unit di barang dlm proses, persediaan akhir

200

Perakitan
180
500
580
100

Diketahui :
Persediaan akhir barang dalam proses 60% selesai u/ bahan baku di dept
pemotongan dan 100 % selesai u/ bahan baku di dept perakitan
Persediaan akhir 20% selesai u/ tenaker di dept pemotongan dan 70% selesai
di dept perakitan.
Persediaan akhir 40% selesai u/ overhead pabrik di dept pemotongan dan
70% selesai di dept perakitan.

Asumsi:
Laporan biaya produksi bulan sebelumnya (desember) mengindikasikan:
Persediaan akhir Desember (Persediaan awal Januari) 80% selesai untuk
bahan baku di dept pemotongan dan 40% selesai untuk bahan baku di dept
perakitan.
Persediaan 40% selesai u/ tenaker di dept pemotongan dan 20% selesai di
dept perakitan.
Persediaan 60% selesai u/ overhead pabrik di dept pemotongan dan 20%
selesai di dept perakitan.
Data biaya untuk bulan Januari sbb:
Pemotongan
Barang dlm proses, persediaan awal :
Biaya dari dept sebelumnya
Bahan baku
1.892
Tenaga kerja
400
Overhead pabrik
796
Biaya yang di(+)kan ke proses slm periode bjln:
Bahan baku
13.608
Tenaga kerja
5.000
Overhead pabrik
7.904

Perakitan
8.320
830
475
518
7.296
9.210
11.052

500 unit yang ditransfer dari departemen pemotongan ke dept.perakitan


adalah 100% selesai untuk semua elemen biaya (bahan baku, tenaker,
overhead) dimana 100 unit berasal dari persediaan awal.
Krn persediaan awal hanya 80% selesai u/ bahan baku, 40% selesai
u/tenaker & 60% selesai u/ overhead, maka dibutuhkan penambahan:
20% u/ Bahan baku x 100 unit = 20 unit
60% u/ tenaker x 100 unit = 60 unit
40% u/ overhead x 100 unit = 40 unit.
dan 400 unit (500-100) dimulai dan diselesaikan sepenuhnya (bahan baku,
tenaker dan overhead) di periode berjalan
Persediaan akhir 60% selesai u/ bahan baku (200 unit x 60% = 120 unit)
20% selesai u/ tenaker (200 unit x 20% = 40 unit)
40% selesai u/ overhead (200 unit x 40% = 80 unit)
Maka unit ekuivalen untuk setiap elemen biaya di dept pemotongan sbb:

By di(+)kan selama periode berjln:


Unit ekuivalen di persediaan awal
Unit ekuivalen ditransfer keluar
Unit ekuivalen di persed. Akhir
Total unit ekuivalen

Bahan baku

Tenaga kerja

Overhead

20
400
120
540

60
400
40
500

40
400
80
520

Rata-rata tertimbang biaya per unit ekuivalen di dept pemotongan ditentukan sebagai
berikut:
Bahan baku
Tenaga kerja
Overhead
Biaya di(+)kan selama periode bjln
13.608
5.000
7.904
Dibagi dgn unit ekuivalen
540
500
520
Biaya per unit ekuivalen
$ 25.20
$ 10.00
$ 15.20

Jurnal untuk mencatat transfer biaya dari dept pemotongan ke dept perakitan adl:
Barang dlm proses- dept perakitan
24.960
Barang dlm proses dept pemotongan
24.960
American Chair Company
Departemen Pemotongan
Laporan Biaya Produksi
Untuk bulan Januari, 200A
Skedul kuantitas
Persediaan awal
Dimulai diperiode ini
Ditransfer ke dept perakitan
Persediaan akhir

Bahan Baku Tenaker Overhead Jumlah


80%
40%
60%
100
600
700
60%

Biaya dibebankan ke departemen

Total
Biaya

Persediaan awal:
Bahan baku
Tenaga kerja
Overhead pabrik
Total biaya di persediaan awal

WIP, persediaan akhir:


Bahan Baku
200
60
Tenaga kerja
200
20
Overhead
200
40
Total biaya dipertanggungjawaban

500
200
700

40%

Unit
Biaya
Ekuivalen* Per Unit **

$ 1.892
400
796
3.088

Biaya ditambahkan selama periode berjalan:


Bahan baku
Tenaga kerja
Overhead pabrik
Total biaya ditambahkan selama periode berjalan
Total biaya dibebankan ke departemen
Biaya dipertang-jwbkan sebagai berikut:
Unit Persentase
Penyelesaian
Ditransfer ke dept. perakitan:
Dari persed. Awal:
By u/ menyelesaikan
di periode berjalan :
Bahan baku 100
20
Tenaker
100
60
Overhead
100
40
Dimulai dan diselesaikan
di periode berjalan 400
100
Total biaya yg ditransfer ke dept perakitan

