Anda di halaman 1dari 18

General Aptitude Test Battery (GATB)

Pengantar GATB
Dibuat o/ Charles E. Odell United States Employment Service.
Sejak tahun 1947 digunakan u/ konseling pekerjaan (Vocational Guidance)
Pengantar GATB
Memiliki validitas yang baik sebagai Multiple Aptitude Test battery
Mampu mengidentifikasi berbagai macam pekerjaan
Pengantar GATB
Terdiri dari 12 subtest
Dapat mengukur 9 kemampuan dasar atau Bakat
Bakat & Subtest GATB

Aptitude / Bakat

Subtest

G - Intelligence

3 : Three Dimensional
Space
4 : Vocabulary
6 : Arithmetic Reason

V Verbal Aptitude

4 : Vocabulary

N Numerical Aptitude

2 : Computation
6 : Arithmetic Reason

S Spatial Aptitude

3 : Three Dimensional
Space

P Form Perception

5 : Tool Matching
7 : Form matching

Q Clerical Perception

1 : Name Comparison

K Motor Coordination

8 : Mark Making

F Finger Dexterity

11 : Assemble
12 : Disassemble

M Manual Dexterity

9 : Place
10 : Turn

Bakat G - Intelligence
Kemampuan belajar secara umum
Kemampuan u/menangkap dan memahami instruksi-instruksi yang diterima.
Kemampuan u/melakukan penalaran & membuat keputusan.
Berhubungan dengan keberhasilan studi disekolah
Diukur melalui subtest 3,4 & 6

Bakat V Verbal Aptitude


Kemampuan u/memahami arti beberapa kata & dapat menggunakannya secara efektif.
Kemampuan u/memahami bahasa secara komprehensif.
Kemampuan memahami kata dengan kata, serta arti kalimat.
Diukur melalui subtest 4

Bakat N Numerical Aptitude


Kemampuan u/mengolah atau mengoperasikan angka-angka secara cepat & tepat.
Diukur melalui subtest 2 & 6

Bakat S Spatial Aptitude


Kemampuan u/berpikir secara visual terhadap bentuk-bentuk geometris.
Kemampuan u/menangkap atau memahami objek tiga dimensi yang disajikan dalam bentuk dua dimensi.
Kemampuan u/mengingat kembali hubungan yang dihasilkan dari gerakan objek dalam suatu ruangan.
Diukur melalui subtest 3

Bakat P Form Perception


Kemampuan u/melihat bagian-bagian yang kurang pada suatu benda, gambar atau grafik.
Kemampuan u/membuat perbandingan & perbedaan secara visual.
Kemampuan u/melihat perbedaan yang nyata pada bentuk atau bayangan dari suatu figur & panjang lebar suatu garis.
Diukur melalui subtest 5 &7

Bakat Q Clerical Perception


Kemampuan u/melihat bagian-bagian yang kurang dalam suatu kata atau sebuah tabel.
Kemampuan u/melihat perbedaan & mengoreksi kata-kata & bilangan.
Kemampuan u/melihat secara cepat kesalahan dalam perhitungan angka.
Diukur melalui subtest 1

Bakat K Motor Coordination


Kemampuan u/mengkoordinasikan gerakan organ-organ mata, tangan atau jari-jari secara terampil, teliti, cepat & tepat.
Kemampuan u/merespon secara cepat & tepat
Diukur melalui subtest 8
Bakat F Finger Dexterity
Kemampuan u/menggerakkan jari-jari.
Kemampuan u/memanipulasi objek-objek kecil dengan jari-jari secara cepat & tepat.
Diukur melalui subtest 11 & 12.
Bakat M Manual Dexterity
Kemampuan u/menggerakkan tangan dengan mudah & terampil.
Kemampuan u/bekerja dengan tangan dalam menempatkan & memindahkan suatu objek.
Diukur melalui subtest 9 & 10

General Aptitude Test Battery (GATB) disusun oleh oleh Charles E. Odell dari United States
Employes Services. Tes ini digunakan untuk konseling pekerjaan di States Employment Service Office.
Test ini terdiri dari Terdiri dari 12 subtes yang mengukur 9 jenis bakat.
Tes GATB sebenarnya sudah dijelaskan pada mata kuliah Minat Bakat, tapi untuk
memperoleh pengetahuan yang lebih dalam tentang tes ini, saya mencoba memisahkannya secara
tersendiri. GATB termasuk tes bakat. Pada umumnya, tes bakat dapat dibagi menjadi dua, yaitu:
1.

Test Special Aptitude: terfokus pada satu bakat saja. Misal mengukur bakat dibidang teknik mekanik, bakat
pekerjaan tertentu (klerikal) dsb.

2.

Bateries test: Terdiri dari sejumlah tes, dapat diperoleh analisis profil untuk seseorang individu (intra individu).

Tes GATB masuk sebagai test special aptitude, yang mana dikhususkan untuk mengukur bakat secara spesifik.
Contoh tes lain yang mengukur tes bakat secara spesifik seperti IST (Intelligence Structural Test), FACT (Flanagan Aptitude
Classification Test), DAT(Differential Aptitude test) dan lain-lain.
Aptitude yang diukur Tes GATB
Aptitude G: Intelligence
Merupakan kemampuan belajar secara umum yaitu kemampuan menangkap dan mengerti konsep prinsip,
penalaran dan pembuatan keputusan. Memiliki hubungan kuat dengan keberhasilan di sekolah.
Aptitude V: Verbal (Subtes 4: Vocab)
Merupakan kemampuan untuk mengerti arti dari beberapa kata dan penggunaan kata secara efektif, Kemampuan
mengerti bahasa secara komprehensif, dan mengerti hubungan antar kata dan mengerti arti keseluruhan paragraf.

