Anda di halaman 1dari 2

Sudah hampir satu bulan semenjak tanggal 2 september, tinggal di

malang. Setelah mengamati banyak hal, ternyata apa yang diharapkan


impikan dan inginkan tak semudah yang dibayangkan.
Malang adalah tempat yang banyak peluang, namun perlu difahami,
bahwa tidak banyak peluang yang kita bisa luangkan, karena terjebak
pada rutinitas. Seolah-olah waktu terasa cepat habis. 1 bulan waktu tidak
terasa namu, seolah tidak ada yang kita dapati.
Bisa jadi rasa bosan, rasa keprihatinan, rasa tidak ada kesempatan. Tapi
setelah ditelisik ternyata. Kita semua masih dalam proses, proses
mengamati, proses memahami. Kalau mau lebih banyak hal, ya tentunya
kita harus ke tahap selanjutnya yaitu action. Ini pun harus melihat pada
orientasi tujuan kita ke malang.
Kalau saya sendiri orientasi yang saya inginkan, adalah belajar. Bukan
hanya kuliah, tapi belajar banyak hal; tentang sosial, pengalaman; baik
bisnis, non bisnis, patner, kawan, koneksi. Ilmu; baik tentang spiritual,
moral, emosional, material dan intelektual nah kalau dijabarkan; disini ada
bahasan tentang bisnis, bisa online maupun offline ; ini juga ada banyak,
lewat wibsite, blog, youtube, disain dln.
Kembali pada base orientasi kita, jadi jangan salah orientasi. Jangan lah
disorientasi, karena terlalu banyak hal yang kita dapati, mulai untuk fokus
pada satu hal. Karena kunci sukses adalah fokus pada suatu hal. Ya kalau
kita ingin belajar maka fokusnya yaa belajar. Cukup itu saja, nah kalau ada
yang lain tidak perlu diperhatikan.
Ada dua pilihan sebenarnya; 1. Kamu kerja, atau nyari kerja bisa di
sekolah bisa di warteg, restouran dkk. 2. Kamu belajar, mengejar skill life,
menyempurnakan kemampuan kita, mengeluarkan potensi kita,
mewujudkan impian kita.
Dari dua pilihan ini, saya sendiri milih yang kedua, BELAJAR. Oke setelah
kita menentukan pilihan kita, maka kita harus syukuri pilihan itu, dengan
ucapaan dan perbuatan. Memang kadang lingkungan kita yang tidak
terlalu nyaman membuat kita mengeluh, merasa bosan dan tidak mau
apa-apa. Tapi sadari dulu, dengan lingkungan yang memperihatinkan kita
akan lebih bisa prihatin dengan diri kita sendiri, sehingga dia mau
berubah, mau berfikir mencari jalan keluar yang tepat untuk hal yang
tepat bagi diri kita.
Yap, dan pada akhirnya semua ini harus dibantu dengan menguatkan
hubungan kita sama Allah. Karena memang urusan ini dapat lancar
dengan semakin erat hubungan kita dengan-Nya. Seperti yang saya
comot dari status ustadz yusuf manshur; JANGAN ABAIKAN OBAT INI

1.
2.
3.
4.
5.
6.
7.
8.
9.

Sering Sakit = Silahkan Puasa


Wajah Gelap = Qiyamul Lail (Sholat Tahajud)
Hati Sempit = Baca Qur'an
Susah Bahagia = Sholat Tepat Waktu
Emosi Melulu = Wudhu dan Istighfar
Gelisah = Banyak Doa dan Olah Raga
Tertekan = Baca "Lahaula walaquwwata illa Billah"
Kurang Berkah Rezekinya = Lirik yg Halal aja
Miskin Melulu = Bersedekah

Nah tuh kayaknya semua hal itu saya rasa ada dalam diri saya yang perlu
saya selesaikan masalahnya. Step by step tentunya.
Oke inilah saatnya kita sadar, saatnya lah kita mawas diri. Kita mulai
dengan niatan yang kita tancapkan dalam batin kita, bikin deadline buat
semua target yang diinginkan agar bisa terlaksana, karena tanpa deadline
kita hanya ikut alur bahkan seolah kita masih terjebak dalam lingkaran
setan kebodohan, kemalasan, kebingungan, kejumudan, keterbelakangan,
ketidak jelasan dalam hidup kita yang katanya sangatlah singkat ini. MAKA
WUJUDKAN IMPIAN MU DENGAN MEMVISUALISASIKANNYA DALAM SETIAP
KEGIATAN YANG KAU JALANI DALAM HIDUP INI, TANPA ADA RASA KELUH
KESAH, TANPA ADA RASA PUTUS ASA, HANYA UCAPAN DAN TINGKAH LAKU
SYUKUR KITA YANG ADA PADA ALLAH YANG TELAH MEMBERIKAN KITA
BANYAK ANUGRAH TAK TERHINGGA, WASPADALAH DENGAN KEMALASAN
MU, KEBINGUNGAN MU KARENA HAL ITU BISA MENGARAHKAN MU PADA
KUFUR NIMAT ALLAH.