Anda di halaman 1dari 32

LAPORAN DIAGNOSIS HOLISTIK

PENANGANAN INFEKSI JAMUR PADA IBU HAMIL


DENGAN PENDEKATAN KEDOKTERAN KELUARGA
DI KELUARGA INTI (NUCLEAR FAMILY)
PUSKESMAS KECAMATAN PADEMANGAN
PERIODE 12 OKTOBER 13 NOVEMBER 2015

Oleh :
Gwendry Ramadhany
1102010115
Kelompok 7

Pembimbing :
dr. Dini Widianti, M.KK

KEPANITERAAN KEDOKTERAAN KELUARGA


BAGIAN ILMU KESEHATAN MASYARAKAT
FAKULTAS KEDOKTERAN
UNIVERSITAS YARSI
2015
PERNYATAAN PERSETUJUAN

Laporan hasil studi kasus pasien dengan judul PENANGANAN INFEKSI


JAMUR PADA IBU HAMIL DENGAN PENDEKATAN KEDOKTERAN
KELUARGA DI KELUARGA INTI (NUCLEAR FAMILY) PUSKESMAS
KECAMATAN PADEMANGAN ini telah disetujui oleh pembimbing untuk
dipresentasikan dalam rangka memenuhi salah satu tugas dalam Kepaniteraan
Klinik Kedokteran Keluarga Bagian Ilmu Kesehatan Masyarakat Fakultas
Kedokteran Universitas YARSI.

Jakarta, Oktober 2015


Pembimbing,

dr. Dini Widianti, M.KK

KATA PENGANTAR
Assalammua`alaikum wr. wb.
Alhamdulillahirabbilaalamiin, puji dan syukur senantiasa penulis ucapkan
atas kehadirat Allah SWT yang telah memberikan rahmat dan karunia-Nya kepada
penulis

sehingga

Laporan

hasil

studi

kasus

pasien

dengan

judul

PENANGANAN INFEKSI JAMUR PADA IBU HAMIL DENGAN


PENDEKATAN KEDOKTERAN KELUARGA DI KELUARGA INTI
(NUCLEAR FAMILY) PUSKESMAS KECAMATAN PADEMANGAN ini
dapat diselesaikan dengan baik.
Penyusunan laporan hasil studi kasus pasien ini bertujuan untuk memenuhi
salah satu tugas dalam Kepaniteraan Klinik Kedokteran Keluarga Bagian Ilmu
Kesehatan Masyarakat Fakultas Kedokteran Universitas YARSI, periode 12
Oktober 2015 13 November 2015. Penulis juga berharap agar laporan ini dapat
berguna sebagai salah satu sumber pengetahuan bagi pembaca, terutama
pengetahuan tentang Ilmu Kesehatan Masyarakat mengenai penanganan penyakit
dengan pendekatan secara holistik. Pasien dalam laporan hasil studi kasus ini
adalah salah satu pasien dari Puskesmas Kecamatan Pademangan ketika penulis
ditugaskan di puskesmas tersebut pada periode 12 23 Oktober 2015.
Penyelesaian laporan ini tidak terlepas dari bantuan para dosen
pembimbing, staf pengajar, serta orang-orang sekitar penulis yang terkait. Oleh
karena itu, penulis ingin mengucapkan terima kasih kepada:
1. dr. Dini Widianti, M.KK
pengajar

Kepaniteraan

selaku dosen pembimbing dan staf

Ilmu

Kedokteran

Keluarga

Fakultas

Kedokteran Universitas YARSI yang telah membimbing dan memberi


masukan yang bermanfaat.
2. dr. Sugma Agung Purbowo, MARS selaku Kepala Bagian Ilmu
Kesehatan Masyarakat dan staf pengajar Kepaniteraan Ilmu
Kedokteran Keluarga Fakultas Kedokteran Universitas YARSI.
3. dr. Yusnita, M.Kes selaku Koordinator Kepaniteraan
Kedokteran

Keluarga

dan

staf

pengajar

Kepaniteraan

Kedokteran Keluarga Fakultas Kedokteran Universitas YARSI.

Ilmu
Ilmu

4. dr. Erlina, M.Kes selaku sekretaris dan staf pengajar Kepaniteraan


Ilmu Kedokteran Keluarga Fakultas Kedokteran Universitas YARSI.
5. Rifda Wulansari, SP, M.Kes selaku staf pengajar Kepaniteraan Ilmu
Kedokteran Keluarga Fakultas Kedokteran Universitas YARSI.
6. DR. Kholis Ernawati, S.Si, M.Kes selaku staf pengajar Kepaniteraan
Ilmu Kedokteran Keluarga Fakultas Kedokteran Universitas YARSI.
7. dr. H. Sumedi Sudarsono, M.PH selaku staf pengajar Kepaniteraan
Ilmu Kedokteran Keluarga Fakultas Kedokteran Universitas YARSI.
8. dr. Dian Mardianti, M.KK selaku staf pengajar Kepaniteraan Ilmu
Kedokteran Keluarga Fakultas Kedokteran Universitas YARSI.
9. Drg. Dara Pahlarini selaku Kepala Puskesmas Kecamatan
Pademangan yang telah membimbing dan memberi masukan yang
bermanfaat selama berada di Puskesmas Kecamatan Pademangan.
10. Dr. Nurhalidah selaku pembimbing yang membimbing dan memberi
masukan bermanfaat selama berada di Puskesmas Kecamatan
Pademangan.
11. Dr. Danis Vicky Ilmansyah selaku pembimbing yang membimbing
dan memberi masukan bermanfaat selama berada di Puskesmas
Kecamatan Pademangan.
12. Dr. Merry selaku pembimbing yang membimbing dan memberi
masukan bermanfaat selama berada di Puskesmas Kecamatan
Pademangan.
13. Dr. Endah Purbasari selaku pembimbing yang membimbing dan
memberi

masukan

bermanfaat

selama

berada

di

Puskesmas

Kecamatan Pademangan.
14. Dr. Tri Stella selaku pembimbing yang membimbing dan memberi
masukan bermanfaat selama berada di Puskesmas Kecamatan
Pademangan.
15. Orang tua dan keluarga tercinta yang selalu memberikan doa, restu,
semangat, dan motivasi.
16. Seluruh teman-teman sejawat Fakultas Kedokteran Universitas
YARSI yang telah bekerja sama dalam menyusun laporan ini.
Kesadaran bahwa masih banyak kekurangan dalam penyusunan laporan
hasil studi kasus pasien ini dirasakan oleh penulis. Oleh karena itu, kritik dan
saran yang membangun dari pembaca sangat diharapkan untuk perbaikan di masa
mendatang. Semoga laporan ini dapat memberi manfaat bagi semua pihak.

