Anda di halaman 1dari 10

Pengembangan Rencana Tol Laut

A.

Latar belakang
Dalam pertumbuhan ekonomi dunia, perdagangan melalui pelayaran terus
berkembang. Hampir 90% barang perdagangan di dunia dikirim melalui
pengangkutan jalur laut. Hal ini karena biaya pengangkutan moda
transportasi laut ini lebih murah dan semakin kompetitif. Kondisi ini
semakin mendorong tumbuhnya industri maritim di seluruh dunia dan
berakibat pada kompetisi secara global. ( Sumardi )
Industri pelayaran internasional bertanggung jawab dalam pengangkutan
perdagangan dunia dan mempunyai peran yang sangat penting dalam
ekonomi global. Perdagangan antar benua, transportasi massal bahan
baku dan impor /ekspor makanan dan barang tidak mungkin terjadi tanpa
pengiriman melalui laut. Dengan biaya rendah dan efisien, transportasi
maritim memungkinkan perubahan besar terhadap produksi industri di
dunia terutama di Asia. Dalam beberapa tahun terakhir, terjadi penurunan
ekonomi di beberapa negara besar di dunia, namun ekonomi dunia
diperkirakan akan terus tumbuh .
Kota Medan secara geografis terletak di antara 2 27'-2 47' Lintang Utara
dan 98 35'-98 44' Bujur Timur. Posisi Kota Medan ada di bagian Utara
Propinsi Sumatera Utara dengan topografi miring ke arah Utara dan
berada pada ketinggian tempat 2,5-37,5 m di atas permukaan laut. Luas
wilayah Kota Medan adalah 265,10 km2 secara administratif terdiri dari 21
Kecamatan dan 151 Kelurahan dengan jumlah penduduk 1.899.327 jiwa.
Pelabuhan

laut

berperan

penting

dalam

mendorong

pertumbuhan

perekonomian di suatu wilayah. Pelabuhan laut yang menjadi andalan Kota


Medan adalah Pelabuhan Belawan yang berjarak 26 km dari pusat kota.
Pelabuhan ini tidak hanya berperan penting bagi perekonomian Kota
Medan, namun juga bagi Provinsi Sumatera Utara.

B.

Analisis dan Pembahasan


Pelabuhan adalah
atau danau untuk

sebuah

fasilitas

di

ujung samudera, sungai,

menerima kapal dan

memindahkan barang

kargo maupun penumpang ke dalamnya. Pelabuhan biasanya memiliki


alat-alat yang dirancang khusus untuk memuat dan membongkar muatan
kapal-kapal
disediakan

yang
oleh

berlabuh. Crane dan


pihak

pengelola

gudang

maupun

berpendingin

pihak

swasta

juga
yang

berkepentingan. Sering pula disekitarnya dibangun fasilitas penunjang


1

Pengembangan Rencana Tol Laut


seperti pengalengan dan pemrosesan barang. Peraturan Pemerintah RI
No.69 Tahun 2001 mengatur tentang pelabuhan dan fungsi serta
penyelengaraannya.
Pelabuhan juga dapat di definisikan sebagai daerah perairan yang
terlindung dari gelombang laut dan di lengkapi dengan fasilitas terminal
meliputi :

dermaga, tempat di mana kapal dapat bertambat untuk bongkar

muat barang.
crane, untuk melaksanakan kegiatan bongkar muat barang.

gudang laut (transito), tempat untuk menyimpan muatan dari kapal


atau yang akan di pindah ke kapal.

Pelabuhan juga merupakan suatu pintu gerbang untuk masuk ke suatu


daerah tertentu dan sebagai prasarana penghubung antar daerah, antar
pulau, bahkan antar negara. (Triatmodjo, 2009)

Jenis Pelabuhan (Berdasarkan PP N.69 Tahun 2001)


1. Alamnya
2

Pengembangan Rencana Tol Laut

Pelabuhan

terbuka,

kapal

dapat

merapat

langsung

tanpa

bantuan pintu air,umumnya berupa pelabuhan yang bersifat


tradisional.
Pelabuhan tertutup, kapal masuk harus melalui pintu air
2. Pelayanannya
Pelabuhan
Umum,
diselenggarakan
untuk
kepentingan
masyarakat yang secara teknis dikelola oleh Badan Usaha

