Anda di halaman 1dari 7

Anatomi Bagian Dalam Ikan Karper (Cyprinus carpio)

yang terlihat pada Magnetic Resonance Image


Oleh: Tooba Mohammadian Kalat dan Nader Shabanipour
Received: 9 December 2009 / Revised: 8 February 2010 / Published online: 23 March 2010
Springer 2010
PENDAHULUAN
Menggambarkan struktur anatomi bagian dalam objek biologis merupakan sebuah
aturan penting dalam beberapa riset biologis dan biomedikal. Meskipun penggunaan metode
konvensional seperti pembedahan dan histologi menyediakan metode yang relatif cepat,
dapat dengan mudah dan hemat biaya adalah jalan untuk meneliti anatomi hewan, namun
metode ini kurang efektif dimana mempengaruhi bentuk, sekaligus penglihatan ruang serta
tempat organ yang menyimpang dari tempat yang sebenarnya.
Magnetic Resonance Imaging (MRI), di sisi lain, telah memberikan beberapa
keuntungan dalam penggunaannya: tidak merubah posisi organ dan memberikan arti bahwa
meneliti struktur bagian dalam tepat pada posisi aslinya. Dengan bantuan MRI juga, berbagai
bidang orthogonal bahan uji dapat di gambarkan sesering yang kita inginkan.
Kemungkinan mempelajari anatomi organisme air menggunakan MRI pertama kali di
demonstrasikan oleh Blackband dan Stotskopf. Karena kendala teknis pada penggambaran in
vivo, hanya beberapa kajian yang berhasil dilakukan pada organisme air dibandingkan
dengan hewan lainnya. Dengan kemajuan teknis serta alat pada MRI untuk hewan beberapa
tahun terakhir ini, tentu ini menjadi pendekatan baru dan menjadi ladang kajian fisiologi,
ekologi dan tingkah laku binatang bisa dikembangkan, termasuk kajian tentang hewan-hewan
air.

RUMUSAN MASALAH
Metode konvensional secara pembedahan riskan dan kurang efektif
digunakan, karena mengakibatkan terganggunya bentuk, letak serta ruang
penglihatan dalam penelitian anatomi bagian dalam pada ikan.

TUJUAN
Penelitian anatomi bagian dalam ikan menggunakan Magnetic Resonance Imaging
(MRI), yang sering digunakan pada manusia. Untuk mengurangi resiko terganggunya
bentuk, letak serta ruang penglihatan dalam penelitian anatomi bagian
dalam pada ikan.

CARA KERJA
Pada kajian ini, pengambilan gambar dilakukan di dalam sebuah clinical
scanner dan radio-frekuensi (RF) bergulung yang diaplikasikan pada ikan karper (Cyprinus
carpio). Ikan karper yang dipilih adalah karper ukuran besar, mudah di dapatkan pada
perairan tawar, toleransi tinggi terhadap hypoxia, sebelumnya data utama telah dikumpulkan,
termasuk gambar yang memuat pengenalan organ dan agar membandingkannya lebih mudah.
Ikan karper (Cyprinus carpio) yang beratnya sekitar 3 kg diberi anestesi MS222 dan
dimasukkan ke dalam sebuah perlengkapan MRI. Sebuah kepala RF telah digunakan dimana
3 bantal dilengkapi dengan tali yang digunakan untuk menstabilkan dan membantu bahan uji
tetap pada posisi yang benar.
Bahan uji yang diambil gambarnya menggunakan scanner di klinik Phillips Intera
dengan kekuatan 1 T. Berbagai scan protokol MRI dengan nomor pada perameter yang
berbeda dipilih untuk mendapatkan resolusi yang tepat. Parameter yang memberikan contrast
dan visibility terbaik pada jaringan kemudian dipilih dan digunakan sebagai patokan pada
pengambilan gambar selanjutnya.
T2-Weighted Turbo Spin Echo (TSE) pada dasarnya Rapid Acquisition With
Relaxation Enhancement (RARE) digunakan untuk memperoleh gambar pada kepala dan
beberapa bagian tubuh ikan.
Spectral Presaturation With Inversion Recovery (SPIR) digunakan untuk meneliti
tekanan lemak dan meneyediakan gambar tanpa sinyal lemak. Scan dilakukan pada 3 bidang
ortogonal.
Tata cara menguji struktur yang diamati pada gambar MR, beberapa bahan uji
berukuran sama dan masih segar (dalam keadaan mati), berat dan kelamin di iris sama bidang
dan ketebalannya sesuai gambar MR yang akan diambil. Irisan diambil fotonya untuk
persiapan membandingkan dengan gambar pada MR. Selain menggunakan TSE dan SPIR,
penggambaran menggunakan tangan juga dilakukan guna mendapatkan perbedaan yang lebih
spesifik.

FIGURES

Anterior-to-posterior sequence of axial

Coronal spin echo MR images at the level


of heart a
nd gall bladder and a labeled
schematic
illustration of it.

Three left-to-right MR images in the


sagittal plane through the head of a carp

Serial images were obtained in sagittal


plane by spin echo pulse sequences.

