Anda di halaman 1dari 21

Latar Belakang

Pembangunan dan pengembangan kesehatan bertujuan untuk


meningkatkan kesadaran, kemauan dan kemampuan untuk hidup sehat
bagi setiap orang agar terwujud derajat kesehatan masyarakat yang
optimal, maksudnya tingkat kondisi dan situasi serta kemampuan yang
nyata dari setiap orang atau masyarakat dan harus selalu diusahakan
peningkatannya secara terus menerus. Berbagai upaya perlu dilakukan
dalam rangka mewujudkan derajat kesehatan masyarakat yang optimal,
diantaranya dengan menyelenggarakan pelayanan kesehatan yang bermutu
dan terjangkau oleh masyarakat secara luas dan terdistribusi merata.
Kesehatan adalah kondisi sejahtera dari badan, jiwa dan sosial
yang memungkinkan setiap orang hiduphidup produktif secara sosial dan
ekonomis. Setiap manusia berusaha menjaga agar hidupnya tetap.
Kunjungan kefarmasian ini bertujuan agar mahasiswa dapat
mengenal lebih awal tentang pelayanan kefarmasian baik itu di apotek,
rumah sakit, Puskesmas dan Instalasi rumah sakit sehingga diharapkan
nantinya mahasiswa farmasi mampu menjadi seorang farmasis yang
profesional dan bermanfaat bagi kemanusiaan.

Kunjungan Kefarmasian
Hari Pertama
Apotek

: Bukit Agung

Lokasi

: Jl. Raya Pekanbaru Pangkalan


Kerinci,

SP V Kerinci Kanan

Kabupaten Siak, Riau


Strukturnya terdiri dari:
PSA

: dr. Rika Herawati

APA

: Jafril Khalil S.Si, Apt

AA

: Gita Nuralita Amd. Farm.

Petugas/staff

: Dorris

SIA ( Surat Izin Apotek) yaitu 201/014/Dinkes-Apotek/IV/2013


Dikeluarkan oleh Dinas Kesehatan Kabuaten Siak pada 16 April 2013
STRTTK ( Surat Tanda Registrasi Tenaga Teknis Kefarmasian) yaitu
1980/04/05/ STRTTK_13/2004/2.020
Klasifikasi
a. APA (Apoteker Pengelola Apotek) adalah apoteker yang telah
diberi Surat Izin Apotek. Apoteker adalah seorang sarjana farmasi
yang telah lulus dan telah mengucapkan sumpah jabatan apotek,
mereka yang berdasarkan peraturan perundang-undangan yang
berlaku berhak melakukan pekerjaan kefarmasian di Indonesia
sebagai apoteker. APA bertugas mengawasi dan terjun langsung
bertanggun jawab penuh terhadap jalannya kegiatan kefarmasian
yang berada di apotek.
b. PSA ( Pemilik Sarana Apotek) adalah orang yang mendirikan
apotek. Bertugas untuk menyediakan segala sarana dan prasarana
yang dibutuhkan apotek.

c. AA (Asisten Apoteker) adalah mereka yang berdasarkan peraturan


perundang-undangan yang berlaku berhak melakukan pekerjaan
kefarmasian sebagai Asisten Apoteker
Fungsi dan tugas
a. APA
1. Menyusun dan meneliti rencana kebutuhan yang
diperlukan

untuk

menyediakan

obat-obatan

dan

alat

kesehatan
2.

Merencanakan,

mengendali

dan

mengatur,

mengendalikan

mengkoordinasi
kegiatan

yang

dan
ada

dilingkungan apotek.
b. PSA
1. Memimpin dan mengatur kerja di apotek
2. Memberi pengarahan kepada apoteker dan asisten
apoteker
3. Memberikan modal untuk membeli persediaan obat
4. Mengontrol sistem keuangan di apotek secara rutin
c. AA
1. Membantu

apoteker

dalam

kegiatan

penyaluran

perbekalan farmasi
2. Untuk melayani pasien
3. Membantu apoteker untuk meyetok obat tiap bulan
d. Petugas/staff membatu pekerjaan tenaga teknis kefarmasian

