Anda di halaman 1dari 31

Serotonin dan Reseptor

Serotonergik
Kelompok 5 :
Ela Julisni Molita Sari (1201087)
Rahma Dewi (1201088)
Ilsa Putra (1201089)
Jujun Parwati (1201090)
Suhartini (1201093)
Fauziah Amri Pertiwi (1201095)

SEROTONIN
Serotonin

adalah suatu neurotransmiter


monoamino
yang
disintesiskan
pada
neuron-neuron serotonergis dalam sistem
saraf
pusat
dan
sel-sel
enterokromafindalam saluran pencernaan.
Hormon ini dipercaya sebagai pemberi
perasaan nyaman dan senang

STRUKTUR SEROTONIN

Serotonin
berfungsi
sebagai
pengatur tidur, selera makan, dan
libido.

RESEPTOR SEROTONIN

Reseptor serotonin nama lainnya adalah 5-

hydroxytriptamine (5-HT3)

PENGELOMPOKAN RESEPTOR SEROTONIN


5-HT1

5-HT2

5-HT3

Letak

SSP
Kardiovaskuler
Kulit
Ileum

SSP
Kardiovaskuler
Sistem
Pernapasan
Sistem
Urogenital
Platelet

Neronal

Fungsi

Penghambatan
Neuron
Pengerutan
Pembuluh

Depolarisasi
Pengerutan Otot
Penggerundulan
Platelet

Depolarisasi
Rasa Nyeri
Muntah

Agonis

8-hidroksi-2- (Ndipropil)
Aminotetralin
5-karbamoil
triptamin

(+) S--metil5=HT

2-metil-5-HT

Antagonis

Metilsergida

Ketanserin

ICS 205-930

Biosintesis serotonin

biosintesis serotonin: bermula


dari triptofan dengan enzim
triptofan hidroksilase dan asam
amino aromatik dekarboksilase
menjadi serotonin

Serotonin

diproduksi dalam neuron presinaptik


secara hidroksilasi dan dekarboksilasi dari Ltriptopan. Serotonin kemudian masuk ke dalam
vesikel, yang akan disimpan sampai diperlukan
untuk neurotransmisi.
Setelah adanya stimulasi axon, serotonin dilepaskan
menuju intrasinaptik, reseptor serotonin presinaptik
berfungsi untuk menghambat exocytosis vesikel.
Serotonin berikatan dengan reseptor postsinaptik
untuk memberi efek neurotransmisi.
Mekanisme reuptake mengembalikan serotonin ke
dalam sitoplasma neuron presinaptik yang kemudian
disimpan di vesikel.

OBATSEROTONERGIK
PRASINAPS
1. Zat penghambat sintesis serotonin
2. Zat
penghambat pemungutan
serotonin

ulang

PASCASINAPS
3. Agonis serotonergik
4. Efek faali serotonin
5. Antagonis serotonin
6. Zat halusinogen dan zat psikotomimetik
lain

obat serotonin prasinaps


1. Zat penghambat sintesis serotonin
p-klorofenilalanin

Merintangi triptofan hidroksilase


Dapat menurunkan kadar serotonin lebih dari
90%
Bekerja pada membrane butir sinaps.

fenfluramin

Aktivitas agak selektif terhadap reseptor 5-HT


Digunakan untuk mengendalikan nafsu makan

Meskipun
srtukturnya
merupakan
suatu
amfetamin, zattersebut bekerja
melalui
mekanisme
serotonergik,
bukan
mekanisme
katekolaminergik.

2. Zat penghambat pemungutan ulang


serotonin
Penghambatan
pemungutan
ulang
serotonin ialah sistem cincin turunan
dimetilaminoetil atau dimetilaminopropil
Biasanya mempunyai substituen penarik
elektron (-CF3 atau CN)
Contoh : -sianoimpramina
- zimelidina
- fluoksetin

Sianoimpramina
Obat yang paling kuat dan selektif.
Keaktifannya terhadap 5-HT 20 kali lebih
besar.
Merupakan obat antidepresan kuat yang
kardiotoksiknya rendah.

Zimelidian dan Fluoksetin


Zimelidina
menimbulkan
subsentivitas
terhadap gabungan adenilat siklase-NE,
sedangkan flouksetin tidak.

