Anda di halaman 1dari 5

NAMA

: NUR AINUN

KELAS

: 1A-D3

1. Jelaskan pengertian Ideologi dan tinjauannya dari beberapa aspeknya!


Jawab:
- Pengertian Ideologi menurut Bahasa
Ideologi adalah golongan dari dua kata majemuk Idea dan Logos, yang berasal dari
bahasa Yunani eidos dan logos.
- Pengertian Ideologi menurut Istilah
Dalam arti luas, ideologi terbuka, segala kelompok cita-cita, nilai-nilai dasar, dan
keyakinan-keyakinan yang mau dijunjung tinggi sebagai pedoman normatif
Dalam arti sempit, ideologi tertutup, gagasan atau teori yang menyeluruh tentang
makna hidup dan nilai-nilai yang mau menentukan dengan mutlak begaimana
manusia harus hidup dan bertindak
- Pengertian Ideologi menurut Ilmuwan
Gunawan Setiardja (1993) Ideologi dapat dirumuskan sbagai seperangkat idea
asasi tentang manusia dan seluruh realitas, yang dijadikan pedoman dan citacita hidup
Edward Shils, jika manusia sudah mencapai taraf perkembangan intelektual
tertentu, maka kecenderungan menyusun ideologi ini merupakan suatu ciri
dasar kemanusiaannya
Pranarka, ideologi disebut sebagai suatu sistem pemikiran yang sifatnya
tertutup
2. Apakah Pancasila memenuhi syarat sebagai ideologi? Jelaskan pendapat anda!
Jawab:
Sudah sangat memenuhi syarat sebagai ideologi karena syarat suatu ideologi ada 3
yaitu :
Fleksibilitas ideologi itu mempergeser dirinya, memelihara, dan memperkuat
relevansinya dari waktu ke waktu.
Normalitas Pancasila mengandung nilai-nilai yang bersifat mengikatnya
berupa norma-norma, aturan-aturan yang harus dipatuhi yang sifatnya positif
Idealisme mengandung cita-cita yang ingin dicapai dalam berbagai bidang
kehidupan bermasyarakat, berbangsa, dan bernegara.
3. Terdapat 4 tipe ideologi, jelaskan!
Jawab:
- Konservatif, yaitu ideologi yang memelihara keadaan yang ada.
- Kontra Ideologi, yaitu melegitimasikan penyimpangan yang ada dalam
masyarakat sebagai yang sesuai dan malah dianggap baik.
- Ideologi reformis, yaitu berkehendak untuk untuk mengubah keadaan.
- Ideologi revolusioner, yaitu ideologi yang bertujuan mengubah seluruh sistem
nilai masyarakat itu.

4. Apakah makna ideologi bagi negara. Jelaskan!


Jawab:
Pnacasila sebagai ideologi Nasional mengandung nilai-nilai budaya bangsa Indonesia,
yaitu cara berpikir dan cara kerja perjuangan.
5. Ada beberapa teori mengenai dasar negara. Jelaskan!\
Jawab:
a. Teori Perseorangan (individualistik) Negara adalah masyarakat hukum (legal society)
yang disusun atas kontrok antara seluruh orang dalam masyarakat
b. Teori golongan (class theory) Menurut Marx, Negara merupakan penjelmaan dari
pertentangan-pertentangan kekuatan ekonomi. Negara dipergunakan sebagai alat oleh
mereka yang kuat untuk menindas golongan ekonomiyang lemah.
c. teori Kebersamaan (integralistik) menurut Spinozoa, Adam Muhlen, Negara adalah
suartu susunan masyarakat yang integral di antara semua golongan dan semua bagian
dan seluruh anggota masyarakat.
6. Jelaskan kenapa Pancasila bersifat itegralistik!
Jawab:
(1)Mengandung semangat kekeluargaan dalam kebersamaan,(2) Adanya semangat kerja
sama (gotong royong),(3) Mmemelihara perssatuan dan kesatuan, (4) Mengutamakan
musyawarah untuk mufakat.
7. Jelaskan beberapa ideologi besar
penerapannya dalam suatu Negara?
Jawab:
1. Ideologi Liberalisme

yang

Anda

ketahui!

Bagaimanakah

Inti ajaran liberalisme adalah kebebasan individu, sehingga cenderung terjadi


free fight liberalisme atau persaingan bebas dalam segala bidang kehidupan,
baik di bidang politik, ekonomi, maupun sosial budaya.
Negara liberal cenderung terbentuk masyarakat yang individualistis atau
mementingkan

kepentingan

sendiri

dan

kapitalis.

Kapitalis

artinya

mengutamakan pengembangan modal dan laba sebesar-besarnya.


Contoh negara yang menganut ideologi liberalisme, yaitu Inggris, Prancis,
Amerika Serikat, dan Kanada.
Berikut ciri-ciri negara yang menganut ideologi liberalism : Sekulerisme
artinya adanya negara sama sekali tidak mengatur kehidupan beragama,
masyarakat cenderung individualistis, kegiatan ekonomi cenderung kapitalis
yang mengutamakan pengembangan modal sebesar-besarnya, kepemilikan alat
produksi dan kegiatan ekonomi diserahkan pada setiap individu, kekuasaan
dalam negara antara lembaga legislatif, eksekutif, dan yudikatif dipisahkan
secara tegas, kegiatan koperasi sepenuhnya diserahkan kepada masyarakat,
paham liberalisme tidak melarang ateisme/tidak beragama.

