Anda di halaman 1dari 41

Maya Yulindhini

1102010159
Pembimbing
dr. Nandi Nurhandi, Sp.OG

Definisi
Tumor (berasal dari bahasa latin
tumere, yang berarti bengkak).
Pertumbuhannya dapat
digolongkan menjadi ganas
(malignan) atau jinak (benign)

Karakteristik

Jinak

Ganas

Diferensiasi/

Berdiferensiasi baik;

Sebagian tidak

anaplasia

struktur khas

diferensiasi disertai

jaringan asal

anaplasia; struktur
sering tidak khas

Laju

Biasanya lambat;

pertumbuhan

Tidak terduga dan


mungkin cepat atau
lambat

Invasi lokal

Berbatas tegas dan

Invasif lokal,

tidak menginvasi

menginfiltrasi

atau menginfiltrasi

jaringan normal di

jaringan normal di

sekitarnya

sekitarnya
Metastasis

Tidak ada

Sering ditemukan

Tumor Ginekologi
Merupakan tumor yang tumbuh
di jalan lahir; di vulva, vagina,
serviks, uterus, tuba dan
ovarium.
Bisa jinak atau ganas (kanker)

Diagnosis :
- Klinis
- Penunjang
* Lab (tumor marker)
* Radiologi (USG, foto)
* PA : pemeriksaan
jaringan, pap smear, biopsi

Penatalaksanaan :
- Tergantung diagnosis
Secara umum
* Tindakan bedah (pengangkatan
tumor)
* Radiasi
* Sitostatika

Kista Bartholin

Patofisiologi
Kista Bartholin
Terjadi akibat parut setelah infeksi
(terutama yang disebabkan oleh
nisereria gonorea dan kadangkadang streptokokus dan
stafilokokus) atau trauma yang
kemudian menyebabkan sumbatan
pada saluran ekskresi kelenjar
Bartholini.

Manifestasi Klinis
Infeksi sekunder atau eksaserbasi
akut yang berat dapat menyebabkan
indurasi yang luas, reaksi
peradangan, dan nyeri sehingga
menimbulkan gejala klinis berupa
nyeri sentuh, dispareunia, ataupun
demam.

Terapi
Insisi dan drainse dengan kateter
ward
Marsupialisasi
Ekstirpasi
Antibiotik

Kondiloma Akuminata
Kondiloma akuminata merupakan
salah satu manifestasi klinis yang
disebabkan oleh infeksi Human
Papillomavirus Virus (HPV) terutama
disebabkan oleh HPV tipe 6 dan 11.

Patofisiologi
HPV ini masuk melalui mikro lesi pada kulit
sehingga menyebabkan abrasi permukaan epitel.
HPV dapat masuk ke lapisan basal, menyebabkan
respon radang dan membentuk nodul kemerahan.
Penumpukan nodul merah ini membentuk
gambaran seperti bunga kol.
Nodul ini bisa pecah dan terbuka sehingga
terpajan mikroorganisme dan bisa terjadi
penularan karena pelepasan virus bersama epitel.

Manifestasi Klinis
benjolan
keputihan
berbau
gatal
perdarahan
rasa seperti terbakar sehingga
tidak nyaman saat berhubungan
seksual

Terapi
Podophyllin
Bichloracetic Acid atau
Trichloracetic Acid
Kemoterapi
Elektrokauter
Terapi laser
Eksisi bedah

Penjuluran bagian endoserviks atau


intramukosal serviks dengan variasi
eksternal atau regio vaginal serviks.
Polip serviks bervariasi dari tunggal
hingga multipel, berwarna merah
terang, rapuh dan strukturnya
menyerupai spons.
Kebanyakan polip ditemukan berupa
penjuluran berwarna merah terang
yang terjepit atau keluar dari ostium
serviks.

Terapi
Ekstirpasi
Kuretase
Kauterisasi

Mioma Uteri
Merupakan tumor jinak yang struktur
utamanya adalah otot polos rahim
(miometrium)
Etiologi :
1) Teori stimulasi estrogen
2) Teori cell nest atau genitoblast

Jenis Mioma

Perubahan Sekunder pada


Mioma Uteri
1. Atrofi
2. Degenerasi hialin
3. Degenerasi kistik
4. Degenerasi membatu
(calcerous) :
5. Degenerasi merah

Manifestasi Klinis
Perdarahan abnormal
Nyeri
Gangguan miksi
Infertilitas dan abortus pada
miom intramural.