Aptitude N: Numerical (Subtes 2: Computation dan sub tes 6: arithmatic reason)


Kemampuan melakukan operasi angka secara cepat dan tepat.
Aptitude S: Spatial (Subtes 3: dimentional space)
Kemampuan untuk berpikir secara visual pada bentuk geometris, kemampuan untuk menangkap objek tiga dimensi
dan kemampuan mengingat hubungan yang dihasilkan dari gerakan suatu objek dalam ruang.
Aptitude P: Form Perception

Diukur dengan subtes 5: (tool maching) dan sub tes 7 (form matching)

Mengukur kemampuan untuk melihat bagian dari benda, gambar dan grafik.

Kemampuan melihat perbandingan dan pembedaan secara visual, melihat perbedaan yang nyata pada bentuk atau
bayangan dari suatu figur dan panjang lebar suatu grafis.

Aptitude Q: Clerical Perseption

Diukur dengan subtes 1 (name comparation)

Mengukur kemampuan untuk mengungkapkan objek klerikal (angka dan huruf)

Kemampuan persepsi terhadap komputasi secara sepintas.

Aptitude K: Motor kordination


Diukur dengan subtes 8 (Mark Making). Mengukur kemampuan mengordinasikan gerakan otot mata, tangan dan jari
dengan terampil dan teliti dalam gerakan yang cepat dan tepat.
Aptitude F: Finger Dexterity
Diukur dengan subtes 11 (Assemble) dan subtes 12 (Dissemble). Mengukur kemampuan gerakan jari-jemari,
memanipulasi objek kecil secara terapil dan teliti.
Aptitude M: Manual Dexterity
Diukur dengan sub tes 9 (Plan) dan subtes 10 (Turn). Mengukur kemampuan menggerakkan tangan dengan mudah
dan terampil, dan mengukur kemampuan bekerja dengan tangan dalam menempatkan dan memindahkan.

Instruksi yang Digunakan Tes GATB


Sebelum Hari Pengetesan:

Mengerti sifat dan tugas pengetesan: Tes yang akan diberikan, dan alasan pemberian tes

Menentukan nomor yang akan di teskan pada satu waktu: menentukan penyusunan
perencanaan

Menentukan hari yang tepat untuk tes. Menghindari hari sebelum hari libur, menghindari konflik
dengan istirahat kelompok lain, memastikan ada banyak waktu luang

Memperolah dan memeriksa materi materi tes: petunjuk adminitrasi, petunjuk penilain atau
scoring

Buku buku tes satu untuk masing masing testee dan tester dan lembar jawaban satu untuk
masing masing testee dan tester

Pensil (regular atau spasial), stopwatch atau pengukur waktu lainnya dan kunci scoring serta
menyediakan tanda ada tes jangan diganggu

Perlengkapan lainnya (kertas coretan dll)

Mempelajari tes dan instruksi dengan cermat : Membiasakan diri dengan pemberian tes secara
umun, batasan waktu, intruksi, metode petunjuk menjawab (latihan). Kalau bisa coba tes pada
diri anda sendiri (latihan).

Mengatur atau menyusun materi materi yang dibagikan dan perlu juga menghitung nomor

Memutuskan atau menentukan materi materi mana yang akan dibagikan dan dikumpulkan

Sebelum Pengetesan
1.

Memasang tanda sedang ujian jangan di ganggu

2.

Melihat atau memeriksa meja meja apakah sudah bersih

3.

Memeriksa apakah testee sudah menyerutkan pensilnya

4.

Memeriksa pencahayaan

5.

Mamariksa fentilasi udara

6.

Membuat penyusunan rencana

Selama pengetesan
1.

Membagikan materi berdasarkan perintah yang telah di tentukan

2.

Memperingatkan testee untuk tidak memulai sebelum diperingatkan

3.

Memastikan semua informasi tertulis pada buku atau lembar jawaban

4.

Membacakan petunjuk sesuai dengan yang diberikan

5.

Beri tanda untuk memulai

6.

Tulis waktu memulai dan mengakhiri di depan tulis

7.

Bergerak dengan tenang pada ruangan untuk: memastikan testee menjawab di tempat yang
tepat, memastikan testee melanjutkan menjawab soal, memastikan testee berhenti pada akhir
tes, mangganti pensil yang rusak, mendorong testee untuk tetap mengerjakan hingga waktu
habis, memastikan tidak menyontek dan menyarankan testee untuk segera menyelesaikan
.Melarang gangguan dari luar atau tidak mengijinkan pihak luar menganggu.

Berhenti di waktu yang sudah di tentukan


Setelah pengetesan
1.

Mengumpulkan materi, berdasarkan perintah yang telah ditentukan

2.

Menghitung buku dan lembar jawaban

3.

Memuat catatan tiap kejadian yang diamati yang mungkin senderung menjadikan skor tidak
valid yang dilakukan oleh testee

DAT disusun oleh George K. Bennet & Harold G. Wesman. Pada awalnya dibuat untuk
mendapatkan prosedur ilmiah dalam menilai murid-murid baik sekolah laki-laki dan perempuan, secara
terintegrasi dan terstandar. Tetapi juga secara luas dipakai dalam dunia perusahaan.
Tes DAT sebenarnya sudah dijelaskan pada mata kuliah Minat Bakat, tapi untuk memperoleh
pengetahuan yang lebih dalam, saya mencoba memisahkannya secara tersendiri. DAT termasuk tes
bakat. Pada umumnya, tes bakat dapat dibagi menjadi dua, yaitu:
a.

