Anda di halaman 1dari 5

10/21/2015

Filsafat
Pandangan hidup seseorang atau kelompok
orang yang merupakan konsep dasar
mengenai hidup yang dicita-citakan.
Filsafat hasil akal seseorang manusia yang
mencari dan memikirkan suatu kebenaran
dengan sedalam-dalamnya (radic).

10/21/2015

ILMU
Dalam prespetif agama ilmu bersumber
dari Allah.
Semua alat deteksi telah diciptakan pada
diri manusia.
Ilmu pengetahuan terbatasi oleh
keterbatasan manusia, terbatas pada
subjek, objek, dan metodologinya sendiri,
oleh karena itu tidak semua masalah dapat
dijawab positif oleh ilmu pengetahuan.

Masalah

Ilmu
pengetahuan

Filsafat

Agama
sebagai sintesis atas
problema asasi ilmu dan
filsafat yang tak terjawab
tuntas bagi manusia

10/21/2015

Namun tidak semua masalah ada jawabannya


dari agama.
1. Soal yang tidak prinsipel ; kendaraan
berjalan di kiri atau kanan dst.
2. Persoalan yang tidak secara tegas di bahas
dalam Al-Quran dan as-Sunnah diserahkan
pada Ijtihad (produk pemikiran manusia yg
tidak bertentangan dengan Al-Quran dan asSunnah.
3. Masalah yang masih misteri karena
keterbatasan akal budi manusia, misalnya roh,
alam gaib, hidup setelah mati, takdir dst.

Filsafat ilmu

Filsafat ilmu merupakan penerusan dari


filsafat pengetahuan. Objek dari filsafat
ilmu yaitu ilmu pengetahuan. Ilmu
pengetahuan berubah menurut
perkembangan zaman sehingga ilmu
pengetahuan lama menjadi pijakan ilmu
pengetahuan baru.

10/21/2015

Filsafat ilmu
Filsafat ilmu merupakan telaah kefilsafatan
yang ingin menjawab pertanyaan
mengenai hakikat ilmu. Filsafat ilmu
merupakan bagian dari filsafat
pengetahuan yang secara spesifik mengkaji
hakikat ilmu, seperti : objek apa yang
ditelaah ilmu? Bagaimana wujud yang
hakiki dari objek itu? Bagaimana hubungan
antara objek tadi dan daya tangkap manusia
yang membuahkan pengetahuan.

Hakikat Kebenaran
1. Kebenaran hakiki, yaitu kebenaran mutlak
yang bersumber dari ALLAH SWT yang
pada tataran tertentu tidak terjangkau oleh
akal manusia yang terbatas dan hanya bisa
diterima dengan keyakinan
2. Kebenaran ilmiah, yaitu kebenaran ilmu
pengetahuan yang disandarkan pada teori
kebenaran dan bukti empiris yang diriset,
ditelaah melalui studi metodologi

10/21/2015

Hakikat Kebenaran
Van Peursen memberikan tiga tahapan pemikiran dan
kebenaran manusia, yakni :
1. Mistis, kebenaran atau kenyataan merupakan
sesuatu yang given. Sesuatu yang mistis dan tak
perlu dipertanyakan, kalau dipertanyakan manusia
tidak akan bisa menjawab berdasarkan ilmu
pengetahuan dan keterbatsan berpikirnya.
2. Ontologis, kebenaran diperoleh melalui riset,
logika, dan empiris.
3. Fungsional, kebenaran dan kenyataan diletakkan
pada fungsi atau relasi kemanfaatannya.

Hakikat Kebenaran Secara Umum


Tiga kriteria kebenaran
1. Koherensi, teori kebenaran yang mendasarkan diri
pada kriteria kebenaran secara konsisten pada
suatu argumentasi, kosisten berarti sistematis dan
dapat dipertanggungjawabkan.
2. Korespondensi, yakni teori kebenaran yang
mendasarkan diri pada kriteria tentang kesesuaian
antara materi yang dikandung dengan suatu
pernyataan, seperti manis, tawar, asin. Artinya
secara teoritis dan empiris terbukti adanya dan tak
terbantahkan.
3. Pragmatis, teori kebenaran yang mendasarkan diri
pada pada kriteria tentang berfungsi atau tidaknya
suatu pernyataan kebenaran dalam lingkup ruang
dan waktu.