Anda di halaman 1dari 2

KONSEP METAFORA

Metaphora (kiasan) mengidentifikasi hubungan antara benda dengan objek yang dipandang. Perumpamaan
metaphora adalah yang menggunakan kata-kata seperti atau bagaimana untuk mengungkapkan suatu hubungan
metaphora dan perumpamaan mengidentifikasikan pola hubungan sejajar, sedangkan analogi mengidentifikasi
hubungan kenyataan yang mungkin ditujukan untuk objek.
Hubungan yang terjadi antara dua benda atau lebih yang bersifat abstrak dan dapat mengidentifikasi pola hubungan
tersebut secara sejajar. Metafora menjadi suatu konsep rancangan arsitektur yang yang memberikan keleluasaan
imajinasi bagi arsitek dalam perancangan arsitektur.
Menurut Anthony C. Antoniades (1990) dalam Poetic of Architecture: Theory of Design, mengidentifikasi metafora
arsitektur ke dalam tiga kelompok, yaitu:
a. Metafora abstrak (intangible metaphor)
Rancangan arsitektur yang mengacu kepada hal-hal yang bersifat abstrak dan tidak dapat dibendakan, misalnya:
sosial, budaya, kondisi manusia. Rancangan arsitektur yang menggunakan metafora ini adalah Nagoya City Art
Museum karya Kisho Kurokawa yang membawa unsur sejarah dan budaya didalamnya.
b. Metafora konkrit (tangible metaphor)
Rancangan arsitektur yang mengacu kepada benda-benda nyata dan dapat dirasakan secara visual. Rancangan yang
menggunakan metafora ini adalah Stasiun TGV karya Calatrava yang menerjemahkan bentuk burung terbang
kedalam bangunan.
c. Metafora kombinasi (combined metaphor)
Rancangan arsitektur yang memiliki metafora abstrak dan konkrit didalamnya. Rancangan arsitektur yang
menggunakan metafora ini adalah EX Plaza Indonesia karya Budiman Hendropurnomo yang menjadikan gaya
kinetik pada sebuah mobil sebagai konsepnya, yang diterjemahkan menjadi gubahan masa lima kotak yang miring
sebagai ekspresi gaya kinetik mobil, kolom-kolom penyangganya sebagai ban mobil.
Metafora Gender dalam Arsitektur
Arsitektur dapat menjadi suatu media komunikasi massal, pesan-pesan yang disampaikan ini juga banyak
menyampaikan masalah sosial dalam kehidupan bermasyarakat. Salah satu masalah sosial yang diangkat dalam
arsitektur yaitu gender. Selain makhluk hidup biasa, arsitektur juga terbagi atas dua gender, yaitu gender pria dan
wanita .
A. Gender Pria
Gender ini diwakili oleh bangunan berbentuk kotak-kotak, yang memiliki kesan solid, kuat, dan kaku.
B. Gender Wanita

Gender ini diwakili oleh bangunan berbentuk kurva atau lengkung, yang memiliki kesan dinamis, indah, dan
eksotis.