Test Special Aptitude: terfokus pada satu bakat saja. Misal mengukur bakat dibidang teknik mekanik,
bakat pekerjaan tertentu (klerikal) dsb.

b.

Bateries test: Terdiri dari sejumlah tes, dapat diperoleh analisis profil untuk seseorang individu (intra
individu).
Tes DAT masuk sebagai test special aptitude, yang mana dikhususkan untuk mengukur bakat
secara spesifik. Contoh tes lain yang mengukur tes bakat secara spesifik seperti IST (Intelligence
Structural Test), FACT (Flanagan Aptitude Classification Test), GATB (General Aptitude Test
Battery)dan lain-lain.
Tes IQ dipandang sudah tidak memadai lagi dalam memprediksi/ketepatan kemampuan
seseorang. Hal tersebut dilatarbelakangi dengan makin sadarnya para ahli psikologi bahwa
kemampuan mental tidak hanya terdiri dari satu faktor saja, tapi banyak faktor. Jadi dibutuhkan tes
yang mengukur bermacam-macam faktor ini, dan tidak menghasilkan skor tunggal saja, tapi juga
beberapa skor sesuai dengan kemampuan yang diukur.
Tes DAT DAT(Differential Aptitude test) terdiri atas 7 tes, yaitu:
1.

Verbal reasoning test

2.

Numerical ability test

3.

Abstract rationing test

4.

Space relation test

5.

Mechanical rationing test

6.

Clerical speed and Accuracy test

7.

Language usage-part 1: spelling, part 2: sentences.

Cara pelaksanaan tes DAT:

Dapat diberikan secara keseluruhan atau satu-persatu tes secara terpisah

Dapat digunakan untuk pemilihan pekerjaan.

Saat ini tes DAT sudah diadaptasi dalam bahasa Indonesia, tetapi hanya 5 saja.

Tes yang telah diadaptasi yatu: Numerical ability menjadi Tes Berhitung (A5), Abstract
Rationing menjadi Tes penalaran (A3), Space Relation menjadi Tes Pola (B3/C5), Mechanical
Rationing menjadi tes pengertian mekanik (C4), Clerical speed and accuracy menjadi Tes
Cepat Teliti (D4)

Prosedur Pelaksanaan Tes DAT


Materi Tes DAT
1.

Buku Tes 1: penalaran verbal, kemampuan angka, penalaran abstrak, dan lain-lain

2.

Lembar jawaban ada 2 bentuk : manual dan untuk computer

3.

Pensil: runcing, 2 buah (1 cadangan), 2B untuk computer

4.

Kunci Jawaban

5.

Individual rapport form --- laporan informasi hasil tes DAT

Prinsip Umum Pelakasanaan Tes DAT


1.

Semua tes diberikan dalam waktu relatif singkat (maksimal 2 minggu)

2.

Ada jadwal : biasanya pagi masih fresh, tidak ada gangguan

3.

Tes disajikan menarik

Langkah Langkah Pelaksanaan Tes DAT


1.

Pengantar: Bentuk rapport yang baik, beri tahu tujuan tes, bangkitkan motivasi agar tes
dikerjakan sungguh sungguh dan baik. Tester mengatakan: Tes ini bisa dikerjkan oleh semua
orang, tidak perlu memiliki kemampuan khusus untuk menjalankan tes ini. Tester tidak boleh
langgar batas waktU.

2.

Alat Tulis: Pensil runcing (1 cadangan, 2B untuk komputer). Tester boleh sediakan / beri
pengumuman sebelum hari tes.

3.

Lembar Jawaban + Buku Tes. Didistribusikan: Lembar jawaban disisipkan di buku. Beri instruksi
: jangan membuka buku tes sebelum diperintahkan. Kemudian testi diminta untuk
mengeluarkan lembar jawaban, lalu beri instruksi Tulislah identitas anda (nama, tanggal, tes,
dsb). Beri peringatan agar buku tidak dicoret coret.

4.

Baca Petunjuk (panduan instruksi tes). Baca instruksi / petunjuk tes dengan suara keras, jelas,
dan beri contoh soal/ Pancing testi untuk jawab contoh soal. Beri kesempatan bertanya. Beri
petunjuk cara menjawab.

5.

Waktu: Beri aba aba mulai + selesai dengan leras dan tegas. Saat selesai, katakan Stop!
Berhenti Bekerja, letakkan alat tulis anda. Tester / pengawas harus kontrol testi dan bergerak
ke seluruh ruangan, periksa cara kerja testi.

Tes Hitung (A5)

Terdiri dari 40 soal dengan lembar jawab yang terpisah

Mengukur aspek: kemampuan berfikir dengan angka, penguasaan hubungan numerik.


Misalnya berupa penjumlahan sederhana.

Disebut: arithmetic compution bukan arithmatic rationing

Cara penyajian:

Secara berkelompok atau individual

Waktu: 30 menit. 5 10 menit untuk instruksi

Tujuan untuk prediksi dalam bidang pendidikan (misal: matematika, fisika, kimia, teknik) dan
pekerjaan (misal: ass. Labor, statistika, administrasi)

Untuk jurusan sosial dan bahasa harus diberikan dengan tes verbal. Tes berhitung + tes verbal
= general learning ability. Tes berhitung + abstract rationing + verbal rationing = IQ umum.