a. Sejarah Apotek Bukit Agung

Apotek : suatu tempat tertentu dimana dilakukan usaha-usaha


dalam bidang farmasi dan pekerjaan kefarmasian (Peraturan
Menteri Kesehatan Nomor : 922/MENKES/PER/X/1993)
Apotek Bukit Agung didirikan oleh ibu dr. Rika Herawati pada
bulan Januari 2013. Pendirian apotek ini dilatarbelakangi belum
adanya apotek yang beroperasi di desa Bukit Agung kecamatan
Kerinci Kanan, sehingga timbulah inisiatif untuk mendirikan
apotek di desa Bukit Agung dengan tujuan agar semakin mudahnya
masyarakat sekitar untuk mendapatkan akses pelayanan kesehatan
yang selama ini belum memadai di desa yang terletak di
Kecamatan Kerinci Kanan Kab.Siak tersebut. dengan harapan
meningkatnya kualitas hidup dan kesehatan masyarakat desa Bukit
Agung.
b. Identitas Apotek Bukit Agung
Bangunan Apotek Bukit Agung terdiri dari satu unit toko satu
lantai yang terletak di Jl. Raya Pekanbaru-PKL Kerinci SP V
Kerinci Kanan Kabupaten Siak Riau.
c. Fasilitas Apotek Bukit Agung
Fasiltasnya khusus melayani dalam hal penjualan berbagai jenis
obat-obatan dan juga tersedia tempat praktek dokter Rika Herawati
Hari Kedua
a. Jenis-jenis produk yang dijual
Obat Bebas, adalah Obat yang dapat dibeli dengan bebas dan tidak
membahayakan bagi si pemakai dalam batas dosis yang dianjurkan dan
diberi tanda lingkaran bulat berwarna hijau dengan garis tepi hitam.

Berbagai obat bebas yang dijual di apotek ini adalah sebagai berikut :
Paracetamol,

Metamol,

Hufagesic,

Alphamol,

Pacetik-500,

Neurofa, Idaneuron, Neuropyramin, Masneuro, Neurodex Funsifar, Cito


4

Viplek, Ome Neuron, Calkomir 500, Calsifar, Novakal, Trimakalk,


Licokalk, Prokalk,Cito Viplex, Vitalamin, Calvita, Biolysin, Selkom-C,
Arkavit, Panvit-C, Caviplex, Aravit-C, Novabion, Ramabion, Suprabion,
Siobion, Sampobion, Intibion, Omegafit, Guanistreat, Novadiar, Koatin,
Kanina, Koltin, Kaometa, Oskadon, Bintang Toedjoe no.16, Inzana,
Novagesic, Tagyt, Akita, saccharin, Garam inggeris, Carbo Glycerin, Obat
Batuk Hitam, Molagyt, Oralit, Konidin, Kalium Permanganat, Omekdiar,
Trianta, Karsida, Magmeta, Samtacid, Polisilane, Triocid, Panadol anak,
Dumin paracetamol syrup, Praxion, Praxion Forte, Mylanta syrup,
Dexanta, Librozym, Librbozym plus, Myloxan, Citramarg, Biogastron,
Bufantacid, Trianta, Ranacid, Ranacid forte, Carsida, Antasida Doen,
Promag, Dexanta, Novamag, Anflat, Magten, Lexacrol, Molakrim, Nosib,
Salep 88, Sanmol, Fasidol Drops, Vitamin C Drops,Betamin Vit
B1,Samsemin, Mylanta, Sangobion, Diatabs, Bioneuron, Obimin-AF,
Naspro, Panadol, Waisan, Dumin, Norit, Oskadon, Bintang Toedjoe no.16,
Inzana, Novagesic, Tagyt, Akita, saccharin, Garam inggeris, Carbo
Glycerin, Obat Batuk Hitam, Molagyt, Oralit, Konidin, Kalium
Permanganat, Bodrexin, Entrostop, OBH Berlico, Vipcol. Vitamin C,
Mirasic, Termagon, Pyridol, Sanmol, Erturnas, Dapirin, Lanamol,
Novadol, Fasidol, Salesmol, Analpin, Trimol, Grafadon, Betamol dan lain
sebagainya.
Obat Bebas Terbatas, adalah (dulu disebut daftar W =
Waarschuwing = peringatan), yakni obat-obatan yang dalam jumlah
tertentu masih bisa dibeli di apotek, tanpa resep dokter, memakai lingkaran
biru bergaris tepi hitam.