Wassalammu'alaikum wr. wb
Jakarta, Oktober 2015

Penulis

DAFTAR ISI

PERNYATAAN PERSETUJUAN...........................................................................ii
KATA PENGANTAR.............................................................................................iii
DAFTAR ISI...........................................................................................................vi
BERKAS PASIEN...................................................................................................1
A. Identitas.....................................................................................................1
B. Anamnesis.................................................................................................2
C. Pemeriksaan Fisik......................................................................................5
D. Pemeriksaan Penunjang.............................................................................8
BERKAS KELUARGA...........................................................................................9
A. Profil Keluarga..........................................................................................9
1.

Karakteristik Keluarga...........................................................................9

2.

Penilaian Status Sosial dan Kesejahteraan Hidup.................................9

3.

Penilaian Perilaku Kesehatan Keluarga...............................................11

4.

Sarana Pelayanan Kesehatan (Puskesmas)..........................................11

5.

Pola Konsumsi Makanan Keluarga......................................................12

6.

Pola Dukungan Keluarga.....................................................................16

B. Genogram................................................................................................17
C. Identifikasi Permasalahan yang Didapat Dalam Keluarga......................19
D. Diagnosis Holistik...................................................................................19
E. Rencana Penatalaksanaan........................................................................21
F.

Prognosis.................................................................................................26

BERKAS PASIEN
A. Identitas Pasien
Nama
: Ny. F.T
Jenis kelamin
: Perempuan
Umur
: 29 tahun
Anak ke
: 1 dari 2 bersaudara
Status
: Menikah
Alamat
: Kampung Japa Saleh RT/RW 05/01, Ancol Jakarta Pusat
Pekerjaan
: Ibu Rumah Tangga
Pendidikan
: SMA
Agama
: Islam
Suku
: Betawi
Puskesmas
: Puskesmas Kecamatan Pademangan
Tanggal berobat : 19 Oktober 2015
No. RM
: 326.15
B. Anamnesa
Autoanamnesa dilakukan pada tanggal 19 Oktober 2015 pada pukul 09.00 WIB
di Puskesmas Pademangan:
1. Keluhan Utama
Pasien G2P1A0 hamil 30 minggu datang untuk kontrol kehamilan.
2. Keluhan Tambahan
Pasien mengeluhkan adanya bercak kemerahan pada kedua bokong
disertai dengan rasa gatal yang muncul sejak kurang lebih 2 minggu yang
lalu.
3. Riwayat Penyakit Sekarang
G2P1A0 hamil 30 minggu datang ke Puskesmas Kecamatan
Pademangan untuk kontrol kehamilan. Pasien juga mengeluhkan adanya
bercak kemerahan di kedua bokong yang disertai rasa gatal dirasakan
muncul tidak tentu waktunya, namun terasa semakin gatal jika berkeringat
dan terkena air. Pasien mengatakan suka menggaruk bagian yang gatal
sampai terasa panas dan pedih / perih.
Pasien mengaku sering memakai celana legging (celana berbahan
ketat) hampir setiap hari dan jarang mengganti pakaian dalam. Kebiasaan
tersebut dikarenakan menurut pasien lebih nyaman dalam bergerak oleh
karena kondisi kehamilan yang membuat perut semakin membesar.
Dikarena kondisi pasien dalam keadaan hamil, hal ini yang menyebabkan
pasien lebih sering BAK sehingga pasien merasa lebih praktis jika tidak
mengganti pakaian dalam sesering mungkin.

Pasien sempat mencoba mengobati dengan albothyl yang dipakai


selama 1 minggu, tapi tidak merasa ada perbaikan. Pada saat pemakaian
albothyl, pasien merasa pedih beberapa saat, dan kembali gatal pada
daerah bokong tersebut. Pasien mengaku penyakit kulit baru pertama kali
dialami, riwayat alergi dan keluhan kulit lainnya disangkal.
Keluhan selama kehamilan seperti lemas, pusing, nafsu makan
berkurang, mual disertai muntah selama kehamilan, perdarahan dari jalan
lahir, ataupun keluar cairan dari jalan lahir disangkal oleh pasien. Selama
kehamilan pasien rutin kontrol di Bidan Puskesmas Kecamatan
Pademangan.
Riwayat Obstetri

: 1. /hidup/6 tahun/2700 gr/ SC

Riwayat Pernikahan : : 21 th, SMA, IRT


: 21 th, SMA, Karyawan swasta
HPHT

: 2 Maret 2015

TP

: 9 Desember 2015

TUK

: 30-31 Minggu

4. Riwayat Penyakit Dahulu


a. Riwayat gastritis

: disangkal

b. Riwayat hipertensi

: disangkal

c. Riwayat DM

: disangkal

d. Riwayat penyakit TB

: disangkal

e. Riwayat penyakit Ginjal

: disangkal

f. Riwayat asma

: disangkal

g. Riwayat penyakit jantung

: disangkal

h. Riwayat alergi obat

: disangkal

5. Riwayat Penyakit Keluarga


Pasien mengaku tidak memiliki riwayat penyakit dalam keluarga.
6. Riwayat Sosial Ekonomi
Biaya hidup pasien dan anggota keluarga diperoleh dari penghasilan
suaminya yang bekerja sebagai Karyawan swasta. Penghasilan suaminya
Rp.2.500.000,-/bulan. Jumlah tersebut dirasakan hanya cukup untuk
memenuhi kebutuhan sehari-hari.
7. Riwayat Kebiasaan
a. ANC
: Di Bidan Puskesmas Kecamatan Pademangan
b. Vaksin
: TT 2x di Bidan, TT1 pada usia kehamilan 20 minggu, TT2

c. KB

28 minggu
: Tidak menggunakan KB

Dilingkungan keluarga tidak ada yang merokok.


