Anda di halaman 1dari 25

STATUS

EPILEPTIKUS
Oleh:
Ika Nadia Prajawati
23.57 962 2011
Pembimbing :
dr. R. Mahesa
Suryanagara, Sp.A,
M.Kes
Kepaniteraan Klinik Ilmu Kesehatan Anak
BLUD RSU Kota Banjar
Universitas Muhammadiyah Jakarta
2015

PENDAHULUAN
Dari seluruh kunjungan emergensi, 1%
diantaranya adalah kasus kejang. Kejang
merupakan tanda awal penyakit yang
serius dan dapat berkembang menjadi
status epileptikus.
Hampir 10-12% status epileptikus
merupakan kejang yang pertama kali
dialami bayi dan anak (sering pada usia

KEJANG
KEJANG adalah lepasnya muatan
listrik berlebihan di sel neuron otak
yang terganggu fungsinya akibat
kelainan anatomi, fisiologi, biokimia
atau gabungannya.

PERBEDAAN ANTARA KEJANG


DAN SERANGAN YANG
MENYERUPAI KEJANG

KEJANG

Tidak dapat diprovokasi


Timbul kapan saja dan dimana saja
Dengan tahanan, kejang tidak berhenti
Pada kejang umum, anak tidak sadar
Sering disertai dengan sianosis

MENYERUP
AI KEJANG

Dapat diprovokasi
Timbul pada kondisi tertentu
Dengan tahanan, kejang berhenti
Anak tetap sadar

KLASIFIKASI KEJANG
PARSI
AL

UMUM

Kejang fokal sederhana


Kejang parsial kompleks
Kejang parsial yang menjadi umum

Absence
Mioklonik
Klonik
Tonik
Tonik-Klonik
Atonik

PATOFISIOLO
GI

PENDEKATAN DIAGNOSIS
KEJANG PADA ANAK

KEJANG
DISERTAI
DEMAM
KEJANG

INFEKSI
SSP

EPILEPSI
+
INFEKSI
EKSTRA
KRANIAL

TANPA
DEMAM
EPILEPSI

TUMOR

KELAINA
N
METABOL
IK

PEMERIKSAAN
RANGSANG MENINGEAL

Kaku
Kuduk
Kernig
Sign
Burdzinski
Sign

PEMERIKSAAN
PENUNJANG

Darah perifer lengkap, dan


kultur darah
Glukosa, kalsium, natrium,
kalium, dan magnesium serum
Kimia darah, skrining zat
toksik
Pungsi lumbal
CT SCAN, MRI, EEG
Analisa gas darah

DIAGNOSIS BANDING INFEKSI


SSP
MENINGITIS
ENSEFALITIS
HERPES
SIMPLEKS

MENINGITIS
BAKTERIAL/
PURULENTA

MENINGITIS
SEROSA
VIRUS

ABSES OTAK

Awitan

Akut

Akut

Kronis

Akut

Akut

Demam

< 7 hari

< 7 hari

> 7 hari

< 7 hari

> 7 hari

Tipe kejang

Fokal / Umum
Singkat /
Lama

Umum
Singkat

Umum
Singkat

Umum
Singkat

Fokal / Umum
Singkat

Kesadaran

Apatis
Somnolen

Apatis
Somnolen

Somnolen
Sopor

Sadar
Apatis

Sadar

Pemulihan

Lama

Cepat

Lama

Cepat

Cepat

Tanda
rangsang
meningeal

++ / -

++ / -

+/-

Tekanan
intracranial

Sangat
meningkat

Meningkat

Sangat
meningkat

Normal

Meningkat

Paresis

+++ / -

+/-

+++

Pungsi
lumbal

Jernih
Normal /
Limfositer

Keruh /
opalesen
Segmenter /
Limfositer

Jernih / Xanto
Limfositer /
Segmen

Jernih
Normal

Kontraindikas
i

Etiologi

Virus HS

Bakteri

Virus

Bakterial

KLINIS/LAB

SEROSA
TUBERKULO
SA

M.

KEJANG
< 5 menit
Sebagian besar berhenti sendiri
>5 menit
Kemungkinan menjadi status epileptikus
Kejang berulang akan memicu kejang
selanjutnya
15 menit
Kejang lama
30 menit
Status epileptikus
60 menit
Status epileptikus refrakter
Perlu perawatan ICU

11

STATUS EPILEPTIKUS
STATUS EPILEPTIKUS adalah bangkitan
kejang yang terjadi terus menerus 30
menit berupa bangkitan fokal/umum,
konvulsi/nonkonvulsi, ATAU dalam 30 menit
terjadi beberapa kali bangkitan tanpa ada
pemulihan kesadaran diantara bangkitan.

