Anda di halaman 1dari 7

BAB I

PENDAHULUAN
ABSTRAK
Konstruksi Sheet Pile merupakan salah satu konstruksi yang banyak digunakan
dalam penanggulangan kelongsoran lereng atau timbunan terutama berkaitan
dengan area yang terbatas dan atau kondisi-kondisi yang membutuhkan lereng yang
tegak. Salah satu kondisi yang sering menggunakan konstruksi Sheet Pile sebagai
dinding penahan adalah pada tebing-tebing kali atau sungai seperti pada studi kasus
yang digunakan dalam penulisan makalah ini akan membahas dan menyajikan factor
factor penyebab runtuhnya Sheet Pile baik secara perencanaan maupun pelaksanaan.
Makalah ini akan menggunakan proyek Normalisasi Kali Ciliwung Jakarta sebagai
studi kasus, dimana telah terjadi robohnya dinding penahan tanah yang seharusnya
tidak terjadi. Tujuan utama dari studi ini adalah untuk menganalisis permasalahan
yang terjadi dan metode penanggulangan yang paling efektif dan tepat guna terhadap
permasalahan yang timbul di lapangan.
1.1 Latar Belakang
Banjir kanal adalah saluran air yang didesain agar air tidak melewati tengah
kota, tetapi pingggiran kota. Oleh sebab itu kami mengambil studi kasus proyek
normalisasi

sungai Ciliwung sebagai contoh dari banjir kanal. Banjir kanal

merupakan gagasan Prof H van Breen dari Burgelijke Openbare Werken(BOW), cikal
bakal Departemen PU, yang dirilis tahun 1920. Studi ini dilakukan setelah banjir
besar melanda Jakarta dua tahun sebelumnya. Berbagai cara ditempuh pemerintah
untuk menanggulangi Jakarta dari banjir, salah satunya adalah pembangunan kanal
banjir. Secara umum banjir kanal terbagi 2 yaitu Banjir Kanal Barat (BKB) dan Banjir
Kanal Timur (BKT).
Inti konsep ini adalah pengendalian aliran air dari hulu sungai dan mengatur
volume air yang masuk ke kota Jakarta. Termasuk juga disarankan adalah
penimbunan daerah-daerah rendah.
Salah satu upaya penting dalam penanganan banjir adalah pembangunan banjir
kanal barat sebagai langkah awal dalam menyalurkan limpahan air dari sungai
Ciliwung ke laut.

Melihat keadaan sungai yang dalam dan mengingat faktor lingkungan di


wilayah Jakarta yang padat penduduk, maka dibuatlah tanggul penahan tanah di kiri
dan kanan sisi sungai. Keterbatasan lahan yang ada di sekitar lingkungan banjir kanal
barat membuat pembangunan tanggul penahan tanah yang seharusnya dibuat dengan
jenis dinding gravitasi disesuaikan menjadi sheet pile. Dimana dalam proses
pelaksanaannya, faktor yang terpenting adalah memperhitungkan kedalaman
pemancangan.
Penyebab utama kegagalan pondasi jenis ini adalah akibat gerusan pada
bagian bawah struktur dan beban lateral serta vertikal yang tidak diperhitungkan
secara rinci.
1.2 Permasalahan
Berdasarkan uraian diatas maka permasalahan dari penelitian ini adalah
apakah penyebab kegagalan/robohnya dinding penahan tanah terutama pada kasus ini
proyek normalisasi kali Ciliwung.