Skoring: Benar = 1, Salah = 0

Tes Penalaran (A3)

Jumlah Soal 50 buah

Aspek yang diukur: Kemampuan penalaran non-verbal yaitu meliputi kemampuan individu
untuk memahami hubungan logis dari figur-figur abstrak.

Abstract Rationing + Verbal Rationing + Numerical Ability = General IQ

Cara penyajian:

Dilakukan secara individual atau kelompok

Waktu: 25 menit, untuk instruksi 5 10 menit

Tujuan: melakukan seleksi/evaluasi dibidang pendidikan ataupun pekerjaan

Skoring: Benar = 1. Salah = 0

Tes Pola (B3)

Terdiri dari 40 soal

Aspek yang diukur: kemampuan mengenal hal; konkrit (tiga dimensi) melalui proses
penglihatan.

Testee perlu melakukan imajinasi (memanipulasi secara mental)

Cara Penyajian:

Bisa individual atau kelompok

Waktu: 30 menit, instruksi 5 10 menit.

Tujuan: mengetahui kemampuan seseorang mengenal bentuk 3 dimensi.

Misal untuk bidang desain, arsitektur, seni, dekorasidll.Sekoring:

Benar 1 Salah 0

Bentuk lain dari tes Pola (C5)

Tes ruang Bidang (C5)

Jumlah soal 60 buah

Secara umum tes ruang bidang mengukur aspek yang sama dengan tes pola

Tes Pengertian Mekanik (C4)

Jumlah soal 68 buah

Merupakan bentuk baru dari tes mechanical comprehensive yang dibuat oleh Binnett.

Waktu yang dibutuhkan 30 menit.

Tujuan: Mengukur kemampuan khusus dalam bidang mekanik untuk memilih pekerjaan atau
pendidikan. Contoh: Perakit mesin, maintenance mesin.

Skoring: B = 1, S = 0, Skor tertinggi 68.

Rumus pemberian skor kasar: R w yaitu jumlah benar dikurangi seperdua jumlah salah

Tes Cepat dan Teliti (D4)

Jumlah soal 100 buah dibagi menjadi 2 bagian

Aspek yang diukur: respon subjek terhadap tugas/pekerjaan yang berkaitan dengan kecepatan
persepsi dari suatu stimulus yang sifatnya sederhana.

Kecepatan respon terhadap kombinasi hurup dan angka.

Ingatan yang sifatnya jangka pendek (Momentary retention)

Cara Penyajian:

Waktu: 3 menit untuk masing-masing bagian

Tujuan: untuk konseling sekolah

Misal: ada siswa dengan skor tes cepat dan teliti yang rendah, kemungkinan ia ada kesulitan
dalam kecepatan dan presisi.

Untuk seleksi karyawan yaitu untuk meramalkan produktivitas seseorang dalam mengerjakan
tugas rutin yang melibatkan persepsi dan pemberian tanda. Misal: filing, coding, stock room
work.

Skoring: bagian 1 tidak diskor (untuk latihan saja).

Bagian II diskor: skor total adalah jumlah soal yang dikerjakan dengan benar.

Hasil penelitian

Skor tinggi pada tes cepat teliti dibutuhkan untuk pekerjaan seperti business administration, tapi
tidak perlu skor untuk salesmen.

Ada korelasi yang signifikan antara skor tes dengan prestasi kerja karyawan dibagian rajut dan
finishing perusahaan pembuat rambut palsu.

Tes Pemakaian Bahasa (Language Usage-Spelling + Grammar)

Mengukur kemampuan membedakan tata bahasa yang baik dan benar, tanda baca, dan
penggunaan kata.

Spelling: mengukur seberapa baik seseorang mengeja kata dalam bahasa Inggris / Indonesia.

Grammar: mengukur kemampuan siswa / seberapa baik seseorang dapat mengenal kesalahan
kesalahan tata bahasa, tanda baca, dan pemakaian kata dalam kalimat yang mudah.

FACT disusun oleh J.c Flanagan, seseorang professor psikologi pada Universitas Pittsburgh
dan direktur American Institute for Research. Tes ini dikembangkan dalam usaha untuk
mendapatkan suatu system klasifikasi baku dalam penentuan bakat dan kemampuan dasar
seseorang pada tugas-tugas tertentu. Dikembangkan untuk mendapatkan suatu sistem
klasifikasi baku dalam penentuan bakat dan kemampuan dasar seseorang dalam tugas
tertentu. Fact Merupakan seperangkat tes yang terdiri atas 14 tes yang dapat dipergunakan
secara keseluruhan atau sebagian-sebagain. Dikembangkan untuk mendapatkan suatu sistem
klasifikasi baku dalam penentuan bakat dan kemampuan dasar seseorang dalam tugas
tertentu.
Penggunaan tes ini digunakan untuk:
1. Alat bantu untuk memprediksi kerja dan perencanaan program latihan dalam rangka
konseling pekerjaan dan
2. Alat seleksi dan penempatan karyawan.
3. Alat bantu memprediksi keberhasilan kerja
4. Untuk konseling pekerjaan
Tes FACT terdiri atas 14 item soal, dapat digunakan keseluruhan atau sebagiannya saja:
1. Inspection. Mengukur kemampuan seseorang untuk meneliti adanya
ketidaksempurnaan dari sebuah benda secara tepat dan teliti.
2. Coding. Mengukur kemampuan untuk memahami kode-kode yang diberikan, kemudian
menggunakan kode itu dalam tugas yang sesungguhnya.
3. Memory. Mengingat kembali kode yang telah dipelajari dalam coding.
4. Precission. Mengukur kecepatan dan ketepatan untuk membuat tingkat-tingkat kecil
dengan menggunakan satu tangan atau dua tangan bersama-sama.
5. Assembly. Untuk mengukur kemampuan seseorang di dalam melihat sesuatu bentuk
benda apabila bagian-bagian benda itu disusun sesuai dengan instruksi.
6. Scales. Mengukur kecepatan dan ketelitian untuk membaca scala dan grafik.
7. Coordination. Yaitu koordinasi gerakan tangan dan lengan dan untuk mengadakan
kontrol terhadap gerakan yang terus menerus mengikuti suatu arah.
8. Judgment and Comprehension. Mengukur sesuatu melalui yang dibaca, kemudian
untuk berfikir secara logis dan mengadakan penilaian secara praktis.
9. Arithmatic. Mengukur kecakapan bekerja dengan angka-angka secara cepat dan
tepat.
10. Patterns. Kemampuan mengutip pola-pola baik dalam posisi yang sama maupun
terbalik..

