Anda di halaman 1dari 8

I

PENDAHULUAN
1.1.

Latar Belakang
Pindah silang adalah proses yang menyebabkan bagian kromosom homolog

saling bertukar, menghasilkan rekombinasi baru gen-gen pada kromosom yang


sama. Pindah

silang

dan

asortasi

bebas

merupakan

mekanisme

untuk

menghasilkan kombinasi baru gen. Seleksi alam kemudian bertindak untuk


melestarikan kombinasi baru tersebut yang menghasilkan mahluk hidup dengan
kesesuaian

maksimum,

yaitu

peluang

maksimum

pelestarian

genotipe

tersebut. Pindah silang terjadi sewaktu sinapsis kromosom homolog pada profase
I (zigoten dan pakhiten) meiosis.
Sebelumnya kita harus memahami bahwa lokasi gen pada kromosom disebut
lokus yang tersusun dalam sekuen linier. Lokus juga berarti lokasi serangkaian
gen yang berurutan dengan fungsi yang berkaitan. Kedua alel pada suatu gen
heterozigot menempati posisi yang sama dalam kromosom homolog, yaitu alel A
pada kromosom homolog yang satu dan alel a menempati posisi yang sama pada
kromosomhomolog yang lainnya. Pindah silang terjadi pada tahap tedtrad
sesudah replikasi kromosom sewaktu interfase, yaitu sesudah kromosom
mengganda sehingga terdapat empat kromatid untuk setiap kromosom
homolog. Pindah silang melibatkan pematahan masing-masing kedua kromosom
homolog (kromatid) dan patahan tersebut saling bertukaran. Peluang terjadinya
pindah silang diantara dua lokus meningkat dengan meningkatnya jarak antara
dua lokus tersebut pada kromosom.

1.2.

Identifikasi Masalah
1. Apa yang dimaksud dengan pindah silang (Crossing Over).
2. Apa saja faktor yang mempengaruhi pindah silang.
3. Apa saja macam-macam pindah silang.
4. Bagaimana aplikasi pindah silang didalam kehidupan.

1.3.

Maksud dan Tujuan

1. Untuk mengetahui definisi pindah silang.


2. Untuk mengetahui factor yang mempengaruhi pindah silang.
3. Untuk mengetahu macam-macam pindah silang.
4. Untuk mengetahui aplikasi pindag silang.

II
PEMBAHASAN
2.1.

Definisi Crossing Over


Peristiwa pindah silang umum terjadi pada setiap gametogenesis pada semua

mahluk

hidup.

Pindah

silang

ialah

proses

penukaran

segmen

dari

kromatid, terjadi antara kromatid yang bukan pasangannya dari kromosom


homolong dan berlangsung pada saat kromosom mengganda menjadi 2 kromatid
berpasangan (bersinapsis) dan yang homolog bergandeng pada bidang
ekuator. Kejadiannya berlangsung pada tahap akhir profase dan metaphase pada
pembelahan meiosis I. Tempat persilangangan 2 kromatid disebut chiasma.
Kromatid-kromatid yang bersilangan itu akan melekat dan putus di bagian
chiasma, kemudia tiap potongan akan melekat pada kromatid sebelahnya secara
timbal balik. (Didjosepoetro, 1974).
2.2.

Macam-Macam Crossing Over

Akibat pindah silang adalah tertukarnya materi kromosom. Pindah silang


dibedakan atas :
1. Pindah silang tunggal ialah pindah silang yang terjadi pada satu tempat
dan menyebabkan terbentuknya 4 macam gamet, yaitu CF dan cf yang
disebut tipe gamet tetua/tipe parental karena memiliki gen seperti yang
dimiliki induk/parentalnya dan Cf dan cF yang disebut tipe gamet
rekombinasi karena merupakan gamet tipe baru sebagai hasil adalanya
pindah silang. Gamet tipe parental dibentuk dalam jumlah yang lebih
banyak karena tidak mengalami gangguan pindah silang sedangkan gamet
tipe rekombinasi dibentuk lebih sedikit. Akibatnya keturunan yang

mempunyai sifat seperti parental selalu berjumlah lebih banyak


dibandingkan dengan keturunan tipe rekombinasi.
2. Pindah silang ganda ialah pindah silang yang terjadi di dua tempat
(double crossing over). Biasanya terjadi pada 3 buah gen yang berangkai
pada satu kromosom. Pindah silang ganda mempunyai tiga factor.

Pindah silang ganda dua strand terjadi bila kedua pindah silang
melibatkan dua kromatid yang sama

Pindah silang ganda tiga strand terjadi bila pindah silang yang
kedua melibatkan satu kromatid yang sama dengan pindah silang
yang pertama dan kromatid tersebut berpindah silang dengan
kromatid ketiga.

Pindah silang ganda empat strand terjadi bila pindah silang


pertama dan pindah silang kedua melibatkan pasangan kromatid
yang berbeda. (Suryo.1984 )

2.3.

Faktor-Faktor Yang Memengaruhi Crossing Over

Kemungkinan terjadinya pindah silang ternyata dipengaruhi oleh beberapa


faktor, antara lain seperti :
1. Temperatur yang melebihi atau kurang dari temperatur biasa dapat
memperbesar kemungkinan terjadinya pindah silang.
2. Makin tua suatu individu, makin kurang kemungkinan untuk mengalami
pindah silang.
3. Zat kimia tertentu dapat memperbesar kemungkinan pindah silang.
4. Penyinaran dengan sinar X dapat memperbesar kemungkinan pindah silang.
5. Makin jauh jarak antara gen-gen yang terangkai, makin besar kemungkinan
terjadinya pindah silang.

Pada umumnya pindah silang terjadi pada makhluk betina maupun jantan.
Tapi ada pengecualian, yaitu pada ulat sutera (Bombix mori) yang betina tidak
pernah

terjadi

pindah

silang,

demikian

pula

pada

lalat

Drosophila

melanogaster jantan.
2.4.

Aplikasi Crossing Over Dalam Kehidupan Sehari-Hari


Aplikasi Crossing Over dalam kehidupan sehari-hari dapat dilihat pada

gambar berikut ini:

III
PENUTUP
3.1.

Kesimpulan
Pindah silang ialah proses penukaran segmen dari kromatid, terjadi antara

kromatid yang bukan pasangannya dari kromosom homolong dan berlangsung


pada saat kromosom mengganda menjadi 2 kromatid berpasangan (bersinapsis)
dan yang homolog bergandeng pada bidang ekuator. Pindah silang dibedakan atas
pindah

silang

tunggal

dan

pindah

silang

ganda.

Faktor-faktor

yang

mempengaruhi pindah silang yaitu temperature, zat kimia, penyinaran dengan


sinar X, umur, dan jarak antar gen-gen yang terangkai. Pindah silang ini dapat
diaplikasikan dalam kehidupan sehari-hari.
3.2.

Saran
Kita harus mempelajari materi crossing over ini karena sangat berguna ketika

pada saat pemuliaan ternak, dimana bibit-bibit unggul ternak harus dijaga unsur
hereditasnya agar tidak terjadi pindah silang yang menyebabkan perubahan sifat
yang merugikan.

DAFTAR PUSTAKA

Didjosepoetro.1974. Pengantar Genitika. Jakarta : Dept DikBud

Suryo. 1984. Genetika.Yogyakarta : UGM Press