Anda di halaman 1dari 2

STROKE

Risiko seseorang mengalami stroke adalah 1 diantara 5 perempuan, & 1 diantara 6 laki-laki di dunia.
Setiap 2 detik, terdapat 1 orang di belahan dunia mendapatkan serangan stroke.
Setiap 6 detik, terdapat 1 orang yang meninggal dunia karena stroke.
Setiap 6 detik terdapat 1 orang yang mengalami kecacatan menetap akibat stroke.

Apa itu stroke?


Stroke terjadi ketika aliran darah ke otak terhenti, karena:
1. sumbatan pembuluh darah otak (stroke iskemik), atau
2. pembuluh darah otak pecah mengakibatkan perdarahan otak.
Akibatnya sel-sel otak tidak menerima oksigen dan nutrisi yang mereka butuhkan untuk bekerja
secara normal. Beberapa sel-sel otak menjadi rusak dan mati. Penyebab stroke tidak selalu dapat
diketahui. Gejala setiap stroke berbeda. Gejala tergantung pada daerah otak yang terkena stroke dan
berapa banyak kerusakan sel otak yang terjadi.

Apa saja faktor risiko stroke?


Beberapa faktor yang dapat meningkatkan risiko terjadinya stroke, antara lain:
Tekanan darah tinggi (hipertensi)
Diabetes
Kadar kolesterol darah yang tinggi
Obesitas/kegemukan
Merokok
Konsumsi alkohol
Kurang aktifitas fisik
Pola makan yang mengandung terlalu banyak garam, lemak, dan gula

Bagaimana saya mengetahui jika saya telah mengalami stroke?


Beberapa gejala umum stroke mencakup:
1. tiba-tiba merasa lemah badan pada satu sisi;
2. menjadi lumpuh lengan dan tungkai pada satu sisi;
3. merasa berat untuk bergerak atau tidak dapat bergerak (terjadi pada satu sisi lengan atau
tungkai, satu sisi wajah, atau satu sisi tubuh);
4. sulit berjalan;
5. mendadak gangguan penglihatan;
6. mati rasa di satu sisi tubuh;
7. gangguan keseimbangan, merasa pusing, disertai bicara cadel dan kelemahan satu sisi tubuh
8. gangguan menelan, dan
9. gangguan berbicara (cadel, sulit menemukan kata yang tepat untuk mengatakan yang
diinginkan, atau tidak mampu memahami apa yang dikatakan orang lain).

Apa yang harus saya lakukan jika saya mengalami gejala tersebut?

Apabila Anda menduga bahwa Anda mengalami stroke, segera hubungi layanan darurat medis, atau
segera ke rumah sakit.
Apabila Anda rutin mengkonsumsi obat tertentu, Anda juga harus membawa obat-obat tersebut ke
rumah sakit.

Bagaimana saya akan diperiksa?


Paramedis yang datang ke rumah Anda akan menggunakan panduan pemeriksaan deteksi gejala
stroke yang disebut FAS Test (Face Arm Speech = Wajah Lengan Bicara ) sebelum membawa
Anda ke rumah sakit.

Face (wajah) - Bisakah anda tersenyum? Apakah satu sisi sudut bibir turun?
Arm (lengan) - Dapatkah anda mengangkat kedua lengan? Apakah satu sisi lemah?
Speech (bicara) - Apakah bicara anda tidak jelas, cadel/pelo, atau kacau?
Time (waktu) - Segera hubungi layanan darurat medis
29 Oktober Hari Stroke Sedunia

SMF Saraf RS Islam Jakarta Pondok Kopi

Bagaimana saya dapat membantu diri saya sendiri?


Bersama-sama dengan terapi farmakologis (obat), terdapat beberapa perubahan gaya hidup yang
dapat membantu menurunkan risiko stroke berulang.

Perubahan gaya hidup:

1. Pola makan yang sehat
a. Makan lebih sedikit lemak jenuh (misal: produk susu dan daging)
b. Makan dua porsi ikan setiap minggu (salah satunya harus ikan berminyak, missal: makarel,
tuna atau salmon)
c. Makan lebih sedikit garam
d. Makan lebih banyak buah dan sayuran (setidaknya lima porsi sehari)
Belum ada bukti bahwa mengkonsumsi vitamin atau suplemen makanan tertentu
dapat membantu mencegah stroke berulang.
Contoh pengaturan makanan yang lebih banyak buah dan sayuran (setidaknya lima
porsi sehari):
Sarapan
Sarapan sereal dengan dua sendok aprikot kering atau buah kering lain dan susu
semi-skim atau skim (1 porsi), dan segelas jus jeruk (1 porsi)
Makan siang
Sandwich roti gandum, dengan wortel, tomat atau salad (1 porsi), dan minuman
yang terbuat dari buah segar dan yoghurt rendah lemak atau susu (1 porsi)
Camilan
Buah apel atau pisang (1 porsi)
Menu Utama
Beberapa potongan brokoli dan sesendok wortel sebagai bagian dari makanan
Anda (2 porsi), dan segenggam stroberi dengan yoghurt rendah lemak atau es krim (1
porsi)

2. Jaga berat badan yang ideal
3. Berhenti merokok
4. Olah raga
a. Setiap kenaikan jumlah latihan aktifitas fisik yang Anda lakukan, akan sangat membantu.
Hal ini dapat membuat Anda merasa lebih baik secara fisik dan emosional, dan dapat
membantu untuk menurunkan risiko sakit jantung dan stroke berulang. Apa dan berapa
banyak yang dapat Anda lakukan tergantung pada kemampuan Anda.
b. Anda harus beraktifitas fisik aktif selama setidaknya 30 menit sehari. Hal ini dapat dibagi
menjadi tiga bagian (@ 10 menit) atau dua bagian (@ 15 menit).
c. Diskusikan berapa banyak latihan dan jenis latihan yang terbaik untuk Anda dengan tenaga
kesehatan.

Ingat tanda-tanda kemungkinan Stroke:


Face (wajah) - Bisakah anda tersenyum? Apakah satu sisi sudut bibir turun?
Arm (lengan) - Dapatkah anda mengangkat kedua lengan? Apakah satu sisi lemah?
Speech (bicara) - Apakah bicara anda tidak jelas, cadel/pelo, atau kacau?
Time (waktu) - Segera hubungi layanan darurat medis
29 Oktober Hari Stroke Sedunia

SMF Saraf RS Islam Jakarta Pondok Kopi