Anda di halaman 1dari 6

1.

Fungsi penambahan pepton


Peptone sendiri adalah produk hidrolisis protein hewani atau nabati
seperti otot, liver, darah, susu, casein, lactalbumin, gelatin dan kedelai.
Komposisinya tergantung pada bahan asalnya dan bagaimana cara
memperolehnya. Sebagai protein sederhana untuk pertumbuhan mikroba.
Pepton adalah hidrolisat protein yang berasal dari reaksi hidrolisis
protein oleh enzim protease. Pepton digunakan sebagai sumber nitrogen
pada media pembiakan mikroorganisme untuk dapat tumbuh dengan baik.
Pepton oleh bakteri akan diuraikan menjadi asam amino, kemudian diserap
untuk digunakan sebagai sumber energi dan membangun sitoplasma.
2. Pemanasan jarum ose
Jarum ose berfungsi untuk memindahkan mikroorganisme yang akan
dibiakan. Sebelum digunakan jarum harus dipanaskan bertujuan untuk
mensterilkan jarum yang digunakan untuk menanam bakteri. Jarum ose
dipanaskan hingga membara, agar mensterilisasi jarum sebelum
digunakan dari mikroorganisme lain selain itu.
Selain itu jarum ose bulat juga dipanaskan diatas bunsen spiritus
sampai berwarna merah tujuannya juga sama agar bakteri yang tidak
diinginkan mati. Namun perlu diingat bahwa jarum ose berwarna merah
karena dipanaskan tadi tidak dapat langsung digunakan untuk mengambil
bakteri karena masih panas dan akan membuat bakteri yang akan kita
tanam mati maka sebelum mengambil bakteri dinginkan terlebih dahulu
jarum ose tersebut dengan cara digoyang-goyangkan baru kemudian
pengambilan bakteri.
3. Elevasi dan Konsistensi
Elevasi dan konsistensi merupakan karakteristikkoloni. Elevasi
sendiri adalah Sudut penonjolan pertumbuhan koloni pada permukaan
agar. Elevasi digambarkan dalam berbagai jenis yaitu, Flat : datar, elevasi
tidak nyata, Raised : sedikit menonjol. Convex : elevasi berbentuk kubah.
Umbonate : menonjol dengan elevasi konveks di bagian tengah.
Berdasarkan konsistensinya, media dikelompokkan menjadi dua
macam yaitu mediacair (liquid media) danmedia padat ( solid media).
Apabila media cair yang merupakanekstrak kompleks material biologis,
maka media tersebut disebut rich mediaatau broth ,sedangkan media
padat
adalah
media
yang
menggunakan
bahan
pembeku
( solidifyingagent), contohnya Agar. Agar merupakan agen pengeras yang
sangat bagus karena tidakdapt didegadrasi oleh mikroorganisme. (Pratiwi
T., Sylvia. 2008)
4. Pengamatan 24 dan 28
Pada masa inkubasi 24 jam, jumlah bakteri juga berbeda dengan
inkubasi 48 jam. Bakteri terlihat lebih banyak dari sebelumnya. Pada
inkubasi 24 jam, bakteri dalam medium masih terlihat berada di dalam
medium. Namun saat mencapai 48 jam, bakteri terlihat lebih banyak
berada di permukaan medium. Pada medium agar miring, bakteri tumbuh
secara zig zag dan tidak berubah, baik saat inkubasi 24 jam dan 48 jam.
Dalam medium cair pada masa inkubasi 24 jam, bakteri terlihat di
antara permukaan dan dasar tabung. Medium terlihat keruh. Namun, pada

saat pengamatan masa inkubasi 48 jam, terlihat bakteri yang berada di


permukaan lebih banyak daripada di dasar ataupun di antara permukaan
dan dasar tabung.

BAB II
TINJAUAN PUSTAKA
2.1Perhitungan mikroba
2.2.1 Perhitungan mikroba secara langsung
Perhitungan langsung (direct count) untuk jumlah sel atau biomassa
mikroorganisme dan sel dihitung langsung di bawah mikroskop atau
dengan perhitungan partikel elektronik (electronic particle counter).
Pengukuran
langsung
(direct
measurement)
untuk
biomassa
mikroorganisme, massa sel dapat ditentukan dengan menimbang atau
mengukur berat seluruh sel, dan biomassa dapat dikorelasikan dengan
jumlah sel dengan membandingkan pada kurva standar.
a. Metode Total Count
Pada metode ini sampel ditaruh di suatu ruang hitung (seperti
hemasitometer) dan jumlah sel dapat ditentukan secara langsung
dengan bantuan mikroskop (Hadioetomo, 1993). Metode ini
pelaksanaannya cepat dan tidak memerlukan banyak peralatan
(Hadioetomo, 1993).
b. Metode Turbidimetrik
Bila kita harus memeriksa kosentrasi sel jumlah besar biakan, maka
metode cawan bukanlah pilihan yang baik. Karena tidak hanya
memakan waktu tetapi juga memerlukan media dan pecah-belah dalam
jumlah besar. Untuk kasus demikian tersedia metode yang lebih cepat
dan praktis, yaitu pengukuran kekeruhan biakan dengan fotokilometer
(Hadioetomo, 1993).
c. Metode Berat Kering
Cara yang paling cepat mengukur jumlah sel adalah metode berat
kering. Metode berat kering relatif mudah dilakukan yaitu kultur
disaringan atau disentrifugasi. Kemudian bagian yang disaring atau
yang mengendap hasil sentrifugasi dikeringkan (Purwoko, 2007).
d. Metode Elektronic Counter
Pada pengukuran ini, suspensi mikroorganisme dialirkan melalui lubang
kecil (orifice) dengan bantuan aliran listrik. Elektroda yang ditempatkan
pada dua sisi orifice mengukur tekanan listrik (ditandi dengan naiknya
tekanan) pada saat bakteri melalui orifice. Pada saat inilah sel terhitung
(Pratiwi, 2008).
e. Metode MPN (Most Probable Number)
Most Probable Number dalam bidang kesehatan masyarakat dari
mikrobiologi pangan, dipergunakan secara luas untuk menghitung
jumlah bakteri yang ada dalam bahan pangan. Media ini banyak
digunakan untuk menghitung bakteri patogenik dalam jumlah sedikit
yang terdapat dalam bahan pangan. Metoda ini berdasarkan atas
pengenceran. Apabila suatu larutan yang mengandung sel-sel
mikroorganisme diencerkan terus-menerus, akhirnya akan diperoleh
suatu larutan dimana tidak dijumpai sel lagi yaitu dikatakan steril
(Buckle dkk, 1985).
f. Metode filtrasi membrane
Pada metode ini sampel dialirkan pada suatu sistem filter membran
dengan bantuan vaccum. Bakteri yang terperangkap selanjutnya

