Anda di halaman 1dari 30

BUKU PANDUAN

SEHATKAN
KELUARGA INDONESIA

Diare Anak
Infeksi Saluran Pernafasan Akut
Demam Berdarah
Hipertensi
Diabetes Mellitus
Gizi Seimbang

Daftar Isi
Diare Anak .................................................................................... 1
Infeksi Saluran Pernafasan Akut .................................................. 8
Demam Berdarah ......................................................................... 11
Hipertensi .................................................................................... 16
Diabetes Mellitus ......................................................................... 19
Gizi Seimbang .............................................................................. 23

PENANGANAN ANAK DIARE DI RUMAH

Diare Dapat Menyebabkan Kematian Pada Anak


Diare adalah Buang Air Besar (BAB) dengan konsistensi lembek atau cair, bahkan dapat
berupa air saja dan frekuensinya lebih sering dari boasanya (biasanya 3 kali atau lebih dalam 1 hari).
Khusus pada neonates (bayi yang berumur kurang dari 1 bulan) yang mendapat ASI, biasanya buang
air besarnya (berak) dengan frekuensinya lebih sering (biasanya 5-6 kali per hari) tetapi konsistensi
tinjanya baik, ini bukan Diare. Diare adalah berak encer lebih sering dari biasanya (lebih dari 3 kali)
dalam sehari. Seseorang dapat terkena diare bila makan makanan / minuman yang tercemar.

Cara Mengatasi Diare Di Rumah:


1. Segera beri banyak
minum dengan:
ORALIT
Setiap kali anak berak, beri
Oralit:
- Umur kurang 1 tahun
(1/4 - gelas)
- Umur 1 4 tahun ( - 1
gelas)
- Umur diatas 5 tahun (1 1 gelas)
Bila Oralit tidak tersedia beri
cairan yang tersedia di
rumah tangga seperti: kuah
sayur, kuah sup, air tajin,
sari buah, air teh, air
matang.

2. Segera ke Puskesmas
untuk
mendapatkan
Obat Zinc
OBAT ZINC

OBAT Zinc diberikan


pada penderita diare
balita
Mempercepat
penyembuhan
Diharapkan
dapat
melindungi anak dari
diare 2-3 bulan kedepan
Menambah nafsu makan

3. Teruskan pemberian
makanan
Pada bayi yang masih
mendapatkan
ASI,
teruskan pemberian ASI
lebih sering dan lebih
lama.
Beri makan sesuai umur
anak dengan menu yang
sama pada waktu anak
sehat. Beri makan lebih
sering dari biasanya
dengan porsi lebih kecil
(setiap 3-4 jam).
Jika diaresudah berhenti
maka balita sebaiknya
diberi
makanan
tambahan sampai 2
minggu.

Cara Mengatasi Diare Di Rumah:

Perawatan Diare Di Rumah Untuk Anak Usia Di Bawah 6 Bulan:


1. Berikan ASI (Air Susu Ibu) lebih sering dan lebih lama
Dengan memberikan ASI lebih sering dan lebih lama dari biasanya, maka:
o Meningkatkan daya tahan tubuh anak karena ASI mengandung antibody
o Mengganti cairan yang hilang karena diare
ASI mengandung zat gizi yang dibutuhkan oleh bayi
2. Beri ORALIT sampai diare berhenti
ORALIT merupakan campuran garam elektrolit yang dibutuhkan oleh tubuh
3. Beri obat ZINC 10 mg atau tablet sekali sehari selama 10 hari berturut-turut
Obat tablet ZINC diberikan dengan cara dilarutkan dalam satu sendok air minum atau Air
Susu Ibu (ASI)
Penggunaan obat ZINC dalam bentuk sirup atau bubuk kering (dalam saset), mengikuti
aturan yang ada dalam kemasan
Perawatan Diare Di Rumah Untuk Anak Usia Di Bawah 6 Bulan

Perawatan Diare Di Rumah Untuk Anak USia 6 24 Bulan:


