Anda di halaman 1dari 6

Hedi Mulyadora

Neoplasma Tulang
Tri Sundari

NEOPLASMA TULANG
DEFINISI
Neoplasma adalah pertumbuhan sel baru, abnormal, progesif, dimana selseltersebut tidak pernah menjadi dewasa. Neoplasma dapat bersifat jinak atau
ganas. Dikatakan ganas bila neoplasmanya mempunyai kemampuan untuk
mengadakan anak sebar (metastase)ke tempat atau organ lain dan disebut juga
dengan istilah kanker. Neoplasma jinak tidak dapat mengadakan anak sebar ke
tempat atau organ lain. Neoplasma tulang primer merupakan neoplasma yang
berasal dari sel yang membentuk jaringan tulang sendiri, sedangkan neoplasma
tulang sekunder merupakan anak sebar neoplasma ganas organ bukan tulang ke
tulang.
Berdasarkan penilaian klinis, radiologis dan histologis yang cermat dari masingmasing neoplasma tulang, maka dapat ditentukan staging neoplasma tersebut.
Dengan menetapkan staging neoplasma tulang, maka dapat ditetapkan terapi yang
tepat, memperkirakan prognosis, kemungkinan ada tidaknya rekurensi lokal atau
metastasis dikemudian hari.
PEMBAGIAN NEOPLASMA TULANG BERDASARKAN HISTOLOGIK:
1.

2.

Golongan osteogenik

osteoma osteoid

osteoblastoma

osteoma

osteokondroma

osteosarkoma

sarkomaperiost

Golongan kondrogenik

enkondroma

kondroblastoma benigna

Hedi Mulyadora
Neoplasma Tulang
Tri Sundari

3.

4.

fibroma kondromiksoid

kondrosarkoma

Golongan kolagenik

defek kortikal subperiosteal

fibroma non osteogenik

angioma

kista tulang aneurisma

fibrosarkoma

angiosarkoma

golongan mielogenik

mieloma sel plasma

tumor ewing

sarkoma sel retikulum

penyakit hodgkin

GAMBARAN KLINIS
Penderita

dengan

tumor

primer

tulang

umunya

datang

karena

pembengkakan,nyeri, atau patah tulang patologik. Sering pada diagnosis pertama


disangka distorsi atau cedera olahraga karena sering didapat riwayat trauma lokal
pada neoplasma muskuloskeletal. pertumbuhan neoplasma jinak yang lambat
jarang menimbulkan gejala. Nyeri merupakan gejala yang sering dikeluhkan pada
neoplasma ganas yang bertumbuh cepat. Mula-mula nyeri hanya sedang saja dan
terus- menerus. Nyeri umumnya karena tekanan pada periost dan endosteum yang
sensitif. Nyeri hebat dan tiba-tiba biasannya disebabkan oleh fraktur patologis.
Pembengkakan dari kelainan jinak biasanya menetap dan tidak nyeri, kecuali pada
osteoma osteoid.
DIAGNOSIS
Diagnosis neoplasma tulang, didasarkan pada:

Hedi Mulyadora
Neoplasma Tulang
Tri Sundari
1.

evaluasi klinis cermat yang dimulai dengan anamnesa dan pemeriksaan


fisik. Adalah penting mengetahui umur penderita dan lokasi neoplasma,
karena dari kedua keterangan ini dapat difikirkan kemungkinan jenis
neoplasmanya

2.

pemeriksaan radiologi berupa : pemeriksaan X-ray biasa, bone scan,


tomografi, angiografi,CT scan sampai ke pemeriksaan yang mutakhir
seperti MRI

3.

biopsi.agar terapi dapat tepat berhasil, maka harus ditentukan diagnosis


histologis yang akurat, untuk mana diperlukan tindakan biopsi. Biopsi
dapat berupa biopsi insisional atau eksisional.

Untuk penilaian foto rontgen adalah sebagai berikut :


a. tumor jinak berbatas tegas dan korteks selalu utuh
b. batas tumor ganas biasanya kurang jelas atau samar
c. umumnya terlihat pembentukan tulang baru
d. lokalisasi pada tulang vertebrae:

jinak : osteoma osteoid, osteoblastoma, atau hemangioma

ganas : metastasis atau mieloma

e. lokalisasi pada tulang pipih seperti pelvis atau skapula :

metastasis,mieloma, atau kondrosarkoma

f. lokalisasi pada tulang panjang :

epifisis : kondrosarkoma, atau tumor sel raksasa

metafisis : osteosarkoma

diafisis : metastasis atau tumor ewing

Pada biopsi insisional : dilakukan pengambilan sebagian jaringan neoplasma,


sedangkan biopsi eksisional : seluruh neoplasma dieksisi,terutama pada
neoplasma yang berukuran kecil.

Hedi Mulyadora
Neoplasma Tulang
Tri Sundari
Sebaiknya tindakan biopsi dilakukan oleh dokter yang juga akan mengerjakan
tindakan definitif terhadap neoplasma yang bersangkutan, terutama pada
neoplasma yang dicurigai bersifat ganas.
Jaringan tulang dewasa dibentuk oleh empat komponen yaitu tulang, tulang
rawan, jaringan ikat dan sumsum tulang, dimana dari keempat komponen ini
dapat

timbul

neoplasma.