KONVULSIF
Tonik klonik
Tonik
Klonik
Mioklonik
NON - KONVULSIF
Absence
UNDETERMINED
Subtle Epileptic
Coma

FOKAL / PARTIAL

UMUM / GENERAL

KLASFIKASI STATUS EPILEPTIKUS

Sederhana
Kompleks

KEADAAN YANG MENDASARI


STATUS EPILEPTIKUS

KEADAAN
AKUT
Ensefalopati
(gangguan
elektrolit)

KEADAAN
KRONIK
Malformasi otak

Ensefalitis

Sindrom neurokutan

Meningitis

Pasca trauma kepala

Perdarahan
intrakranial

Epilepsi

PENATALAKSANAAN
KEJANG & STATUS EPILEPTIKUS
PADA ANAK

PREHOSPIT
AL

Diazepam
mg/kgbb)
<5 kg

rektal

(0,5

: 2,5 mg

5-10 kg : 5 mg
>10 kg

: 10 mg

Pemberian
diazepam
rektal dapat diulang 2x
dengan
interval
5
menit.

HOSPITAL
LINI I

Tanda vital, ABC


Jalur intravena dengan NaCl 0,9%
Diazepam 0,3-0,5 mg/kgBB i.v*
Jika telah didiagnosis status
epileptikus,
Ambil darah untuk pemeriksaan sesuai
indikasi pemberian

diazepam i.v hanya 1 kali,


dilanjutkan LINI II
Diazepam 0,3-0,5 mg/kgBB i.v kec. 1 mg/menit

LINI II

Fenitoin 20 mg/kgBB dalam NaCl 0,9% bolus i.v


lambat kecepatan 1 mg/kgBB/menit, atau 50
mg/menit. Kejang (+) dapat diulang 10 mg/kgBB
12 jam kemudian diberikan
Fenitoin rumatan 4-8
mg/kgBB/hari
dibagi 2 dosis

Fenobarbital 20 mg/kgBB kecepatan <50 mg/menit

12 jam kemudian diberikan

Pemberian
midazolam
Fenobarbital
rumatandilakukan
4-8
di ruang
intensif, atau di ruang
mg/kgBB/hari
rawat inap
pemantauan
dibagi dengan
2 dosis
Midazolam 0,15 mg/kgBB bolus i.v dilanjutkan dengan infus 1-2
TTV.
mikrogram/kgBB/menit, titrasi setiap 15 menit hingga kejang teratasi***
Dihentikan setelah 24 jam bebas

kejang.

Rapi
d
Actin
g

TERAPI SE

Segera beri anti


konvulsan

! Kesalahan yang

sering terjadi
adalah dosis tidak
efektif

OBAT YANG SERING DIGUNAKAN


DALAM PENGHENTAN KEJANG
DIAZEPAM

FENITOIN

PHENOBARBIT
AL

MIDAZOLAM

Dosis
inisial

0,3 0,5
mg/kgBB

20 mg/kgBB

20 mg/kgBB

0,2 mg/kgBB
bolus
0,02 0,1
mg/kgBB drip

Maksimum
dosis awal

10 mg

1000 mg

1000 mg

Dosis
ulangan

5 menit, dapat
diulang 1 kali

Bila kejang
berhenti, kejang
kembali 10
mg/kgBB

Bila kejang
berhenti, kejang
kembali 10
mg/kgBB

10 15 menit

Lama kerja

15 menit 4
jam

Sampai 24 jam

Sampai 24 jam

1 6 jam

Pemberian

IV, rektal

IV perlahan
kecepatan
50mg/menit,
diencerkan

IV atau IM

IV perlahan
kecepatan 0,2
mcg/menit dan
titrasi dengan
infus 0,4 0,6
mcg/kg/menit

Catatan

Dilanjutkan
dengan fenitoin
atau AED

Hindarkan
pengulangan
sebelum 48 jam

Monitor tanda
vital

STATUS
EPILEPTIK
US
REFRAKTE
R

Kejang yang tidak


respons dengan
diazepam, fenitoin
dan fenobarbital
atau kejang yang
berlangsung
selama 60 menit
meskipun sudah
mendapat terapi
adekuat.