C. Pemeriksaan Fisik
Pemeriksaan fisik tanggal 19 Oktober 2015 :
1. Keadaan Umum
: Tampak sakit ringan
Kesadaran
: Compos Mentis
2. Vital Sign
- Tekanan darah
: 110/70 mmHg
- Nadi
: 76 x/menit
- Respirasi
: 22 x/menit
- Suhu
: 36,5 0 C
3. Status Generalis
- Berat badan saat hamil
: 75 kg
- Berat badan sebelum hamil
: 58 kg
- Tinggi badan
: 161cm
- IMT
: 28,93 kg/m2
- Lila
: 29 cm
- Kepala
: Bentuk oval, simetris
- Rambut
: Hitam, tumbuh lebat
- Mata
: Konjungtiva anemis (-/-), sklera ikterik (-/-),
pupil bulat, isokor
- Hidung
: Septum tidak deviasi, tidak terdapat sekret
- Telinga
: Tidak terdapat sekret
- Mulut
: Bibir tidak sianosis, lidah tidak kotor, tonsil T1-T1
- Leher
: Tidak teraba pembesaran KGB
- Paru-paru
Inspeksi
: Pergerakan dinding dada simetris kanan dan kiri
Palpasi
: Fremitus taktil dan vokal simetris kanan dan kiri
Perkusi
: Sonor seluruh lapangan paru
Auskultasi
: Vesikuler kanan dan kiri, rhonki (-/-),
wheezing (-/-)
- Jantung
Inspeksi
: Iktus kordis tidak terlihat
Palpasi
: Iktus kordis teraba di ICS V linea midklavikula
sinistra
Perkusi
: Batas jantung normal, tidak terdapat pembesaran
jantung
Auskultasi
: Bunyi jantung I dan II normal, tidak terdapat
Gallop dan murmur
- Abdomen
Inspeksi
: Cembung gravida, kelainan kulit (-), Pelebaran
vena (-)
Auskultasi
: Bising usus normal
Palpasi
: Hepar dan Lien sulit dinilai
- Genitalia
: Tidak diperiksa
- Ekstrimitas
: Akral hangat, edema (-), sianosis (-)

4. Status Obstetrik

Pemeriksaan Luar
Kepala/Muka : Chloasma gravidarum (+)
Thorax

: Hiperpigmentasi areola mamae dan papilla mamae (+/+)


Papila mammae menonjol

Abdomen

: Membesar, striae gravidarum


Leopold I

: TFU 30 cm, bagian teratas teraba massa

lunak, kesan bokong


Leopold II

: Letak memanjang, teraba lengkung kontinu

dan tahanan terbesar di sebelah kiri. Kesan punggung


janin di sebelah kiri.
Leopold III : Bagian terbawah janin bulat, terasa keras
presentasi kepala masih bisa digerakan
Leopold IV : Kepala belum masuk PAP, teraba 5 jari di
atas simpisis.

DJJ

: 140 - 145x/menit

His

: (-)

Inspekulo
Tidak dilakukan

Pemeriksaan dalam

Vulva

: Tidak ada kelainan

Vagina

: Tidak ada kelainan

Vaginal Thoucher

: Tidak dilakukan

Pemeriksaan panggul
Tidak dilakukan

5. Status Dermatologikus
Distribusi

: Regional

Lokasi

: Intergluteal sampai gluteus

Bentuk lesi

: Lesi multipel dengan ukuran plakat yang tampak eritema


dan sebagian bersisik dengan batas tidak tegas, dan bersifat
bilateral

Efloresensi

:Tampak plak eritematosa dengan ukuran plakat di bagian


gluteal kiri, batas kurang jelas, diatasnya terdapat papulpapul, krusta, dan skuama. Di bagian gluteal kanan pada
sisi bawah tepi lebih aktif, dengan papul-papul miliar,
sedikit krusta, dan skuama, serta central healing (+).

D. Pemeriksaan Penunjang yang Dianjurkan

Usulan pemeriksaan Uji kerokan kulit + KOH 10%


Pemeriksaan lampu Wood

E. Diagnosis

Diagnosis Banding :
-

G2P1A0 Hamil 30-31 Minggu dengan Tinea Cruris e.c pemakaian


celana berbahan ketat dan jarang mengganti pakaian dalam

G2P1A0 Hamil 30-31 Minggu dengan Dermatitis Kontak Iritan e.c


susp. antiseptik (albothyl)

Diagnosis Kerja :
G2P1A0 Hamil 30-31 Minggu dengan Tinea Cruris e.c pemakaian
celana berbahan ketat dan jarang mengganti pakaian dalam

BERKAS KELUARGA
A. Profil Keluarga
1. Karakteristik Keluarga
a. Identitas Kepala Keluarga
Nama
: Tn. R
Jenis kelamin
: Laki-laki
Umur
: 29 tahun
Status
: Menikah
Alamat

: Kampung Japa Saleh RT/RW 05/01, Ancol Jakarta


Pusat

Pekerjaan
: Karyawan Swasta
Agama
: Islam
Pendidikan
: SMA
Suku
: Betawi
b. Identitas Pasangan
Nama