Berbagai obat bebas terbatas yang dijual di apotek Bukit Agung


yaitu sebagai berikut: Mixagrip Flu dan batuk, Komix syrup, Antimo,
Migran, Neozep Forte, Wisatamex, Grantusif, Bronkris, Bromifar,
Bromifar Plus, Miravon, Glyceryl Guaiacolate, Bronex, Astma-soho,
Bodrex Migra, Termorex plus, Anakonidin, Anakonidin OBH, Actifed Plus
Expectorant, Kalpanax K, Kanesol, Mixagrip Flu, Paramex Flu dan Batuk,
Inturnal-F, Napacin, Konidin, Feminax, Mexril, Komix kids, Dermifar,
Albothyl, Fungiderm, Ultrasiline, Solinfec, Megatic, Insto, Visine, Praito,
Rohto, Stop cold, Alpara, Tera-f, Flukadex, Etaflusin, Flutamag, Hufagrip
Forte, Coparcetin, Zenirex, Hico, Peditox, Sanaflu, Bodrex Extra, Bodrex,
Woods, Inza, Paramex, Resochin, Procold, Ratna cap, Decotan, Farsifen
plus, Tifalsic, Ifarsyl, Dextral, Dextral Forte, Molexflu, Combantrin,
Flucadex, Proris, Proris Forte, Konvermex, Aktifed Cough Supresant,
Decadryl, Sanadryl, New Mentasin, OBH Kombi, Compyrantel-250, PIMTRA-KOL, Flumin plus, Pacdin, Bronchitin, Babys Cough syrup,
Novadryl, Camidryl, Calortusin, Chlorkol syrup, Fenidryl, Ternix,
Flutamol, Citocetin, Millsen, Ome Cough, Ternix Plus, Ifarsyl, Zentarin,
Novaxifen, Axofen, Farsifen, Prointi, Sidiadryl, Coparcetin, Pima Coltin,
Metacetin, Coldrexin, Colfin, Remco, Novatusin, Coparcetin kid Cough,
Quantidex, Paratenza, Laxamex, Combantrin, Konvemex, Vicks 44 anakanak, Vicks dewasa, Antimo tablet, Fludane, Bufenol, Farsifenibuprofen,
Bufagon, Intironko, Omesolfon, Miravon, Flunax dan lain sebagainya.
Obat Keras, adalah Obat keras (dulu disebut obat daftar G =
Gevaarlijk = berbahaya), yaitu obat berkhasiat keras yang untuk
mendapatkannya harus dengan resep dokter, memakai tanda lingkaran
merah bergaris tepi hitam dengan tulisan huruf K di dalamnya.

Berbagai obat keras yang tersedia di apotek Bukit Agung adalah sebagai
berikut:

Zoraline, Cefadroxil, Metronidazol, Piroxicam, Citerizine, Donperidone,


Natrium Diklofena, Cimetidine, Clindamycin, Ketoconazole, Faxiden,
Catopril,
Mefenamat,