Dengan

demikian

neoplasma

tulang

dapat

diklasifikasikan atau digolongkan secara histologis menurut macam sel asal


neoplasma,

jadi

didapat

neoplasma

golongan

osteogenik,

kondrogenik,

kolagenik/fibrogenik dan mielogenik serta neoplasma tulang yang tidak termasuk


ke golongan yang telah disebut tadi, yaitu neoplasma golongan lain-lain.
Berikut akan dibicarakan beberapa neoplasma tulang golongan kondrogenik:
a. Osteokondroma/osteocartilagenous exotosis
Adalah pertumbuhan tulang dan tulang rawan yang membentuk tonjolan didaerah
metafisis. Osteokondroma termasuk neoplasma tulang jinak yang paling sering
didapat. Oleh sebagian ahli dianggap bukan neoplasma, tetapi sebagai suatu
hamartoma (pertumbuhan baru, dimana sel-selnya dapat menjadi dewasa).
Klinis : Terdapat pada usia dewasa muda dengan keluhan adanya benjolan terasa
sakit
Lokasi : Ditemukan pada pada bagian metafisis tulang panjang terutama pada
bagian distal femur, proksimal tibia dan proksimal humerus. Osteokondroma ini
perlu dibedakan dengan osteokondroma bawaan yang predileksinya didaerah
diafisis dan bersifat multipel.
Radiologi : Bentuknya ada dua macam:
1. bertangkai/pedunculated
2. mempunyai dasar yang lebar (sessile)
terapi : bila tumor memberikan keluhan karena menekan struktur didekatnya,
seperti tendon, saraf, maka dilakukan eksisi.
Prognosis : Baik, komplikasi degenerasi ganas (menjadi kondrosarkoma) lebih
kurang 1%.

Hedi Mulyadora
Neoplasma Tulang
Tri Sundari
b. Multiple osteochondromatosis/diaphyseal aclasis
Merupakan penyakit kongenital,bersifat herediter autosomal dominan. Didapat
osteochondroma yang tersebar dibeberapa tempat. Gambaran radiologi dan
patologinya adalah sama dengan osteochondroma yang soliter. Pada bentuk
multiple, kemungkinan degenerasi ganas meningkat menjadi kurang 10%

c. Enkondroma
Merupakan neoplasma jinak yang berasal dari dalam rongga sumsum tulang.
Sebagian ahli menganggap tumor itu sebagai suatu hamartoma.tumor jinak ini
didapat pada dewasa muda dan tidak mengakibatkan keluhan sakit.
Lokasi : mengenai tulang-tulang bertubuler kecil pada tangan dan
kaki,kadang-kadang juga pada tulang yang lebih besar.
Radiologi : tampak sebagai lesi yang radiolusen dengan kemungkinan adanya
bercak-bercak kalsifikasi. Tidak ada pembentukan tulang reaktif baru. Bila ada
erosi kortek pada tulang tubuler yang besar, menandakan terjadinya degenerasi
maligna.
Terapi : operatif, dengan cara melakukan kuret daripada lesi,kemudian rongga
lesi diisi dengan bone graft. Enchondromatosis adalah bentuk multiple
daripada

enchondroma

disebut

juga

sebagai

olliers

disease.

Bila

enchondrmatosis disertai dengan adanya multiple hemangioma di jaringan


lunak disebut sebagai maffuci syndrome.
Prognosis : kemungkinan terjadi degenerasi maligna terutama bila tumor
didapat pada tulang panjang besar atau di pelvis, kurang lebih 20%-25%.
d. Kondroblastoma (Codmans tumor)
Merupakan tumor jinak yang pertama kali diuraikan oleh codman. Tumor ini
jarang didapat. Biasanya mengenai penderita dengan usia dibawah 20 tahun.
Lokasi ; mengenai tulang humerus,femur dan tibia.
Radiologi : tampak sebagai lesi osteolitik yang terletak eksentrik pada epifisis
tulang panjang dan sering didapat bintik-bintik kalsifikasi.
Terapi : operasi kuret yang kemudian diisi dengan bone graft

Hedi Mulyadora
Neoplasma Tulang
Tri Sundari

e. Kondromiksoid Fibroma
Tumor jinak yang jarang ditemukan. Didapat pada usia dekade 2-3.
Lokasi : tempat predileksi adalah pada tulang-tulang ekstremitas bawah di
daerah metafisis terutama pada distal femur dan proksimal tibia.
Radiologi : terlihat sebagai daerah osteolitik dengan tepi yang sklerotik,
terletak eksentrik di metafisis sering kortek mengalami erosi. Dapat ditemui
adanya reaksi periosteal.
Terapi : operasi kuat yang disusul dengan pengisian bone graft dapat
mengakibatkan terjadinya rekurensi sampai 25%, karena itu ada yang
menganjurkan lebih baik dilakukan eksisi lengkap.
f. Kondrosarkoma
Merupakan tumor ganas tulang rawan yang dapat tumbuh spontan
(kondrosarkoma primer) atau merupakan degenerasi maligna lesi jinak seperti
osteokondroma, enkondroma (kondrosarkoma sekunder). Ditemukan pada
usia 30-60 tahun. Keluhan penderita adalah adanya massa tumor yang menjadi
besar secara perlahan-lahan dan lambat memberikan metastase.
Lokasi : terutama mengenai tulang ceper seperti pelvis dan skapula,tetapi
dapat juga didapat pada tulang panjang seperti femur dan humerus.
Radiologi : tampak lesi sebagai lesi osteolitik dengan bercak-bercak kalsifikasi
disertai proses destruksi kortek, sehingga tumor dapat dilihat meluas ke
jaringan lunak disekitarnya.
Patologi : nampak sel-sel ganas yang membentuk tulang rawan. Gambaran
mitosis tidak begitu banyak.
Terapi : operasi reseksi luas,kalau perlu amputasi. Terapi ajuvan radioterapi,
kemoterapi tidak menolong.