: Ny. F.T

Jenis kelamin

: Perempuan

Umur

: 29 tahun

Status

: Menikah

Alamat

: Kampung Japa Saleh RT/RW 05/01, Ancol Jakarta


Pusat

Pekerjaan

: Ibu Rumah Tangga

Agama

: Islam

Pendidikan
Suku

: SMA
: Betawi

c. Struktur Komposisi Keluarga : The nuclear family


Keluarga terdiri atas Tn. R sebagai kepala keluarga dan Ny. F.T sebagai
istri, sudah menikah sejak 8 tahun yang lalu. Ny. F.T saat ini sedang
mengandung anak kedua mereka. Anak pertama bernama An. F usia 6 tahun.
Keluarga Tn. R hanya tinggal bersama istri dan satu orang anaknya di
kontrakannya. Penghasilan Tn. R sebesar Rp. 2.500.000.-/bulan. Ny. F.T
sebagai ibu rumah tangga dan penghasilannya digunakan untuk kebutuhan
sehari-hari.
Tabel 1. Anggota Keluarga yang Tinggal Serumah
No

Nama

Status

Gender

Umur

keluarga
1

Tn. R

Kepala

Pendidikan
Terakhir

29 thn

SMA

Keluarga
2

Ny. F.T

Istri

Pekerjaan
Karyawan
swasta

29 thn

SMA

Ibu rumah
tangga

An. F

Anak

6 thn

pertama

d. Penilaian Status Sosial dan Kesejahteraan Hidup

TK

a. Lingkungan tempat tinggal


Tabel 2. Lingkungan Tempat Tinggal
Status kepemilikan rumah: Kontrak
Daerah perumahan: Padat
Karakteristik Rumah dan Lingkungan
Luas rumah : 6 x 4 m2
Jumlah penghuni dalam satu rumah : 3 orang
Luas halaman rumah : Tidak ada
Bertingkat/tidak bertingkat : Tidak bertingkat
Lantai rumah terbuat dari : Ubin
Dinding rumah terbuat dari : Tembok
Jamban keluarga : Ada
Tempat bermain : Tidak ada
Penerangan listrik : 1300 watt
Air bersih : Ada (PAM)
Tempat pembuangan sampah : Ada

Kesimpulan
Keluarga tinggal di rumah
yang terletak di lingkungan
padat
tersebut

penduduk.

Rumah

kurang

cukup

nyaman untuk ditempati oleh


anggota keluarga serta tidak
memenuhi syarat - syarat
rumah sehat.

a. Kepemilikan Barang-Barang Berharga


Ny. F.T memiliki beberapa barang elektronik di rumahnya antara lain
yaitu, satu buah televisi berwarna, satu buah kipas angin, satu buah
penghangat nasi, satu buah kompor gas dan satu buah kulkas.
Kemudian, keluarga Tn. R juga memiliki satu buah sepeda motor yang
biasa digunakan oleh Tn. R untuk bekerja. Barang-barang elektronik
yang dimiliki keluarga ini sesuai dengan penghasilan mereka setiap
bulan dan juga tergolong keluarga dengan ekonomi yang cukup.

b. Denah Rumah

BELAKAN
G

DEPAN

WC
A
P
U
R

KAMAR

RUAN
6 Meter

Gambar 1. Denah Rumah Keluarga Tn. R


c. Penilaian Perilaku Kesehatan Keluarga
i.
Perilaku terhadap sakit dan penyakit
Jika ada salah satu anggota keluarga Tn. R yang sakit, maka Tn. R
ii.
iii.

akan membeli obat warung terlebih dahulu


Perilaku terhadap pelayanan kesehatan
Keluarga Tn. R memiliki jaminan kesehatan (BPJS)
Perilaku terhadap makanan
Keluarga Tn. R mempunyai kebiasaan makan sebanyak dua
sampai tiga kali sehari. Makanan yang dimakan oleh keluarga Tn.
R didapatkan dari membeli lauk di warung, terkadang dimasak

iv.

sendiri oleh Istrinya.


Perilaku terhadap lingkungan kesehatan
Apabila tidak membaik, maka Tn. R akan membawa keluarganya
yang sakit tersebut ke Puskesmas.

1. Sarana Pelayanan Kesehatan (Puskesmas)


Tabel 3. Pelayanan Kesehatan
Faktor
Cara mencapai pusat
pelayanan kesehatan

Keterangan
Kendaraan pribadi

Kesimpulan
Keluarga Tn. R berobat ke

atau angkutan

puskesmas dengan

umum

menggunakan kendaraan
pribadi miliknya (motor) atau

Murah

angkutan umum.

Tarif pelayanan
kesehatan

Kualitas pelayanan
kesehatan

Memuaskan

Menurut Keluarga Tn. R tarif


berobat di Puskesmas murah
Menurut

Keluarga

Tn.

2. Pola Konsumsi Makanan Keluarga


a Kebiasaan makanan
Keluarga Tn. R mempunyai kebiasaan makan sebanyak 23x
sehari. Biasanya mereka makan pada pagi, siang dan malam hari. Tetapi
pada siang hari, saat Tn. R bekerja, Ny. F.T makan siang berdua dengan
anaknya di rumah. Makanan yang dimakan oleh keluarga Tn. R
didapatkan dari membeli lauk di warung, terkadang dimasak sendiri
oleh Istrinya. Namun sejak 5 hari terakhir nafsu makan Ny. F.T menjadi
menurun dibandingkan sebelumnya
b Penerapan Pola Gizi Seimbang
Ny. F.T dan keluarga belum menerapkan pola gizi seimbang sesuai
dengan pedoman gizi karena walaupun mereka sehari-hari telah
membiasakan untuk sarapan namun kalori makanan yang mereka
konsumsi tidak sesuai dengan kebutuhan kalori basal. Makanan yang
dimakan juga tidak sesuai dengan menu makan gizi seimbang, tidak
membatasi konsumsi makanan yang berlemak dan berminyak, masih
mengkonsumsi makanan yang mengandung bahan pengawet seperti mie
instan, dan tidak melakukan aktivitas fisik seperti berolahraga secara
teratur.
Adapun menu makanan sehari-hari yang sering dibeli oleh Ny. F.T
antara lain nasi, tahu, tempe, telur, sayur yang tidak beraneka ragam
dan mie instan. Menu lainnya seperti daging dan ikan jarang sekali
dikonsumsi, Ny. F.T jarang memakan buah-buahan karena tidak
menyukai buah-buahan.