1. Beri ORALIT
Berikan ORALIT segera sampai diare berhenti
- ORALIT mengandung garam elektrolit yang dibutuhkan oleh tubuh saat diare
- Anak < 1 tahun, berikan gelas (100 cc) cairan oralit setiap kali mencret
- Anak 1 tahun, berikan 1 gelas (200 cc) cairan oralit setiap kali mencret
Berikan Cairan Rumah Tangga:
Air tajin, air teh tanpa gula, kuah sup, kuah sayur. Air minum saja tidak cukup karena air
minum tidak mengandung elektrolit yang diperlukan untuk mempertahankan keseimbangan
elektrolit dalam tubuh.
2. Beri obat ZINC 20mg atau 1 tablet/hari selama 10 hari berturut-turut
o Obat tablet ZINC diberikan dengan cara dilarutkan dalam satu sendok air minum atau Air
Susu Ibu (ASI)
3. Teruskan Pemberian ASI
Meneruskan pemberian ASI dapat meningkatkan daya tahan tubuh anak karena ASI
mengandung antibodi
4. Berikan Makanan Pendamping ASI (MP-ASI)
o Lebih sering, sedikit demi sedikit, makan lebih lembut dari biasanya, makanan bervariasi
dan yan disukai anak

Perawatan Diare Di Rumah Untuk Anak Usia 6 24 Bulan

Perawatan Diare Di Rumah Untuk Anak Usia 2 Tahun Atau Lebih:


1. Beri ORALIT
o Berikan ORALIT segera pada saat anak diare untuk mencegah dehidrasi
o ORALIT mengandung garam elektrolit yang dibutuhkan oleh tubuh
Berikan Cairan Rumah Tangga
Seperti: air tajin, air teh tanpa gula, kuah sup, kuah sayur. Air minum saja tidak cukup karena
air minum tidak mengandung elektrolit yang diperlukan untuk mengandung elektrolit yang
diperlukan untuk mempertahankan keseimbangan elektrolit dalam tubuh
2. Beri obat ZINC 20mg atau 1 tablet/ hari selama 10 hari berturut-turut
o Obat tablet ZINC diberikan dengan cara dilarutkan dalam satu sendok air minum
o Penggunaan obat ZINC dalam bentuk sirup atau bubuk kering (dalam saset), mengikuti
aturan yang ada dalam kemasan
3. Berikan Makanan yang Sehat dan Bergizi
o Lebih serin, sedikit demi sedikit, makanan lebih lembut dari biasanya, makanan
bervariasi dan yang disukai anak

Perawatan Diare Di Rumah Untuk Anak Usia 2 Tahun Atau Lebih

Manfaat ORALIT:
Oralit diberikan untuk mengganti cairan dan elektrolit dalam tubuh yang terbuang saat diare.
Walaupun air sangat penting untuk mencegah dehidrasi, air minum tidak mengandung garam
elektrolit yang diperlukan untuk mempertahankan keseimbangan elektrolit dalam tubuh
sehingga lebih diutamakan oralit.
Campuran glukosa dan garam yang terkandung dalam ORALIT dpat diserap dengan baik oleh usus
penderita diare.

Cara Membuat dan Memberikan ORALIT

Cara Memberikan Obat ZINC

Berikan Makanan Lebih Sering dari Biasanya

Cara Pencegahan Diare:

Saat Anak DIARE, INGAT !!!

INFEKSI SALURAN PERNAPASAN AKUT (ISPA)

Pengertian Infeksi Saluran Pernapasan Akut (ISPA)


Infeksi akut yang menyerang salah satu bagian/lebih dari saluran napas mulai hidung sampai
alveoli termasuk adneksanya (sinus, rongga telinga tengah, pleura).

Penyebab dan karakteristik ISPA


Penyebab dari penyakit ini adalah agent infeksi atau kuman. Ada beberapa jenis
kuman yang merupakan penyebab utama yakni golongan A -hemolityc streptococus,
staphylococus,

haemophylus

influenzae,

clamydia

trachomatis,

mycoplasma

dan

pneumokokus. Disamping itu terdapat beberapa faktor yang turut mempengaruhi yaitu; usia
, ukuran dari saluran pernafasan, daya tahan tubuh anak tersebut terhadap penyakit serta
keadaan cuaca (Whaley and Wong; 1991; 1419).
Kondisi klinis secara umum turut berpengaruh dalam proses terjadinya infeksi antara
lain malnutrisi, anemia, kelelahan. Keadaan yang terjadi secara langsung mempengaruhi
saluran pernafasan yaitu alergi, asthma serta kongesti paru. Infeksi saluran pernafasan
biasanya terjadi pada saat terjadi perubahan musim, tetapi juga biasa terjadi pada musim
dingin (Whaley and Wong; 1991; 1420).