11. Compenents. Kemampuan untuk mengetahui bagian benda yang ada di dalam suatu
keseluruhan benda.
12. Tables. Kecepatan dan ketelitian membaca tabel dari angka dan huruf.
13. Mechanics. Kemampuan untuk memahami prinsip-prinsip mekanika dan menganalisa
gerakan-gerakan mekanis.
14. Expression. Diungkap mengenai pengetahuan bahasa terutama menyusun bahasa.
FACT
1.

yang
Tes

2.
3.

telah

diadaptasi

di

kode
Tes

dan

skala
Tes

terdiri
ingatan

merakit

Tes

4.

Indonesia

objek
dan

grafik

atas

tes:
(D2)
(C1)
(C8)

pemahaman

(A1)

5.

Tes

mengutip

(B4)

6.

Tes

komponen

(C2)

7.

Tes

table

(D3)

8. Tes ungkapan (A6)

Tes Kuder Preference Record-Vocational (KPR-V) disusun oleh G.


Frederich Kuder, dimana perkembangan dari tes ini dimulai dari tahun 19341935 di bidang pendidikan. Pendekatannya pada pengukuran minat dibedakan
dalam dua hal, yaitu pertama kuder menggunakan butir-butir soal tiga serangkai
pilihan terbatas, dengan responden mengindikasikan yang mana dari tiga kegiatan
itu yang paling disukai dan mana yang paling kurang disukai. Kedua, skor-skor
diperoleh tidak untuk pekerjaan tertentu, melainkan untuk 10 bidang minat yang
luas, yaitu di luar ruangan, mekanis, pekerjaan ilmiah, persuasif, artistik, sastra,
musik, kerja sosial dan administrasi.
Kuder General Interest Survey (KGIS) dikembangkan kemudian sebagai revisi
dan perluasan ke bawah dari Kuder Preference Record-Vocational. Tahun 1939
muncul bentuk form A terdiri dari 7 minat. Tiga tahun berikutnya 1942 muncul
revisi bentuk form B terdiri dari 9 minat. Kemudian tahun 1948 direvisi kembali
muncul bentuk form C terdiri dari 10 minat. Tes ini mengukur derajat variasi
seseorang terhadap pekerjaan-pekerjaan yang dilakukan dalam suatu jabatan
tertentu.
ADMINISTASI
1. Waktu

a) 40-60 menit (normal)


b) 2 jam (subjek kesulitan istilah-istilah tes minat ini)
2. Material Tes
a) Buku Persoalan Kuder
b) Lembar Jawaban Kuder
c) Kunci Kuder Nomor 0, 1, 2, 3, 4, 5, 6, 7, 8, 9, dan Kunci V (11 kunci)
d) Norma Standart Kuder
e) Alat Tulis
3. Pelaksanaan Tes
Tes ini dapat dilaksanakan secara individual maupun klasikal.
4. Langkah-langkah Pelaksanaan
Subjek diminta untuk memilih satu pekerjaan yang paling disukai dan yang
paling tidak disukai dari tiap golongan pekerjaan yang terdiri dari 3 pekerjaan
dengan cara memberikan tanda x pada lingkaran yang berada di sebelah kiri
untuk pekerjaan yang disukai dan memilih satu pekerjaan yang paling tidak
disukai dengan memberikan tanda x pada lingkaran di sebelah kanan.
Contoh :
P. Mengunjungi Pameran O P O
Q. Membaca Buku O Q O
R. Mengunjungi Museum O R O
Catatan : Subjek dapat membaca instruksi lebih detail pada halaman depan
buku persoalan.
Bila terjadi kesalahan dan ingin membetulkan jawabannya, maka lingkarilah
jawaban yang salah dan beri tanda x pada jawaban yang benar. Juga perlu
ditegaskan pada sujek bahwa waktu yang dipergunakan sangat terbatas maka
bekerjalah secepat-cepatnya, silahkan mulia apabila ada aba-aba mulai dan
berhenti jika ada aba-aba berhenti.
KEGUNAAN
1. Membantu suatu perusahaan dalam penerimaan karyawan baru
2. Membantu secara sistematik dalam seleksi pekerjaan
3. Mengukur minat berdasarkan sikap dan ide-ide terhadap suatu pekerjaan
SKORING
a) Mencocokkan jawaban subjek dengan kunci 0, 1, 2, 3, 4, 5, 6, 7, 8, 9, V.
b) Memasukkan skor mentah ke kolom sebelah kiri di lembar jawaban.

