Anda di halaman 1dari 16

* PENGUKURAN

KUALITITATIF &
KUANTITATIF
BAGUS FEBRIANTO LEGOWO
130741607064
METODE PENELITIAN ILMU SOSIAL
METODOLOGI PENELITIAN SOSIAL:
PENDEKATAN KUALITATIF DAN KUANTITATIF
W. LAWRENCE NEUMAN

* Dalam penelitian selalu erat hubungannya

dengan pengukuran.
* Pengukuran berguna dlm menjembatani ide2
dlm benak dgn realitas yang ada agar terlihat.
* Dunia sosial karakteristiknya berbeda dgn dunia
alam sehingga diperlukan berbagai pengukuran.

*Perlunya Pengukuran

Hal
Penentuan waktu

Kuantitatif

Kualitatif

Berpikir mengenai variabel & mengubahnya

Tidak ada

menjadi tindakan spesifik selama tahap

Mengukur sewaktu dlm fase pengukuran

perencanaan yg dilakukan sebelum & terpisah


dgn pengumpulan atau analisis data
Keterlibatan data

Menghasilkan data dlm bentuk angka, dgn

Menghasilkan data kadang2 berbentuk

cara deduktif, dari abstrak menjadi teknik

angka, lebih sering kata2 tertulis atau lisan,

pengumpulan data (numerik). Karakteristik

tindakan, bunyi, simbol, beda fisik, & gambar

data dlm format standar & ringkas

visual. Karakteristik data produktif, beragam,


& tidak standar

Cara menghubungkan konsep

Merenungkan & merefleksikan konsep

Merenungkan konsep sebelum pengumpulan

dengan data

sebelum mengumpulkan data, yg kemudian

data, akan tetapi lebih sering konsep

diolah & dipertimbangkan keseluruh konsep

digunakan selama atau setelah proses

tsb

pengumpulan data, sehingga secara simultan


memunculkan ide-ide baru untuk
memberikan arahan dan pengukuran baru

* Pengukuran Kuantitatif &

Kualitatif

* Di dalam pengukuran terdapat dua proses utama yakni

konseptualisasi dan operasionalisasi.


* Konseptualisasi mengacu pada upaya mengambil gagasan
konstruk abstrak dan menyempurnakannya dengan memberikan
definisi konseptual atau teoretis.
* Konseptualisasi diperlukan peneliti untuk membangun proses
berpikir melalui berbagai kemungkinan arti atau konstruk.
* Operasionalisasi yang menautkan definisi konseptual dengan
seperangkat teknik atau prosedur pengukuran.
* Operasionalisasi bertujuan untuk menghubungan bahasa teori
dengan bahasa ukuran empiris, yang mana teori merupakan hal
abstrak sedangkan ukuran empiris merupakan situasi nyata dan
peristiwa aktual.

*Proses Pengukuran

* Pengukuran kuantitatif menghasilkan urutan langsung: pertama


konseptualisasi, berikutnya operasionalisasi, dan kemudian
penerapan dari definisi operasional atau pengumpulan data.
* Ada tiga tingkatan yang harus diperhatikan dalam pengukuran:
Pertama, bagaimana mengkonseptualisasikan variabel,
memberikan definisi konseptual yang jelas.
Kedua,
bagaimana merasionalkan dan mengembangkan definisi
operasional atau seperangkat indikator untuk itu. Ketiga,
bagaimana menerapkan indikator untuk mengumpulkan data
dan menguji hipotesis empiris.

* Konseptualisasi &

Operasionalisasi Kuantitatif

* Konseptualisasi. Dalam penelitian kualitatif kita tidak

menyempurnakan ide-ide abstrak menjadi teoritis pada awal


proses penelitian, melainkan menyempurnakan ide-ide
mendasar selama pengumpulan data & proses analisis.
* Operasionalisasi. Dalam penelitian kualitatif operasionalisasi
sering mendahului konseptualisasi dan memberikan gambaran
deduktif. Sehingga kita dapat membuat definisi konseptual
yang belum sempurna sementara kita melakukan observasi atau
pengumpulan data.
* Dalam penelitian kualitatif, ide dan bukti saling bergantung.
Hal ini berlaku khusus untuk analisis studi kasus. Peneliti
menyusun data & menerapkan ide secara bersamaan untuk
membuat atau menentukan kasus (casing).