Tanda dan gejala yang muncul


1. Demam
2. Meningismus,
3. Anorexia (mual)
4. Vomiting (muntah)
5. Diare (mild transient diare)
6. Nyeri pada perut (Abdominal pain)
7. Sumbatan pada jalan nafas
8. Batuk
9. Suara nafas, biasa terdapat grok-grok dan suara nafas tambahan jika diperiksa
(Whaley and Wong; 1991; 1419).

Terapi dan Penatalaksanaan


Penatalaksanaan pada bayi dengan pilek sebaiknya dirawat pada posisi telungkup,
dengan demikian sekret dapat mengalir dengan lancar sehingga drainase sekret akan
lebih mudah keluar (Pincus Catzel & Ian Roberts; 1990; 452).

Klasifikasi Balita Batuk dan atau Kesukaran Bernafas


KELOMPOK
UMUR

KLASIFIKASI
PNEUMONIA BERAT

2 bulan - < 5 tahun

PNEUMONIA
BUKAN PNEUMONIA
PNEUMONIA BERAT

<2 Bulan
BUKAN PNEUMONIA

TANDA PENYERTA SELAIN BATUK DAN ATAU


SUKAR BERNAFAS
Tarikan dinding dada bagian bawah ke dalam
Napas cepat sesuai golongan umur:
- 2 bulan - <1 tahun : 50 kali atau lebih/menit
- 1 - <5 tahun : 40 kali atau lebih/menit
Tidak ada napas cepat dan tidak ada tarikan dinding
dada bagian bawah ke dalam
Napas cepat > 60 kali atau lebih/menit
Tarikan kuat dindinng dada bagian bawah ke dalam
Tidak ada napas cepat dan tidak ada tarikan dinding
dada bagian bawah ke dalam

Tatalaksana Penderita Batuk dan atau Kesukaran Bernafas usia < 2 bulan
KLASIFIKASI PENYAKIT UMUR KURANG 2 BULAN
Tarikan dindin dada bagian
Tidak ada TDDK kuat
bawah ke dalam yang kuat
DAN
TANDA
(TDDK kuat)
Tidak ada napas cepat, frekuensi napas : kurang
ATAU
dari 60 x/menit
Adanya napas cepat 60 x/menit
KLASIFIKASI PNEUMONIA BERAT
BATUK BUKAN PNEUMONIA
Nasehati ibu untuk tindakan perawatan di
rumah/ menjaga bayi tetap hangat
Rujuk segera ke Rumah Sakit
Memberi ASI lebih sering
Beri 1 dosis antibiotic
Membersihkan lobang hidung jika mengganggu
Obati demam, jika ada
TINDAKAN
pemberian ASI
obati wheezing, jika ada
Anjurkan ibu untuk kembali kontrol jika :
Anjurka ibunya untuk tetap
- Pernapasan menjadi cepat atau sukar
memberika ASI
- Kesulitan minum ASI
- Sakitnya bertambah Parah

Tatalaksana Penderita Batuk dan atau Kesukaran Bernafas usia 2 bulan - < 5 tahun

10

MENGENAL DEMAM BERDARAH DENGUE

A. PENGERTIAN DEMAM BERDARAH


Demam Berdarah Dengue (DBD) adalah suatu penyakit menular yang
disebabkan oleh virus Dengue dan ditularkan oleh nyamuk Aedes aegypti yang
diikuti perdarahan di bawah kulit, selaput hidung dan lambung (Mubin,2005). Pada
orang yang digigit nyamuk aedes-Aegypti yang mengandung virus Demam Berdarah
(virus dengue) dalam waktu 1 minggu dapat menderita sakit demam berdarah, virus
dengue berada dalam darah selama 7 hari. Bila dalam waktu kurang dari 7 hari
penderita tidak ditolong dengan cepat dan tepat dapat menyebabkan kematian.

B. TANDA-TANDA DEMAM BERDARAH


1. Mendadak demam tinggi berlangsung 2 sampai 7 hari
2. Sering terasa nyeri di ulu hati

3. Tampak lemah dan lesu

4. Ujung-ujung jari pucat


5. Kadang timbul bintik-bintik merah pada kulit. Untuk
membedakan dengan bintik merah bekas gigitan
nyamuk ; regangkan kulit, bila bintik merah itu hilang
itu bukan tanda demam berdarah. Bila sudah parah
penderita gelisah. Tangan dan kakinya dingin dan
berkeringat (pre syok).

6. Kadang-kadang

terjadi

perdarahan

di

hidung

(mimisan).
7. Mungkin terjadi muntah atau berak darah. Beraknya
berwarna hitam dan berbau amis (bau darah)
disebabkan perdarahan lambung.