Methilprednisolone,
Bio

Plasenton,

Lansoprazol,

Erytromycin,

Ciprolaxarin,Kloramfenikol,

Asam
Dexa-M,

Griseofulvin, Carbidu, Omegesic, Witranal, Mexon, Polofar Plus,


Ranitidine, Eltazon, Salbutamol, Ambroxol, Allopurinol, Amblodipin,
Ibuprofen 400mg, Meloxika, Lovastatin, Foltadex, Omeprazol dan lain
sebagainya.
Di apotek Bukit Agung tidak menyediakan obat jenis narkotika
dan psikotropika. Apotek ini juga melayani pembelian obat menggunakan
Resep dan pemesanan. Bukti pembelian obat juga tersedia dalam bentuk
faktur dan kwitansi. Untuk catatan pembelian dan penjualan obat juga
tersedia buku penjualan dan pembelian obat.
DOEN adalah singkatan dari Daftar Obat Esensial Nasional
Konsep Obat Esensial di Indonesia mulai diperkenalkan dengan
dikeluarkannya Daftar Obat Esensial Nasional (DOEN) yang pertama
tahun 1980, dan dengan terbitnya Kebijakan Obat Nasional pada tahun
1983. DOEN direvisi secara berkala setiap 3-4 tahun.
Obat esensial adalah obat terpilih yang paling dibutuhkan untuk pelayanan
kesehatan, mencakup upaya diagnosis, profilaksis, terapi dan rehabilitasi,
yang diupayakan tersedia pada unit pelayanan kesehatan sesuai dengan
fungsi dan tingkatnya.
Kriteria Pemilihan Obat Esensial Pemilihan obat esensial didasarkan atas
kriteria berikut :
(1). Memiliki rasio manfaat-resiko (benefit-risk ratio) yang paling
menguntungkan penderita.
(2). Mutu terjamin, termasuk stabilitas dan bioavailabilitas.
(3). Praktis dalam penyimpanan dan pengangkutan.
(4). Praktis dalam penggunaan dan penyerahan yang disesuaikan dengan
tenaga, sarana dan fasilitas kesehatan.
(5). Menguntungkan dalam hal kepatuhan dan penerimaan oleh penderita.

(6). Memiliki rasio manfaat-biaya (benefit-cost ratio) yang tertinggi


berdasarkan biaya langsung dan tidak langsung.
(7). Bila terdapat lebih dari satu pilihan yang memiliki efek terapi yang
serupa, pilihan dijatuhkan pada : - Obat yang sifatnya paling banyak
diketahui berdasarkan data ilmiah; - Obat dengan sifat farmakokinetik
yang diketahui paling menguntungkan; - Obat yang stabilitasnya lebih
baik; - Mudah diperoleh; - Obat yang telah dikenal.
(8). Obat jadi kombinasi tetap, harus memenuhi kriteria berikut :
- Obat hanya bermanfaat bagi penderita dalam bentuk kombinasi tetap;
- Kombinasi tetap harus menunjukkan khasiat dan keamanan yang lebih
tinggi daripada masing-masing komponen;
- Perbandingan dosis komponen kombinasi tetap merupakan perbandingan
yang tepat untuk sebagian besar penderita yang memerlukan kombinasi
tersebut;
- Kombinasi tetap harus meningkatkan rasio manfaat-biaya (benefit-cost
ratio);
Untuk antibiotika kombinasi tetap harus dapat mencegah atau mengurangi
terjadinya resistensi dan efek merugikan lainnya.
Daftar Obat Esensial Nasional (DOEN) merupakan daftar berisikan obat
terpilih yang paling dibutuhkan dan diupayakan tersedia di unit pelayanan
kesehatan sesuai dengan fungsi dan tingkatnya. DOEN merupakan standar
nasional minimal untuk pelayanan kesehatan. Penerapan DOEN
dimaksudkan untuk meningkatkan ketepatan, keamanan, kerasionalan
penggunaan dan pengelolaan obat yang sekaligus meningkatkan daya guna
dan hasil guna biaya yang tersedia sebagai salah satu langkah untuk
memperluas, memeratakan dan meningkatkan mutu pelayanan kesehatan
kepada masyarakat. Penerapan DOEN harus dilaksanakan secara konsisten
dan terus menerus di semua unit pelayanan kesehatan.
Beberapa contoh DOEN 2008:

ANALGESIK NARKOTIK
-fentanil inj i.m./i.v. 0,05 mg/ml (sebagai sitrat), ktk 5 amp @ 2 ml
Penggunaan perlu

diperketat

-kodein tab 10 mg, btl 250 tab


-morfin inj i.m./s.k./i.v. 10 mg/ml (HCl/sulfat), ktk 10 amp @ 1 ml tab 10
mg (HCl/sulfat),
-petidin inj i.m./s.k./i.v. lambat 50 mg/ml (HCl), ktk 10 amp @ 2 ml
-sufentanil inj 5 mcg/ml (sebagai sitrat), ktk 5 vial @ 10 ml

