Anda di halaman 1dari 2

DESAKU MENANGIS

Mataku masih mencari sebuah titik terang. Sedikit celah yang saat itu
benar-benar aku harapkan. Hari masih belum terlalu petang. Namun tangisan
dan jerit rintihan orang-orang disekitarku, membuat hatiku kalut dan waswas. Aku ingin cepat sampai ke penghujung hari.
Orang-orang berlarian, berlalu lalang, meminta bantuan. Tim
penyelamat gabungan saat itu sedang berusaha sangat keras untuk
membantu warga sekitar. Tim penyelamat tersebut di benttuk dari gabungan
antara tim SAR, POLISI, TNI, dan LSM serta dibantu oleh para sukarelawan
juga warga sekitar.
Masih sangat banyak korban yang belum di temukan hingga saat itu.
Ya. . . termasuk adikku, Dani. Dani belum ditemukan hingga sekarang.
Terakhir kali tetanggaku, bu Ratna mendapati adikku tengah asik bermain di
sungai belakang rumah sesaat sebelum air bah dengan arus yang sangat
deras menghanyutkannya. Ibuku