11

C. FASE DEMAM BERDARAH


1. Fase Demam Tinggi (Febris).
Fase ini terjadi pada hari ke 1 - 3 dan ditandai dengan demam yang mendadak
tinggi disertai sakit kepala, badan terasa ngilu dan nyeri, mual. Seringkali disertai
dengan bintik merah di kulit yang tidak hilang saat kulit diregangkan. Pada
beberapa kasus yang terjadi, bahkan ditemukan adanya nyeri tenggorokan,
infeksi pada tenggorokan dan juga pada mata, mual dan muntah.
2. Fase Kritis.
Fase ini terjadi pada hari ke 4 5 yang ditandai dengan demam mulai menurun
disertai dengan penurunan kadar trombosit dalam darah. Fase ini seringkali
mengecohkan karena seolah-olah demamnya turun dan penyakitnya sembuh.
Namun inilah yang disebut Fase Kritis Demam Berdarah dan kemungkinan
terjadinya Dengue Shock Sindrome (DSS) yang ditandai dengan adanya
pendarahan hidung, mulut, kulit pucat dan dingin, serta terjadi penurunan
kesadaran.
3. Fase Penyembuhan (Pemulihan).
Fase ini terjadi pada hari ke 6 - 7. Dalam fase penyembuhan keadaan umum dari
penderita akan mulai membaik, nafsu makan pulih kembali, peredaran darah
stabil dan frekuensi kencing membaik dan akan kembali normal. Pada fase
penyembuhan penderita perlu diberikan gizi yang baik untuk meningkatkan
keadaannya serta meningkat kadar trombosit.
D. PERTOLONGAN BAGI PENDERITA
Beri penderita minum sebanyak-banyaknya (air masak, susu, teh atau minuman
lainnya sebaiknya oralit)
Beri obat penurun panas dan/atau kompres air biasa
Segera periksakan ke dokter, Puskesmas atau rumah sakit.
Penderita dengan gejala pre-syok (penurunan kesadaran, tangan dan kaki
terasa dingin, nadi teraba cepat dan lemah, tekanan nadi terukur kecil) harus
dirawat di rumah sakit
E. CIR-CIRI NYAMUK AEDES AEGYPTI
Menggigit / menghisap darah pada
siang hari
Senang hinggap pada pakaian yang
bergantungan dalam kamar

12

Bersarang dan bertelur di genangan air jernih di dalam dan di sekitar rumah
bukan di got / comberan.
Nyamuk bisa hidup sampai 2-3 bulan dengan rata-rata 2 minggu.
Nyamuk betina membutuhkan darah setiap dua hari sekali.
Bisa terbang hingga radius 100 meter dari tempat menetas.

F. PEMBERANTASAN SARANG NYAMUK


1. Gerakan 3M plus
Menguras
Menguras dan menyikat tempat- tempat penampungan air seperti bak mandi,
drum, tanki seminggu sekali
Menutup
Menutup rapat rapat tempat penampungan air
Mengubur
Mengubur barang barang bekas yang menampung air hudenagnjan dan
berpotensi menjadi sarang nyamuk untuk bertelur
M plus
Merupakan tindakan memberantas jentik dan menghindari gigitan nyamuk
dengan cara :
Membunuh jentik dengan menaburkan serbuk Abate 2-3 bulan dengam
takaran 1 gram abate untuk 10 liter air atau dengan altosid 2,5 gram untuk
100 liter air.
Abate Memelihara ikan pemakan jentik Nyamuk : ikan cupang, ikan cetul
Memakai obat lotion nyamuk
Tidak bisa menggantung pakaian dalam kamar.
Mengasap/ fogging
Fogging hanya dilakukan bila di lokasi ditemukan 3 kasus positif DBD
dengan radius 200 meterdan bila di daerah tersebut ditemukan banyak
jentik nyamuk DBD.
G. ABATE
1. DEFINISI
Abate adalah suatu golongan insektisida untuk membasmi jentik nyamuk
yang berisikan bahan aktif temephos 1%. Bubuk abate ini aman untuk dikonsumsi
semala dalam takaran yang sesuai.
2. KEGUNAAN