Pengaruh Mioma terhadap


Kehamilan
Risiko abortus meningkat
Terjadi kelainan letak janin
Miom akan menghalangi persalinan
bila terletak di bagian bawah
Dapat terjadi inertia dan atonia uteri
Dapat terjadi adhesi plasenta

Pengaruh Kehamilan terhadap


Mioma
Estrogen menyebabkan otot-otot
polos mengalami edem sehingga
miom membesar
Terjadi degenerasi merah
Dapat terjadi putaran tangkai

Diagnosa
Benjolan dalam rongga perut bagian
bawah
Pemeriksaan bimanual : tumor dengan
konsistensi padat, berhubungan dengan
uterus, terdapat digaris tengah, permukaan
rata atau berbenjol-benjol, dapat
digerakkan dan tidak nyeri
USG

Penatalaksanaan

Observasi
Miomektomi
Histerektomi
Pada wandering miom selalu lakukan
tindakan operatif

Kista Folikel Ovarium


Kista ini terjadi karena kegagalan
proses ovulasi (LH surge) dan
kemudian cairan intrafolikel tidak
diabsorbsi kembali.
Kista ini tidak menimbulkan gejala
yang spesifik. Jarang sekali terjadi
torsi, ruptur atau perdarahan.

Terjadi akibat pertumbuhan lanjut


korpus luteum atau perdarahan
yang mengisi rongga yang terjadi
setelah ovulasi
Kista Granulosa
Kista Teka

Kanker Serviks

Salah satu penyebabnya adalah


karena infeksi Human Papilloma
Virus (HPV) khususnya tipe 16, 18,
31, dan 45 yang merangsang
perubahan perilaku sel epitel serviks.

Gejala Umum
Perdarahan pervaginam dan
keputihan.
Pada penyakit lanjut keluhan berupa

Keluar cairan pervaginam yang berbau busuk,


Nyeri panggul, pinggang dan pinggul,
Polimiksi
Gejala penyakit yang residif berupa, edema kaki
unilateral, dan obstruksi ureter

Pap Smear
Dilakukan setahun sekali bagi wanita
yang sudah menikah atau yang aktif
berhubungan seksual hingga usia 70
tahun.
Pap Smear dapat dilakukan pada
saat sedang tdk haid, tidak coitus 1
3 hari sebelum pemeriksaan
dilakukan dan tidak sedang
menggunakan obat obatan vaginal.

Stadium (FIGO 2000)

Penatalaksanaan
Pembedahan
Radiologi
Kemoterapi

Kanker Endometrium
Faktor Risiko
Wanita yang memiliki riwayat keluarga terkena kanker
endometrium.
Wanita di atas 50 tahun atau menopause
Wanita tidak memiliki anak atau tidak menikah
Wanita pengguna preparat estrogen, seperti terapi sulih
hormon pada wanita menjelang menopause.
Gejala Klinis
Rasa sakit pada saat menstruasi.
Rasa sakit yang parah dan terus menerus pada perut
bagian bawah, rasa sakit ini akan bertambah pada saat
berhubungan seks.
Sakit punggung pada bagian bawah.

Diagnosa
Biopsi endometrium (akurasi
90%),
Evaluasi sitologik terhadap sel-sel
endometrium tidak seakurat
biopsi.

Stadium

Penatalaksanaan
Operatif
Radioterapi
Kemoterapi

Kanker Ovarium
Gejala Klinis :
Ketidaknyamanan di perut bagian
bawah.
Kelainan haid, seperti pendarahan
abnormal atau wanita pendarahan.
Perut bengkak dan / atau sakit;
kembung atau perasaan
kepenuhan

Diagnosa
Pemeriksaan ginekolog (gejala dan tanda)
Histologi
USG dapat membedakan kistik (cenderung
jinak) dan padat (cenderung ganas)
Ct-scan dapat mengetahui ukuran primer
Tumor marker Ca 125

Stadium (FIGO 1988)


(I) Tumor terbatas pada ovarium.
(II) Tumor mengenai satu atau dua
ovarium dengan perluasan ke
pelvis.
(III) Tumor mengenai satu atau dua
ovarium dengan metastasis ke
peritoneum yang dipastikan secara
mikroskopik di luar pelvis dan/atau
metastasis ke kelenjar getah bening
regional.

Penatalaksanaan
Operatif
Radioterapi
Kemoterapi

Terima Kasih