Anda di halaman 1dari 7

A.

KRITERIA PERANCANGAN LINGKUNGAN


PERKOTAAN MENURUT KEVIN LYNCH

Vitality (Kekuatan)

Vitality (kekuatan) adalah dimensi yang pertama dinyatakan oleh


Kevin Lynch.Vitality jika diterjemahkan dalam bahasa Indonesia berarti
Ketahanan. Maksud pemahaman vitality dalam hal ini adalah tolok ukur
yang menunjang fungsi vital kehidupan, kebutuhan biologis manusia dan
menjaga

kelangsungan

hidup

manusia

dan

lingkungannya.

Dalam

bukunya Kevin Lynch juga menyatakan bahwa kota yang baik itu harus
mampu menyediakan ketercukupan suplai makanan, energi, air, udara
dan pembuangan sampah, dan segala sesuatunya harus selalu tersedia
sepanjang waktu untuk kelangsungan hidup warganya.
Vitality merupakan elemen dimana secara harafiah diartikan sebagai
ketahanan,

atau

dimaksudkan

untuk

menggambarkan

fungsi

vital

kehidupan, kebutuhan dan kelangsungan hidupnya. Kevin Lynch sendiri


menggambarkan
menyediakan

vitalitas

energi,

air,

suatu
udara

kota
dan

itu

adalah

segala

harus

mampu

sesuatunya

bagi

masyarakatnya sepanjang waktu secara sehat dan berkualitas. Vitalitas


sebuah kota sendiri terdiri atas beberapa faktor yakni sustenance (faktor
ketahanan

yang

tercermin

dari

nilai

ketahanan

hidup

manusianya), safety (faktor ketahanan yang terwujud dari keamanan),


danconsonant (faktor ketahanan yang terwujud dari ketergantungan atau
keterikatan antar manusia dengan lingkungan hidup dan elemen fisik lain
disekitarnya). Singkatnya, nilai vitalitas sebuah kota ditentukan dari
pencapaian keberlangsungan hidup yang berkelanjutan bagi masyarakat
kota tersebut.

Citra (Sense)

Dimensi sense dalam terjemahan bahasa Indonesia berarti rasa. Rasa


dalam tolak ukur menentukan kota yang baik berarti mengolah segala
yang ada dalam otak manusia yang merekam, mengenali, mampu
menggambarkan, menceritakan baik peristiwa, benda, fisik lingkungan,
sampai kebudayaan. Setiap orang memiliki kemampuan merasakan yang
berbeda-beda. Kemampuan merinci (identify), mengenali (recognize),
mengingat (recall), menggambarkan (describe) direkam dan diolah pada
memori otak manusia melalui pengalaman, kebiasaan, masa kecil, dan
pengetahuan.
Menurut penjelasan Kevin Lynch tentang dimensi sense ini, bahwa tempat
yang baik adalah tempat yang nyaman bagi orang itu dan budayanya
yang membuat orang itu sadar akan komunitasnya, masa lalunya,
khayalan hidupnya dan dunia dalam waktu dan ruang orang itu berada.
Kemampuan suatu kawasan atau lingkungan dalam memberikan persepsi
pada manusia (sebagai pengamat) akan identitas diri di kawasan atau
lingkungan tersebut. Sense

diartikan sebagai rasa. Namun dalam

pemahaman atas Good City Form, maka sense dapat dipahami sebagai
upaya dalam mengolah segala hal yang dirasakan, dikenali, digambarkan
dan diceritakan baik itu sebagai sebuah benda, fisik lingkungan, peristiwa
hingga kebudayaan. Dikarenakan setiap manusia memiliki kemampuan
yang berbeda dalam merinci (identify), mengenali (recognize), mengingat
(recall) dan menggambarkan (describe), maka hasil sense yang dirasakan
juga akan memiliki nilai yang berbeda satu-sama lain.

Fit (Kesesuaian)

Merupakan ukuran seberapa jauh terdapat kesesuaian pada pola


perilaku. Ini tercermin dari kemampuan adaptasi kawasan atau lingkungan
terhadap dinamika aktifitas kota dengan masyarakat pemakai dari
berbagai lapisan dan golongan.

Fit berati sesuai. Tolak ukur ini digambarkan berdasarkan kondisi


nyaman dan puas bagi ukuran fisik individu untuk bergerak, bertindak,
bertingkah laku pada ruang individu itu berada. Hampir sama dengan
elemen sense. Ukuran suatu tempat pun berbeda bagi orang-orang yang
memiliki

kemampuan

adaptasi

yang

berbeda.

Kevin

Lynch

menggambarkan, tempat yang baik adalah tempat yang nyaman dan


enak digunakan bagi warganya baik orang dewasa, anak kecil, warga
dengan keterbatasan fisik, ibu hamil, orang yang sedang sakit dan lain
sebagainya.