13

Abate berfungsi untuk membunuh larva larva nyamuk yang senang hidup di air
bersih yang menggenang.
3. CARA PEMAKAIAN
Takaran serbuk abate ini 1 gram untuk 10 liter air
Serbuk abate bertahan selama 2-3 bulan
Setelah di taburkan bubuk abate akan menempel di dinding penampungan air,
sehingga kadar dalam air lebih rendah
Efisien untuk ditaburkan apad tampungan air yang sulit dan jarang dikuras serta
terbuat dari permukaan yang kasar seperti semen.
Apabila penampungan terbuat dari bahan yang licin atau keramik , penggunaan
abate tidak efisien karena bubuk abate tidak bisa menempel dan hanya akan
mengendap di dasar air saja.
H. OVITRAP
1. TEORI UMUM
Ovitrap (singkatan dari ovitposition trap) adalah alat untuk mendeteksi
keberadaan nyamuk. Jika kepadatan nyamuk rendah dan survei larva yang
menunjukkan hasil yang tidak produktif (misal B1 kurang dari 5), seperti dalam kondisi
yang normal. Secara khusus, ovitrap digunakan untuk mendeteksi infestasi nyamuk ke
area baru yang sebelumnya pernah dibasmi. Ovitrap ini akan ditempatkan baik didalam
atau diluar rumah yang gelap dan lembab karena nyamuk menyukai tempat tempat
tersebut untuk bertelur. Setelah 1 minggu dilakukan pemeriksaan ada/tidaknya telur.

2. ALAT DAN BAHAN


1. Botol plastik bekas/ember
2. Kain/plastik hitam
3. Kasa nilon
4. Perekat
5. Gunting
6. Air
7. Gula
8. Ragi instan

3. PEMBUATAN OVITRAP
-

14

Botol plastik dipotong hingga bagian atasnya terbuka

Kain/plastik hitam direkatkan pada bagian luar botol hingga dalam terlihat
berwarna gelap

Kasa nilon ditutupkan ke bagian atas botol, namun bagian tengahnya menjorok
ke arah botol

Isi botol dengan air dan ragi instan, sesuaikan kasa hingga pada bagian tengah
terendam

4. PENGGUNAAN OVITRAP
-

Letakkan ovitrap di tempat-tempat yang habitat-habitat bagi nyamuk aedes


aegypty, seperti tempat yang lembab, sedikit cahaya matahari atau memiliki
intensitas cahaya yang rendah

Tunggu selama 1 minggu, awasi agar tidak tumpah

Ambil ovitrap, kemudian buang air ke tempat yang panas (halaman) setiap 1
minggu sekali.

#Kita harus WASPADA terhadap PENYAKIT DEMAM BERDARAH ini karena bila biarkan
dan

TIDAK

SEGERA

MENDAPATKAN

PERTOLONGAN

dan

perawatan dapat

menyebabkan KEMATIAN bagi penderitanya #.

15

HIPERTENSI
A. Apa itu Penyakit Hipertensi?
Penyakit Hipertensi atau yang lebih dikenal penyakit darah tinggi adalah suatu keadaan
dimana tekanan darah seseorang adalah ~140 mm Hg (tekanan sistolik) dan/ atau ~90
mmHg (tekanan diastolik).
B. Pembagian Hipertensi
Kategori

Sistolik(mmHg)

Normal

120

80

Prehipertensi

120-139

80-90

Hipertensi derajat 1

140-150

90-99

Hipertensi derajat 2

160

C. Tanda Dan Gejala Hipertensi


Keluhan-keluhan pada penderita hipertensi antara lain:
1. Sakit kepala
2. Gelisah
3. Jantung berdebar-debar
4. Pusing
5. Penglihatan kabur
6. Rasa sakit didada
7. Mudah lelah, dan lain-lain.

Gejala akibat komplikasi hipertensi


1) Gangguan Penglihatan
2) Gangguan Saraf

16

Diastolik(mmHg)

100

3) Gangguan jantung
4) Gangguan Fungsi Ginjal
5) Gangguan Otak yang mengakibatkan kejang dan perdarahan pembuluh darah otak
(Stroke) yang mengakibatkan kelumpuhan, gangguan kesadaran hingga koma.

