Anda di halaman 1dari 15

Fisiologi

Persalinan
dr. Ikhsan

A. BEBERAPA DEFINISI

Partus.

Para.

Partus immaturus.

Nulipara .

Partus prematurus.

Abortus

Inpartu.

Partus normal

Partus abnormal

Partus postmaturus
atau serotinus.
Gravida.

Primigravida.

B. Sebab-sebab terjadinya
persalinan
Sebab terjadinya partus sampai kini masih merupakan teoriteori yang kompleks.

Faktor humoral.
Pengaruh prostaglandin.
Struktur uterus.
Sirkulasi uterus.
Pengaruh syaraf.

C. Berlangsungnya persalinan
normal
Persalinan dianggap normal jika prosesnya terjadi pada
usia kehamilan cukup bulan (setelah 37 minggu) tanpa
disertai adanya penyulit.
Persalinan dimulai (inpartu) sejak uterus berkontraksi dan
menyebabkan perubahan pada serviks (membuka dan
menipis) dan berakhir dengan lahirnya plasenta secara
lengkap.

Tanda dan gejala in partu


1.

2.

3.

Penipisan dan pembukaan serviks.


Kontraksi uterus yang mengakibatkan perubahan serviks
(frekuensi minimal 2 kali dalam 10 menit).
Cairan lendir bercampur darah (show) melalui vagina.

Partus dibagi menjadi 4 kala


Kala I :

Fase laten

Dimulai sejak awal berkontraksi yang menyebabkan


penipisan dan pembukaan serviks secara bertahap.

Berlangsung hingga serviks membuka kurang dari 4 cm.

Pada umumnya, fase laten berlangsung hampir atau hingga


8 jam

Kala I fase aktif :

Frekuensi dan lama kontraksi uterus secara bertahap (kontrasi adekuat


jika terjadi 3x atau lebih dalam 10 menit, selama 40 detik atau lebih).

Dari pembukaan 4 cm hingga 10 cm, akan terjadi dengan kecepatan


rata-rata 1 cm per jam (nulipara atau primigravida) atau lebih dari 1 cm
hingga 2 cm (mulitpara).

Terjadi penurunan bagian terbawah janin

Kala II :
Kala dua persalinan dimulai ketika pembukaan serviks sudah
lengkap (10 cm) dan berakhir dengan lahirnya bayi.
Kala dua juga disebut sebagai kala pengeluaran bayi.

Gejala dan tanda kala dua persalinan :

Ibu merasa ingin meneran bersamaan dengan terjadinya kontraksi.

Ibu merasakan adanya peningkatan tekanan pada rektum dan/atau


vaginanya.

Perineum menonjol.

Vulva-vagina dan sfingter ani membuka.

Meningkatkan pengeluaran lendir bercampur darah.

Kala III :
Dimulai setelah lahirnya bayi dan berakhir dengan lahirnya
plasenta dan selaput ketuban.

Kala IV :
Dimulai setelah lahirnya plasenta dan berakhir dua jam
setelah itu.

Fisiologi kala III


Setelah bayi lahir dan sebelum miometrium mulai
berkontraksi, uterus berbentuk bulat penuh dan tinggi
fundus biasanya di bawah pusat.
Setelah uterus berkontraksi dan plasenta terdorong ke
bawah, uterus berbentuk segitiga atau seperti buah pear
atau alpukat dan fundus berada di atas pusat (seringkali
mengarah kesisi kanan).

Tali pusat memanjang. Tali pusat terlihat menjulur keluar melalui


vulva (tanda Ahfeld).

Semburan darah mendadak dan singkat.


Ingat tiga tanda lepasnya plasenta :
1. Perubahan bentuk dan tinggi uterus.
2. Tali pusat memanjang.
3. Semburan darah mendadak dan singkat.

Keuntungan-keuntungan manajemen aktif kala tiga :

Persalinan kala tiga yang lebih singkat.

Mengurangi jumlah kehilangan darah.

Mengurangi kejadian retensio plasenta.

Manajemen aktif kala tiga terdiri dari tiga langkah


utama

Pemberian suntikan oksitosin dalam satu menit pertama setelah


bayi lahir.

Melakukan penegangan tali pusat terkendali.

Masase fundus uteri.