Ukuran yang dapat dipakai untuk menentukan fit atau tidaknya suatu
kondisi adalah bergantung pada tingkat kesesuaian dan keserasian antara
prilaku / aktivitas sehari-hari, baik yang spontan maupun yang terencana,
dengan situasi dan kondisi ruang yang mewadahi aktivitas tersebut.
Kemampuan dalam menserasikan dan mendidik setiap individu untuk
dapat mempergunakan ruang-ruang kota dengan tepat, menjadi sangat
penting dalam perbaikan & pencapaian suatu kondisi yang fit. Lahan
atau ruang kota yang dimanfaatkan tidak sesuai dengan fungsinya,
adalah contoh dari adanya penyimpangan terhadap kriteria ini.

Pencapaian (Accessbility)

Dimensi access artinya pencapaian, Dalam hal ini dimensi accessberarti


kemudahan

pencapaian

ke

suatu

tempat,

pencapaian

informasi,

kemudahan mendapatkan pekerjaan, kemudahan memasuki jenjang


pendidikan.

Kota

terbentuk

karena

hubungan

antar

individu

atau

kelompok untuk mempertahankan hidup. Hubungan ini membentuk


network sebagai wujud elemen fisik akibat interaksi antara yang
membutuhkan dan dibutuhkan. Network dilalui dengan alat transportasi,
informasi dicapai melalui media cetak media audio media visual dan

internet, informasi penunjuk arah dicapai melalui tulisan signboard


maupun sistem audio. Pencapaian berkaitan dengan keterbukaan dan
berarti menerima untuk saling bertukar informasi, bertukar perdagangan,
saling berkomunikasi, mau menerima perbedaan, mampu beradaptasi,
siap menerima hal-hal baru dan bertoleransi terhadap perbedaan, siap
berjauhan dan bepergian.

Pengawasan (Control)

Dimensi control digunakan untk menentukan penilaian baik tidaknya


bentuk kota karena dengan mengontrol berarti menata dan menjaga serta
mengawasi

warga

dan

kegiatan

dan

lingkungannya.

Fungsicontrol berfungsi terkait dengan dimensi vitality untuk menjaga


kelangsungan hidup yang baik dan berkelanjutan.
Merupakan ukuran atau tingkat kemudahan penggunaan dan aksesnya
terhadap

ruang-ruang

dan

aktifitas.

Ini

menyangkut

perancangan,

modifikasi dan pengelolaan terhadap ruang-ruang dan aktifitas yang


digunakan oleh masyarakat.

Diibaratkan suatu tools untuk menata, menjaga dan mengawasi warga


dan lingkungannya, tujuannya adalah tercapainya kehidupan masyarakat
yang baik dan berkelanjutan. Fungsi kontrol dilakukan oleh warga dan
pemerintah kotanya dalam bentuk kebijakan dan strategi tertentu.

Meta

kriteria

yang

menaungi

dimensi-dimensi

tersebut

adalah efficiency yang mengukur dari segi ekonomis dan fungsional, dan
kriteria justice yang melingkupi pengukuran melalui hak dan kepantasan
dan kebutuhan yang tidak timpang dalam hubungan antar warganya.
Intinya, kunci untuk mengembangkan suatu bentuk kota yang baik adalah

dengan mengidentifikasi serangkaian dimensi kinerja, dengan pengertian


bahwa setiap masyarakat akan melihat dan menilai kriteria tersebut
dalam pandangan yang berbeda; maka kelima kriteria, ditambah dua
meta-kriteria dapat digunakan sebagai penguji apakah bentuk kota-kota
eksisting sudah berada pada konsep good city form atau belum.

B. Contoh di Kota Palu

Vitality
- Taman Gor, Taman Kota Vatulemo, Anjungan Teluk Palu
Karena ruang terbuka menyediakan sarana yang sehat untuk
melakukan kegiatan, baik itu kegiatan berolahraga maupun
untuk bersantai atau rekreasi.

Citra (Sense)

Jembatan 4 yang merupakan salah satu citra kota Palu

Fit (kesesuaian)
- Kawasan Perkantoran yang berada di Jln Moh. Yamin dan Jln
Kartini

Sepanjan
Jalan
Muhammad Yamin, merupakan kawasan yang diperuntukkan untuk
kegiatan Pemerintahan

Accesibility (Pencapaian)
-

.
Mall tatura Palu, merupakan salah satu contoh yang ada di kota
palu untuk melakukan kegiatan atau aktivitas untuk
mendapatkan jasa

Pengawasan (Control)
Gerakan Green and Clean sebagai wujud program pemerintah
dalam mencapai kehidupan masyarakat yang peduli terhadap
lingkungan dan kehidupan berkelanjutan.