2. Ideologi Sosialisme-Komunisme
Komunisme bersumber dari ajaran Marxisme-Leninisme. Marxisme yang
berasal dari gagasan Karl Marx. Ideologi komunisme merupakan kebalikan
dari liberalisme. Segala kegiatan ekonomi, alat produksi, sosial budaya
sepenuhnya dikuasai oleh negara. Setelah dikembangkan oleh Lenin, ide-ide
komunisme berkembang menjadi ajaran Leninisme. Leninisme berawal dari
gerakan revolusi dengan dukungan kaum buruh dan demokrat di Eropa Barat.
Gerakan tersebut kemudian berkembang di Rusia dan menyebar ke penjuru
dunia. Semboyan gerakan ideologi komunisme adalah proletar sedunia
bersatulah. Dalam ideologi komunisme, tidak ada jaminan kehidupan
beragama. Penerapan sistem pemerintahan dalam ideologi komunisme
cenderung dictator. Ideologi komunisme dianut oleh negara RRC, Rusia,
Polandia, Hongaria, Republik, Ceko dan Kuba.
Negara yang menganut ideologi komunisme memiliki ciri-ciri sebagai berikut :
1.

Penghapusan hak-hak individu

2. Negara tidak mengakui agama, kehidupan beragama diserahkan setiap


individu. Bahkan negara membolehkan paham atiagama
3. Penguasaan atas alat produksi kegiatan ekonomi sepenuhnya dikuasai
negara (etatisme), dan tidak memberi kesempatan kepada peran swasta
4. Berbagai bidang kehidupan, pendidikan, sosial dan budaya dikuasai
negara
5. Sistem pemerintah cenderung dictator
6. Kekuasaan negara dikuasai satu partai dominan, yaitu Partai Komunis
7. Kurangnya jaminan perlindungan hak asasi manusia dalam UUD Negara

3. Ideologi Berdasarkan Agama


Negara yang menganut ideologi berdasar agama dinamakan teokrasi atau
negara agama. Negara agama adalah negara yang dalam penyelenggaraan
pemerintahan dan kenegaraan mendasarkan diri pada hukum agama tertentu.
Contohnya : Saudi Arabia berdasarkan Islam dan Vatikan Roma berdasarkan
Kristen. Negara teokrasi sulit dilaksanakan bila dalam sebuah terdapat
keanekaragaman agama.
4. Ideologi Pancasila
Ideologi yang dianut oleh bangsa Indonesia adalah ideologi Pancasila.
Pancasila digunakan sebagai landasan dalam berpikir, bersikap, dan bertindak
dalam kehidupan berbangsa dan bernegara. Ideologi Pancasila bersumber dan
digali dari kepribadian bangsa Indonesia sendiri. Prinsip ideologi Pancasila
adalah terwujudnya keselarasan, keserasian dan keseimbangan antara
kepentingan pribadi dengan kepentingan bangsa dan negara.
8. Jelaskan faktor-faktor pendorong Pancasila sebagai ideologi terbuka!
Jawab:
- Kenyataan dalam proses pembangunan nasional dan dinamika masyarakat yang
berkembang secara cepat
-Kenyataan menunjukkan , bahwa bangkrutnya ideology yang tertutup dan beku
cenderung meredupkan perkembangan dirinya
-Pengalaman sejarah politik kita di masa lampau
-Tekad untuk memperkokoh kesadaran akan nilai-nilai dasar Pancasila yang bersifat
abadi dan hasrat mengembangkan secara kreatif dan dinamis dalam rangka mencapai
tujuan nasional
9. Ada 3 sifat ideologi. Jelaskan!
Jawab:
1. 1. Dimensi Realitas
Nilai-nilai yang terkandung dalam dirinya, bersumber dari nilai-nilai yang hidup
dalam masyarakat, terutama pada waktu ideologi itu lahir, sehingga mereka betulbetul merasakan dan menghayati bahwa nilai-nilai dasar itu adalah milik mereka
bersama.
2. Dimensi idealisme
Ideologi itu mengandung cita-cita yang ingin diicapai dalam berbagai bidang
kehidupan bermasyarakat, berbangsa dan bernegara. Pancasila bukan saja
memenuhi dimensi idealisme ini tetapi juga berkaitan dengan dimen sirealitas.
3. Dimensi fleksibilitas

Ideologi itu memberikan penyegaran, memelihara dan memperkuat relevansinya


dari waktu ke waktu sehingga bebrsifat dinamis, demokrastis. Pancasila memiliki
dimensi fleksibilitas karena memelihara, memperkuat relevansinya dari masa ke
masa.
10. Sampai sejauhh manakah keterbukaan ideologi Pancasila? Jelaskan!
Jawab:
Pancasila sebagai dasar Negara Indonesia merupakan ideologi yang terbuka artinya
pancasila memiliki nila-nilai yang bersifat tetap dan tidak dapat berubah, namun dalam
praktek sehari-hari pancasila dapat mengikuti perkembangan zaman secara kreatif
dengan
memperhatikan
tingkat
kebutuhan
dan
perkembangan
masyarakat Indonesia sendiri tanpa harus mengubah kandungannya. Dengan
terbukanya ideologi bangsa Indonesia, Indonesia mampu menerima hal-hal yang baru
yang berasal dari luar tapi tetap mempertahankan ciri khas Indonesia itu sendiri.