D. Cara Pemeriksaan Tekanan Darah Menggunakan Tensimeter


a. Pengukuran tekanan darah yang umum dilakukan menggunakan alat tensi meter yang
dipasang 1 dihubungkan pada lengan pasien dalam keadaan duduk bersandar,
berdiri atau tiduran. Tekanan darah diukur dalam posisi duduk atau berdiri, penurunan
lengan dari
vertikal

posisi hampir mendatar ( setinggi jantung

) ke posisi hampir

dapat menghasilkan kenaikan pembacaan dari kedua tekanan darah

sistolik dan diastolik.


b. Untuk meneegah penyimpangan bacaan sebaiknya pemeriksaan tekanan darah dapat
dilakukan setelah orang yang akan diperiksa beristirahat 5 menit. Bila perlu dapat
dilakukan dua kali pengukuran selang waktu 5 sampai 20 menit pada sisi kanan
dan kiri. Ukuran manset dapat mempengaruhi hasil.
c. Sebaiknya lebar manset 2/3 kali panjang lengan atas. Manset sedikitnya harus dapat
melingkari 2/31engan dan bagian bawahnya harus 2 cm di atas daerah lipatan lengan
atas untuk mencegah kontak dengan stetoskop
d. Balon dipompa sampai di atas tekanan slstollk, kemudian dibuka perlahan-Iahan
dengan kecepatan 2-3 mmHg per denyut jantung. Tekanan sistolik dicatat pada saat
terdengar

bunyi yang pertama, sedangkan tekanan diastolik

dicatat apabila

bunyi tidak terdengar lagi.

E. Pengobatan
Pengendalian Faktor Risiko
Pengendalianfaktor risiko penyakitjantung koroneryang dapat saling berpengaruh
terhadap terjadinya hipertensi, hanya terbatas pada faktor risiko yang dapat diubah,
dengan usaha-usaha sebagai berikut :
a. Mengatasi obesitas/menurunkan kelebihan berat badan.

17

b. Mengurangi asupan garam didalam tubuh,


Batasi sampai dengan kurang dari 5 gram ( 1 sendok teh ) per hari pada saat memasak.

c. Ciptakan keadaan rileks seperti nafas dalam dan panjang


d. Melakukan olah raga teratur
Berolahraga seperti senam aerobik atau jalan cepat selama 30-45 menit sebanyak 34 kali dalam seminggu,
e. Berhenti merokok

F. Alur pengobatan hipertensi :


1. Pada

saat

seseorang

ditegakkan

diagnosisnya

menderita

hipertensi

maka yang pertama dilakukan adalah mencari faktor risiko apa yang ada,
maka
dengan

dilakukanlah usaha
modifikasi

diharapkan.

untuk

menurunkan

faktor

risiko

yang

ada

gaya hidup, sehingga dapat dicapai tekanan darah yang

Bila dalam jangka

waktu 1 bulan tidak tercapai tekanan darah

normal, maka terapi obat pilihan diperlukan.


2. Terapi obat tunggal
3. Bila terapi tunggal tidak berhasil maka terapi dapat dikombinasikan.
4. Bila tekanan darah tidak dapat dicapai baik melalui modifikasi gaya hidup dan
terapi kombinasi maka dilakukakan rujukan ke dokter spesialis.

18

Kenali Bahaya & Tanda Gejala Diabetes Melitus

Apa itu Diabetes?


Diabetes mellitus adalah penyakit kronis yang kompleks yang mengakibatkan gangguan
metabolisme

karbohidrat,

protein,

lemak

dan

berkembang

menjadi

komplikasi

makrovaskuler, mikrovaskuler dan neurologis. (Barbara C. Long).


Penyebab Diabetes
1) Diabetes Mellitus tergantung insulin (DMTI)
a. Faktor keturunan : apabila orangtua menderita diabetes mellitus maka anaknya akan
beresiko terkena diabetes mellitus pula.
b. Faktor imunologi : apabila terdapat kelaianan antibody tubuh menyerang jaringan
tubuh yang sehat / normal.

c. Faktor lingkungan : faktor yang dapat memicu kerusakan sel pancreas yang
menghasilkan hormone insulin, seperti virus atau zat berbahaya lainnya.
2) Diabetes Mellitus tak tergantung insulin (DMTTI)
Secara pasti penyebab dari DM tipe II ini belum diketahui, factor genetic diperkirakan
memegang peranan dalam proses terjadinya resistensi insulin. Faktor risiko yang
berhubungan dengan proses terjadinya DM tipe II, diantaranya adalah:
a. Usia ( berkurangnya kerja insulin terjadi pada usia 65 tahun)
b. Obesitas / kegemukan
c. Riwayat keluarga
d. Kelompok etnis