20%

13.608
5.000
7.904
26.512
29.600

Unit
Ekuivalen

540
500
520

$ 25.20
10.00
15.20
$ 50.40

Biaya
Perunit

Tot Biaya
$ 3.088

20
60
40

$ 25,20
10.00
15.20

400

50.40

120
40
80

25.20
10.00
15.20

504
600
608

4.800
20.160
24.960

3.024
400
1.216

4.640
29.600

580 unit yang ditransfer dari departemen perakitan ke barang jadi, dimana
180 unit berasal dari persediaan awal.
Krn persediaan awal hanya 40% selesai u/ bahan baku, 20% selesai
u/ by konversi, maka dibutuhkan penambahan:
60% u/ Bahan baku x 180 unit = 108 unit
80% u/ tenaker x 180 unit = 144 unit
80% u/ overhead x 180 unit = 144 unit.
dan 400 unit (580-180) dimulai dan diselesaikan sepenuhnya (bahan baku,
tenaker dan overhead) di periode berjalan
Persediaan akhir 100% selesai u/ bahan baku (100 unit x 100% = 100 unit)
70% selesai u/ tenaker (100 unit x 70% = 70 unit)
70% selesai u/ overhead (100 unit x 70% = 70 unit)
Unit ekuivalen u/ setiap elemen biaya di dept perakitan dihitung sbb:
By departemen
Sebelumnya
Biaya di(+)kan slm periode berjalan:
Unit ekuivalen di persediaan awal
Unit ekuivalen yg dimulai dan diselesaikan di periode berjalan
Unit ekuivalen di persed. Akhir
Total unit ekuivalen

Bahan Tenaga
Baku
Kerja

Overhead

108

144

144

400
100
500

400
100
608

400
70
614

400
70
614

Biaya ditambahkan selama periode berjalan per-unit ekuivalen di dept perakitan


ditentukan sbb:
By departemen
Sebelumnya
By di(+)kan slm periode berjalan
Dibagi unit ekuivalen
Biaya per unit ekuivalen

24.960
500
$ 49.92

Bahan Tenaga
Baku
Kerja

Overhead

7.296
9.210
608
614
$12.00 $ 15.00

11.052
614
$ 18.00

Jurnal untuk mencatat transfer biaya dari dept perakitan ke persediaan barang jadi adl:
Persediaan Barang Jadi
54.159
Barang dlm proses dept perakitan
54.159

American Chair Company


Departemen Perakitan
Laporan Biaya Produksi
Untuk bulan Januari, 200A
Skedul kuantitas
Persediaan awal
Diterima dari dept pemotongan
Ditransfer ke barang jadi
Persediaan akhir

Bahan Baku Tenaker Overhead Jumlah


40%
20%
20%
180
500
680
100%

Biaya dibebankan ke departemen

Total
Biaya

Persediaan awal:
Biaya departemen sebelumnya
Bahan baku
Tenaga kerja
Overhead pabrik
Total biaya di persediaan awal

WIP, persediaan akhir:


By dept sebelumnya 100
100
Bahan Baku
100
100
Tenaga kerja
100
70
Overhead
100
70
Total biaya dipertanggungjawaban

70%

Unit
Biaya
Ekuivalen* Per Unit **

$ 8.320
830
475
518
10.143

Biaya ditambahkan selama periode berjalan:


Biaya departemen sebelumnya
Bahan baku
Tenaga kerja
Overhead pabrik
Total biaya ditambahkan selama periode berjalan
Total biaya dibebankan ke departemen
Biaya dipertang-jwbkan sebagai berikut:
Unit Persentase
Penyelesaian
Ditransfer ke dept. perakitan:
Dari persed. Awal:
By u/ menyelesaikan
di periode berjalan :
Bahan baku 180
60
Tenaker
180
80
Overhead
180
80
Dimulai dan diselesaikan
di periode berjalan 400
100
Total biaya yg ditransfer ke dept perakitan

70%

580
100
680

24.960
7.296
9.210
11.052
52.518
62.661

Unit
Ekuivalen

500
608
614
614

$ 49.92
12.00
15.00
18.00
$ 94.92

Biaya
Perunit

Tot Biaya
$ 10.143

108
144
144

$ 12.00
15.00
18.00

400

94.92

100
100
70
70

$ 49.92
12.00
15.00
18.00

1.296
2.160
2.592

16.191
37.968
54.159

4.992
1.200
1.050
1.260

8.502
62.661

Peningkatan dalam kuantitas produksi ketika bahan baku ditambahkan


dengan metode FIFO
Illustrasi:
Data PT Tiger Paint
Data produksi ini tersedia untuk dept pencampuran di bln April:
Jml galon di brg dlm proses, persediaan awal
Jml galon yg diterima dr dept pewarnaan
Jml galon lateks yg di(+)kan di dept pencampuran
Jml galon ditransfer ke dept penggalengan
Jml galon di barang dlm proses, persediaan akhir

