Anda di halaman 1dari 3

PROSES SEDIMENTASI PADA NEARSHORE

Perubahan bentuk endapan pantai sangat dipengaruhi oleh arus geolombang


yang berlangsung pada daerah tersebut. Proses yang berlangsung biasanya berupa
erosi dan pengendapan material sedimen dari suatu tempat ketempat lain. Hal ini
terus terjadi secara berulang-ulang. Keadaan sedimen yang terbentuk biasanya berupa
endapan yang belum mengalami lithifikasi kecuali endapan-endapan purba yang
berumur lebih tua yang posisinya dibawah endapan yang sekarang.
Material sedimen yang terendapkan dapat berupa:
a. Material yang berasal dari laut itu sendiri
b. Material yang berasal dari darat (terrestrial) yang terbawa oleh sungai biasanya
berupa material yang resisten contohnya kuarsa, litik, mineral berat dan lain-lain.
c. Material yang berasal dari darat yang dibawa oleh angina (eolian), materialnya
berupa material berukuran halus sampai kasar.
Daerah nearshore (dekat pantai) sudah diketahui daerah yang sangat dangkal
dengan pengaruh arus gelombang yang sangat tinggi sehingga kesempatan
sedimentasi sangat kecil karena selalu diganggu oleh arus gelombang tersebut. Secara
umum mekanisme pergerakan arus gelombang dapat dibagi menjadi 2 yaitu
longshore current dan onshore current.
Gambar. 1 Mekanisme pergerakan arus gelombang
Longshore current merupakan arus yang bergerak di sepanjang pantai,

sedangkan onshore current merupakan arus yang bergerak tegak lurus pantai. Apabila
arus berbalik arah tegak lurus menuju kelaut disebut off shore current. Lihat gambar.
1 diatas yang menjelaskan arah pergerakan arus gelombang yang biasanya

dipengaruhi oleh angina. Makanya daerah pantai, garis pantai yang terbentuk jarang
sekali membentuk parallel lurus namun berbentuk berkelok tidak merata, contoh
pantai selatan Jawa. Semakin membentuk cekung kearah darat menunjukkan supplay
arus gelombang konstan didaerah tersebut dengan arus yang cukup tinggi, namun bila
cekungannya kecil hal ini menunjukkan kuat arus gelombang kecil pada daerah
tersebut misal daerah pantai utara Jawa. Pantai selatan dan utara Jawa memiliki
karakter yang berbeda salah satunya dari keadaan arus gelombang, dimana daerah
selatan arus gelombang nya tinggi dikarenakan tidak ada penghalang ditengah laut
(area laut lepas sampai benua atlantik) sedangkan daerah utara Jawa arus gelombang
tidak sebesar yang ada diselatan dikarenakan adanya penyekat paparan laut berupa
pulau Kalimantan, Malaysia, dan lain-lain sehingga delta berkembang sangat baik
pada daerah ini, yang mana supplay sedimen dari darat tidak terganggu (sungai) oleh
arus gelombang.
Secara umum struktur sedimen yang berlangsung pada daerah ini dapat
berupa parallel laminasi berbentuk sejajar perlapisan, cross laminasi berbentuk seperti
ripple yang bermigrasi, wavy (gelombang) berbentuk bergelombang dimana terdapat
sisipan tipis material yang sangat halus akibat jeda pemberhentian pada peralihan arus
naik ke arus turun. Struktur-struktur sedimen ini bisa diidentifikasi dengan baik bila
dilakukan coring dengan menggunakan paralon pada area tersebut. Dan biasanya juga
area ini akan terlihat pengendapan mineral-mineral berat yang sulit untuk tertransport
misal magnetit dan lain-lain yang ditunjukkan fraksi butiran berwarna hitam yang
bersifat magnet.
Arus gelombang bisa diakibatkan oleh angin (wind), runtuhan batuan,
pergerakan struktur geologi maupun aktivitas manusia misal bom yang menghasilkan
arus gelombang. Namun yang biasa terjadi didaerah pantai adalah media angin.
Dampak terhadap bahaya geologi yang terjadi adalah berupa abrasi pantai, erosi terus
menerus yang mengakibatkan garis pantai semakin kedarat hingga ke daerah
pemukiman atau perkebunan mangrove (apabila kondisi arus gelombang tinggi) dan
bahaya terhadap diri sendiri saat bermain didaerah tersebut.