Anda di halaman 1dari 6

BED SITE TEACHING

ULKUS PLANTAR PADA PENDERITA MORBUS HANSEN

Oleh :
Monica Lauretta (1018011079)
Nyimas Annisa Mutiara (1018011071)

Perceptor :
dr. M. Syafei Hamzah, Sp.KK, FINS-DV
dr. Arif Effendi, Sp.KK
dr. Yulisna, Sp.KK
dr. Hendra Tarigan Sibero, Sp.KK., M.Kes

KEPANITERAAN KLINIK ILMU KESEHATAN KULIT DAN KELAMIN


RSUD DR H ABDUL MOELOEK BANDAR LAMPUNG
FAKULTAS KEDOKTERAN
UNIVERSITAS LAMPUNG
2015

KATA PENGANTAR

Pertama kami ucapkan terima kasih kepada Tuhan Yang Maha Esa. karena atas rahmatNya sehingga kami dapat menyelesaikan laporan Bed Site Teaching yang berjudul Ulkus
Plantar Pada Penderita Morbus Hansen tepat pada waktunya. Adapun tujuan pembuatan laporan
ini adalah sebagai salah satu syarat dalam mengikuti dan menyelesaikan Kepaniteraan Klinik
Ilmu Kesehatan Kulit dan Kelamin Rumah Sakit Umum Daerah Dr. H. Abdul Moeloek Bandar
Lampung.
Kami mengucapkan terima kasih kepada para perceptor SMF/Bagian IKKK yang telah
meluangkan waktunya untuk kami dalam menyelesaikan laporan Bed Site Teaching ini. Kami
menyadari banyak sekali kekurangan dalam laporan ini, oleh karena itu saran dan kritik yang
membangun sangat penulis harapkan. Semoga laporan ini dapat bermanfaat bukan hanya untuk
kami, tetapi juga bagi siapa pun yang membacanya.

Bandar Lampung, 10 Februari 2015

Penulis

BAB I
STATUS PASIEN

A. IDENTITAS PASIEN
Nama

: Ny. N

Umur

: 33 tahun

Jenis Kelamin : Perempuan


Alamat

: Bandar Lampung

Pekerjaan

: IRT

Suku bangsa : Sunda


Agama

: Islam

Status

: Menikah

B. ANAMNESIS
Keluhan Utama
Keluhan Tambahan
C. Riwayat Penyakit

: Luka pada telapak kaki kanan sejak 1 tahun yang lalu.


: Rasa baal pada bagian kaki kanan disertai nyeri ketika berjalan.
: Pasien datang ke Poliklinik KK RSUD Abdul Moeloek dengan

keluhan adanya luka pada telapak kaki kanan sejak 1 tahun yang lalu. Awalnya pasien
merasakan kakinya baal, yang dimulai dari jempol kaki kanan yang lama kelamaan
menjalar hingga jari kelingking kaki kanannya. Dan pasien mengatakan secara tiba-tiba
muncul luka pada telapak kanannya. Luka tidak terasa gatal ataupun sakit. Namun pasien
mengeluhkan nyeri ketika berjalan dan mudah terasa pegal ketika berjalan. Pasien sudah
berobat ke mantri namun tidak sembuh. Pasien belum pernah mengalami keluhan seperti
ini sebelumnya. Riwayat keluarga yang mengalami penyakit seperti ini yaitu kakak
pasien, namun pasien mengatakan bahwa tidak pernah kontak langsung dengan
kakaknya, ketika kakaknya menderita sakit yang sama karena pada saat itu pasien sedang
berada di Arab Saudi, dan ketika bertemu kembali dengan kakaknya dikatakan bahwa
kakaknya sudah sembuh dari penyakit ini. Riwayat Diabetes Mellitus disangkal.
D. STATUS GENERALIS
Keadaan Umum
: Tampak sakit ringan

Kesadaran
: Compos mentis
Status Gizi
: Baik
Tanda Vital
a. Tekanan darah : 120/80 mmHg
b. Nadi
: 80 x/menit
c. RR
: 20 x/menit
Thoraks
: DBN
Abdomen
: DBN

d. Suhu
: 36,7 oC
e. Berat Badan : 50 kg
f. Tinggi Badan : 155 cm
KGB
: DBN

E. STATUS DERMATOLOGIS
Lokasi
:
Inspeksi
:
Patch eritem-hiperpigmentasi bentuk irreguler, berbatas tegas, jumlah multipel,

ukuran plakat diskret


skuama selapis sedang tidak berminyak.
krusta tipis kehitaman
erosi multiple irreguler
likenifikasi

Lokasi
: Regio fasialis dan aurikularis
Inspeksi
:
Makula hiperpigmentasi bentuk irreguler, jumlah multipel, ukuran miliar

lentikular, diskret-konfluen
skuama selapis halus putih berminyak.

F. LABORATORIUM
Pemeriksaan KOH
Uji Dermatologi manual
G. RESUME
Lki-laki, 59 tahun, datang dengan keluhan bercak merah kehitaman menebal disertai
gatal di punggung kaki kanan dan kiri sejak 1 tahun yang lalu, dan sisik halus disertai
gatal di wajah dan sekitar telinga sejak 10 hari yang lalu. Keluhan gatal semakin hebat
ketika mulai digaruk dan baru berhenti ketika kaki sudah lecet. Semakin lama bercak
makin lebar. Pasien sudah berobat ke mantri namun tidak sembuh. Pasien belum pernah
mengalami keluhan seperti ini sebelumnya. Riwayat alergi makanan disangkal, riwayat
ketombe di sangkal, riwayat penggunaan lotion disangkal, riwayat penyakit keluarga
seperti asma,alergi atau eksim disangkal
H. DIAGNOSIS BANDING

Neurodermatitis
Tinea Pedis
Psoriasis

Dermatitis Seboroik
Cutaneus Lupus Eritematous

I. DIAGNOSIS KERJA
Neurodermatitis + Dermatitis Seboroik
J. PENATALAKSANAAN
Neurodermatitis
Umum
:
Edukasi ke pasien bahwa penyakit merupakan penyakit kronis dan butuh
pengobatan dalam waktu yang lama dan sering kambuh
Hindari menggaruk atau menggosok ataupun menghindari gigitan serangga agar
tidak ada pemicu gatal
Hindari faktor pemicu seperti stres
Bila berkelanjutan dapat dirujuk ke spesialis kulit dan kelamin.
Khusus
:
Topikal
:
Kortikosteroid potensi kuat (Betamethasone dipropionate 0,05%) dioleskan
setelah mandi 2 kali/hari
Sistemik
:
Anti histamin non sedatif (Cetirizin kaps 10 mg 1x1 kaps/hari) kalau terasa gatal
Dermatitis Seboroik
Umum :
Menjaga kebersihan tubuh terutama rambut
Hindari faktor pemicu seperti makanan berlemak maupun stres karena penyakit
ini cenderung berulang
Khusus :
Topikal :
Anti jamur (ketokonazole shampo 2%) 2-3 kali seminggu selama 1 bulan.
Kemudian dilanjutkan dengan maintenance 1 kali per minggu agar tidak sering
berulang
Sistemik :
Anti histamin non sedatif (Cetirizin kaps 10 mg 1x1 kaps/hari) kalau terasa gatal
K. PEMERIKSAAN ANJURAN
L. PROGNOSIS
Quo ad vitam
Quo ad functionam

: ad bonam
: ad bonam

Quo ad sanationam

: dubia ad bonam