Tanda Gejala Umum


Gejala yang lazim terjadi, pada diabetes mellitus sebagai berikut :
Pada tahap awal sering ditemukan :
a. Poliuri (banyak kencing)
b. Polidipsi (banyak minum)
c. Polifagi (banyak makan)
d. Berat badan menurun, lemas, lekas lelah, tenaga kurang.
e. Mata kabur

19

Pemeriksaan penunjang
a. Tes Toleransi Glukosa
Tes toleransi glukosa oral merupakan pemeriksaan yang lebih sensitif daripada tes
toleransi glukosa intravena yang hanya digunakan dalam situasi tertentu. Tes toleransi
glukosa oral dilakukan dengan pemberian larutan karbohidrat sederhana.
b. Pemeriksaan

glukosa

darah/hiperglikemia

(puasa,

jam

setelah

makan/post

prandial/PP) dan setelah pemberian glukosa per-oral (TTGO).


Komplikasi
1) Hipoglikemia (kadar gula darah yang abnormal rendah) terjadi apabila kadar glukosa
darah turun dibawah 50 mg/ dl.
2) Diabetes Ketoasidosis. Ada tiga gambaran klinik yang penting pada diabetes
ketoasidosis :
Dehidrasi / kehilangan banyak cairan tubuh
Kehilangan elektrolit
Asidosis
2) Syndrom Hiperglikemia Hiperosmolar Non Ketotik (SHHNK)
Merupakan keadaan hipergklikemia yang disertai perubahan tingkat kesadaran b.
Komplikasi Kronik
3) Retinopati Diabetik / gangguan penglihatan
Disebabkan oleh perubahan dalam pembuluh-pembuluh darah kecil pada retina mata
4) Nefropati Diabetik / gangguan pada ginjal
Bila kadar gluoksa darah meninggi maka kerja ginjal akan semakin berat dan dapat
menyebabkan kerusakan pada ginjal itu sendiri.
5) Neuropati Diabetikum / gangguan pada syaraf

Penatalaksanaan
Manajemen Monitoring Mandiri Pasien Diabetes Mellitus
1. Perencanaan pola makan dan diet yang tepat
2. Kontrol kadar gula darah
Nilai yang diharapkan dari pengukuran tersebut adalah berada pada rentang antara 70
s.d 120 mg/dl.
3. Olahraga dan latihan
Penderita diabetes disarankan untuk melakukan olahraga secara teratur dengan cara
bertahap sesuai dengan kemampuan.

20

4. Pengobatan yang teratur


Diabetis harus minum obat yang diberikan oleh dokter secara teratur, dan jangan
sampai terlewatkan. Selain itu, tidak diperkenankan untuk menambah atau mengurangi
dosis obat tanpa berkonsultasi terlebih dahulu dengan dokter.
5. Pengukuran tekanan darah dan kadar kolesterol secara teratur
Diabetisi harus melakukan pengukuran tekanan darah secara teratur guna untuk
mengantisipasi terjadinya komplikasi stroke akibat hipertensi. Begitu pula dengan kadar
kolesterol yang tinggi merupakan resiko tinggi terjadinya atherosklerosis.
6. Menghindari stress yang berlebihan
Stress dapat meningkatkan kadar gula darah dan tekanan darah.
7. Mengurangi resiko
Penderita Diabetes rentan untuk mengalami komplikasi berupa luka atau borok yang
sukar sembuh. Seringnya mereka mendapati luka yang sukar sembuh pada daerah
kaki, untuk itu perawatan kaki yang teratur sangat diperlukan. Jaga kelembaban kulit
dengan menggunakan lotion yang tidak menimbulkan alergi. Potong kuku secara teratur
dan ratakan ujung kuku dengan menggunakan kikir, jangan pernah memotong ujung
kuku terlalu dalam. Pilih alas kaki yang nyaman dan sesuai dengan bentuk serta ukuran
kaki. Pilih bahan sepatu yang lembut dan sol yang tidak keras. Pakai sepatu tertutup
jika hendak bepergian keluar rumah. Waspada jika terdapat luka sekecil apapun, segera
obati dengan antiseptik.

21

22

Apa sih pentingnya GIZI SEIMBANG???


Apakah memiliki tubuh yang gemuk dapat dikatakan sehat???
TIDAK
Seseorang yang memiliki berat badan tubuh yang berlebih/kegemukan sangat beresiko
mengalami sejumlah penyakit kronis seperti diabetes, hipertensi, penyakit jantung, kanker, dan
sebagainya yang apabila tidak segera ditangani dengan tepat dapat beresiko kematian.

