Anda di halaman 1dari 6

1

1. Nama penyakit

: Bibir Sumbing (Cleft Lip)

2. Klinis

: Bibir terbelah sejak lahir, bisa unilateral (satu sisi)


maupun bilateral (dua sisi), komplete (lengkap)
maupun incomplete (tidak lengkap).

3. Diagnosa kerja

: Cleft Lip Unilateral (bilateral) Komplete (incomplete)

4. Pemeriksaan penunjang

: Laboratorium : urin darah rutin, faal hemostasis,


fungsi hati, fungsi ginjal.
X-ray
: Thorax PA

5. Konsultasi

: Bagian Anak
Bagian Anasthesi.

6. Perawatan R.S

: Rawat inap 1 hari sebelum operasi.

7. Tindakan pembedahan

: Pembedahan (rekonstruksi) dengan metode Millard atau


Manchester
Waktu optimum : Rule of ten
: Perdarahan, infeksi, Leakage, Distorsi, Asymetris.

8. Penyulit

Repair sumbing bibir unilateral metode Millard


Dalam general anasthesi, posisi supine, desinfeksi wajah dengan povidone iodine 10%,
persempit lapangan operasi dengan duck steril.
Insisi dibuat pada sudut kanan pinir vermilin ke batas medial sumbing pada titik
pertemuan tinggi Cupidbow. Dari titik ini ke arah superior batas vermilion sumbing
dipotong sedikit. Insisi full thickness ke atas mengikuti lengkung dan posisi philtrum
normal sampai mencapai basisi kolumella. Tanpa melewati philtrum normal, insisi
lengkung sampai kebawah basisi kolumella dan meluas ke arah sisi normal seperlunya
untuk merotasi Cupids bow (flap A) ke bidang horizontal normal.
Alar sisi sumbing ditarik ke atas sehingga terbentuk defek pada basisi kolumella sisi
sumbing yang kemudian diisi oleh fap C. Insisi ke septum membranous lanjutan pinggir
postrior flap C. Flap ini kemudian diundemining untuk keseimbangan kolumella.
Bagian medial flap C disesuaikan dan dijahit ke superior defek yang terjadi akibat rotasi
flap A ke bawah.
Vermilion dipotong sedikit dengan insisi pada sudut kanan pinggir vermilion. Insisi
sulkus gingibillal atas, elemen lateral didiseksi dari maksila. Pada waktu yang sama alar
base sumbing (flap D) dibebaskan dari aperture pyriformis. Diseksi otot oebikularis oris
dengan hati-hati dari subkutan dan submukosa. Flap B diadvansi ke medial dan dijahit
ke bawah flap A. Bibir dijahit 3 lapis : otot, kulit dan mukosa.

Repair sumbing bibir bilateral metode Millard


Dalam general anasthesi, posisi supine, desinfeksi wajah dengan povidone iodine 10%,
lapangan operasi dipersempit dengan duck steril.
Insisi dibuat sesuai garis tebal yang sudah didesign. Insisi sepanjang pinggir vermilion
pada masing-masing elemen lateral termasuk mukokutaneous. Insisi sekitar alar base
sehingga terpisah dari bibir lateral. Vermilion prolabium dibagi 3 flap : 1 flap sentral
dan 2 flap lateral.
Flap bibir lateral dimobilisasi dengan menginsisi sampai ke sulkus gingivobukkal atas
dan menutup row area anterior premaksila. Muskulus orbikularis oris didiseksi dari
elemen lateral untuk menghasilkan 3 lapisan jahitan yang baik. Bibir lateral diadvansi
ke midline dan dijahit 2 lapis : mukosa dan otot di belakang flap prolabium yang
diangkat.
Prolabium dijahit ke pinggir kulit bibir lateral. Flap vermilion lateral yang ditransposisi
dijahit bersama di midline di bawah prolabium.

Repair sumbing bibir bilateral metode Manchester


Dalam general anashesi, posisi supine desinfeksi wajah dengan povidone iodine 10%,
lapangan operasi dipersempit dengan duck steril.
Cupids bow, basisi kolumella dan vermilion ditandai. Prolabium vermilion dieksisi ke
bawah ke arah bakal Cupid,s bow.
Prolabium vermilion didiseksi pada bagian lipatan dari arah belakang ke depan.
Flap vermilion dijahit satu sama lain di belakang prolabium.
Kedua sisi prolabial vermilion dipotong sedikit.
Bila fullness bagian sentral diperlukan, mukosa dapat dicukur dari kedua sayap
kemudian kedua sisi dilipat di belakang.

1. Nama penyakit

: Cleft Palate (Sumbing langit-langit)

2. Klinis

: Langit-langit terbelah sejak lahir.


Komplete
: palatum molle dan palatum durum terbelah
Inkomplete : Rongga palatum molle yang terbelah.

