Anda di halaman 1dari 11
Analisis Tempat Kerja Setelah tahap eksplorasi dilanjutkan dgn Studi Kelayakan & AMDAL, sebelum dilaksanakan tahap eksploitasi/produksi. Kajian ini dilakukan secara teknis, ekonomis & lingkungan thd potensi bahan galian/mineral hasil eksplorasi. Wilayah yang memiliki nilai ekonomi yang menguntungkan jika ditambang & berwawasan lingkungan ditetapkan sebagai wilayah pertambangan (mining area). Pengkajian & perencana tata cara penambangan serta peralatannya sangat berhubungan erat dengan letak, jenis batuan, pengupasan tanah penutup & metode penambangan yang dipilih. Selanjutnya dilakukan analisis & perhitungan jenis & jumlah peralatan yang akan digunakan sehingga dicapai rasio penambangan yang maksimal (tinggi). Pengkajian & perencanaan infrastruktur (sarana & prasarana) pendukung operasional penambangan & pengolahan/ pemurnian perlu disesuaikan dengan kondisi wilayah pertambangan (ining area) & jenis batuan/mineral agar dicapai tingkat perolehan maksimum. Untuk itu perlu dilakukan kajian analisis tempat kerja agar terciptanya kegiatan pertambangan yang baik dan benar (good mining practice) Hal-hal yang perlu dianalisis : Q Jalanjalan dan sarana pengangkutan (accessibility& transportation) Q Jenis Tumbuhan yang terdapat (vegetasi) Macam Material dan Perubahan Volumenya (kind of material and it's change of volume) Q Daya Dukung Material (Bearing Capacity) Q Iklim (climate) Q Ketinggian dari permukaan air laut (altitude) O Kemiringan, jarak dan keadaan jalan (haul road condition) O Effisiensi kerja (operating efficiency) Q Syarat-syarat penyelesaian pekerjaan (finishing specification) Waktu (time element) 1 Ongkos-ongkos produksi (production cost) Jalan-jalan & sarana pengangkutan (accessibility& transportation) : > Dilalui atau dekat jalan umum. > Dilalui jalur kereta api atau sungai besar. > Dekat lapangan terbang atau pelabuhan. » Belum ada jalan umum, maka harus dibuat jalan baru (pioneer road) ke jalan terdekat. » Jalan dekat dengan pemukiman dan falilitas umum Jenis Tumbuhan yang terdapat (vegetasi) Keadaan tanaman atau pohon, apakah hutan belukar, semak-semak, rawa, pohon besar, sehingga alat apa yang perlu dipakai, jumlahnya berapa, cara membersihkan, lama pembersihan, dan berapa cosinya. Rona Awal Hutan/Semak/Ladang Hesil Reklamesi Penambangan Regrading Macam Material & Perubahan Volumenya (kind of material & it's change of volume) » Kering atau basah > Lengket atau tidak » Keras atau lunak, kekerasan tanah atau batuan diukur dengan "ripper meter" atau "seismic test" meter (midet, kecepatan gelombang seismik pada batuan) Kebanyakan tanah atau batuan : + Volumenya bertambah 30% jika digali + Volumenya berkurang 10% jika dipadatkan Tanah yang mengandung humus/subur harus dipisahkan, untuk kegiatan reklamasi. + 1,00 cu yd tanah liat dialam bila telah digali dapat memiliki volume kira-kira 1,25 cu yd. berarti terjadi penambahan volume sebesar 25% dan dikatakan material tersebut mempunyai faktor pengembangan (swell factor) sebesar 0,80 atau 80%. + Sebaliknya bila bank yard ini dipindahkan lalu dipadatkan ditempat lain dgn alat gilas (roller) mungkin volumenya berkurang, karena betul-betul padat sehingga menjadi berkurang dari 1,00 cu yd. tanah sesudah dipadatkan hanya met volume 0,90 cu yd, ini berarti susut 10%, & dikatakan shrinkage factor = 10%. Contoh : ‘Sebuah power scraper yang memiliki kapasitas munjung 15 cu yd akan mengangkut tanah liat basah dengan factor pengembangan 80%, maka alat itu sebenamya hanya mengangkut 80% x 15 cu yd = 12 cu pay yard atau bank cu yd atau insitu cu yd. Beberapa persamaan faktor -faktor diatas : Pengembangan (Swell): — (8-2 dimana : Sw =swell=% pengembangan Eu ( L )s a0 ‘Sh = shrinkage= %epenyusutan Beratjenis tanah keadaan asli Berat jenis tanah keadaan lepas cae (< 2) x 100% C= Berat jenis tanah keadaan padat Penyusutan (Shrinkage) “Jenis Tanah Pasir ‘Tanah Permukaan (top soil) ‘Tanah Biase ‘Lempung (clay) Batu