Obat serotonergik pascasinap


1. Agonis serotonergik
. Contohnya: -serotonin

- bufotenin
- quipazina

Hubungan struktur-aktivitas :
Gugus 5-OH bebas adalah penting da dapat di
geser hanya ke posisi 4 tanpa banayk
kehilangan aktivitas.
Metilasi menurunkan aktivitas, penggantiannya
dengan halogen atau alkil menghilangkan
aktivitas.
Posisi
rantai samping adalah pada C-3,
pajangnya menentukan.
Gugus -metil diperbolehkan, tetapi gugus OH
akan menghilangkan efek terhadap otot polos.
N-alkilasi biasanya menurunkan aktivitas.

2. Efek faali seretonin


Pemberian serotonin menimbulkan efek
kuat pada otot polos sistim kardiovaskuler
dan pencernaan.
Bila
konsentrasi
serotonin
di
SSP
ditingkatkan
oleh
pemberian
prazatserotonin, yaitu 5-Hikroksitriptofan
maka terjadilah vasodilas serta hipotensi
yang berkepanjangan.
Contoh : Fenfluramina (akan menigkatkan
aktivitas
efek
faali
serotonin
serta
meningkatkan
efek
anoreksia
5Hikroksitriptamin)

3. Antagonis Serotonin
Antiserotonin adalah obat-obat yang dapat melawan
efek serotonin.
Obat antiserotonin bekerja menghambat secara
bersaing (antagonis kompetitif) dengan serotonin
untuk menempati reseptor serotonin yang sama
Beberapa antagonis serotonin:
-Sinaserin
-Mianserin
-Siprohektadin
-Metisergida

SINASERIN

Bukan hanya obat anti serotonin melaikan

juga suatu anlgetik dan imunosupresan.

MIANSERIN

Merupakan agonis dosis tinggi berkhasiat

sebagai anti depresan.

SIPROHEPTADIN

Selain merupakan suatu histamin, juga

merupakan zat perintang 5-HT.

METILSERGIDA

Merupakan
turunan
alkaloid
ergot
ergonina, serta obat oksitosik.
Merupakan suatu antagonis kuat 5-HT.

KETANSERIN

Suatu antagonis 1 dan 5-HT2.

Merupakan
zat
hipotensif
menunjukkan aktivitas ansiolitik.

dan

4. Zat halusinogen dan zat psikotomimetik lain


o Bekerja pada neuron 5-HT.
o Menurunkan penggunaan serotonin melalui rreseptor
prasinap pada sel rafe.
o Zat halusinogen dapat di bedakan menjadi 4 kelompok:
1. Asam Lisergat dietil amida dan turunan indol
alkilamina.
2. Senyawa fenetiletilamin ( misalnya : meskalina)
3. Turunan Canabis
4. Anti kolinergik ( namun karena tidak bekerja melalui
mekanisme serotonorgik, kelompok ini tidak akan
dibahas di sini)

ASAM LISERGAT DIETILAMIDA


Hanya isomer (+) yang aktif, sedangkan senyawa

alkilamida selain turunan dietil termasuk beberapa


analog siklik (analog pirodida dan morfolida )
mempunyai aktivitas yang sangat rendah.
Asam Lisergat tidak mempunyai 3-Indoliletilamina,
sehingga bersifat halusinogen.
Diantaranya :
-Psilosin dan ester fosfatnya psilosibin
-Harmalina

SENYAWA FENETILETILAMINA
Diantaranya : Meskalina, DOET.
Dosis meskalina 300-500 mg
Senyawa ini mengakibatkan halusinasi.
Efek

ini meningkat oleh adanya gugus


metoksi pada posisi orto serta adanya
substituen alkil ( DOM/STP)
DOET mempunyai aktivitas sekitar 150 kali
meskalina.

TURUNA KANABIS
Contohnya : 9- Tetrahidrokanabinol ( THK).
Tidak menimbulkan halusinogen, tidak menyebakan
ketagihan.
Dosis yang sanagat tinggi dapat menyebabkan orang
kehiangan kepribadian yang sifatnya paranoid.
Contoh lainnya: Nabilon
Mempunyai aktivitas anti emetik yang sangat selektif.
Hubungan struktur aktivitas senyawa turunan ini

telah diteliti secara menyeluruh,


diantaranya bersifat psikomimetik.

tidak

satupun

Terima kasih