Anda di halaman 1dari 8

TOXO IgM

Penggunaan
Uji Toxoplasma gondii dilakukan secara in vitro kuantitatif untuk menentukan adanya antibody
Toxoplasma gondii

di serum dan plasma manusia. Pengujian ECLIA menggunakan cobas

analyzer.

Deskripsi
Toxoplasmosis adalah infeksi yang disebabkan oleh protozoa yakni Toxoplasma gondii.
Infeksinya didapatkan dari kontaminasi makanan dan air dari oosit kucing atau dari makanan
yang kurang matang memasaknya sehingga masih

mengandung cyst yang terdapat pada

jaringan.
Pada fase primer biasanya tanpa gejala, gejala akan muncul pada fase laten. Toxoplasma gondii
juga adalah akibat dari penyakit immunosupresi ( resipien transplantasi organ, AIDS, dan
encephalitis ).
Pada fase primer pada kongenital biasanya mengganggu perkembangan fetus, karena adanya
transfer parasit dari ibu ke anak melalui plasenta. Umumnya bayi yang baru lahir tidak
menunjukkan gejala klinis, tetapi setelah berkembang bayi tersebut akan mengalami gangguan
mental dan kehilangan pendengaran, selain itu adanya infeksi yang meningkat pada system
pencernaan.
Mengonsumsi obat saat kehamilan dapat mencegah gangguan pada saat kehamilan yang
diakibatkan Toxoplasma gondii. Diagnosis toxoplasma gondii dapat dideteksi dengan adanya
antibody IgM, dan IgG. Penentuan antibody IgG

Toxoplasma gondii dapat digunakan tes

serologi dan dapat ditentukan setelah masa laten atau akut. Sedangkan untuk deteksi IgM
ditemukan pada infeksi Toxoplasma gondii fase akut dan infeksi berulang Toxoplasma gondii.
Deteksi pada kongenital saat kehamilan ditandai dengan kenaikan titer pada IgG dan IgM pada
sampel.

Prinsip :
Prinsip penangkapan m. Total durasi pemeriksaan : 18 menit.
Inkubasi pertama : 10 mikroliter sampel secara otomatis diencerkan 1-20 terlebih dahulu dengan
pengencer universal Elycys, antigen rekombinasi spesifik T.gondii berlebel kompleks ruthenium
ditambahkan, antibody anti tokso-IgM yang ada dalam sampel bereaksi dengan label ruthenium
antigen rekombinan spesifik T.gondii.
Inkubasi kedua : antibody spesifik IgM monoclonal terbiotnilasi dan mikropartikel yang dilapisi
streptaidin ditambahkan, kompleks menjadi terikat pada fase padat melalui intera aksi biotin dan
streptavidin.
Campurkan reaksi disedot ke dalam sel pengukuran dimana mikropartikel yang magnetis
ditangkap ke permukaan elektroda. Zat yang tidak terikat kemudian dihapus dengan procell,
penerapan tegangan ke elektroda kemudian menginduksi pancaran chemilumenescent yang
diukur dengan photomultiplier.
Hasil ditentukan secara otomatis oleh perangkat lunak Elecys dengan membandingkansinyak
elektrochemilumiscent yang diperoleh dari produk reaksi sampel dengan nilai cutoff yang
diperoleh dari kalibrasi tokso IgM.
Reagen
1. M : Streptavidin yang melapisi mikropartikel, 1 botol 6,5 Ml
2. M : Streptavidin yang melapisi mikropartikel, 0,72 mg/mL / presesentatif
3. R1 : Toxoplasma antigen dengan ruthenium complex >1Ml
4. R2 : Antibodi monoclonal anti-h-IgM
5. Cal1: Kalibrasi negative (tutup putih) serum manusia negative
6. Cal 2 : : Kalibrasi positif (tutup hitam) serum manusia positif

Perhatian dan Peringatan

Untuk diagnostic in vitro


Pemipetan pada semua reagen harus diperlukan sama yakni mengikuti prosedur
pengujian, dan faktor keselamatanpun harus diperhatikan dan dilakukan oleh petugas .
Semua materi dari manusia harus dianggap infeksius. Semua produk dari darah manusia
Cal1,Cal2 yang berasal dari darah donor harus bebas HBsAg, , HCV, dan HIV.
Serum yang berisi anti-Toxo (Cal2) harus steril. Reagen dan sampel harus
dianggap berpotensi infeksius, semua harus dilakukan dengan hati-hati. Apabila reagen
terkena dengan specimen yang infeksius tanggulangi dengan prosedur kesehatan yang
sudah ditentukan. Reagen reagen tidak boleh kadaluarsa, Hindari interaksi busa sabun
dengan dan sampel (specimen, calibrator, control).
Penanggulangan Reagen
Reagen reagen di kit harus dipersiapkan sebelum digunakan dan harus disuplai
dalam botol yang kompatibel dan cobas e 411 analyzer.
Elecys 2010 :
1. Cal1 dan Cal2 dikaibrasi pada suhu 20-25 derajat celcius. Setelah selesai
digunakan langsung tutup botolnya, dan disimpan pada suhu 2-8 derajat
2.