Daya Dukung Material (Bearing Capacity) Daya dukung tanah E> ere tanah untuk mendukung alat yang berada Jika suatu alat berada distas tanah, maka alat tersebut akan memberikan “ground pressure’, sedangkan perlawanan yang diberikan oleh tanah adalah "daya dukung". alat tersebut akan ground pressure alat > daya dukung tanah, terbenam S alat akan berada dalam ground pressure alat < daya dukung tanah pelea eran ini dicermati oleh setiap pelaksana dilapangan untuk menghindari "loose"! kerugian yang akan diderita oleh perusahaan Daya dukung tanah dapat diketahui dengan pengukuran langsung di lapangan dengan menggunakan "cone penetrometer". Struktur Primer (syngentic) : » Batuan Beku :Aliran, collumnar joint, pillow lava, dil » Batuan Sedimen : Perlapisan, laminasi, gradded bedding, cross bedding, mud rack, flute cast, ripple mark, dil. > Batuan Metamort : Foliasi, non foliasi Struktur Sekunder (epigentic) : Rekahan (kekar, fracture/joint) Sesar (fault) Lipatan (fold) Ketidakselarasan (unconformity). iklim (climate) Indonesia mempunyai 2 (dua) musim, yaitu kemarau dan hujan. » Hujan menyebabkan tanah becek & lengket, pekerjaan terhambat. Dibuatkan sistem penirisan (drainage system) yang baik. » Musim kemarau akan timbul banyak debu. » Suhu tinggi atau dingin yang keterlaluan dapat mengurangi efisiensi mesin- mesin yang diperlukan. Data-data untuk penirisan tambang : a. Data primer, secara langsung di lapangan, seperti panjang pipa, dimensi saluran tambang, dimensi kolam pengendap lumpur, dan jumlah pompa. b. b. Data sekunder, yaitu data yang dikumpulkan berdasarkan referensi seperti data curah hujan, spesifikasi pompa, catchment area, main sump dan I saluran tambang. Ketinggian dari permukaan air laut (altitude) » Semakin tinggi tempat kerja, maka kerapatan udara semakin berkurang » Apabila kerapatan udara berkurang, maka jumlah oksigen persatuan volume dalam udara yang berkurang, sehingga mempengaruhi proses pembakaran. Berkurangnya tenaga mesin berbanding lurus dengan bertambahnya ketinggian tempat kerja. > Ketinggian berpengaruh kepada kemampuan mesin-mesin yang dipakai, kerapatan udaranya rendah pada ketinggian yang besar. » Untuk mesin 4 (empat), Horse Power (HP) berkurang 3% pada ketinggian 1.000 ft pertama. Untuk mesin 2 (dua) tak, Horse Power (HP) berkurang 1%. as menyebabkan turunnya produksi alat, dapat, menambah ongkos gali-muat untuk setiap satuan volume atau berat. seat ini mulai digunakan super charger yang menginjeksikan 02 ke dalam silinder , alat ini mampu mempertinggi tenaga mesin s.d. 125% Kemiringan, jarak dan keadaan jalan (haul road condition) » Jalur jalan baik kapasitas angkut dapat besar karena alat angkut dapat bergerak lebih cepat. » Kemiringan dan jarak harus diukur dengan teliti untuk menentukan waktu pengangkutan material (cycle time). » Kecerobohan dalam menentukan kemiringan, jarak dan kondisi jalan (lebar dan kekuatannya) menurunkan jumlah material yang diangkut, menambah ongkos pengangkutan. Effisiensi kerja (operating efficiency) suatu kondisi atau keadaan, dimana penyelesaian suatu pekerjaan dilaksanakan dengan benar dan dengan penuh kemampuan yang dimiliki. > Pekerja atau mesin tidak mungkin bekerja 60 menit per jam, karena hambatan kecil selalu terjadi seperti menunggu alat, pemeliharaan dan pelumasan (service & adjustment), dil, perlu dibedakan dengan kerusakan alat atau pengaruh iklim. > Effisiensi kerja adalah perbandingan antara waktu produktif dengan waktu kerja yang tersedia, > Effisiensi kerja jarang mencapai 83%. Dalam merencanakan suatu proyek, produktivitas per jam alat yang diperlukan adalah produktivitas standar dari alat tersebut pada kondisi ideal dikalikan dengan faktor efisiensi kerja. Efesiensi kerja tergantung faktor : topografi, keahlian operator, pemilihan standar pemeliharaan, dan sebagainya yang menyangkut operasi alat.Dalam kenyataannya memang sulit menentukan besamya efisiensi kerja alat, tetapi dengan dasar pengalaman