3. Diagnosa kerja

: Cleft Palate komplete (incomplete).

4. Pemeriksaan penunjang

: Laboratorium : urin darah rutin, faal hemostasis,


fungsi hati, fungsi ginjal.
X-ray
: Thorax PA

5. Konsultasi

: Bagian Anak
Bagian Anasthesi.

6. Tindakan pembedahan

: Operasi rekonstruksi (palatoplasty) dianjurkan pada


usia 2 tahun saat dimana anak mulai belajar bicara.

7. Rawat R.S
8. Penyulit

: Rawat inap 1 hari sebelum operasi.


: Perdarahan, infeksi, fistel, operasi tidak sempurna.

Repair sumbing langit-langit komplete metode Von Langenbeck


Dalam general anashesi, posisi supine desinfeksi daerah oral dengan povidone iodine
10%, persempit dengan duck steril.
Gunakan Dingman atau Jennings mouth gag atau retractor pipi, lidah ditekan dan
didorong ke depan dengan benang silk 2-0. insisi melalui mukosa dan periosteum mulai
dari medial pinggir alveolar sampai ke posterior alveolar, insisi melengkung ke lateral
ke arah posterior melalui bidang uvula.
Dengan menggunakan nasal freer flap mukoperiosteal dinaikkan dari palatum keras.
Disebelah anterior sekitar pinggir anterior sumbing dan medial terhadap pinggir
sumbing dan tidak merusak mukosa pinggir sumbing. Mobilisasi dilanjutkan ke arah
posterior untuk mengekspose otot tensor veli palatini. Preservasi pembuluh darah
palatine posterior.
Mobilisasi posterior palatum lunak dengan mengekspose otot pterygoid interna dan
tendon dan membuka lebar daerah medial kedalamnya.
Setelah hamulus tercapai, dengan oestetome hamulus dipatahkan untuk melepaskan
tegangan pada otot tensor veli palatini.
Dengan stay suture Dermalon 5-0 melalui uvula, dibuat insisi sepanjang sisi medial
sumbing.

Sepanjang pinggir langit-langit keras, 2 lapisan terbentuk, mukosa oral dan nasal.
Sepanjang pinggir langit-langit lunak 3 lapisan terbentuk, mukosa oral dan nasal serta
lapisan otot di tengah.
1. Nama penyakit
: Luka bakar
2. Klinis

: Pain, eritema, bulla, krusta, eschar

3. Diagnosa kerja

: Berdasarkan :
Etiologi
Grade
Luas
Lokasi

4. Pemeriksaan penunjang

: Laboratorium : Drah urin lengkap, elektrolit,


Ureum/ Creatinin, AGDA

5. Konsultasi

: Kardiologi (EKG)
Penyakit dalam (Curling ulcer)
Anasthesi (debridemen)
Fisioterapi (rehabilitasi)

6. Perawatan R. S

: Rawat jalan : luka bakar grade I


luka bakar grade II (anak < 15%,
dewasa < 20%)
Rawat inap : luka bakar grade II (anak > 15%,
dewasa > 20%)
luka bakar grade III

7. Tindakan

: Jalan nafas harus diperhatikan


Resusitasi cairan dengan cairan ringer laktat sesuai
rumus Baxter :
Anak
: % x 2 x BB (cc)
Dewasa
: % x 4 x BB (cc)
kebutuhan 8 jam I, sisanya 16 jam II
Perhatikan produksi urin setiap jam
Perawatan luka dengan krim silver sulfadiasine
Rehabilitasi

8. Penyulit

: Fase awal
Fase lanjut

: kegagalan mempertahankan jalan nafas.


: Infeksi, sepsis, tetanus, kontraktur, scar,
keloid.

9. Lama rawatan

: Tergantung : luas, grade, usia, keadaan umum pasien.

1. Nama penyakit

: Trauma maxillofacial.

2. Klinis

: maloklusi, diplopia, hematom, ecchymosis, lacerasi.

3. Diagnosa kerja

: Sesuai keadaan klinis dan X-ray.


Fraktur maksila : Le fort I, II, III
Fraktur mandibula : Klass I, II, III

4. Pemeriksaan penunjang

: Laboratorium : urin darah rutin


X-ray
: Schedel AP/L/Obl
Panoramic View
CT Scanning

5. Konsultasi

: Bagian anasthesi

6. Perawatan R. S

: Rawat inap.

7. Tindakan

: ORIF, IMF segera atau menunggu 10 hari kemudian setelah


fase edema hilang.
Cedera jaringan lunak : rekonstruksi (flap/ graft)

8. Penyulit

: Perdarahan, hematom, edema, maloklusi, infeksi,


mal union/ non union.

9. Lama perawatan

: Tergantung keadaan umum pasien, penyulit operasi.