Jadi, apakah harus memiliki tubuh yang kurus agar dikatakan sehat???
TIDAK
Seseorang yang memiliki berat badan tubuh yang kurang ternyata juga beresiko
mengalami sejumlah gangguan kesehatan seperti gangguan pertumbuhan dan perkembangan
pada remaja, terjadinya penyakit anemia, kerapuhan tulang, menurunnya kekebalan tubuh,
ketidakseimbangan suhu tubuh, dan sebagainya.

Lalu bagaimana tubuh yang sehat itu???


Tubuh yang sehat itu

Tubuh dengan Berat Badan Ideal

Bagaimana cara mengetahui berat badan ideal atau tidak???

Bagi orang dewasa salah satu indikator yang menunjukkan bahwa telah terjadi keseimbangan zat gizi di dalam
tubuh adalah tercapainya berat badan yang normal, yaitu berat badan yang sesuai untuk tinggi badannya.
Indikator tersebut dikenal dengan IndeksMasa Tubuh (IMT). Oleh karena itu, pemantauan BB normal
merupakan hal yang harus menjadi bagian dari Pola Hidup dengan Gizi Seimbang, sehingga dapat
mencegah penyimpangan BB dari BB normal, dan apabila terjadi penyimpangan dapat segera
dilakukanlangkah-langkah pencegahan dan penanganannya.
Untuk mengetahui nilai IMT, dapat dihitung dengan rumus berikut :

23

Anda ingin sehat dengan berat badan ideal???

Ayo lakukan 3 langkah mulai dari AKU


Kontrol berat badan dalam
batas normal!
Mempertahankan berat
badan normal
memungkinkan
seseorang dapat mencegah
berbagai penyakit tidak
menular.

Upayakan aktivitas yang cukup!


Aktivitas fisik adalah setiap gerakan tubuh yang meningkatkan pengeluaran tenaga.
Aktivitas fisik dikategorikan cukup apabila seseorang melakukan latihan fisik atau
olah raga selama 30 menit setiap hari atau minimal 3-5 kali dalam seminggu.
Beberapa aktivitas fisik yang dapat dilakukan antara lain berjalan kaki, berkebun,
menyapu, mencuci, mengepel,naik turun tangga dan lain-lain.
Latihan fisik adalah semua bentuk aktivitas fisik yang dilakukan secara terstruktur
dan terencana, dengan tujuanuntuk meningkatkan kesegaran jasmani. Beberapa
latihan fisik yang dapat dilakukan seperti berlari, joging, bermain bola, berenang,
senam, bersepeda dan lain-lain.

24

Catatan :
.................................................................................................................................................................................................
.................................................................................................................................................................................................
.................................................................................................................................................................................................
.................................................................................................................................................................................................
.................................................................................................................................................................................................
.................................................................................................................................................................................................
.................................................................................................................................................................................................
.................................................................................................................................................................................................
.................................................................................................................................................................................................
.................................................................................................................................................................................................
.................................................................................................................................................................................................
.................................................................................................................................................................................................
.................................................................................................................................................................................................
.................................................................................................................................................................................................
.................................................................................................................................................................................................
.................................................................................................................................................................................................
.................................................................................................................................................................................................
.................................................................................................................................................................................................
.................................................................................................................................................................................................
.................................................................................................................................................................................................
.................................................................................................................................................................................................
.................................................................................................................................................................................................
.................................................................................................................................................................................................
.................................................................................................................................................................................................
.................................................................................................................................................................................................
.................................................................................................................................................................................................

Catatan :
.................................................................................................................................................................................................
.................................................................................................................................................................................................
.................................................................................................................................................................................................
.................................................................................................................................................................................................
.................................................................................................................................................................................................
.................................................................................................................................................................................................
.................................................................................................................................................................................................
.................................................................................................................................................................................................
.................................................................................................................................................................................................
.................................................................................................................................................................................................
.................................................................................................................................................................................................
.................................................................................................................................................................................................
.................................................................................................................................................................................................
.................................................................................................................................................................................................
.................................................................................................................................................................................................
.................................................................................................................................................................................................
.................................................................................................................................................................................................
.................................................................................................................................................................................................
.................................................................................................................................................................................................
.................................................................................................................................................................................................
.................................................................................................................................................................................................
.................................................................................................................................................................................................
.................................................................................................................................................................................................
.................................................................................................................................................................................................
.................................................................................................................................................................................................
.................................................................................................................................................................................................