Anda di halaman 1dari 7

TUGAS PENGENDALIAN

ORGANISASIONAL

Chapter 14:
Controllers, Auditors, and
Boards of Directors

Oleh:

232013206 Maria Tyas Anindya Jati


232013221 Elsa Kurniati Lintuman
232013222 Dian Karlena
Dosen Pengampu Mata Kuliah:

USIL SIS SUCAHYO


INTIYAS UTAMI

FAKULTAS EKONOMIKA DAN BISNIS


UNIVERSITAS KRISTEN SATYA
WACANA
SALATIGA 2015

Chapter

14:

Controllers, Auditors, and Boards of Directors

Peran Manajemen Keuangan Perusahaan


Kepala Bagian Keuangan
Wakil Direktur Keuangan

Pengawas

Bendahawan

Pelaporan Keuangan Eksternal


Sistem Pengendalian Manajemen
Pengendalian Internal

Pelaporan dan Pengendalian


Keuangan

Penyediaan Modal
Manajemen Uang
Manajemen Resiko

Meningkatkan dan Mengelola


Modal

A. Fungsi Pengawasan
Pengawas berfungsi untuk:
- Mendesain dan mengoperasikan
pengawasan
Misalnya: pengawasan

seluruh

system
catatan

informasi

dan

akuntansi

baik

keuangan maupun manajerial.


Menyiapkan laporan keuangan untuk pemegang saham dan

pihak eksternal.
Menyiapkan dan menganalisis laporan kinerja dan membantu

manajer dalam menginterpretasikan laporan tersebut.


Menganlasis
proposal
kegiatan
dan
anggaran

dan

menggabungkan rencana dari beragam segmen bisnis dalam


anggaran keseluruhan tahunan.

Mengawasi prosedur audit internal dan pengawasan akuntansi

untuk meyakinkan keabsahan/kebenaran informasi.


Melaksanakan audit operasional.
Mengembangkan personalia dalam organisasi pengawas.

B. Fungsi Bendaharawan
Pada dasarnya, fungsi

bendahara

mengharuskan

untuk

mengendalikan dana perusahaan.


Menyediakan modal
- Pendanaan
- Perencanaan Kas
- Hubungan investor dan kreditor
Manajemen Uang
- Perbankan: Kas dan deposit
- Piutang, utang, pengumpulan, pembayaran
- Pinjaman dan investasi (surat-surat berharga)
Manajemen Resiko
- Asuransi, termasuk keuntungan karyawan.

Pengawas

Penganggaran
C. Bagan
Departemen
Pengawasan
SIM
Akuntansi
Audit
Internal

Akuntansi
Manajerial

Akuntansi
Keuangan

Akuntansi Biaya
Pengendalian Persediaan
Buat-atau-beli
...

Laporan Laba Rugi


Konsolidasi
Pengembalian Pajak
...

Sistem
Administasi

Proyek
Khusus

D. Hubungan dalam lini


Fungsi pengawasan adalah fungsi staf
Pengawas merancang dan mengoperasikan system informasi
dan pengawasan. Contohnya pengukuran pengendalian. Akan
tetapi, penggunaan informasi ini menyisakan tanggungjawab
dari manajemen lini.
Pengawas dapat membuat

rekomendasi

tindakan

bagi

manajemen, tetapi ia tidak membuat maupun memaksakan


keputusan manajemen.
Ini bukan berarti bahwa pengawas tidak harus termasuk di
dalam bisnis atau mempunyai pengetahuan yang baik tentang
bisnis tersebut.

2. Unit bisnis kontroler

Dua tanggung jawab utama

Tanggungjawab pelayan bisnis yaitu membantu manajemen unit bisnis dalam proses keputusan
bisnis. Hal ini membutuhkan bahwa unit bisnis kontroler menjadi aktif terlibat dalam proses
pengambilan keputusan lokal.

Pelaporan keuangan dan tanggung jawab pengendalian internal

Memastikan bahwa informasi keuangan dari unit bisnis adalah akurat dan bahwa praktek
pengendalian internal sesuai dengan kebijakan dan prosedur perusahaan. Hal ini membutuhkan
bahwa unit bisnis pengontrol bertindak sebagai "polisi" atau wali lokal untuk kantor perusahaan.

Terbagi tanggung jawab dan loyalitas

Prioritas pekerjaan unit bisnis pengendali Dan loyalitas bisa berubah ketika hubungan pelaporan
berubah.

Sentralisasi fungsi controllership

Padat-line dengan controller perusahaan;? Dihiasi-line dengan manajer unit usaha (stafhubungan).
Penekanan pada tanggung jawab kontrol keuangan.
"Mata-mata Perusahaan" (perwakilan HQ, mengiritasi, mitra berisi, checker, polisi).

Desentralisasi fungsi controllership

Titik-titik dengan pengendali perusahaan erat kaitannya dengan manajer unit bisnis. Penekanan
pada tanggung jawab manajemen layanan. "Unit Bisnis sekutu" (dipercaya asisten, pembantu).

Hubungan alternatif pengendali


Sentralisasi fungsi controllership
Top Manajemen
Presiden / Wakil Presiden

Departemen Pengendalian perusahaan

SBU / Divisi / Segmen / Area Fungsional


XYZ

Devisi
pengendali

Faktor-faktor yang mempengaruhi sentralisasi kontrol


Keinginan perusahaan manajemen / controller untuk:
o
o
o
o

Latihan "ketat" kontrol


Menerapkan sistem kontrol yang seragam di seluruh Unit bisnis atau divisi
Mencapai skala ekonomi yangterkontrol
Mempercepat pengenalan teknik kontrol / prosedur baru

3. Auditor
1. Proses Tahapan Audit
a.

Tahap

perencanaan

Mengembangkan

pemahaman

b. Proses Audit - memperoleh, mengevaluasi bukti secara objektif


c. Penghakiman - berdasarkan bukti, apakah kriteria telah dipenuhi

kelompok

d. Berkomunikasi - Menyimpulkan hasil untuk pengguna yang terlibat dalam entitas


perusahaan
2. Auditor Eksternal
Dipekerjakan oleh perusahaan sebagai layanan profesional - independen dari
manajemen

dari

pihak

luar

perusahaan.

Biasanya Auditor Eksternal tersebut harus memenuhi kualifikasi tertentu seperti harus
berpengalaman dan berlisensi oleh asosiasi profesional.
3. Internal Auditor
Merupakan mata dan telinga dari manajemen. Biasanya Internal Auditor merupakan
pihak dalam manajemen perusahaan yang melakukan fungsi pengawasan dalam
pelaporan keuangan menegenai kesesuaian dengan standar yang berlaku.
4. Jenis Audit Secara Umum
a. Audit keuangan
b. Audit kepatuhan: prosedur, aturan, hukum, kebijakan
c. Audit kinerja (menyangkut kualitas, efisiensi, efektivitas perusahaan)
5. Tujuan / Nilai audit:
a. menambah kredibilitas
b. memberikan antisipasi terhadap kecurangan / fraud

6. Faktor yang membuat pemeriksaan berharga:


a. konsekuensi potensi yang lebih besar
b. mekanisme
kontrol
lainnya

yang

tidak

layak

tetapi jika penilaian yang tidak dapat diandalkan, nilai audit rendah
7. Kerugian Audit
a. Pelaksanaanya secara periodik sehingga tidak memungkinkan apabila dilakukan
ditengah periode.
b. tekanan pekerjaan atau defensif dapat mempengaruhi otonomi audit dan
menyebabkan audit yang negatif
c. audit membutuhkan biaya yang mahal

Anda mungkin juga menyukai