Pelabuhan (BUP).
Pelabuhan Khusus,dikelola untuk kepentingan sendiri guna
menunjang

kegiatan

tertentu,

baik

instansi

pemerintah,

seperti TNI AL dan Pemda Dati I/Dati II, maupun badan usaha
swasta seperti, pelabuhan khusus PT BOGASARI yang digunakan
untuk bongkar muat tepung terigu.
3. Lingkup Pelayaran
Pelabuhan Internasional Hub, utama primer yang melayani
nasional dan internasional dalan jumlah besar. dan merupakan

simpul dalam jaringan laut internasional.


Pelabuhan International, utama sekunder

yang

melayani

nasional maupun internasional dalam jumlah besar yang juga

menjadi simpul jaringan transportasi laut internasional.


Pelabuhan Nasional, utama tersier yang melayani nasional dan

internasional dalam jumlah menengah.


Pelabuhan Regional,pelabuhan pengumpan primer ke pelabuhan

utama yang melayani secara nasional.


Pelabuhan Lokal, pelabuhan pengumpan

sekunder

yang

melayani lokal dalam jumlah kecil.


4. Perdagangan Luar Negeri
Pelabuhan Ekspor
Pelabuhan Impor
5. Kapal yang Diperbolehkan Singgah
Pelabuhan Laut, Pelabuhan yang boleh dikunjungi kapal negara

negara sahabat.
Pelabuhan Pantai, pelabuhan yang hanya boleh dikunjungi kapal

nasional.
6. Wilayah Pengawasan Bea Cukai
Custom port, adalah wilayah dalam pengawasan bea cukai.
Free port. adalah wilayah pelabuhan yang bebas diluar pengawasan
bea cukai.
7. Kegiatan Pelayarannya
Pelabuhan Samudra
Pelabuhan Nusantara
Pelabuhan Pelayaran Rakyat
8. Peranannya
3

Pengembangan Rencana Tol Laut

Transito, pelabuhan yang mengerjakan kegiatan transhipment

cargo,.
Ferry, pelabuhan yang mengerjakan kegiatan penyeberangan,.

Sebagai negara kepulauan, peranan pelabuhan sangat vital untuk


kebutuhan

transportasi

dan

perekonomian

Indonesia.

Kehadiran

pelabuhan yang memadai berperan besar dalam menunjang mobilitas


barang dan manusia di negeri ini. Pelabuhan menjadi sarana paling
penting untuk menghubungkan antar pulau maupun antar Negara.
Selat Malaka adalah salah satu selat yang strategis dan paling penting di
dunia karena mendukung sebagian besar perdagangan maritime antara
Eropa dan Asia Pasifik, yang dilalui lebih dari 50.000 kapal per tahun.
Sekitar 30% dari perdagangan dunia, 80% dari impor minyak
Jepang, Korea Selatan dan Taiwan transit melalui Selat Malaka. Selat ini
adalah bagian utama antara lautan Pasifik dan India dengan Selat Sunda
(Indonesia) yang menjadi alternatif terdekat. Selat ini mempunyai panjang
sekitar 800 km dan memiliki lebar antara 50 dan 320 km (2,5 km pada
titik tersempit) dan kedalaman saluran minimal 23 meter (sekitar 70 kaki).
Ini merupakan selat terpanjang di dunia digunakan untuk pelayaran
internasional dan dapat melaluinya sekitar 20 jam. Secara tradisional,
Selat itu merupakan titik bagian penting antara Cina dan India dan dulu
dikontrol oleh kerajaan Jawa dan Malaysia. Dari abad ke-14, wilayah ini
berada di bawah kendali pedagang Arab yang mendirikan beberapa kota
perdagangan, Selat Malaka menjadi pusat komersial yang paling penting
di Asia Tenggara. Sekali lagi, kontrol dari rute perdagangan bergeser ketika
era ekspansi Eropa yang dimulai pada abad ke-16. Pada tahun 1511,
Malaka jatuh ke tangan Portugis dan peristiwa ini menandai awal kontrol
Eropa atas Selat tersebut.
Sebagai daerah yang berada pada pinggiran jalur pelayaran Selat Malaka,
Kota Medan sebagai ibukota Provinsi Sumatera Utara memiliki posisi
strategis. Kota ini menjadi pintu bagi arus penumpang dan juga
perdagangan barang dan jasa, baik perdagangan domestik maupun luar
negeri. Pelabuhan Belawan berfungsi sebagai Gateway, Interface dan Link
yang merupakan pelabuhan ketiga terbesar di Indonesia setelah Tanjung
Priok dan Tanjung Perak sebagai pintu gerbang perekonomian daerah
Sumatera Utara yang merupakan prasarana perhubungan laut, harus siap
4