c) Melihat tabel norma standart dan memasukkan hasilnya (skor standart) ke


kolom sebelah kanan (percentile) di lembar jawaban.
INTERPRETASI
a) OutDoor
Pekerjaan dimana aktivitasnya dilakukan di luar atau pekerjaan yang tidak
berhubungan dengan hal-hal yang sifatnya rutin.
Contoh : Petani
b) Mekanik
Pekejaan yang berhubungan atau menggunakan mesin alat-alat dan daya
mekanik.
Contoh : Tukang Bubut
c) Komputational
Pekejaan yang berhubungan dengan angka-angka.
Contoh : Akuntan
d) Scientific
Pekerjaan yang dapat disebutkan sebagai keaktifan dalam hal analisa dan
penyelidikan, kimia, eksperimen dan ilmu pengetahuan pada umumnya.
Contoh : Ahli Biologi
e) Persuasif
Pekerjaan yang berhubungan dengan manusia, diskusi membujuk, bergaul
dengan orang lain. Pada dasarnya adalah pekerjaan yang membutuhkan kontak
dengan orang lain.
Contoh : Penyiar Radio
f) Artistik
Pekerjaan yang berhubungan dengan hal-hal yang bersifat seni dan
menciptakan sesuatu.
Contoh : Perancang Pakaian
g) Literary
Pekerjaan yang berhubungan dengan kegiatan membaca mengarang.
Contoh : Penulis Sandiwara Radio
h) Musical
Minat memainkan alat musik atau untuk mendengarkan orang lain menyanyi
atau bermain musik, atau membaca sesuatu yang berhubungan dengan musik,
penghargaan terhadap musik.

Contoh : Pemain Piano (Pianist).


i) Social Service
Minat terhadap kesejahteraan penduduk, dengan keinginan untuk menolong
atau membimbing / menasehati tentang problem dan kesulitan mereka.
Contoh : Psikolog Pendidikan
j) Clericial
Minat terhadap tugas-tugas rutin yang menuntut ketepatan dan ketelitian.
Contoh : Penyusun Arsip
NORMA
a) 0-24 % : Minat rendah, subjek kurang menyukai kegiatan pada bidang tersebut.
b) 25-74 % : Cukup menyukai atau tidak terlalu suka, daerah minat rata-rata
(subjek cukup menyukai kegiatan pada bidang tersebut).
c) 75-100 % : Daerah minat yang tinggi, subjek paling menyukai kegiatan pada
bidang tersebut.

ROTHWELL MILLER INTEREST BLANK TEST


Menurut sejarahnya, tes tersebut disusun oleh Rothwell pertama kali pada
tahun 1947. saat itu tes hanya memiliki 9 jenis kategori dari jenis-jenis pekerjaan
yang ada. kemudian pada tahun 1958, tes diperluas dari 9 kategori menjadi 12
kategori oleh Kenneth Miller. dan sejak itu, maka tes interest tersebut sebagai
Test Interest.
ROTHWELL MILLER.
Hal hal yang merupakan kekhususan dari tes ini adalah:
a. Dapat dimasukkan kedalam susunan batarry tes
b. Lebih mudah dikerjakan oleh subjek
c. tugas pengisian dari tes ini akan menimbulkan interest subjek dan kerjasama
yang aktif sifatnya.
d. Skor dapat disusun dengan lebih cepat
e. Lebih cocok apabila diberikan kepada orang dewasa
f. Hasil keseluruhan dari tes akan memperlihatkan pola interest dari subjek
Tes ini disusun dengan tujuan untuk mengukur interest seseorang
berdasarkan sikap seseorang terhadap suatu pekerjaan. hal yang didasarkan atas

ide-ide stereotype terhadap pekerjaan yang bersangkutan. Pemikiran yang


mendasari pembentukan tes ini adalah bahwa setiap orang memiliki konsepkonsep stereotype terhadap jenis-jenis pekerjaan yang tersedia atau yang
disediakan oleh masyarakat, dan yang kemudian memilih pekerjaan yang sesuai
dengan ide-ide tersebut, meskipun terdapat juga stereotype yang tidak
berdasarkan ide tertentu atau tidak ada hubungannya sama sekali dengan
pekerjaan yang dimaksud. stereotype seperti ini lebih banyak mendasarkan
konsepnya pada hal-hal yang menarik daripada hal-hal yang merupakan
kekhususan dari pekerjaan tersebut. dan keadaan semacam ini sangat
memungkinkan terjadinya atau timbulnya stereotype yang benar atau salah sama
sekali.
Misalnya saja stereotype dari pegawai bank adalah oraqng yang selalu
berhubungan dengan pembayaran atau uang adalah benar . tetapi pendapat
umum yang mengatakan bahwa pekerjaan seorang pramugari adalah pekerjaan
yang penuh dengan hal-hal yang menyenangkan, seperti jalan-jalan keluar negeri,
gaji besar dan sebagainya adalah tidak sesuai dengan kenyataan, seperti tugas
melayani penumpang yang justru merupakan tugas pokok dari seorang pramugari.
Tapi tujuan terpenting dari tes ini bukanlah hanya sekedar untuk mengetahui
kebenaran dari stereotype tersebut, tetapi untuk mengetahui bahwa konsep
tersebut benar-benar ada dan dapat merupakan pengaruh yang kuat terhadapa
konsep-konsep seseorang mengenal suatu pekerjaan karena biasanya apabila
seseorang menyatakan suka atau tidak suka terhadapa suatu pekerjaan tertentu,
maka mereka juga memperlihatkan sikap yang sama terhadapnya idenya,
meskipun secara kenyataan banyak pekerjaan yang berbeda dengan konsepnya.
Selanjutnya akan diuraikan tentang :
A. Materi tes
B. Administrasi
C. Cara scoring dan
D. Interpretasi
a) MATERIAL TES RMIB
Tes interest Rothwell-miller merupakan suatu formulir yang berisikan suatu
daftar pekerjaan yang disusun menjadi 9 kelompok dengan kode huruf dari A
sampai I dan dibedakan antara pria dan wanita. Masing-masing kelompok
pekerjaan tertentu dengan alas an bahwa banyak pekerjaan yang dapat
digolongkan menjadi satu jenis kategori.
Adapun ke 12 kategori tersebut adalah :
1. Outdoor
Pekerjaan yang aktifitasnya dilakukan diluar atau di lapanagn terbuka.
Untuk laki-laki: petani, juru ukur, nelayan, supir.
Untuk wanita: ahli pertamanan, peternak, petani bunga dan tukang kebun