ANALGESIK NON-NARKOTIK

- asam asetilsalisilat (asetosal) tab 100 mg, ktk 10 bls @10 tab tab 500 mg,
ktk 10 bls @10 tab
-fenilbutason tab salut 200 mg, btl 100/1000 tab Pemakaian dibatasi untuk
keadaan akut, sesudah makan dan hanya untuk 1 minggu, kemudian dapat
dilanjutkan dengan AINS lain yang lebih aman.
- ibuprofen tab 200 mg, btl 100 tab tab 400 mg, btl 100 tab
-ketoprofen sup 100 mg Digunakan untuk pasien pasca operasi

UMUM

-apomorfin inj s.k. 5 mg/ml (HCl), ktk 10 amp @ 1 ml


-karbon aktif serb aktif, ktg 0,5 kg
-magnesium sulfat serb, ktg 30 g
Antelmintik
- Intestinal albendazol tab 400 mg, ktk 5 str @ 6 tab
- mebendazol tab 100 mg, btl 100 tab sir 100 mg/5 ml, btl 30 ml
- pirantel tab scored 250 mg ( sebagai pamoat), btl 250 tab scored susp 125
mg/5 ml ( sebagai pamoat), btl 30 ml
-prazikuantel tab scored 300 mg, btl 100/1000 tab scored

HORMON DAN ANTIHORMON

-medroksi progesteron asetat tab 250 mg, btl 50 tab inj 200 mg/ml, ktk 1
vial 2,5 ml

-tamoksifen tab 20 mg (sebagai sitrat),

btl 30 tab

-testosteron kaps lunak 40 mg (undekanoat), ktk 5 str @ 4 kaps lunak

PROFILAKSIS

- dihidroergotamin tab 2,5 mg (sebagai mesilat), ktk 10 str @ 10 tab


-propranolol tab scored 40 mg (HCl)

btl 100 tab scored

SERANGAN AKUT
10

-ergotamin tab 1 mg (tartrat), btl 100 tab


kafein

kombinasi : ergotamin 1 mg

50 mg tab, ktk 30/100 tab

IMUNOSUPRESAN

-azatioprin tab 50 mg, btl 100 tab


-siklosporin kaps lunak 25 mg, btl 50 kaps inj 50 mg/ml, ktk 10 amp @ 5 ml

SITOTOKSIK

- asparaginase serb inj 10.000 UI/vial, ktk 1 vial


-bleomisin serb inj 15 mg/amp (sebagai HCl), ktk 1 amp
-busulfan tab salut 2 mg, btl 100 tab
-dakarbazin serb inj 100 mg/vial, ktk 1 vial
Masih banyak lagi contoh DOEN 2008 lainnya.

PRODUK DARAH

-faktor VIII (konsentrat) serb inj 250 UI/vial + pelarut 10 ml, ktk 1 vial :
Untuk haemofilia A
-faktor IX kompleks serb inj 1000 UI/vial + pelarut 25 ml, ktk 1 vial serb
inj 500 UI/vial + pelarut 10 ml, ktk 1 vial: Untuk Hemofilia B
ANTIPARKINSON
-Antiparkinson DOEN kombinasi : benserazid 25 mg ,levodopa100 mg
tab, btl 100 tab
-triheksifenidil tab 2 mg (HCl), btl 250 tab
ANTIANEMI
-asam folat tab 1 mg, btl 1000 tab tab 5 mg, btl 1000 tab
-besi (II) sulfat 7 H20 tab salut 300 mg, btl 1000 tab sir, btl 60 ml tts, btl
Dosis untuk bayi baru lahir 1 mg - Dosis untuk bayi prematur 0,5 mg
-sianokobalamin (vitamin B12) inj 500 mcg/ml, ktk 100 amp @ 1 ml
Ginjal

natrium aminohipurat inj i.v. 200 mg/ml, ktk 1 amp 10 ml

Hati natrium bromsulftalein inj i.v. 5%, ktk 1 amp 3 ml


fluoresein tts mata 1% (garam Na), btl 5 ml tts mata 2% (garam Na), btl 5
ml inj 10%, ktk 1 amp 5 ml inj 20%, ktk 1 amp 5 ml
DOWA (Daftar Obat Wajib Apotek)
DOWA merupakan obat keras yang dapat diberikan oleh Apoteker
Pengelola Apotek (APA) kepada pasien. Disini terdapat daftar obat wajib
apotek yang dikeluarkan berdasarkan keputusan Menteri Kesehatan.