Pengembangan Rencana Tol Laut


mengantisipasi tuntutan kebutuhan opersional agro industri merupakan
potensi hinterland yang sangat potensial secara geografis sangat strategis
karena terletak di jalur pelayaran International Selat Melaka sehingga
berhubungan langsung dengan aktifitas bisnis antar negara ASEAN
Sarana dan prasarana perhubungan di Kota Medan terdiri dari prasarana
perhubungan darat, laut, udara. Transportasi lainnya adalah kereta api.
Disamping itu juga telah tersedia prasarana listrik, gas, telekomunikasi, air
bersih dan Kawasan Industri Medan (KIM) .

Tol Laut
Tol

Laut merupakan

konsep

pengangkutan

logistik

kelautan

yang

dicetuskan oleh Presiden Republik Indonesia, Joko Widodo. Program ini


bertujuan untuk menghubungkan pelabuhan-pelabuhan besar yang ada di
nusantara. Dengan adanya hubungan antara pelabuhan-pelabuhan laut
ini, maka dapat diciptakan kelancaran distribusi barang hingga ke pelosok.
Rute kapal dalam konsep tol laut tersebut meliputi Aceh, Jakarta,
Surabaya, Nusa Tenggara, Maluku sampai Papua. Jalur tersebut akan
menjadi rute utama, sedangkan distribusi ke kepulauan lain menggunakan
kapal-kapal lebih kecil dibanding dengan armada di jalur utama. kapal
yang melintas di jalur utama tersebut rutin berlayar maka harga
kebutuhan di Papua tidak akan selisih banyak dibanding di Jawa. Paling
mahal selisih harga separuhnya, itupun bila sudah di pedalaman. Namun,
tanpa jalur distribusi yang baik harga pun berlipat-lipat.

Pengembangan Rencana Tol Laut

Bidang Usaha Potensial.


Kota Medan merupakan kota ketiga terbesar di Indonesia, maka seperti
kota besar pada umumnya, Medan memiliki kawasan industri. Untuk
mengantisipasi perkembangan industri dan kebutuhan lokasi berusaha
yang lebih besar, pemerintah kota menyediakan Kawasan Industri Baru
(KIB), yang terletak di Kecamatan Medan Labuhan dengan lahan yang
disediakan 650 Ha, dan masih bisa dikembangkan menjadi 1000 Ha. Untuk
kegiatan industri kecilpun tersedia Perkampungan Industri Kecil (PIK) yang
terletak di Kecamatan Medan Denai. Ada satu kawasan industri di Medan
yaitu Kawasan Industri Medan (KIM) dekat Pelabuhan Belawan. KIM
memiliki luas lahan 514 Ha dan disediakan fasilitas listrik 120 MW. Saat ini
terdapat 86 perusahaan swasta nasional yang menempati lokasi tersebut
berdampingan dengan 17 perusahaan asing.
Ditambah lagi, letaknya yang strategis menghadap Perairan Selat Malaka,
wilayah pelayaran ini merupakan alur pelayaran terpadat di dunia. Selain
itu, juga bertetangga langsung dengan negara-negara maju, seperti
Malaysia dan Singapura.
Sebagai titik temu antar modal transportasi darat dan laut, peranan
pelabuhan

menjadi

perekonomian

sangat

terutama

vital

dalam

mendorong

daerah hinterlandnya.

