Anda di halaman 1dari 14

ULKUS NEUROTROPIC

MH
Monica Lauretta
Nyimas Annisa

1018011079
1018011086

KEPANITERAAN KLINIK ILMU PENYAKIT KULIT DAN KELAMIN


RSUD DR.H. ABDUL MOELOEK
FAKULTAS KEDOKTERAN UNIVERSITAS LAMPUNG
2015

Identifikasi Pasien
Nama: Ny. N
Umur : 33 tahun
Jenis Kelamin : Perempuan
Alamat : Bandar Lampung
Pekerjaan

: IRT

Suku bangsa

: Sunda

Agama : Islam
Status

: Menikah

Anamnesis
Riwayat penyakit
Keluhan utama
Luka pada telapak kaki kanan sejak 1 tahun yang lalu.

Keluhan tambahan
Rasa baal pada bagian kaki kanan disertai nyeri ketika
berjalan

Anamnesis
Riwayat perjalanan penyakit
Februari 2014
Baal pada telapak kaki
kanan bagian depan
(dimulai dari jempol
kanan lalu menjalan
hingga ke jari
kelingking dan daerah
sekitar.
Tiba-tiba muncul luka
pada telapak kaki, tidak
terasa gatal namun
nyeri ketika berjalan.

Maret 2014
Berobat ke mantri
namun tidak sembuh,
obat yag diberikan
hanya mengurangi rasa
nyeri, namun ketika
obat tidak diminum,
kambuh lagi.

Februari 2015
Datang ke poliklinik
kulit RSAM karena luka
tidak kunjung sembuh
dan rasa baal di
telapak kaki yang
makin menyebar
hingga setengah
bagian.

Anamnesis
Riwayat pengobatan yang di dapat
Pasien tidak mengetahui obat yang diberikan oleh
mantri.
Riwayat penyakit yang pernah di derita
tidak ada

Status Generalis
Pemeriksaan Fisik
Pemeriksaan generalis
KU
: tampak sakit ringan
Kesadaran : compos mentis
GCS
: E4 V5 M6
Vital sign
Tidak dilakukan

Gizi : cukup
Kepala : DBN
Leher : DBN
Abdomen :
DBN
Thorak : DBN

Status Dermatologis
Lokasi

: Regio plantar dextra

Inspeksi :
Makula eritems dengan ulkus bulat, diameter 2cm,
soliter, granulasi, indurasi, eritem, palpasi tidak
ada nyeri tekan.

Resume
Wanita, 33 tahun, datang ke Poliklinik KK RSUD Abdul Moeloek
dengan keluhan adanya luka pada telapak kaki kanan sejak 1
tahun yang lalu. Awalnya pasien merasakan kakinya baal, yang
dimulai dari jempol kaki kanan yang lama kelamaan menjalar
hingga jari kelingking kaki kanannya. Dan pasien mengatakan
secara tiba-tiba muncul luka pada telapak kaki kanannya. Luka
tidak terasa gatal ataupun sakit. Namun pasien mengeluhkan
nyeri ketika berjalan dan mudah terasa pegal ketika berjalan.
Pasien sudah berobat ke mantri namun tidak sembuh. Pasien
belum pernah mengalami keluhan seperti ini sebelumnya.
Riwayat keluarga yang mengalami penyakit seperti ini yaitu
kakak pasien, namun pasien mengatakan bahwa tidak pernah
kontak langsung dengan kakaknya, ketika kakaknya menderita
sakit yang sama.Riwayat Diabetes Mellitus disangkal.

Diagnosis banding
Ulkus neurotropfik MH
Ulkus neurotropfik DM
Diagnosis kerja
Ulkus neurotropfik MH

Penatalaksanaan
Morbus Hansen

Farmakologi:
MDT MH multibasiler WHO selama 1 tahun
yang terdiri dari:
Rifampisin 600 mg 1x1 / bulan
DDS 100 mg 1x1 / hari
Lampren (klofazimin) 300 mg 1x1 /bulan
kemudian dilanjutkan dengan 50 mg 1x1 / hari

Non Farmakologi
Menjelaskan pada pasien bahwa penyakit ini bisa disembuhkan,
tetapi pengobatan akan berlangsung lama, antara 12-18 bulan,
untuk itu pasien harus rajin mengambil obat di puskesmas dan tidak
boleh putus obat diperhatikan pula adanya tanda-tanda reaksi
kusta.
Penyakit kusta ini dapat ditularkan secara inhalasi sehingga pasien
disarankan untuk selalu menggunakan masker.
Apabila muncul tanda-tanda perubahan sensibilitas dan kekuatan
otot, segera kembali untuk memeriksakan diri ke dokter. Contohnya
berupa luka atau lepuh yang tidak terasa sakit dan mati rasa pada
tangan atau kaki. Juga jika terdapat gangguan pada aktivitas seharihari, seperti memasang kancing baju, memegang pulpen,
mengambil benda kecil, atau kesulitan berjalan. Adanya kelainan
pada mata berupa penglihatan kabur, kesulitan membuka dan
menutup mata, serta alis dan bulu mata menjadi rontok.
Perhatikan pula adanya tanda-tanda kelainan pada saraf, seperti
tangan dan kaki menggantung atau berbentuk seperti cakar dan
jari-jari tangan terasa kaku atau kesemutan, nyeri sendi, penebalan
pada daun telinga, serta pembesaran saraf di leher.

Ulkus Plantar:
Prinsip utama tata laksana ulkus adalah
menghilangkan tekanan pada lokasi ulkus,
debridement yang agresif, serta kontrol infeksi
yang adekuat. Tekanan dapat dihilangkan dengan
mengistirahatkan dan membalut kaki,
penggunaan plester gips, serta penggunaan
sepatu khusus. Infeksi ringan diatasi dengan
antibiotik oral, sedangkan infeksi berat
memerlukan antibiotik intravena dosis tinggi.

Pemeriksaan anjuran
Pemeriksaan BTA

Prognosis
Quo ad vitam : dubia ad bonam
Quo ad functionam
: dubia ad bonam
Quo ad sanationam: dubia ad bonam

TERIMAKASIH