* Konseptualisasi &

Operasionalisasi Kualititatif

*Reliabilitas dan validitas diperlukan untuk membantu

menetapkan kebenaran, kredibilitas, atau kemampuan


dipercaya dari temuan. Hal ini dikarenakan konstruk
biasanya bersifat ambigu, menyebar, & tidak bisa diamati.
*Reliabilitas berarti kemampuan untuk diandalkan atau
konsistensi. Hal ini menunjukkan bahwa hal yang sama
diulang atau terjadi lagi dalam kondisi yg identik atau sangat
mirip.
*Validitas menunjukkan kebenaran. Hal ini mengacu pada
seberapa baik sebuah ide sesuai dengan realitas aktual.

*Reliabilitas & Validitas

* Reliabilitas. Reliabilitas pengukuran berarti bahwa hasil

numerik yang dihasilkan oleh indikator tidak bervariasi karena


karakteristik dari proses pengukuran atau instrumen
pengukuran itu sendiri.
* Ada tiga jenis reliabilitas:
1) Reliabilitas stabil. Untuk menjawab, apakah ukuran
memberikan jawaban yang sama apabila diterapkan dalam
kurun waktu yang berbeda?
2) Reliabilitas terwakili. Untuk menjawab, apakah indikatornya
memberikan jawaban yang sama bila diterapkan untuk
kelompok yang berbeda?
3) Reliabilitas seimbang. Untuk menjawab, apakah ukuran
tersebut memberikan hasil yang konsisten dalam seluruh
indikator yang berbeda?

* Reliabilitas & Validitas dalam

Penelitian Kuantitatif

*Cara Meningkatkan Reliabilitas. Meningkatkan reliabilitas

dapat melalui 4 hal, yakni: 1) mengkonseptualisasikan


konstruk secara jelas, 2) menggunakan tingkat pengukuran
yang tepat, 3) menggunakan indikator majemuk, 4)
menggunakan uji perintis.
*Validitas. Validitas pengukuran, memberitahu kita seberapa
baik definisi konseptual & operasional bekerja sama satu dgn
yg lain.
*Ada 4 jenis validitas pengukuran, yakni: 1) validitas wajah,2)
validitas konten/isi, 3) validitas kriteria, 4) validitas konstruk

* Reliabilitas & Validitas dalam

Penelitian Kuantitatif

* Penelitian kualitatif mencakup prinsip dari reliabilitas dan

validitas. Tetapi akan kita jarang temui karena menggunakan


prinsip yang berbeda.
* Reliabilitas. Pada intinya reliabilitas berarti kemampuan untuk
diandalkan atau konsistensi. Berbagai hasil sumber data perlu
dipertimbangkan hal ini yang terkadang menghasilkan temuan
berbeda.
* Validitas. Memiliki arti kebenaran. Dalam penelitian kualitatif
lebih tertarik mencari keotentikan dibandingkan mewujudkan
kebenaran versi tunggal.
* Hubungan antara Reliabilitas dan Validitas. Kedua kriteria ini
diperlukan tetapi tidak mudah untuk dicapai. Terkadang suatu
ukuran telah dikatakan reliabilitas tetapi itu belum tentu dengan
validitasnya. Keduanya saling melengkapi tetapi pada suatu kasus
tertentu mereka saling bertentangan.

* Reliabilitas & Validitas dalam

Penelitian Kualitatif

*Penggunaan Lain dari Kata Dapat Diandalkan dan Valid.

Seringkali sebuah kata menghasilkan makna ganda, begitu


juga pada reliabilitas dan validitas.

