Anda di halaman 1dari 5

1.

TOPIK : Pembongkatran/Perakitan Sabuk V


2. TUJUAN PERCOBAAN (TIK)
Pada akhir pelajaran praktek mahasiswa diharapkan mampu :
a. Mampu membongkar transmisi sabuk V dengan tepat
b. Memeriksa,merawat dan menyetel sabuk V
c. Memasang sabuk V dengan cara yang tepat
3. DASAR TEORI .
Transmisi sabuk V digunakan jika diinginkan transmisi antara dua poros
yang terpsang terpisah.Transmisi terjadi karena gesekan antara bidang
baji pada sabuk dan pulinya sehingga tidak mudah selip. Sabuk V
banyak dijumpai pada setiap penggunaan mesin .

Gambar1.1 Puli dan Sabuk V


3.1. Pemilihan Transmisi Sabuk V
Pabrik pembuat sabuk V memberikan tabel yang lebih lengkap dengan
instruksi bagaimana menggunakannya. Data yang diperlukan adalah :
Diameter poros
Jarak antara poros
Kecepatan puli penggerak (terkecil)
Perbandingan transmisi
Daya yang dipindahkan
Dengan menggunakan tabel,dan berdasarkan data tersebut diatas
akan dapat ditentukan antara lain :

Tipe sabuk V
Diameter puli sabuk V
Panjang sabuk V
Diameter sarung penyesuai

Ketika memesan sabuk V, maka yang harus disebutkan adalah tipe


dan panjangnya.Tipe ditunjukkan dengan huruf A,Z,B dan C. Untuk tipe
sabuk V yamg profilnya kecil,awalan SP sering digunakan sehingga
menjadi SPZ, SPA,SPB dan SPC. Pada mulanya panjang sabuk V
dinyatakan dalam inchi,namun sekarang banyak yang menggunakan
satuan milimeter.,sehingga apabila dijumpai SPA 2000 berarti tipe A
profil kecil,dengan panjang 2000 mm atau 2 meter. Panjang yang
ditunjukkan dalam ukuran tersebut adalah panjang keliing yang diukur
pada lingkaran kisarnya.Diameter lingkaran kisar dapat didapat dari
tabel. Untuk memindahkan daya besar,beberapa sabuk V sering
digunakan secara bersamaan.

Gambar 1.2. Lingkarankisar puli anak v

3.2.

Sifat Transmisi Sabuk V


Mempunyai nilai vield yang rendah dibandingkan transmisi
lainnya
Umur pemakaian yang panjang jika dirawat dengan tepat
Jika tegangan sabuk tidak mencukupi maka sabuk V akan
berputar dalam keadaan panas.
Jika tekanan sabuk berlebihan bantalan poros akan menerima
beban yang lebih besar dan sabuk dapat rusak
Jika sabuk V tidak sebaris ,keausan akan timbul pada ujung
sabuk V.

3.3 Tegangan Awal Sabuk V


Bekerjanya sabuk V adalah karena gesekan. Jika tidak ada
tegangan,puli yang digerakkan akan tetap diam. Tegangan sabuk
dapat diberikan dengan tiga cara :
1. Menggunakan penegang rol
2. Menggunakan penegang geser
3. Menggunakan motor yang mudah digeser (motor whip)

Gambar1.3.Alat bantu penegang


Penyetelan tegangan sabuk yang benar dapat dihitung berdasarkan
tabel. Aturan umum yang bisa dipakai adalah bahwa sabuk V harus
dapat ditekan kebawah dengan ibu jari setebal sabuk. Untuk tipe yang
lebih berat jarak lenturannya harus lebih kecil dan untuk jarak poros
yang lebih panjang, jarak lenturannya harus sebanding.
4 .Persiapan dan Alat yang digunakan
Pelajari persiapan praktis dan yakinkan bahwa anda telah mengerti
secara benar tentang tugas yang diberikan, praktek meliputi pelepasan
bantalan. Berikan perhatian pada urutan pembongkaran dan perakitan.
Jika menemukan adanya kerusakan segera laporkan. Periksa semua alat
yang digunakan tersedia dan hanya menggunakan sebatas keperluan
saja.
Pealatan yang digunakan :
1.
2.
3.
4.
5.
6.
7.
8.
9.

Kunci pas dan kunci ring


Jangka sorong
Kunci sok
Palu besi/plastik
Dua mistar baja
Belt tension meter
Penyiku
Obeng
Plat kuningan/sim

5. Pembongkaran
Urutan pembongkaran adalah sebagai berikut :

Kendorkan sabuk V dengan melepas rol penegang lainnya.


Lepas sabuk V dari alur puli
Puli sabuk sadat dengan menarik sarung penyesuaian menggunakan
baut penarik.

Gambar1.4 Pelepasan Puli Sabuk V


Lepas baut-baut tutup bantalan
Angkat tutup bantalan
Angkat poros
Lepas baut kaki blok bantalan
Angkat kaki blok bantalan
Angkat pelat dasar dan sim

6. Pemeriksaan dan Perawatan

Bersihkan semua komponen


Periksa komponen dari kerusakan
Periksa diameter poros
Periksa bantalan
Periksa sabuk V .

