Anda di halaman 1dari 12

BAB V

POLIGON PERCEPATAN (SEGIBANYAK PERCEPATAN)


Percepatan:
Percepatan normal
Percepatan tangensial
Yang penting diingat dalam analisis percepatan:
Percepatan normal dan tangensial dari suatu titik adalah
saling tegak lurus
Percepatan normal,

Arah percepatan normal tegak lurus terhadap lintasannya dan selalu


menuju pusat
Percepatan tangensial, At = R

Arah percepatan tangensial menyinggung lintasan titik tersebut dan


tergantung dari arah

BAB V
POLIGON PERCEPATAN (SEGIBANYAK PERCEPATAN)
A = An

At

Dimana: A = Resultante percepatan [m/s2]


V = Kecepatan linier [m/s]
R = Panjang link, jarak 2 titik [m]
= Kecepatan sudut [rad/s]
= Percepatan sudut [rad/s2]

Percepatan
mutlak/absolut

BAB V
POLIGON PERCEPATAN (SEGIBANYAK PERCEPATAN)

Percepatan relatif

BAB V
POLIGON PERCEPATAN (SEGIBANYAK PERCEPATAN)
Percepatan translasi

Link 4 (slider ) bergerak translasi, maka:


yang ada hanya percepatan tangensial, arahnya sejajar
pemandu(guide)

BAB V
POLIGON PERCEPATAN (SEGIBANYAK PERCEPATAN)
Percepatan sudut,
Percepatan sudut suatu link(batang hubung)adalah percepatan relatif tangensial
sebuah titik terhadap titik yang lain pada link yang sama dibagi dengan jarak
kedua titik tersebut

BAB V
POLIGON PERCEPATAN (SEGIBANYAK PERCEPATAN)
Contoh soal:
Diketahui:
2/1 = 20 rad/s (cw); 2/1 = 40 rad/s2 (cw)
Skala gambar mekanisme 1:2
Skala kecepatan,
0,80m/s2
Skala percepatan, ka = 1mm

Ditanya: a) VC , VD , VE
b) AC , AD , AE

BAB V
POLIGON PERCEPATAN (SEGIBANYAK PERCEPATAN)

BAB V
POLIGON PERCEPATAN (SEGIBANYAK PERCEPATAN)
Analisis kecepatan :
1) VC3 = VC2 = O12C . 2/1
(O12C)
= 0,035 x 2 x 20 = 1,40 m/s
dilukis = 1,4/0,05 1mm = 28 mm
2) VD4 = VD3 = VC3
(DO14)

(a,b)

VD3/C3
(DC)
24 mm

diukur dari poligon kecepatan = VD4 = VD3 = 1 mm x 0,05 m/s =1,20 m/s
Untuk mencari kecepatan di titik E ada dua cara :
a) Dengan persamaan:
3) VE3 = VC3
VE3/C3
( ? ) (a,b) (EC)
(Karena arah VE3 belum diketahui, maka perlu satu persamaan lagi)
4) VE3 = VD3
( ? ) (a,b)

VE3/D3
(ED)

Dari Persamaan 3) dan 4) maka VE3 diperoleh:


diukur dari poligon kecepatan VE3 = 19mm/1mm x 0,05 m/s = 0,95 m/s

BAB V
POLIGON PERCEPATAN (SEGIBANYAK PERCEPATAN)
Analisis kecepatan (lanjutan):
b) Dengan image; caranya identik dengan cara membuat image pada kecepatan.
Analisis percepatan :
1)

t
A C3 A C2 A nC2 A C2

= VC2

O12 C
A nC2

t
A C2

//O C
12

O12 C . 2/1 O12 C

28 m 2
(1,40 m ) 2
s
s 1mm 35 mm

28 m 2 digambar
s
0,035 m 2
0,8 m 2
s
2,8 m 2
s 1mm 3,5 mm
0,035 m 2 40 rad 2 2,8 m 2 digambar
s
s
0,8 m 2
s

dua pernyataan di atas, secara grafis diperoleh


A C3 A C2

35,5 mm
0,80 m 2 28,4 m 2
s
s
1 mm

BAB V
POLIGON PERCEPATAN (SEGIBANYAK PERCEPATAN)
n
t
A D4 A D3 A C3 A D3/C3
A D3/C3

2)

(a,b)=

A C3

n
D3/C3

(//DC)

VD3/C3 2
CD

( DC)

DC . 3/1

17,15 m 2
(1,08 m ) 2
s 17,15 m digambar
s 1mm 21,4mm

2
s
m
0,034 m 2
0,8
s

VD3/C3 1,08 m diperoleh dengan mengukur dari poligon kecepatan, yaitu


s
21,5 mm
0,05 m 1,08 m
s
s
1 mm
Karena

3)

t
A D3/C3

hanya diketahui arahnya saja maka diperlukan satu persamaan lagi.

n
t
A D4 A D4
A D4

= VD4
DO14 . 4/1
DO14
(//DO14) (DC)
2

n
D4

t
A D4

40 m 2
1,20 2
s 1mm 50mm

40,0 m 2 digambar
s
0,018 2
0,8 m 2
s
n
dilukis A D4

BAB V
POLIGON PERCEPATAN (SEGIBANYAK PERCEPATAN)
Dari persamaan 2 ) dan 3) maka AD3 = AD4 diperoleh :

diukur dari poligon percepatan , A D3 A D4

74 mm
0,80 m 2 59,20 m 2
s
s
1 mm

Untuk mencari percepatan titik E ada 2 cara :


a) Dengan persamaan :
4)

n
t
A E3 A C3 A E3/C3
A E3/C3

= A C3
(a,b)

VE3/C3 2
EC
(//EC)

EC . 3/1
(EC)

10,83 m 2
(0,65 m ) 2
n
s
s 1mm 13,5mm
m
A E3/C3
10,83
2 digambar
s
m
0,0195 m 2
0,8
s2
VE3/C3 0,65 m diperoleh dengan mengukur dari poligon kecepatan, yaitu
s
13 mm
0,05 m 0,65 m
s
s
1 mm

Karena
5)

t
A E3/C3
hanya diketahui arahnya saja maka diperlukan satu persamaan lagi.

n
t
A E3 A D3 A E3/D3
A E3/D3

= A D3
(a,b)

VE3/D3 2
ED
(//ED)

ED . 3/1
(ED)

BAB V
POLIGON PERCEPATAN (SEGIBANYAK PERCEPATAN)
7,14 m 2
(0,50 m ) 2
n
s
s 1mm 8,9 m
m
A E3/D3
7,14
2 digambar
s
s2
m
0,0175 m 2
0,80
2
s
VE3/D3 0,50 m diperoleh dengan mengukur dari poligon kecepatan, yaitu
s
10 mm
0,05 m 0,50 m
s
s
1 mm
t
n
A E3/D3
dilukis A E3/D3

Dari persamaan 4) dan 5) diperoleh AE3 :


A E3

56 mm
0,80 m 2 44,80 m 2
s
s
1 mm

b) Dengan image : caranya identik dengan cara membuat image pada kecepatan, yaitu memindahkan
sudut C dan sudut D dari gambar mekanisme soal ke poligon percepatannya
B) Kecepatan sudut dan Percepatan sudut

V
3 D3/C3
CD

t
D3/C3

CD

20mm

0,05 m

1mm
34mm 2
0,8 m

1m

s 14,7 rad (ccw)


s
0,068m

s2
24,8 m
s 364,7 rad (cw)
1mm
s
3,4cm 2
0,068 m

3,1cm