pertumbuhan

Pelabuhan

menjadi

tempat perpindahan barang dan manusia dalam jumlah massal. Hadirnya


6

Pengembangan Rencana Tol Laut


pelabuhan pada suatu daerah akan lebih menggairahkan perputaran roda
perekonomian, berbagai jenis usaha akan tumbuh mulai dari skala kecil
sampai dengan usaha skala internasional, harga-harga berbagai jenis
produk akan lebih terjangkau mulai dari produksi dalam negeri sampai
dengan luar negeri.
Kehadiran sebuah pelabuhan juga akan membuka cakrawala dalam
membuka peluang usaha baru, membuka ruang-ruang bagi tumbuhnya
produk-produk baru dari potensi daerah. Selama berada di pelabuhan,
tentu para awak kapal akan turun dan melihat keindahan dan keramahan
para penduduk kota-kota yang disinggahinya, berbelanja berbagai jenis
kebutuhan untuk pelayaran selanjutnya.
Sampai saat ini Pelabuhan Belawan telah memiliki fasilitas pelabuhan
penumpang dan barang termasuk terminal peti kemas. Kecenderungan
berkembangnya jasa transportasi lewat laut ini memerlukan suatu fasilitas
tambahan yang lebih memadai. Terbatasnya daya tampung barang di
pelabuhan menuntut suatu pembangunan fasilitas dengan lokasi yang
dekat

dengan

pelabuhan

tetapi

memadai.

Sesuai

dengan

arahan

perkembangan Kota Medan pada masa mendatang perlu dilakukan


investasi pada bidang usaha peti kemas dan pergudangan tersebut.
Kegiatan ekspor dan impor Kabupaten/Kota lain dilakukan di pelabuhan ini
yang dapat dilihat dari aktivitas bongkar.muat barang setiap harinya
Terdapat sepuluh produk yang dijadikan andalan Kota Medan bila dilihat
dari segi pasarnya. Komoditi unggulan ini termasuk produk konsumsi
sederhana, inisialnya perabot rumah tangga dari kayu, anyaman rotan,
alas kaki dan barang hasil konveksi. Adapun komoditi unggulan dar
iindustri kecil makanan inisialnya kopi olahan, sirup markisa, yang dapat di
ekspor melalui pelabuhan Belawan.
Letak Kota Medan memang strategis.Kota ini dilalui Sungai Deli dan Sungai
Babura. Keduanya merupakan jalur lalu lintas perdagangan yang cukup
ramai. Keberadaan Pelabuhan Belawan di jalur Selat Malaka yang cukup
modern sebagai pintu gerbang atau pintu masuk wisatawan dan
perdagangan barang dan jasa baik perdagangan domestik maupun luar
negeri

(ekspor-impor),

menjadikan

Medan

sebagai

pintu

gerbang

Indonesia bagian barat.


Sebagai negara kepulauan, peranan pelabuhan sangat vital untuk
kebutuhan

transportasi

dan

perekonomian

Indonesia.

Kehadiran
7

Pengembangan Rencana Tol Laut


pelabuhan yang memadai berperan besar dalam menunjang mobilitas
barang dan manusia di negeri ini. Pelabuhan menjadi sarana paling
penting untuk menghubungkan antarpulau maupun antarnegara.
Salah satu yang memengaruhi perkembangan pelabuhan adalah jalur
pelayaran internasional yang akan menjadi tempat melintas kapal-kapal
dari berbagai belahan dunia. Kapal-kapal yang datang dari Samudra
Hindia dengan tujuan Asia Timur Jauh akan melintasi wilayah perairan
Indonesia melalui Selat Malaka, Selat Sunda, Selat Lombok, dan Selat
Timor. Sebagian besar kapal tersebut akan melalui Selat Malaka dan Selat
Sunda karena jaraknya yang paling dekat. Sedangkan yang melalui kedua
pintu masuk lainnya tidak terlalu banyak dan umumnya adalah kapalkapal

berukuran

besar

seperti

supertanker.