7. Perakitan
7.1. Perakitan Poros
Urutan perakitannya adalah sebagai berikut :

Pasangkan bantalan pada posisi yang tepat pada poros start hal 29

Letakkan poros dengan bantalannya dalam rumah bantalan dan


letakkan pengganjal antara rumah bantalan. Poros berada didalam
rumah bantalan,tetapi masih dapat digeser, dan semua rumah
bantalan tdak terkunci pada kerangka bantalann.

Akhirnya poros diatur sejajar dan atur ketinggiannya menggunakan


spirit level. Bila diperlukan sisipan sim antara kerangka bantalan dan
blok bantalan untukmengatur ketinggian.

Selanjutnya dengan menggunakan jangka sorong, ukur jarak antara


dua poros. Geser poros sedemikian rupa sehingga jaraknya sama pada
semua posisi. Setelah yakin poros sejajar kemudian mengencangkan
blok bantalan pada penumpu bantalan. Poros dimana puli sabuk V

yang besar dipasang dikencangkan. Kencangkan dengan tangan, blok


bantalan poros yang lain.
7.2 Perakitan Puli Sabuk V
Urutan perakitan puli sabuk V adalah sebagai berikut :
Pasang dengan hati-hati puli sabuk V yang besar kedalam
sarung penyesuai dan pada saat bersamaan memasukkan
kedalam porosnya. Yakinkan bahwa lubang terletak didepan.
Letakkan dua baut dalam lubang baut yang arahnya
berlawanan satu sama lain. Lubang ulir yang ketiga hanya
digunakan untuk pembongkaran.
Pasang baut dan kencangkan satu persatu. Puli sabuk V akan
tertarik kedalam sarung penyesuai. Kemudian sarung
penyesuai diklem pada poros. Periksa bahwa sarung penyesuai
berada pada posisi yang tepat. Selanjutnya pasang puli sabuk
V yang kecil pada poros, pengencangan hanya dengan
tangan.
7.3. Pemasangan sabuk V
Setelah perakitan puli sabuk V, sabuk V harus dipasang pada
pulinya. Urutan pemasangan sabuk V adalah sebagai berikut :

Dekatkan kedua poros secukupnya, sehingga sabuk V dapat


dengan mudah dipasang dalam alurnya. Jangan sekali-kali
menggunakan alat bantu dalam pemasangannya.
Jika jarak kurang cukup, puli sabuk V harus didorong bersama
Jika poros memiliki jarak yang tepat, rol pengencang tidak boleh
digunakan.panjang sabuk V sudah dirancang sedemikian rupa
sehingga pada saat pemasangan tidak timbul masalah

7.4 Penyebarisan puli sabuk V


Puli sabuk V harus disebariskan baik dalam arah bidang horizontal
dan vertikal. Untuk memeriksa dalam arah vertikal diperlukan dua
penggaris baja. Jika penyetelan posisi tegak belum tepat, maka
kemiringan poros harus diatur dengan cara memasang sim dibawah
blok bantalan.
Untuk pemeriksaan pada bidang horizontal, penggaris baja
ditempelkan pada bidang sepanjang kedua puli sabuk V. Jika
tepat, maka penggaris baja menyentuh puli sabuk V pada empat
titik. Jika tidak, salah satu puli sabuk V harus digeser terhadap
poros yang lain. Kencangkan dengan tangan dua blok bantalan
pada kerangka bantalan.

Gambar 1.5 Pemeriksaan arah horizontal dan vertikal


7.5 Penyetelan Sabuk V
Sabuk V mempunyai umur pemakaian yang panjang asal
tegangannya tepat dan puli sabuk V sebaris. Sabuk V
dikencangkan dengan alur pengarah penegang. Dengan
menggunakan pengukur tegang sabuk (tension meter) periksa
apakah kekencangan sabuk V tepat. (periksa dengan harga dari
tabel)
8. Analisa Data
Dari hasil percobaan mahasiswa praktikan mendapatkan data hasil
pengukuran pada transmisi sabuk V dengan diameter pulli kecil =
120mm dan diameter puli besar = 278mm, lebar dari penampang belt
= 13mm dengan kelenturan sabuk = 24 mm dengan beban 7 kilogram.
Pengukuran mula-mula kesejajaran kedua poros 594 mm dan 597 mm
artinya kesejajaran poros menyimpang terlalu jauh. Akhirnya poros
diatur dan didapatkan kesejajaran lebih baik 596mm dan 596mm. Hasil
pengukuran ketinggian poros mula-mula bagian atas 246mm dan 247
mm dan bagian bawah 246mm dan 248mm, setelah diperbaiki dengan
spirit level didapatkan ketinggian yang sama yaitu 247mm.
9.

Kesimpulan
Setelah melaksanakan praktikum dengan topik
Pembongkatran/Perakitan Sabuk V dapat disimpulkan bahwa :
Pembongkaran poros dilakukan sesuai prosedur yang tepat
dengan menggunakan peralatan yang layak, pembongkaran
dilakukan dengan memperhatikan pemeriksaan dan perawatan.
Penyetelan dan pemeriksaan sabuk V dilakukan dengan
memeriksa arah vertikal dan horizontal. Arah vertikan
menggunakan dengan dua peggaris baja dan untuk posisi
horizontal menggunakan satu penggaris baja yang ditempelkan
pada kedua bidang
Pemasangan sabuk dilakukan setelah penyetelan sabuk
Vselesai ,sabuk V dikencangkan dengan alur pengarah
penegang menggunakan tension meter