Anda di halaman 1dari 2

TEKSTUR PERMUKAAN

a)

Kasar, bila pada permukaan butir terlihat meruncing dan terasa tajam. Tekstur

permukaan kasar biasanya dijumpai pada butir dengan tingkat kebundaran sangat
meruncing-meruncing.
b)

Sedang, jika permukaan butirnya agak meruncing sampai agak rata. Tekstur

ini terdapat pada butir dengan tingkat kebundaran meruncing tanggung hingga
membulat tanggung.
c) Halus, bila pada permukaan butir sudah halus dan rata. Hal ini mencerminkan
proses abrasi permukaan butir yang sudah lanjut pada saat mengalami
transportasi. Dengan demikian butiran sedimen yang mempunyai tekstur
permukaan halus terjadi pada kebundaran membulat sampai sangat membulat.
Sekalipun hal itu dinyatakan sebagai katagori kebundaran, tingkatan ini
nampaknya lebih didasarkan pada tekstur permukaan dari pada butir.

STRUKTUR SEDIMEN

1. Struktur di dalam batuan (features within strata) :


Struktur perlapisan (planar atau stratifikasi). Jika tebal perlapisan < 1 cm

disebut struktur laminasi.


Struktur perlapisan silang-siur (cross bedding / cross lamination.
Struktur perlapisan pilihan (graded bedding)
Normal, jika butiran besar di bawah dan ke atas semakin halus.
Terbalik (inverse), jika butiran halus di bawah dan ke atas semakin kasar.

2. Struktur permukaan (surface features)


Ripples (gelembur gelombang atau current ripple marks)
Cetakan kaki binatang (footprints of various walking animals.
Cetakan jejak binatang melata (tracks and trails of crowling animals)
Rekahan lumpur (mud cracks, polygonal cracks)
Gumuk pasir (dunes, antidunes)

3. Struktur erosi (erosional sedimentary structures)


Alur/galur (flute marks, groove marks,linear ridges)
Impact marks (bekas tertimpa butiran fragmen batuan atau fosil)
Saluran dan cekungan gerusan (channels and scours)
Cekungan gerusan dan pengisian (scours & fills)