Pola makan pasien selama 3 hari terakhir sebagai berikut :


Tanggal : 16 Oktober 2015
Pagi :
Menu

Kalori

Protein

Karbohidrat

Lemak

Nasi Uduk
Ayam goreng
Gulai Telur

285 kkal
83,36 kkal
263 kkal

6 gr
21,11 gr
10 gr

60 gr
-

2,5 gr
62,25 gr
22.5 gr

Jumlah :
Siang :

631,36 kkal

37,11 gr

60 gr

87.25 gr

Menu

Kalori

Protein

Karbohidrat

Lemak

Nasi
Telur goreng
Sayur Bayam
Tahu goreng

360 kkal
69 kkal
13 kkal
85 kkal

6,8 gr
2,5 gr
0,8 gr
3 gr

78,9 gr
4 gr

0,8 gr
6,5 gr
2,5 gr
6,5 gr

Jumlah :

527 kkal

13.1 gr

82.9 gr

16.3 gr

Malam
Menu

Kalori

Protein

Karbohidrat

Lemak

Nasi
Telur goreng
Sayur Bayam
Tahu goreng

360 kkal
69 kkal
13 kkal
85 kkal

6,8 gr
2,5 gr
0,8 gr
3 gr

78,9 gr
4 gr

0,8 gr
6,5 gr
2,5 gr
6,5 gr

Jumlah :

527 Kkal

13.1 gr

82.9 gr

16.3 gr

Tanggal 17 Oktober 2015


Pagi :
Menu

Kalori

Protein

Karbohidrat

Lemak

Nasi Uduk

232 kkal

3 gr

28 gr

12 gr

85 kkal
69 kkal

3 gr
2.5 gr

4 gr
-

6,5 gr
6.5

386 Kkal

8.5 gr

32 gr

Menu

Kalori

Protein

Karbohidrat

Lemak

Mie instan

360 kkal

8 gr

45 gr

16 gr

Jumlah :

360 kkal

8 gr

45 gr

16 gr

Menu

Kalori

Protein

Karbohidrat

Lemak

Nasi
Telur Dadar
Cap cay

360 kkal
69 kkal
71 kkal

6,8 gr
2,5 gr
10 gr

78,9 gr

0,8 gr
6,5 gr
1,7 gr

Jumlah :

500 Kkal

19.3 gr

Menu

Kalori

Protein

Karbohidrat

Lemak

Nasi
Telur Dadar
Cap cay

360 kkal
69 kkal
71 kkal

6,8 gr
2,5 gr
10 gr

78,9 gr

0,8 gr
6,5 gr
1,7

Jumlah :

500 Kkal

19.3 gr

Tahu Goreng
Telur Dadar
Jumlah :

25 gr

Snack :

Siang :

1,9 gr
80.8 gr

9 gr

Malam :

1,9 gr
80.8 gr

9 gr

Tanggal : 18 Oktober 2015


Pagi :
Menu

Kalori

Protein

Karbohidrat

Lemak

Nasi Goreng
Ayam Goreng

505 kkal
100 kkal

15 gr
7 gr

80 gr
0 gr

17 gr
7 gr

Jumlah :

605 Kkal

22 gr

80gr

24 gr

Snack
Menu

Kalori

Protein

Karbohidrat

Lemak

Risoles

167,5 kkal

2,6 gr

35,3 gr

1,8 gr

Jumlah :

167,5 kkal

2.6 gr

35.3 gr

1.8 gr

Menu

Kalori

Protein

Karbohidrat

Lemak

Nasi
Perkedel
Labu
Siam Bening

360 kkal
135,8 kkal

6,8 gr
10,43 gr

78,9 gr
6,42 gr

0,8 gr
8,15 gr

Siang :

Jumlah :

50 kkal
545,8 Kkal

3 gr

10 gr

20.23 gr

95.32 gr

8.95 gr

Malam :
Menu

Kalori

Protein

Karbohidrat

Lemak

Nasi
Perkedel
Labu
siam Bening

360 kkal
135,8 kkal

6,8 gr
10,43 gr

78,9 gr
6,42 gr

0,8 gr
8,15 gr

Jumlah :

50 kkal
545,8 kkal

3 gr
20.23 gr

10 gr
95.32 gr

8.95 gr

Cara untuk menghitung berat badan ideal saat hamil, menurut Arsyad Rahim
Ali (2009) adalah:
BBIH = BBI + ( UH x 0,35 )
BBI = (TB 100 ) = 161 100 = 61 kg, maka:
BBIH = 61 + ( 30 x 0,35 ) = 71.5 kg
Kebutuhan Kalori Basal (BEE) berdasarkan rumusan Harris Bennedict
adalah:
BEE= 655 + (9,6 x BBIH) + (1,8 x TB) - (4,7 x U)
BEE= 655 + (9,6 x 71.5) + (1,8 x 161) (4,7 x 29)
BEE= 655 + 686,4
+ 289,8 136,3
= 1494,9 kalori = 1500 kalori
TEE= BEE X FA X FS
TEE=1494,9 X 1.3 X1.2 =2332.044 + 300
(Penambahan kalori trimester III) = 2632,044 Kkal

Kebutuhan Zat Gizi :


a . Protein 10% dari total kalori
= ( 15% X 2632,044) : 4 = 98,7 gr
b. Lemak 20% dari total kalori
= ( 20% X 2632,044) : 9 = 58.48 gr
c. Karbohidrat, sisa dari total kalori dikurangi prosentasi protein dan lemak
= ( 60% X 2632,044) : 4 = 394,8 gr
Interpretasi terhadap food recall pasien:
Dari tabel diatas, dapat disimpulkan bahwa Ny. F.T mendapat total kalori per hari:
Tanggal 16 Oktober 2015