dapat ditentukan efisiensi yang mendekati kenyataan. Syarat-syarat penyelesaian pekerjaan (finishing specification) Setelah pekerjaan ada syarat tertentu harus dipenuhi terlebih dahulu : » Ada tempat harus ditanami pohon, bunga atau rumput. » Ada yang diminta dipagar atau memberi kerikil pada jalan. » Pekerjaan tersebut menambah waktu kerja, peralatan dan biaya. Tataguna Lahan Pasca Tambang » Lahan bekas tambang tidak selalu dikembalikan ke peruntukan semula. Hal ini tertgantung pada penetapan tata guna lahan wilayah tersebut. » Pekembangan suatu wilayah menghendaki ketersediaan lahan baru yang dapat dipergunakan untuk pengembangan pemukiman atau kota. Lahan bekas tambang bauksit sebagai salah satu contoh, telah diperuntukkan bagi pengembangan kota Tanjungpinang Masalah utama yang timbul pada wilayah bekas tambang adalah perubahan lingkungan + Perubahan kimiawi berdampak terhadap air tanah dan air permukaan. + Perubahan morfologi dan topografi lahan + Perubahan iklim mikro yang disebabkan perubahan kecepatan angin, gangguan habitat biologi berupa flora dan fauna. + Penurunan produktivitas tanah dengan akibat menjadi tandus atau gundul. + Mengacu kepada perubahan tersebut perlu dilakukan upaya reklamasi. Yang harus dipahami + Reklamasi tidak berarti akan mengembalikan seratus persen sama dengan kondisi rona awal. + Reklamasi juga bertujuan membentuk bentang alam (landscape) yang stabil terhadap erosi + Selain itu rehabilitasi juga bertujuan untuk mengembalikan lokasi tambang ke kondisi yang memungkinkan untuk digunakan sebagai lahan produktif. Syarat-syarat penimbunan (fill specifications) > Perlu diratakan dan dipadatkan dengan alat khusus, dilakukan pada kelembaban tertentu agar tidak mudah terjadi amblesan (surface subsidace) serta kemantapan lereng (slope stability) terjamin. » Timbunan harus rapih segera ditanami, dipagar pada tempat tertentu serta kemiringan tertentu. Tanah penutup maupun tanah pucuk yang sebelumnya disimpan di tempat penyimpanan sementara akan diangkut kembali ke daerah yang telah tertambang(mined out). Kegiatan ini dimaksudkan agar pit bekas tambang tidak meninggalkan lubang yang besar dan di gunakan untuk rehabilitasi lahan pasca tambang. Pekerjaan tersebut menambah waktu kerja, peralatan dan biaya. Perlu diperhitungkar dengan teliti Waktu (time element) » Pekerjaan pemindahan tanah mekanis harus diselesaikan dalam jangka waktu yang sudah ditetapkan. » Kepastian harian yang sudah ditetapkan harus dipenuhi. Peru pengetahuan, data yang cukup lengkap untuk memperkirakan kemampuan alat yang akan dipakai, sehingga memenuhi kapasitas harian. Jika pekerjaan PTM dikontrakkan, apabila pekerjaan selesai sebelum batas waktu yang telah disetujui kontraktor berhak menerima premi, sebaliknya kalau teriambat kontraktor harus membayar ganti rugi (denda). Ongkos-ongkos produksi (production cost) » Ongkos tetap -> asuransi, depresiasi, pajak, pinjaman dan bunga pinjaman. » Ongkos operasi > upah driver, ongkos pemeliharaan dan pembetulan alat- alat, pembelian suku cadang (spare part), bahan bakar, dan minyak pelumas. > Ongkos pengawasan -> gaji mandor, teknisi, direksi, dll. » Ongkos tambahan > ongkos upacara, tamu, dil Komponen lingkungan : batuan JENIS PARAMETER: KEGIATAN campac To DAMA —> _PENGELOLAAN Tersingkapnya Luas area sMenatobang scr 2, Land clearing batuan dasar; ‘singkapan, kec. Lanai : <2Menetapkan batas Si eee eee nah penutup |: pegradasi Kedalaman = sumberdaya Volumebatuan <7 emamast 4. Blasting ee? a ‘omens ace Limbah batuan Volume (overburden) "overburden Pasir sisa tailing —> Volume tailing —» —beledak lebih dalam 7. crushing od Mengurangi jumlah bahan peledak BANDINGKAN DENGAN BAKU MUTU ‘Menambah delay time LINGKUNGAN (KEP. MEN LH KEP 02/MENKLH/1938) Komponen lingkungan : geomorfologi JENIS PARAMETER __. PENGELOLAAN eae DAMPAK DAMPAK geometri & bertingkat dan saluran 7. Crushit STerjadinya it i it rushing adios en, -‘KaBasitassungai —_drainase nair —>