Menurut

data

di

www.cruisetimetables.com tercatat ada 5 kapal yang akan bersandar di


Pelabuhan Belawan pada tahun 2012 ini, yakni Seabourn Pride tanggal 25
Februari, Seabourn Legend tanggal 1 Maret, Seabourn Pride tanggal 30
Maret, Silver Shadow tanggal 1 April dan Seabourn Pride 21 Desember
2012. Namun pihak PPSA (Pusat Pelayanan Satu Atap) Pelabuhan Belawan
mengatakan informasi yang masuk kepada PPSA baru 3 kapal hingga 30
Maret yaitu Kapal Seabourn Pride. Tercatat kunjungan kapal Pesiar ke
Pelabuhan Belawan Tahun 2011, ada dua kapal yaitu Kapal Clipper
Odyssey tanggal 7 Januari 2011 dengan membawa penumpang sebanyak
120 orang dan MV Minerva tanggal 13 Januari 2011 sebanyak 350 orang.
Melihat hal ini, dapat diindikasikan bahwa kunjungan kapal pesiar pada
tahun 2012 meningkat dari tahun sebelumnya, hingga Bulan Maret saja
sudah ada 3 kapal pesiar yang singgah di Pelabuhan Belawan berarti
melebihi tahun sebelumnya yang hanya 2 kapal pesiar, tambah Azmi.
Meningkatnya kunjungan kapal Pesiar di Pelabuhan Belawan, tentunya
menunjukkan
terhadap

semakin

pelayanan

meningkatnya
Pelabuhan

kepercayaan

Belawan

pengguna

khususnya

di

jasa

terminal

penumpang. Hal ini tentunya akan semakin optimal, jika terminal


penumpang yang saat ini berlokasi di Dermaga Ujung Baru dipindahkan ke
Belawan Lama yang merupakan lokasi Terminal Penumpang Baru sehingga
lebih meningkatkan kenyamanan dan ketertiban penumpang karena tidak
bercampur lagi dengan cargo.
Berikut data pelabuhan belawan :
8

Pengembangan Rencana Tol Laut


Jumlah Kunjungan Kapal

2010

2011

2012

(GRT)
Luar Negeri

7,141,37

6,925,823

8,412,362

Dalam Negeri

1
7,873,85

7,569,871

7,328,872

9
Jumlah penumpang
Turun L.N
Naik L.N
Turun D.N
Naik D.N

2010
5,630
5,576
48,524
67,433

2011
442
442
69,681
80,902

2012
526
526
65,128
81,139

C. Kesimpulan
Sebagai daerah yang berada pada pinggiran jalur pelayaran Selat Malaka,
Kota Medan sebagai ibukota Provinsi Sumatera Utara memiliki posisi
strategis. Kota ini menjadi pintu bagi arus penumpang dan juga
perdagangan barang dan jasa, baik perdagangan domestik maupun luar
negeri. Pelabuhan Belawan berfungsi sebagai Gateway, Interface dan Link
yang merupakan pelabuhan ketiga terbesar di Indonesia setelah Tanjung
Priok dan Tanjung Perak sebagai pintu gerbang perekonomian daerah
Sumatera Utara yang merupakan prasarana perhubungan laut. Sehingga
Pelabuhan Belawan mempunyai peran penting terhadap pertumbuhan
perekonomian

Provinsi

Sumatera

Utara

terutama

daerah hinterland.

Dimana pelabuhan Belawan Ini dapat berperan besar dalam menunjang


mobilitas barang dan manusia di negeri ini. Sehingga pelabuhan Belawan
dalam pengembangan Kawasan Barat Indonesia ini menjadi sarana paling
penting untuk menghubungkan antar pulau maupun antar Negara.
Diharapkan

keberadaan

Pelabuhan

Belawan

ini

dapt

memberikan

pelayanan terhadap masyarakat khususnya Sumatera. pelabuhan belawan


saat ini sudah berkembang dengan didukung adanya Kawasan Industri
Mandiri yang mana bonkar muat dan sebagai tansportasi laut masyarakat.
Pelabuhan belawan sendiri memiliki pealayan skala regional di sumatera
terbukti bahwa Aceh seringkali dalam mengirim hasil Sumber Daya
Alamnya melewati atau melalui pelabuhan belawan.

Pengembangan Rencana Tol Laut


Kebijakan pemerintah tentang pengembangan Tol Laut menjadi bukti
bahwa perlunya pengembangan akan Jalur laut dianggap lebih efisien dan
murah. Sehingga dapat mengurungi ketidak staraan harga karena nilai
kost yang tinggi.

10

Anda mungkin juga menyukai