: 1685,36 kkal

Tanggal 17 Oktober 2015

: 1746 kkal

Tanggal 18 Oktober 2015

: 1864,1 kkal

Total kalori : (1685.36 + 1746 + 1864.1) / 3 = 1765,2 kalori

Setelah menghitung jumlah BBI, kebutuhan energi/kalori serta kebutuhan zat gizi
pada pasien, juga dengan melihat food recall pasien selama 3 hari sebelum datang
ke puskesmas maka dapat disimpulkan bahwa setiap harinya menu makan pasien
tidak mencukupi jumlah energi/kalori yang dibutuhkan setiap harinya dan belum
mencakup gizi yang seimbang untuk kehamilannya.

3. Pola Dukungan Keluarga


a Faktor Pendukung Terselesaikannya Masalah dalam Keluarga
Tn. R selalu memberikan perhatian yang baik terhadap Ny. F.T. Setiap
kali Ny. F.T mengeluhkan tentang kehamilannya, Tn. R selalu
menyarankan istrinya tersebut untuk segera memeriksakan diri ke
Bidan di Puskesmas. Tn. R sesekali meluangkan waktu untuk
mengantarkan Ny. F.T ke Puskesmas walaupun terkadang Ny. F.T
pulang ke rumahnya sendiri dengan menggunakan angkutan umum
b

dikarenakan Tn. R harus segera memulai pekerjaannya.


Faktor Penghambat Terselesaikannya Masalah dalam Keluarga
Kesibukan suami yang tidak bisa selalu menemani istrinya saat berobat
untuk kontrol kehamilan sehinnga Ny. F.T takut jika nanti dia akan
mengalami persalinan tetapi suaminya tidak bisa berada di sampingnya.

B. Genogram
1. Bentuk Keluarga: Keluarga inti (Nuclear Family)
Bentuk keluarga ini adalah keluarga Nuclear, dimana dalam keluarga
ini hanya terdapat suami dan istri dan satu anak.
2. Tahapan Siklus Keluarga
Menurut Duvall (1967), keluarga Tn. R berada pada tahapan siklus
keluarga yang keempat, yaitu tahap ini dimulai ketika pasien dan suami
menikah dan telah memiliki anak dengan usia sekolah. Pernikahan dari
sepasang insan menandai dimulainya keluarga baru.

Ketika dua orang diikat dalam satu pernikahan, maka mereka


membangun satu kehidupan bersama yang baru. Membangun perkawinan
yang saling memuaskan juga berarti menyesuaikan diri dengan perbedaanperbedaan yang ada, jangan sampai terjadi konflik. Untuk mencegah
konflik, perlu dikembangkan sikap empati, saling mendukung, serta
komunikasi secara terbuka dan sopan.
3. Family Map

Tn. H/70 th

Ny. L/68 th

Tn. G/65 th Ny. F/58 th

Tn. R/42 th Tn.K/35 th Tn. R/29 th Ny. T.F/29 th

An. F/6 th

= Laki-laki telah meninggal


= Wanita telah meninggal
= Laki-laki
= Wanita

Tn. W/26th

= Pasien Wanita hamil


= Tinggal serumah

4. Dinamika Keluarga ;
Masalah dalam keluarga ini adalah kurangnya waktu berkumpul
bersama karena Tn. R sibuk dengan pekerjaannya, terkadang hari libur
dipakai untuk lembur sehingga komunikasi antar anggota keluarga juga
kurang berjalan dengan baik.
Walaupun Tn. R tidak selalu ada bersama keluarga namun beliau
selalu memberikan perhatian kepada pasien maupun anaknya mengenai
kesehatan keluarganya seperti mengingatkan untuk meminum obat secara
teratur dan kontrol sesuai jadwal.
Hubungan pasien dengan tetangga atau masyarakat sekitar cukup
baik. Pasien senang bergaul dengan masyarakat disekitarnya. Jika tidak
ada yang bisa membantu untuk menemani pasien berobat maka pasien
mengajak tetangga sebelah rumahnya untuk menemaninya.
5. Fungsi Keluarga
a

Biologis

Secara aspek biologis keluarga Tn. R telah menjalankan fungsinya


dengan baik. Karena Tn. R dan Ny. F.T telah memiliki satu orang anak
laki-laki yang berusia 6 tahun dengan sehat tanpa memiliki kecacatan
dan Ny. F.T sedang mengandung anak kedua dari pernikahan mereka.
b

Psikologis :
Secara psikologis keluarga tersebut saling menyayangi satu sama
lain. Tn. R dan Ny. F.T sangat menyayangi dan memanjakan anak
mereka.

Sosial :
Tn. R dan Ny. F.T sudah mulai mengajarkan norma-norma agama
dan sopan santun terhadap orang lain sejak kecil kepada anaknya,
memberikan pemahaman bahwa dirinya akan memiliki seorang adik
sehingga nantinya anak laki-lakinya dapat menyayangi adiknya tanpa
ada rasa kecemburuan.

d Ekonomi :

Tn. R bekerja sebagai karyawan swasta penghasilan yang diperoleh


cukup untuk memenuhi kebutuhan sehari-hari. Ny F.T seorang ibu
rumah Tangga. Penghasilan Tn. R habis terpakai untuk kebutuhan
sehari-hari dan kredit motor sehingga tidak memiliki tabungan. Ny. F.T
sering mencemaskan biaya persalinan oleh karena penghasilan Tn. R
yang tergolong hanya cukup untuk kebutuhan sehari-hari, didukung
dengan

riwayat

SC

pada

kelahiran

anak

pertama,

sehingga

memungkinkan akan dilakukannya operasi pada kehamilan ini.