ditumbuhkan pada media yang sesuai dan jumlah koloni dihitung.


Keuntungan metode ini adalah dapat menghitung sel hidup dan sistem
perhitungannya langsung, sedangkan kerugiannya adalah tidak
ekonomis (Pratiwi, 2008).
2.2.2 Perhitungan mikroba secara tak langsung
Perhitungan secara tidak langsung dipakai untuk menentukan jumlah
mikroba keseluruhan baik yang hidup maupun yang mati atau hanya untuk
menentukan jumlah mikroba yang hidup saja tergantung pada cara yang
dipergunakan. Diantaranya berdasarkan jumlah koloni (plate count) yaitu dengan
membuat suatu pengenceran bahan dengan kelipatan 10, Metode MPN (Most
Probable Number).
a. Metode Viable Count
Kultur diencerkan sampai batas yang di inginkan. Kultur encer
ditumbuhkan kembali pada media, sehingga di harapkan setiap sel tumbuh
menjadi 1 koloni beberapa saat berikutnya, biasanya 4-12 jam. Pada
metode tersebut yang perlu diperhatikan adalah jumlah sel bakteri harus
mendekati kelipatan 10 pada setiap pengencerannya. Jika tidak
pengenceran di anggap gagal. (Purwoko, 2007).
b. Metode Aktivitas Metabolik
Metode ini di dasarkan pada asumsi bahwa produk metabolit tertentu,
misalnya asam atau CO2, menunjukkan jumlah mikroorganisme yang
terdapat di dalam media. Misalnya pengukuran produksi asam untuk
menentukan jumlah vitamin yang di hasilkan mikroorganisme (Pratiwi,
2008).
c. Metode Berat Sel Kering
Metode ini umum digunakan untuk mengukur pertumbuhan fungi
berfilamen. Miselium fungi dipisahkan dari media dan dihitung sebagai
berat kotor. Miselium selanjutnya dicuci dan dikeringkan dengan alat
pengering (desikator) dan ditimbang beberapa kali hingga mencapai berat
yang konstan yang dihitung sebagai berat sel kering (Pratiwi, 2008).
2.2Kelebihan kekurangan metode perhitungan langsung dan tidak langsung
langsung

tak langsung

keuntungan menggunakan perhitungan secara tidak langsung ialah metode tersebut hanya
dapat menghitung jumlah mikroorganisme yang hidup atau sel yang hidup. Tidak seperti
perhitungan secara langsung, seluruh mikroorganisme baik yang mati maupun hidup dihitung
seluruhnya (Lay 1994).
Kelemahan utama metode tersebut adalah keselektifannya sehingga hasil perhitungan
kadang kala menjadi bias. Kondisi pertumbuha bakteri, termasuk komposisi media yang
digunakan, waktu inkubasi, suhu, dan Ph, sangat menentukan jenis bakteri yang
dapat tumbuh dari seluruh populasi yang ada. Tidak ada satu kondisi yang universal untuk
membuat seluruh mikroorganisme dapat tumbuh dengan baik. Contoh yang alami, misalnya
pada

tanah

yang mengadung

berbagai

jenis microorganisme,

tidak

mungkin

untuk menghitung semua mikroorganisme yang terkandung didalamnya dengan cara viable
plating

tersebut.

Kekurangan

tersebut

dapat

menjadi suatu

keunggulan

jika

kita

ingin menghitung populasi mikroorganisme spesifik.

2.3Hal-hal yang perlu diperhatikan dalam perhitungan mikroba


2.4Perhitungan mikroba dengan Colony Counter
A colony counter is used to count colonies of bacteria or other
microorganisms growing on an agar plate. Bacterial colony is a group of
bacteria growing on a plate that is derived from one original starting
cell.Bacterial colony counting process is usually performed by well-trained
technicians manually (juRNAL)
Colony Counter adalah alat yang berfungsi untuk menghitung
jumlah microba pada cawan petri atau media lainnya dengan
menggunakan sinar dan luv. Cara kerja colony counter ini adalah dengan
perbesaran menggunakan luv atau dengan menandai beberapa koloni
yang terdapat pada cawan petri menggunakan bulpoint yang terdapat
pada coloni counter dan juga menggunakan tombol check

Anda mungkin juga menyukai