800
2.000
4.000
5.800
1.000

Diketahui :
Berdasarkan laporan biaya produksi bulan Maret, persediaan awal barang
dalam proses bulan April 80% selesai u/ bahan baku dan 25% selesai u/
biaya konversi.
Persediaan akhir barang dalam proses sepenuhnya selesai u/ bahan baku dan
50 % selesai u/ biaya konversi.
Data biaya untuk departemen pencampuran bulan April sbb:
Barang dlm proses, persediaan awal :
Biaya dari dept sebelumnya
$ 1.532
Bahan baku
1.692
Tenaga kerja
57
Overhead pabrik
114
Biaya yang di(+)kan ke proses slm periode bjln:
Biaya dari dept sebelumnya
12.000
Bahan baku
16.940
Tenaga kerja
3.660
Overhead pabrik
7.320
Dari 5.800 galon yang ditransfer ke dept penggalengan, 800 galon berasal
dari persediaan awal barang dalam proses periode berjalan 80% selesai u/
bahan baku dan 25% selesai u/ by konversi, maka dibutuhkan penambahan:
20% u/ Bahan baku x 800 unit = 160 unit
75% u/ tenaker x 800 unit = 600 unit
75% u/ overhead x 800 unit = 600 unit.
dan 5.000 unit (5.800-800) dimulai dan diselesaikan sepenuhnya (bahan
baku, tenaker dan overhead) di periode berjalan
Persed akhir 100% selesai u/ bahan baku(1000 unit x 100% = 1.000 unit)
50% selesai u/ tenaker (1000 unit x 50% = 500 unit)
50% selesai u/ overhead (1000 unit x 50% = 500 unit)

Maka unit ekuivalen untuk setiap elemen biaya di dept pemotongan sbb:
By departemen
Sebelumnya
Biaya di(+)kan slm periode berjln:
Unit ekuivalen di persediaan awal
Unit ekuivalen yg dimulai dan diselesaikan di periode berjalan
Unit ekuivalen di persed. Akhir
Total unit ekuivalen

Bahan Tenaga
Baku
Kerja

0
5.000
1.000
6.000

Overhead

160

600

600

5.000
1.000
6.160

5.000
500
6.100

5.000
500
6.100

Biaya ditambahkan selama periode berjalan per unit ekuivalen di dept pencampuran
ditentukan sbb:
By departemen
Sebelumnya
By di(+)kan slm periode berjalan
Dibagi unit ekuivalen
Biaya per unit ekuivalen

12.000
6.000
$2

Bahan Tenaga
Baku
Kerja
16.940
6.160
$ 2,75

3.660
6.100
$ 0.60

Overhead
7.320
6.100
$ 1.20

Jurnal untuk mencatat transfer biaya dari dept pencampuran ke dept penggalengan adl:
Barng dlm proses dept penggalengan
37.665
Barang dlm proses dept pencampuran
37.665

PT. Tiger Paint


Departemen Pencampuran
Laporan Biaya Produksi
Untuk bulan April, 200A
Skedul kuantitas
Bahan Baku Tenaker Overhead Jumlah
Persediaan awal
80%
25%
25%
800
Diterima dari dept pewarnaan
2.000
Ditambahkan ke proses di dept pencampuran
4.000
6.800
Ditransfer ke dept penggalengan
Persediaan akhir
Biaya dibebankan ke departemen
Persediaan awal:
Biaya departemen sebelumnya
Bahan baku
Tenaga kerja
Overhead pabrik
Total biaya di persediaan awal

5.800
100%
50%
50%
1.000
6.800
Total
Unit
Biaya
Biaya
Ekuivalen* Per Unit **
$ 1.532
1.692
57
114
3.395

Biaya ditambahkan selama periode berjalan:


Biaya departemen sebelumnya
$ 12.000
Bahan baku
16.940
Tenaga kerja
3.660
Overhead pabrik
7.320
Total biaya ditambahkan selama periode berjalan 39.920
Total biaya dibebankan ke departemen
43.315

6.000
6.160
6.100
6.100

$2
2.75
0.60
1.20
$ 6.55

Biaya dipertang-jwbkan sebagai berikut:


Unit Persentase
Unit
Penyelesaian Ekuivalen
Ditransfer ke dept penggalengan:
Dari persediaan awal
By u/ menyelesaikan di periode
berjalan:
Bahan Baku
800
20
160
Tenaker
800
75
600
Overhead
800
75
600
Dimulai & diselesaikan
di periode berjalan
5.000
100
5.000
Total biaya yang ditransfer ke dept penggalengan
WIP, persediaan akhir:
By. Dept seblmnya 1.000
100
Bahan Baku
1.000
100
Tenaga kerja
1.000
50
Overhead
1.000
50
Total biaya dipertanggungjawaban

1.000
1.000
500
500

Biaya
Perunit

Tot Biaya
$ 3.395

$ 2.75
0.60
1.20

440
360
720

6.55

$2.00
2.75
0.60
1.20

4.915
32.750
37.665

$ 2.000
2.750
300
600

5.650
43.315