e

Pendidikan :
Tn. R dan Ny. F.T berpendidikan SMA dan anak laki-laki Tn. R dan Ny.
F.T masih berumur 6 tahun dan sudah bersekolah.
Spiritual :
Tn. R dan Ny. F.T mengatakan mereka selalu melaksanakan ibadah
wajib sesuai dengan kepercayaannya yaitu Islam. Keluarga ini nyaman
untuk melaksanakan ibadah dan kewajiban lain sesuai syariat Islam
tanpa adanya hambatan dalam keluarga. Tn R dan Ny F.T pun sedari
dini telah mengenalkan Agama Islam kepada anak laki-lakinya yang
mulai mempelajari untuk melakukan ibadah-ibadah wajib

Identifikasi Permasalahan yang Didapat dalam Keluarga


Ada beberapa permasalahan yang dapat ditemukan pada keluarga ini yaitu :
- Kebiasaan pada Ny. F.T yang gemar memakai celana berbahan ketat dan
jarang mengganti pakaian dalam dikarenakan menurut pasien lebih
nyaman dalam bergerak oleh karena kondisi kehamilan yang membuat
perut semakin membesar dan lebih sering BAK sehingga pasien merasa
-

lebih praktis jika tidak mengganti pakaian dalam sesering mungkin.


Kurangnya waktu berkumpul bersama di dalam keluarga karena
kesibukan dari Tn. R yang bekerja sebagai karyawan swasta sehingga Ny.
F.T takut jika nanti dia akan mengalami persalinan tetapi suaminya tidak

bisa berada di sampingnya.


Kebiasaan keluarga mengkonsumsi makanan yang bergizi tidak seimbang

dan tidak bervariasi serta jarang memakan buah-buahan.


Penghasilan Tn. R yang hanya cukup untuk kebutuhan sehari-hari
sehingga menjadi beban

pikiran Ny. F.T yang akan melahirkan.

Ditambah lagi Ny. F.T memiliki riwayat operasi SC sebelumnya dan


memiliki kemungkinan pada kehamilannya yang kedua ini untuk operasi
juga.
C. Diagnosis Holistik
1. Aspek Personal
- Alasan Datang :
Pasien datang berobat ke puskesmas karena keinginan dari diri
sendiri yang menginginkan pemeriksaan terhadap kehamilan keduanya.
Kekhawatiran :
Pasien mengkhawatirkan adanya bercak kemerahan pada kedua

bokong disertai dengan rasa gatal yang muncul sejak kurang lebih 2
minggu yang lalu.
- Harapan :
Pasien berharap bahwa kehamilannya saat ini baik-baik saja.

Persepsi Penyakit :
Pasien merasa sakit yang diderita pasien ini karena membesarnya
kondisi badan yang menyebabkan badan gampang gatal setelah diberi

salep kulit oleh dokter dapat membaik.


2. Aspek Klinik
Diagnosis Kerja :
G2P1A0 Hamil 30-31 Minggu dengan Tinea Cruris e.c pemakaian
celana berbahan ketat dan jarang mengganti pakaian dalam

Diagnosis Banding :
-

G2P1A0 Hamil 30-31 Minggu dengan Tinea Cruris e.c pemakaian


celana berbahan ketat dan jarang mengganti pakaian dalam

G2P1A0 Hamil 30-31 Minggu dengan Dermatitis Kontak Iritan e.c


susp. antiseptik (albothyl)

3. Aspek Resiko Internal


Kebiasaan pada Ny. F.T yang gemar memakai celana berbahan
ketat dan jarang mengganti pakaian dalam dikarenakan menurut pasien
lebih nyaman dalam bergerak oleh karena kondisi kehamilan yang
membuat perut semakin membesar dan lebih sering BAK sehingga pasien
merasa lebih praktis jika tidak mengganti pakaian dalam sesering
mungkin.

Kebiasaan keluarga mengkonsumsi makanan yang bergizi tidak


seimbang dan tidak bervariasi serta jarang memakan buah-buahan
4. Aspek Psikososial Keluarga
Ny. F.T tinggal bertiga dengan suaminya dan anak pertamanya.
Suaminya sibuk dengan pekerjaannya sehingga tidak bisa selalu bersama
keluarga sehingga Ny. F.T takut jika nanti dia akan mengalami persalinan
tetapi suaminya tidak bisa berada di sampingnya. Ny. F.T juga sering
memikirkan penghasilan suaminya yang hanya cukup untuk kebutuhan
sehari-hari, sehingga Ny. F.T takut tidak memiliki biaya untuk
persalinannya nanti.
Sedangkan faktor yang dapat mendukung kesembuhan pasien
yaitu, adanya usaha dari

pasien untuk mengubah kebiasaan memakai

celana berbahan ketat dan lebih sering mengganti pakaian dalam serta
memakai obat yang diresepkan dokter secara terartur.
5. Aspek Fungsional
Secara aspek fungsional, pasien dapat digolongkan pada tingkat ke
4 berdasarkan urutan Ecog, yaitu pasien masih dapat melakukan aktivitas
sehari-harinya namun sudah tidak seperti sebelumnya.

E. Rencana Pelaksanaan
Aspek
Aspek

Personal

Kegiatan
Mengedukasi pasien
keluarga

tentang

Sasaran
Waktu
Pasien
dan
Pada
saat
dan

penyakit keluarga

yang dideritanya yakni Tinea pasien

Hasil yang diharapkan


Mengurangi kecemasan

kunjungan
ke rumah

pasien

Cruris (definisi, penyebab,

dengan

baik

tentang

gejala,

penyakit

yang

sedang

serta

cara

penanganannya)

Pasien dapat memahami

Menjelaskan
merupakan

dideritanya

Tinea

Cruris

penyakit

yang

dapat

sehingga

mengupayakan

penanganan yang tepat.


Pasien
rutin

dapat disembuhkan dengan

memeriksakan

syarat

kehamilannya.

pasien

selalu

mengoleskan obat salep yang


teratur sesuai dengan anjuran
dokter.

