Anda di halaman 1dari 1

Penyebab Kematian Bayi

Penyebab kematian bayi dapat diketahui bila dilakukan otopsi, dari otopsi tersebut
dapat ditentukan apakah bayi tersebut lahir mati, mati secara alamiah, akibat kecelakaan atau
akibat pembunuhan.
Penyebab kematian alamiah antara lain:
1.
2.
3.
4.
5.
6.

Prematuritas
Kelainan kongenital, misalnya: sifilis, jantung
Perdarahan / taruma lahir
Kelainan bentuk / anotomi, misalnya: anecephalus
Kelainan plasenta, misalnya: plasenta previa
Erythroblastosis foetalis dan lain-lain

Penyebab kematian akibat kecelakaan dapat terjadi di waktu lahir atau sesudah lahir.
Pada waktu proses kelahiran, kematian dapat terjadi karena partus yang lama, prolaps tali
pusat, terlilitnya tali pusat. Beberapa saat sebelum dilahirkan, misalnya: trauma pada perut
ibu hamil akibat tersepak, jatuh dari tempat yang tinggi, dan lain-lain.
Kematian yang diakibatkan oleh tindakan kriminal atau pembunuhan, dilakukan dengan
mempergunakan kekerasan atau memberi racun terhadap bayi tersebut. Cara yang digunakan
untuk membunuh anak antara lain :
1. Pembekapan, menutup hidung dan mulut dengan telapak tangan, menekan dengan
bantal, selimut dan lain-lain.
2. Penekanan dada, sehingga mengganggu pergerakan pernafasan.
3. Dengan menjerat leher bayi (strangulasi). Kadang-kadang dengan memakai tali pusat.
4. Dengan menenggelamkan bayi.
5. Menusuk fontanella, epicanthus mata, ubun-ubun besar, ubun-ubun kecil, jantung,
sumsum tulang dengan menggunakan jarum atau peniti.
6. Memukul kepala bayi atau melintir kepala bayi.
7. Memberi obat-obatan, seperti: opium, arsen dan lain-lain misalnya dengan
mengoleskan opium disekitar putting susu, lalu diisap oleh bayi tersebut.
8. Begitu bayi lahir, dibungkus dan dimasukkan ke dalam kotak kemudian dibuang.
Cara atau metode yang banyak dijumpai untuk melakukan tindakan pembunuhan anak
adalah cara atau metode yang menimbulkan mati lemas (asfiksia) seperti : penjeratan,
pencekikan dan pembekapan serta pembenaman ke dalam air. Adapun cara atau metode yang
lain seperti menusuk atau memotong serta melakukan kekerasan dengan benda tumpul relatif
lebih jarang dijumpai.