celcius.
Kalibrasi solution tidak boleh terbuka tutupnya saat dilakukan kalibrasi,
karena sifatnya yang mudah menguap , tidak lebih dari 5 menit prosedur
kalibrasi siap digunakan,
cobas e 411 analyzer.
Modular analitik E170 dan cobas e 601 . Masukan aliquot dengan hati-hati
untuk dilakukan kalibrasi pada alat analyzer. Transfer aliquot ke botol
yang kosong, beri label , simpan aliquot pada suhu 2-8 derajat celcius. 1
kalibrasi untuk 1 aliquot. Semua informasi ada di barcode.

Penyimpanan dan Stabilitas


Simpan reagen pada suhu 2-8 derajat celcius,

Simpan Elecys Toxo IgG reagen kit (M, R1, R2) dikocok terlebih dahulu sebelum
digunakan .
Stabilitas
Tidak dibuka pada suhu 2-6 derajat celcius
M,R1,R2, setelah 2-8 derajat celcius
On Modular Analytic E170, Elecys cobas e

Hingga kadaluarsa
12 minggu
2 minggu atau 12 minggu jika disimpan

direfrigerator dan dialat analyzer 84 jam


Cal1, Cal 2, , setelah dibuka pada suhu 2-6 8 minggu
derajat celcius
Elecys2010 dengan suhu 20-25 derajat celcius Sampai 5 jam
On Modular Analytic E170, Elecys cobas e Selama penggunaan
601
Disimpan dibagian atas kulkas , jgn di freezer. Patikan kalibrasi solution

tidak di

kalibrasi pada saat tutupnya terbuka.


Koleksi Spesimen dan Persiapan
Koleksi Spesimen
Serum diambil dengan dengan sampling yang terstandar dan disimpan pada tabung
tambahkan EDTA atau heparin. Sampel stabil 3 minggu pada suhu 2-8 derajat celcius, 3
hari selama 25 derajat celcius, 3 bulan pada suhu -20 derajat celcius. Sampel disimpan
pada tabung dengan jenis yang sama kemudian di sentifugasi, untuk pengguaan yang
cukup lama sampel dapat disimpan dalam freezer.

Persiapan

Sampel, control, dan kalibrator disimpan pada suhu 20-25 derajat celcius, Sebaiknya
pengukuran dilakukan 2 jam untuk menghindari evaporasi pada reagen.
Yang harus dipersiapkan
Reagen-working solution.
Pengujian
1) Pengujian harus sesuai dengan prosedur yang ada pada alat analyzer secara
manual
2) Suspensikan kembali mikropartikel sebelum digunakan.
3) Baca parameter sesuai,barcode.

4) Bawa reagen mendekati suhu 20 derajat celcius. Hindari adanya gelembung


5) Alat otomatis mengatur tempertatur apabila membuka atau menutup botol.
6) Tempatkan kalibrator 1 dan kalibrator 2 di tempat analyzer yang disediakan.
Simpan kembali Cal1 dan Cal 2 pada kulkas pada suhu 2-8 derajat celcius.
Kalibrasi
Metoda ini sudah distandarisasi oleh Roche .
Frekuensi kalibrasi : Menunjukan kualitas reagen Elecys Toxo IgM, Cal1, Cal2, dan
reagen segar(tidak lebih dari 24 jam saat keluar dari kit)
Yang harus diperhatikan :
1. Lebih dari 1 bulan harus sama reagen lotnya
2. Lebih dari 7 hari, Harus sama reagen pada kit yang sama pada analyzer
3. QC untuk menentukan Elecys Precicontrol apabila diluar batas deteksi

Nilai dari electrochemiluminescience daru control :


Cal (-) : 400 2500 (Elecys 2010, Modular analytic E170 dengan cobas e analyzer)
Cal (+) : 4500 35000 (Elecys 2010, Modular analytic E170 dengan cobas e analyzer)

QC
Untuk control digunakan Elecys Precicontrol Toxo IgM
Control 1 dan 2 harus di run selama 24 jam ketika tes digunakan , sekali pada reagen kit
dan setelah kalibrasi.. Hasil harus menunjukan batas deteksinya. Laboratorium harus
mengoreksi setiap pengukuran apabila ada yang diluar batas deteksi.
Jika merasa tidak teliti bisa diulang pengukurannya.
Catatan : Untuk penilaian reagen yang bermacam lebih baik menggunakan metoda
manual. Selanjutnya selalu memeperhatikan nilai dari Precicontrolpada kit untuk
mengoreksi nilai yang digunakan.
Ketika ada reagen baru atau control baru, , maka nalyzer akan digunakan nilai baru
barcode.
Perhitungan
Analyzer secara otomatis mengukur Cal1 dan Cal2. Hasil dari sampel akan menunjukkan
reaksi yang reaktif dan nonreaktif.
Noneaktif : < 0.8 COI

Intermedit : < 0,8 - > 10 COI


Reaktif : > 1,0 COI
Sampel dengan index < 0,8 adalah non reaktif Elecys Toxo IgM.
Sampel dengan index < 0,8- > 10 COI adalah intermedit Elecys Toxo IgM , sampel harus
dites ulang, sampel yang kedua harus di tes selama 2-3 minggu.
Sampel dengan index > 1,0 adalah reaktif Elecys Toxo IgM.
Anti-toxoplasma hasilnya ada pada specimen, apabila pengujian berbeda pabriknya
maka metoda pada reagennya juga berbeda.