PROTOKOL PENGGUNAAN
MIDAZOLAM
PADA SE REFRAKTER
Rawat di PICU, intubasi dan
berikan ventilasi
Midazolam bolus 0,2 mg/kg
(perlahan), kemudian drip 0,02-0,4
mg/kgbb/ jam
Rumatan fenitoin dan fenobarbital
tetap diberikan
Dosis midazolam diturunkan bila
terdapat gangguan kardiovaskuler
Infus di tapering bila 12 jam tidak
terlihat kejang

PROGNOS
IS
Prognosis

tergantung

mendasarinya,lama

pada

dan

penyakit

pengobatan

yang
yang

diberikan.
Angka kematian

3,6% - 11%

(Aicardi 1970,

Maytal 1989)
Kerusakan otak yang permanen 4 30%
Epilepsi 4 40%

E
K

R
A

I
S

M
I

A
H

OBAT ANTI EPILEPSI


OBAT

SEDIAAN

DOSIS

PENGOBATAN

EFEK SAMPING

KARBAMAZEPI
N

Tablet 100mg ;
200 mg ; 400 mg
Sirup 100
mg/5ml

10 25
mg/kgBB/hari
Dibagi 3 dosis

Pilihan pertama
untuk epilepsy
parsial dan
umum tonikklonik. Dapat
memperburuk
bangkitan
mioklonik dan
absens.

Ruam kulit,
sindrom steven
Johnson,
diskrasia darah,
pengelihatan
ganda, nausea,
sakit kepala.

ASAM
VALPROAT

Tablet 100 mg ;
200 mg
Sirup 250mg/5
ml

20 60
mg/kgBB/hari
Dibagi 2 3
dosis

Pilihan pertama
untuk epilepsy
umum tonikklonik, parsial,
dan absens.

Ruam kulit,
gangguan fungsi
hati akut,
pankreatitis
akut, diskrasia
darah, BB dan
nafsu makan ,
sebaiknya tidak
digunakan untuk
usia <2 tahun

ETOSUKSIMID

Kapsul 250 mg

15 35
mg/kgBB/hari
Dibagi 2 dosis

Efektif untuk
epilepsy absens

Nausea, sakit
kepala,dan
mengantuk

KLOBAZAM

Tablet 10 mg

0,25
mg/kgBB/hari
Dibagi 2 dosis

Pilihan kedua
epilepsy umum
tonik-klonik dan

Sedasi,
iritabel, dan
depresi

OBAT ANTI EPILEPSI


OBAT

SEDIAAN

DOSIS

PENGOBATAN

EFEK SAMPING

KLONAZEPAM

Tablet 0,5 mg ; 2
mg

<1 tahun: 0,1


0,3
mg/kgBB/hari
>1 tahun: 0,3
1 mg/kgBB/hari
Dibagi 2 3
dosis

Pilihan kedua
epilepsy umum
tonik-klonik,
parsial,
mioklonik,
sindrom LennoxGastaut,
sindrom West.

Sedasi,
hipereksresi
saluran
respiratori, lesu

TOPIRAMAT

Tablet 25 mg ;
50 mg ; 100 mg
Sprinkle capsule
15 mg ; 25 mg ;
50 mg

69
mg/kgBB/hari
Dibagi 2 dosis

Direkomendasik
an untuk
epilepsy parsial,
umum, dan
mioklonik berat.

BB , sakit
kepala,
mengantuk,
resiko batu ginjal
, flushing

FENOBARBITAL

Tablet 15 mg ;
30 mg ; 60 mg

4-8
mg/kgBB/hari
Dibagi 2 dosis

Efektif untuk
epilepsy umum
tonik-klonik,
parsial, kejang
pada neonatus,
dan status
epileptikus

Ruam kulit,
mengantuk,
sedasi,
hiperaktif,
gangguan
fungsi kognitif
yang menetap
(IQ )

PERUBAHAN FISIOLOGI PADA


KEJANG
<30
MENIT

30
MENIT

60
MENIT

TEKANAN
DARAH

Meningkat

Menurun

Hipotensi

PaO2

Menurun

Menurun

Hipoksia

PaCO2

Meningkat

Meningkat

Hiperkapne
u

CAIRAN
DALAM
PARU

Meningkat

Meningkat

Edema Paru

TEMPERATU
R

Meningkat
1

Meningkat
2

Hiperpireksi
a

Anda mungkin juga menyukai