2. Mechanical
Pekerjaan yang berhubungan dengan mesin, alat-alat dan daya mekanik.
Untuk laki-laki: insinyur sipil, montir, pembuat arloji, tukang las.
Untuk wanita: ahli kacamata, petugas mesin sulam, ahli reparasi permata, ahli
reparasi jam.
3. Computational
Pekerjaan yang berhubungan dengan angka-angka.
Untuk laki-laki: akuntan, auditor, kasir, petugas pajak.
Untuk wanita: pegawai urusan gaji, juru bayar, pegawai pajak, guru ilmu pasti.
4. Scientific
Pekerjaan yang dapat disebut sebagai keaktifan dalam hal analisa dan
penyelidikan, eksperimen, kimia dan ilmu pengetahuan pada umumnya.
Untuk laki-laki: ilmuwan, ahli biologi, ahli astronomi dan insinyur kimia industri
5. Personal Contact
Pekerjaan yang berhubungan dengan manusia, diskusi, membujuk, bergaul
dengan orang lain. Pada dasarnya adalah suatu pekerjaan yang membutuhkan
kontak dengan orang lain.
Untuk laki-laki: penyiar radio, petugas wawancara, sales asuransi, pedagang
keliling.
Untuk wanita: sales girl, pegawai rumah mode, penyiar radio, petugas humas.
6. Aesthetic
Pekerjaan yang berhubungan
menciptakan sesuatu.

dengan

hal-hal

yang

bersifat

seni

dan

Untuk laki-laki: seniman, artis, arsitek, decorator, fotografer dan piata


panggung
Untuk wanita: seniwati, guru kesenian, artis, piata panggung
7. Literary
Pekerjaan yang berhubungan dengan buku-buku, kegiatan membaca dan
mengarang.
Untuk laki-laki: wartawan, pengarang, penulis scenario, ahli perpustakaan,
penulis majalah.
Untuk wanita: wartawan, kritikus buku, penyair, penulis sandiwara radio.

8. Musical
Minat memainkan alat-alat music atau untuk mendengarkan orang lain,
bernyanyi atau membaca sesuatu yang berhubungan music
Untuk laki-laki: pianis konser, komponis, pemain organ, ahli pustaka dan
pramuniaga took music.
Untuk wanita: pemain organ, guru music, komponis, pianis konser, pramuniaga
took music
9. Social service
Minat terhadap kesejahteraan penduduk dengan keinginan untuk menolong dan
membimbing atau menasehati tentang problem dan kesulitan mereka.
Keinginan untuk mengerti orang lain, dan mempunyai ide yang besar atau kuat
tentang pelayanan.
Untuk laki-laki: guru SD, psikolog pendidikan, kepala sekolah, penyebar agama,
petugas palang merah.
Untuk wanita: guru SD, psikolog pendidikan, petugas kesejahteraan social, ahli
penyuluh jabatan, petughas palang merah.
10. Clerical
Minat terhadap tugas-tugas rutin yang menuntut ketepatan dan ketelitian.
Untuk laki-laki: manajer bank, petugas arsip, petugas pengiriman barang,
pegawai kantor, petugas pos, petugas ekspedisi(surat).
Untuk wanita: sekertaris pribadi, juru ketik, penulis steno, pegawai kantor,
penyusun arsip,.
11. Practical
Minat terhadap pekerjaan-pekerjaan yang praktis, karya pertukangan, dan yang
memerlukan keterampilan.
Untuk laki-laki: tukang kayu, ahli bangunan, ahli mebel, tukang cat, tukan batu,
tukang sepatu.
Untuk wanita: ahli piata rambut, tukang bungkus coklat, tukang binatu,
penjahit, petugas mesin sulam, juru masak.
12. Medical
Minat terhadap pengobatan, mengurangi akibat dari penyakit, penyembuhan,
dan di dalam bidang medis, serta terhadap hal-hal biologis pada umumnya.
Untuk laki-laki: dokter, ahli bedah, dokter hewan, ahli farmasi, dokter gigi, ahli
kacamata, ahli rontgen.