Interferensi
Hasil negative Toxo IgM ada yang dapat menyebabkan hasil positif palsu dan negtif
palsu. Kemungkinan terjadinya infeksinya akut :
1) Individu yang berada diawal fase ataupun infeksi akut yang tidak akan terdetect
antibody Toxo IgMnya. Menun jukan rendahnya hasil dari Elecys Toxo IgG.
Sampel kedua dilakukan selama 2 minggu. Akan ada kenaikan titer IgG antibody.
2) Hasil negative ditunjukan apabila infeksinya sudah beberapa minggu terinfeksi
Toxoplasma Gondii.
Deteksi antibody IgM untuk melawan Toxoplasma gondii yang mengalami infeksi akut
tdk cukup untuk dijadikan bukti , sedangkan apabila ditemukan IgG antibody pada fase
akut mengandung protozoa Toxoplasma gondii. Jika dilakukan pengobatan titter
pengujian mengandung konsentrasi yang kecil

dan akan tetap bertahan selama

bertahuntahun. Elecys IgM harus dikombinasikan dengan IgG, anamnase, gejala klinik
dan pemeriksaan laboratorium lainnya.

Pada pasien HIV juga harus diperhatikan

biasanya menutupi adanya infeksi lain. Pengujian dapat menggunakan serum, plasma,
urin dan juga saliva.
Pengujian mengakibatkan ikterus (bilirubin < 684mikromol/L atau dibawag 40 mg/Dl).
Hemolisis Hb< 2gr/dL, Intralipid 2000 mg/Dl. Dan biotin < 60ng/Dl.
Tingginya kadar Toxoplasma gondii dapat menyebabkan hasil negative palsu.

Spesifik performa data

Setiap laboratorium memilik persyaratan interprestasi yang berbeda


Presisi :
Pengujian dilakukan pada serum manusia, reagen dan control. Dilakukan selama 60 hari.
Elecys 2010 dan cobas 411analyzer
Within Run Precision
Between run presisi
Sampel
Mean
SD
CV Mean
SD
CV
2,
5,
HS positif
0,109
0,002
2
0,103
0,006
4
1.
2.
HS negatif
1,37
0,021
5
1,33
0,034
5
1,
4,
HS negatif
3,78
0,067
8
3,70
0,0171
6
1,
4,
PC Toxo IgM 1
0.12
0,002
6
0.118
0,005
2
1,
3,
PC Toxo IgM 2
1,35
0,015
1
1,29
0,043
3

Elecys 2010 dan cobas 601 analyzer


Within Run Precision
Between run presisi
Sampel
Mean
SD
CV Mean
SD
CV
1,
1,
HS positif
0,107
0,002
8
0,103
0,002
9
0,
1,
HS negatif
1,33
0,011
9
1,36
0,023
7
0,
1,
HS negatif
3,86
0,034
9
3,83
0,061
6
1,
1,
PC Toxo IgM 1
0.116
0,002
6
0.117
0,002
7
1,
2,
PC Toxo IgM 2
1,30
0,015
2
1,31
0,032
4

Spesifikasi :
Menimbulkan cress reaksi. Terjadi pada :
Memiliki antibody HAV, HBV, HIV, Treponema Paliidum, Rubella, Malaria, Gonorheare,
dan klamidia
Pada penyakit aumoimun Rheumatoid dan ANA
Setelah divaksinani HBV dan influenza.
Perbandingan Metoda :
1. Pada pengujian 1 digunakan 2 bahan sampel yakni sam pel yang baru atau
masukan freezer lebih dahuluyang
terverifikasi

dibandingkan pengujian IgM

di

yang sudah

2. Untuk membandingkan metoda komersial harusmenggunakan sampel sebanyak 400


kali sampel segar dan yang dimaksudkan di kulkas.
Nilai sensitifitas dan spesifitas setelah resolusi :
Study

Relatif sensitifitas

Batas limit

Spesifitas

Batas
deteksi
97,8
98,4

1
785 95,3
91,7
98,9
2
390 98,8
94,4
99,7
.
Perubahan serum
Dengan menggunakan serum kongenital (ibu hamil) menggunakan Elecys Toxo IgM.
Hasil negetif palsu dapat terjadi pada konsentrasi rendah, ditemukan juga komersial dari
Toxo gondii
Untuk informasi lainnya, baca kit insert sebagai acuan