DISKUSI
Blackband dan Stotskopf dapat melihat dengan jelas struktur hati, insang, otak dan
bagian pencernaan pada ikan bertulang sejati (peranakan koi/persilangan ikan mas). Waller et
al menggunakan MRI untuk melihat perbedaan 6 jaringan insang hiu dan mereka bisa
membedakan hati, otak lensa mata, sum-sum tulang belakang, tulang rawan, esophagus,
korset pectoral, bagian pencernaan dan sistem musculoskeletal. MRI kemudian digunakan
oleh Bock et al, mereka mengkaji vivo non anesthesi pada ikan laut. Mereka dapat
menunjukkan perbedaan jaringan otot, insang, limpa, dan perut pada belut. Mereka juga
mencatat lokasi nukleat 1H magnetic resonance spektra pada organ yang berbeda.
Kabli et al. Menggunakan MR mikroskopis untuk menguji struktur anatomi ikan zebra
dewasa. Mereka menemukan beberapa organ seperti otak, ovarium,usus, hati dan gelembung
renang.
Semua penelitian itu memanfaatkan magnet dengan kekuatan lebih tinggi dari 1T.
Pada faktanya scanner klinik 1T dapat digunakan pada kajian ini, gambar yang memuaskan,
bila dibandingkan dengan kekuatan magnet yang lebih tinggi. Yang menjadi perbedaan
diantaranya parameter yang digunakan pada penggambaran medis dan penggunaanya pada
kajian ini adalah total waktu scan. Pada penggambaran medis, waktu scan biasanya berkurang
sekitar beberapa detik atau menit, tergantung jenis bahan uji dan peralatan yang digunakan.
Bahan uji yang berukuran besar relatif lama dalam memperoleh hasilnya, pemilihan gambar
yang sesuai pada gulungan RF untuk tubuh ikan adalah sumber masalah pada hasil kajian ini.
Penerimaan kontras dan detail serta meningkatnya total waktu scan dan rendah massa ikan
(dibanding dengan manusia) menjadi penyebab menurunnya penyerapan dan deteksi sinyal
secara spesifik.
Bagian dari rongga dalam dan isi yang menjadi perbedaan yang diteliti dalam kajian
ini. Menelisik kajian-kajian sebelumnya, struktur seperti limpa, gelembumg renang, dan
pembuluhnya, gusi karper dan gigi faring mungkin baru pertama kali ini di publikasikan. Lagi
pula, perbedaan sistem kardiovaskular, arteri, ventricle dan atrium bahkan pembuluh seperti
dorsal aorta bisa juga dibedakan.
Mengutip perkataan sebelumnya, penggunaan MRI memberikan keuntungan yang
dapat dilakukan pada beberapa penelitian. Contohnya, MRI dapat menggambarkan tingkat
kematangan gonad berdasarkan kontras dan keistimewaan gambar yang diambilnya, sehingga
berguna dalam pembudidayan dan pemijahan ikan.
Diantara gambar-gambar yang diitangkap, penggunaan MRI merupakan cara terbaik
untuk meneliti organ dengan jaringan yang lembut dan terletak pada tempat yang vital. Di
beberapa kajian terakhir, hati terlihat sangat umum, namun pada kajian ini, hati relatif terlihat
lebih detail.

Keuntungan menggunakan MRI, hati dapat terlihat tanpa membuka pericardium.


Penglihatan pembuluh dan organ dalam pada ikan juga dapat menggunakan MRI, mungkin
cara ini lebih disukai dan dapat mengganti metode konvensional yang beresiko melepas
sistem-sistem, seperti vascular dll.
Penambahan wawasan, sinyal lemak tergambar sangat jelas pada MR. Klinisnya,
sinyal yang tinggi dapat dengan mudah dikenal oleh MRI dan sangat berguna untuk
pengelompokan sebuah luka/penyakit. Pada sisi yang lain, sinyal tinggi untuk lemak dapat
menutupi beberapa benda, contohnya, tingkatan contras tumor mungkin bisa tertutupi oleh
gumpalan lemak. Oleh karena itu, suppresi lemak kini bisa dilakukan untuk menghindari
masalah itu. Fat-suppressed pulse sequence juga memberikan perbedaan kontras yang baik
sekali untuk penglihatan struktur zat cair dan gas sekitaran anatomi dan mempertunjukkan
kerja gelembung renang, pembuluh cystic, hepatic dan pembuluh pancreatic.

BIDANG KEILMUAN BARU:


1. ILMU PENGETAHUAN
Menelisik kajian-kajian sebelumnya, hanya struktur seperti limpa, gelembung renang,
dan pembuluhnya yang dipublikasikan. Namun pada kajian ini merupakan pertama
kalinya dipublikasikan mengenai gusi dan gigi faring. Dimana gusi dan gigi faring ikan
karper dapat tergambar menggunakan MRI.
2. TEKNOLOGI
Semua penelitian menggunakan MRI sebelum-sebelumnya memanfaatkan magnet
dengan kekuatan lebih tinggi dari 1T. Pada scanner klinik 1T yang digunakan pada
kajian ini mendapatkan gambar yang cukup memuaskan bila dibandingkan dengan
kekuatan magnet yang lebih tinggi.
3. METODE
Penggunaan MRI memberikan keuntungan yang dapat dilakukan pada beberapa
penelitian. Contohnya, MRI dapat menggambarkan tingkat kematangan gonad
berdasarkan kontras dan keistimewaan gambar yang diambilnya, sehingga berguna
dalam pembudidayan dan pemijahan ikan.
Keuntungan menggunakan MRI, hati dapat terlihat tanpa membuka pericardium.
Penglihatan pembuluh dan organ dalam pada ikan juga dapat menggunakan MRI,

mungkin cara ini lebih disukai dan dapat mengganti metode konvensional yang
beresiko melepas sistem-sistem, seperti vascular dll.