Untuk wanita: dokter, ahli bedah, dokter hewan, pelatih rehabilitasi pasien,
perawat orang tua.
b) ADMINISTRASI RMIB
Tes interest Rothwell-Miller (RMIB) dapat diberikan kepada seseorang secara
perseorangan ataupun masal. kepada mereka diinstruksikan untuk membuat
rengking dari daftar pekerjaan yang tersedia dalam formulir tes. Rengking di mulai
dengan no 1 untuk pekerjaan yang paling disukai dalam satu kelompok dan
berakhir dengan no 12 untuk pekerjaan yang paling tidak disukai, sesuai dengan
jumlah pekerjaan yang terdapat satu kelompok.
Instruksi biasanya sudah terdapat dalam formulir sehingga bagi mereka
responden yang sudah dewasa dapa di instruksikan untuk membaca sendiri
kecuali untuk orang dewasa yang mempunya intelejensi rendah.
Bagi yang terakhir ini di adakan pengevualian, disebabkan karna mereka di
anggap atau di ragukan kemampuannya untuk memahami maksud instruksi yang
terrtulis, sehingga perlu di berikan beberapa contoh untuk dapat mengerjakannya
dengan tepat. Bahkan ini pun masi harus di lengkapi dengan memeriksanya setiap
saat untuk mencegah kemungkinan berbuat kesalahan.
Instruksi secara mendetai adalah sebagai berikut :
I. Pertama-tama katakan kepada mereka : Bila saudara sudah menerima formulir,
tulislah lama, dan keteramngan-keterangan lain mengenai diri sudara di kolom
yang sudah disediakan di sebelah atas dalam formulir.
II. Sesudah beberapa saat, di lanjutkan : Kemudian bacalah instruksi yang
terdapat dalam formulir tersebut BUnyi instruksi secara tepatnya adalah
sebagai berikut di bawah ini akan sodara temui daftar dari bermacam-macam
pekerjaan yang tersusun dalam nenerapa kelompok. Setiap kelompok terdiri
dari 12 macam pekerjaan. Setiap pekerjaan merukan keahlian khusus yang
membutuhkan latihan atau pendidikan keahlian tersendiri. Mungkin hanya
beberapa di antaranya yang sodara sukai. akan tetapi disini sodara diminta
untuk memilih pekerjaan mana yang ingin sodara lakukan atau paling sodara
sukai, terlepas dari besar kecilnya upah atau gaji yang akan sodara terima atau
apakah sodara akan berhasil dalam mengerjakannya. Tugas sodara adalah
mencamtumkan no atau angka di belang setiap pekerjaan perkelompok, mulai
dengan n0 1 untuk pekerjaan yang anda sukai dan seterusnya sampai no 12
untuk pekejaan yang paling tidak disukai.
Bekerjalah dengan secepatnya dan tuliskan nomor-nomor sesuai dengan
keinginan sodara yang pertama. Jangan ada yang terlewatkan.
III. Di beri waktu lagi untuk beberapa saat, dan.. ;Ada pertanyaan?
Untuk responden dengan intelejensi
beberapa ilustrasi sebagai berikut :

yag

rendah

dapat

diberikan

Seandainya saudara mempunyai suatu daftar beberapa buah-buahan


misalkan jeruk, nanas, dan rambutan. dan kemudian saya tanyakan kepada
soudara buah mana yang paling anda sukai. apabial sodara paling suka buah
mangga maka sodara tulis no atau angka 1 di belakang mangga, dan kemudian

lebih suka nanas dari pada 2 yang lainnya, maka angka sodara tulis angka 2 di
belakang nanas. demikian seterusnya sehingga di belakang setiap nama buah
terdapat angka yang menunjukan urutan dari buah-buah kesukaan sodar.
Sekarang sodara sudah harus mengerjakan seperti tadi akan tetapi daftar yang
terdapat di dalam formulir ini adalah daftar pekerjaan bukan daftar buahbuahha. Disini juga sodara harus memilih pekerjaan mana yang paling anda
sukai beri angka 1 di belakangannya, nomor 2 untuk pekerjaan yang anda sukai
dan demikian seterusnya. sehingga semua mempunyai angaka di belakangnya
yaitu no 1 sampai dengan no 12.
IV. Apabila tidak terdapat pertanyyan maka instruksi data di teruskan:
sekarang kerjakan, dan lengkapilah formulir itu sesuai dengan instruksi
tadi. mengenai beberpa pekerjaanyang belum atau kurang saudara kenal dapat
and abaca keterangannya dibagian akhir formulir ini.
Apabila saudara membuat kesalahan coretlah no yang salah tersebut dan
tulislah angka ynag benar di samping angka yang salah. Sodara selesai
mengerjakannya dapat mengembalikan formolir tersebut.
Kemudian sesudah responden selesai mengisi atau membuat rengking
kepada mereka di instruksikan untuk menulis 3 jenis pekerjaan yang di
sukainya, tidak tergantung pada jenis pekerjaan yang terdapat di dalam daftar.
boleh menulis pekerjaan yang terdapat dalam daftar boleh juga tidak.
Waktu pengambilan tes tidak terbatas akan tetapi biasanya seorang dewasa
dapat mengerjakannya 20 menit.
c) CARA SKORING RMIB
Sesudah rengking di buat oleh responden, maka hasil rengking tersebut
kemudian di pindahkan ke dalam suatu kerangka yang terdapat di bagian terakhir
dari formulir tes ini .
d) CARA PENGISIAN RMIB
Rengking dari kelompok A di masukkan kedalam kerangka sesuai dengan
aslinya. Rengking kelompok B di mulai dari kolom Me Kelompok C di mulai dari
kolom Comp, dan seterusnya sehingga dalam kelompok akhir akan terdapat
bahwa jenis pekerjaan yang letaknya terbawa dalam susunan daftar pekerjaan
akan menjadi paling atas dalam kelompok tabulasi.