Pasien mengoleskan obat


salep
sehingga
sembuh

secara

teratur

pasien dapat

Biaya

Keterangan
Pasien bersedia

Aspek
Klinik

Aspek
Risiko
Internal

Memberikan obat Ketokonazole krim


topikal

2%

pada

menjelaskan

cara

pasien

Pasien

Puskesmas

dan

Pasien mampu memakai


obat

pemakaian

Ketokonazole

topikal

secara

secara rutin selama minimal 2

minimal

minggu dengan dosis 1-2 kali

minggu

sehari sehabis mandi.

yang tepat.

Mengedukasi

tentang Pasien dan Pada

pasien

kebiasaan pasien memakai celana


berbahan

ketat

meningkatkan

yang

resiko

dapat

terjadinya

infeksi jamur pada kulit.


Mengedukasi
pasien

tentang

dalam sehabis BAK maupun BAB.


Mengedukasi
pasien
tentang
makanan bergizi yang diperlukan

menghitung

kebutuhan

kunjungan

kebiasaan

pasien

ke rumah

memakai
ketat

selama
dengan

dapat

keluarga

teratur
dosis

mengganti

pasien
celana

dengan

dalam
berbahan

celana

yang

berbahan longgar.

pentingnya penggantian pakaian

selama kehamilan.
Mengajarkan
pasien

saat Pasien

Pasien

untuk
kalori

mau

penggantian

melaksanakan
pakaian

dalam

sehabis BAK maupun BAB


Pasien dapat menjalankan pola
makan

Pasien bersedia

yang

baik

dengan anjuran dokter.

sesuai

Pasien
bersedia

sehari-hari sehingga pasien dapat


merencanakan pola makan seharihari

sesuai

dengan

kebutuhan

kalori.
Aspek
Psikososial
Keluarga

Mengedukasi suami dan keluarga Pasien dan Pada saat Keluarga


mendampingi dan keluarga

pasien agar

mengingatkan pasien untuk berobat pasien


ke dokter dan periksa kesehatan

kepada

menjelang

ke rumah

mendampingi

kepada

pasien
pasien

Pasien

dan

keluarga

ketika

bersedia

untuk

berkumpul

bersama dengan keluarga.


Suami dapat menjadi suami
siaga ketika menjelang proses

suami pasien untuk menjadi suami


ketika

lebih

luang

dapat selalu memperhatikan pasien

siaga

kunjungan

perhatian

kontrol berobat.
Suami dapat memberikan waktu

dan kehamilan secara rutin.


Mengingatkan suami dan keluarga
dan kehamilannya.
Memberikan pandangan

memberi

persalinan pasien.

waktu

persalinan.
Aspek
Fungsional

Mengurangi

aktivitas

sehari-hari

Pasien

Puskesmas Aktivitas pasien dapat seperti

dengan meminta tolong orang lain

dahulu dapat tetap dilakukan

untuk

dan kehamilan pasien terjaga

membantu

pekerjaan

Pasien
bersedia

dan

rumahnya.
Mengingatkan pasien agar istirahat
yang cukup setiap harinya.
Melakukan olahraga ringan seperti
jalan sehat ataupun senam hamil.

dengan baik.

F. Prognosis
1. Ad vitam
2. Ad sanationam
3. Ad fungtionam

: ad bonam
: ad bonam
: ad bonam

Lampiran 1
CONTOH MENU SEHARI UNTUK IBU HAMIL TRIMESTER III
WAKT
U

MENU
Nasi
Ikan Bakar Mujaer

PAGI

Tempe Goreng
Bening Bayam
Buah
Kacang Hijau

SNACK
Talam Mutiar

Nasi

SIANG

Sup Daging Sapi

Jus Alpukat

SNACK

MALA
M

Es Pisang Ijo

Nasi Bakar Hati


Ayam
Ayam goreng
Lengkuas
Pepes Tahu

BERA
T (gr)

ENER
GI
(kkal)

Beras giling
masak
Ikan mujaer
Kecap Manis
Tempe
Minyak
Bayam merah
Wortel
Jeruk Medan

200
100
10
50
5
100
10
100

Kacang hijau
Gula pasir
Tepung beras
Tepung Terigu
Gula pasir

PROTEI
N (gr)

LEMA
K (gr)

356
112
4,6
70,5
45
51
4,2
45

4,2
17
0,57
9

90

4,6
0,12
0,9

0,2
4,5
0,13
2
5
0,5
0,03
0,2

25
10
20
20
10

86,25
36,4
72,4
73
36,4

5,55

0,3

1,4
1,78

0,1
0,26

15,
14
16
15,
14

Beras giling
masak
Daging sapi
Wortel
Buncis
Kacang merah
Daun bawang
Alpukat
Gula

200
50
50
50
25
10
100
10

356
100,5
21
17,5
84
2,9
85
36,4

4,2
4,7
0,6
1,2
5,77
0,13
0,9

0,2
3,5
0,15
0,1
0,42
0,07
6,5

Pisang
Tepung beras
SKM
Sirup

100
20
25
20

99
71,3
16
42,6

2
2,53
1,07

0,2
0,39
0,57

38
137
1,6
11

Beras giling
masak
Hati Ayam
Ayam
Minyak
Tahu
Jamur

200
10
50
10
50
20

356
30,2
151
90
32
25,6

4,2
1,82
9,1

0,2
2,5
12,5
5
2,3
0,18

90

BAHAN

3,9
3,2

KH
(g

0,
6,3

0,9
11

90

4,6
3,8
14,
0,5
7,
14

1,
12,

Brokoli
Kembang Kol
Cap Cay
Sawi
Wortel
Minyak
Buah
Semangka
TOTAL

20
20
20
20
5
100

5
4,4
8,4
45
28
2700,55

0,48
0,47
0,24
0,5
92,13

0,04
0,06
0,06
2,5
0,2
50,86

0,9
0,
1,8

6,
623