* Reliabilitas & Validitas dalam

Penelitian Kualitatif

Tingkat Pengukuran

*Tingkat pengukuran mempengaruhi seberapa banyak kita bisa

belajar ketika kita mengukur fitur dari dunia sosial dan


membatasi jenis indikator yg dapat digunakan ketika kita
mencoba untuk menangkap perincian empiris mengenai suatu
konstruk.
*Variabel Kontinu dan Diskret. Variabel kontinu berisi
sejumlah besar nilai atau atribut yang mengalir di sepanjang
kontinum. Variabel diskret memiliki seperangkat nilai atau
atribut variabel yg terpisah yang relatif tetap.

*Pedoman Untuk

Pengukuran Kuantitatif

*Membedakan antara Keempat Tingkat.


Pengukuran tingkat nominal menunjukkan bahwa ada
perbedaan antar kategori (misal: agama, ras keturunan).
Pengukuran tingkat ordinal menunjukkan perbedaan dan
memungkinkan kita untuk memeringkatkan urutan kategori
(misal: huruf, pendapatan).
Pengukuran tingkat interval melakukan semuanya yang
dilakukan kedua pengukuran pertama dan memungkinkan kita
menentukan jumlah jarak antar kategori (misal: suhu
Fahrenheit & Celcius, nilai IQ).
Pengukuran tingkat rasio melakukan segala sesuatu yang
dilakukan tingkat pengukuran lain dan pengukuran ini
memiliki nilai nol yang sebenarnya (misal: pendapatan uang).

*Pedoman Untuk

Pengukuran Kuantitatif

*Prinsip Pengukuran yang Baik. Untuk mengukur variabel ada

3 yakni: 1) atribut atau kategori dari suatu variabel harus


sama-sama bersifat eksklusif, 2) mereka juga harus bersifat
lengkap/sempurna, dan 3) pengukuran harus unidimensional.

*Pedoman Untuk

Pengukuran Kuantitatif

Pembentukan Indeks

* Ada 3 persoalan yang terlibat ketika kita membuat suatu indeks: 1) bobot item, 2)
data yang hilang, serta 3) penggunaan tingkat dan standarisasi.

Skala

* Skala digunakan untuk mengukur pendapat atau perasaan orang tentang sesuatu,

selain itu membantu proses konseptulisasi dan operasionalisasi.


* Lima skala yang umum digunakan pada dunia sosial, yakni:
1) Penskalaan Likert. Biasanya meminta orang untuk menunjukkan apakah mereka
setuju atau tidak setuju dengan suatu pernyataan.
2) Penskalaan Thurstone. Ini digunakan untuk situasi ketika kita tertarik pada sesuatu
dengan banyak aspek ordinal tetapi ingin ukuran yang menggabungkan semua
informasi ke dalam kontinum tunggal tingkat interval.
3) Skala Jarak Sosial Bogardus. Ini digunakan untuk mengetahui seberapa besar jarak
yang dirasakan anggotanya terhadap suatu target.
4) Diferensiasi Semiatik. Mengukur perasaan subjektif dengan menggunakan berbagai
kata sifat karena orang biasanya mengkomunikasikan evaluasi melalui kata sifat.
5) Penskalaan Guttman. Ini digunakan untuk menentukan ada tidaknya hubungan
terstruktur antara seperangkat indikator.

*Skala & Indeks

*Inti dari pengukuran adalah cara kita mengkonseptualisasikan

atau menyempurnakan dan memperjelas ide-ide menjadi definisi


konseptual dan mengoperasionalkan variabel konseptual menjadi
ukuran tertentu.
*Jalur penelitian kuantitatif menggunakan jalur deduktif,
sedangkan kualitatif menggunakan jalur induktif. Meskipun
berbeda, tetapi keduanya memiliki tujuan yang sama untuk
membangun hubungan yang jelas antara ide-ide abstrak dan data
empiris.
*Selain itu juga membahas reliabilitas (keandalan mengacu pada
ketergantungan ukuran), dan validitas (mengacu pada kebenaran
atau kesesuaian antara konstruk dan data).
*Prinsip-prinsip pengukuran diterapkan dalam studi kuantitatif
untuk membuat indeks dan skala.

*Penutup