1.3 Tujuan
Mengetahui faktor faktor yang menyebabkan robohnya dinding sheet pile
pada proyek normalisasi kali Ciliwung.

BAB II
2

PEMBAHASAN

1.1 Dasar Teori


Pondasi bangunan adalah konstruksi yang paling terpenting pada suatu
bangunan. Karena pondasi berfungsi sebagai penahan seluruh beban hidup dan beban
mati yang berada di atasnya dan gaya-gaya dari luar. Pondasi merupakan bagian
bawah (sub structure) yang berfungsi meneruskan beban menuju lapisan tanah
pendukung dibawahnya. Dalam struktur apapun, beban yang terjadi baik yang
disebabkan oleh berat itu sendiri ataupun akibat beban rencana harus disalurkan ke
dalam suatu lapisan pendukung dalam hal ini adalah tanah yang ada di bawah struktur
tersebut.
Pondasi dalam adalah pondasi yang meneruskan beban bangunan ke tanah
keras atau batu yang terletak relatif jauh dari permukaan. Salah satu jenis pondasi
dalam adalah pondasi tiang pancang (pile foundation).
Pondasi tiang pancang adalah bagian dari struktur yang digunakan untuk
menerima dan mentransfer (menyalurkan) beban dari struktur atas ke tanah penunjang
yang terletak pada kedalaman tertentu. Tiang pancang bentuknya panjang dan
langsing yang menyalurkan beban ke tanah yang lebih dalam. Bahan utama dari tiang
adalah kayu, baja, dan beton. Tiang pancang yang terbuat dari bahan ini akan dipukul,
dibor atau di dongkrak ke dalam tanah dan dihubungkan dengan pile cap (poer).
Tergantung juga pada tipe tanah, material dan karakteristik penyebaran beban tiang
pancang diklasifikasikan berbeda-beda.
Pondasi tiang bertujuan untuk menyalurkan beban pondasi ke tanah keras dan
untuk menahan beban vertikal, lateral, serta beban uplift. Dibandingkan dengan
pondasi lain, metode yang dilakukan pondasi tiang pancang ini tidak membutuhkan
biaya perbaikan tanah setelah pelaksanaannya.

1.2 Faktor Faktor Penyebab Keruntuhan


3

Gambar 1.0 Dinding penahan tanah rubuh


Dari gambar diatas memperlihatkan dimana dinding penahan tersebut diperuntukan
untuk menahan air dari sungai agar tidak meluap ke sisi kanan dan kirinya. Sedangkan yang
terjadi dinding tersebut runtuh ke arah sungai, ini memperlihatkan tidak kuatnya dinding
menahan beban lateral yang bekerja. Faktor factor yang dapat menyebabkan runtuhnya
dinding penahan tersebut yaitu :
1.2.1

Berdasarkan faktor perencanaan


1. Beban vertikal (lalu lintas transportasi, parkir kendaraan, dan kepadatan
penduduk) pada saat pembangunan BKB sampai saat ini bertambah
2. Beban pasif penahan sheet pile (muka air dibawah muka air normal) yang tidak
diperhitungkan
3. Kedalaman pemancangan (Turap harus dipancang melebihi bidang kelongsoran)
4. Tidak adanya jalur air tanah yang keluar sehingga menjadi beban aktif yang ikut
mendorong sheet pile
5. Material sheet pile
6. Daya dukung tanah kurang, sehingga menyebabkan momen geser dan gaya guling
7. Kondisi tanah yang relatif jelek (tanah lempung rawan terhadap longsor)

1.2.2

Berdasarkan faktor pengawasan

1.2.3

Berdasarkan faktor alam


4

1. Bangunan Banjir Kanal Barat yang sudah lama


2. Pergantian musim kemarau dan musim hujan (atau sebaliknya) yang berlangsung tiap
tahun yang mengakibatkan terjadinya pasang surut air sungai dan dapat diketahui
bahwa ketika terjadi perbedaan elevasi muka air kebutuhan turap menjadi semakin
banyak. Hal ini dikarenakan perbedaan muka air mengakibatkan tegangan
hidrostatisnya bekerja. Sehingga dalam perencanaannya faktor surut pasang air harus
di perhitungkan.

BAB III
PENUTUP
3.1 Kesimpulan
Dari hasil penjelasan dan pembahasan terhadap kasus keruntuhan dinding penahan
pada banjir kanal barat, dapat disimpulkan hal-hal berikut, yaitu:
1. Kegagalan dinding penahan diakibatkan kegagalan perencanaan
2. Pengawasan pada saat proses pengerjaan pemancangan
3. Perawatan dan pemeliharaan (maintenance)
3.2 Saran
1. Untuk solusi jangka panjangnya adalah dengan melakukan relokasi jalan dan
pemukiman yang aman dan jauh dari pinggir sungai.
2. Dalam Perencanaan lebih memperhatikan faktor surut air karena berakibat dalam
tekanan yang terjadi pada sheet pile.
3. Memperhatikan kondisi tanah.

DAFTAR PUSTAKA
6

http://berita-lampung.blogspot.co.id/2010/07/proyek-banjir-kanal-timur-tujuan-dan.html
http://rizaldyberbagidata.blogspot.co.id/2012/06/pondasi-tiang-pancang-pile-foundation.html