11

Sampai saat ini sudah ada 3 daftar obat yang diperbolehkan diserahkan
tanpa resep dokter. Peraturan mengenai Daftar Obat Wajib Apotek
tercantum dalam :
1. Keputusan Menteri Kesehatan nomor 347/MenKes/SK/VII/1990
tentang Obat Wajib Apotek, berisi Daftar Obat Wajib Apotek No. 1
2. Keputusan Menteri Kesehatan nomor 924/Menkes/Per/X/1993 tentang
Daftar Obat Wajib Apotek No. 2
3. Keputusan Menteri Kesehatan nomor 1176/Menkes/SK/X/1999 tentang
Daftar Obat Wajib Apotek No. 3
Walaupun APA boleh memberikan obat keras, namun ada persayaratan
yang harus dilakukan dalam penyerahan OWA.
1. Apoteker wajib melakukan pencatatan yang benar mengenai data
pasien (nama, alamat, umur) serta penyakit yang diderita.
2. Apoteker wajib memenuhi ketentuan jenis dan jumlah yang boleh
diberikan kepada pasien. Contohnya hanya jenis oksitetrasiklin salep
saja yang termasuk OWA, dan hanya boleh diberikan 1 tube.
3. Apoteker wajib memberikan informasi obat secara benar mencakup:
indikasi, kontra-indikasi, cara pemakain, cara penyimpanan dan efek
samping obat yang mungkin timbul serta tindakan yang disarankan
bila efek tidak dikehendaki tersebut timbul.
Tujuan OWA adalah memperluas keterjangkauan obat untuk
masyarakat, maka obat-obat yang digolongkan dalam OWA adalah obat
yang diperlukan bagi kebanyakan penyakit yang diderita pasien. Antara
lain: obat antiinflamasi (asam mefenamat), obat alergi kulit (salep
hidrokotison), infeksi kulit dan mata (salep oksitetrasiklin), antialergi
sistemik (CTM), obat KB hormonal.
Sesuai permenkes No.919/MENKES/PER/X/1993, kriteria obat yang
dapat diserahkan:

12

1. Tidak dikontraindikasikan untuk penggunaan pada wanita hamil, anak


di bawah usia 2 tahun dan orang tua di atas 65 tahun.
2. Pengobatan sendiri dengan obat dimaksud tidak memberikan risiko
pada kelanjutan penyakit.
3. Penggunaannya tidak memerlukan cara atau alat khusus yang harus
dilakukan oleh tenaga kesehatan.
4. Penggunaannya diperlukan untuk penyakit yang prevalensinya tinggi
di Indonesia.
5. Obat dimaksud memiliki rasio khasiat keamanan yang dapat
dipertanggungjawabkan untuk pengobatan sendiri.
DAFTAR OBAT WAJIB APOTEK (OWA) NO.1
JUMLAH
NAMA OBAT

Aminofilin Supp.
Asam Mefenamat
Asetilsistein
Astemizole
Betametason
Bisakodil Supp.
Bromhexin
Desoksimetason
Dexchlorpheniramine maleat
Difluocortolon
Dimethinden maleat
Ekonazol
Eritromisin
Framisetna SO4
Fluokortolon
Fopredniliden

TIAP JENIS
OBAT PER
PASIEN
maks 3 supp.
maks 20 tab
sirup 1 botol
maks 20 dus
maks 1 tube
maks 3 supp.
maks 20 tab
sirup 1 botol
maks 1 tube
maks 1 tube
maks 1 tube
maks 1 botol
maks 2 lembar
maks 1 tube
maks 1 tube

13

Gentamisin SO4
Glafenin
Heksakklorofene
Hexetidine
Hidrokortison
Hidroquinon
Hidroquinon dgn PABA
Homochlorcyclizin HCl

maks 1 tube
maks 20 tab
maks 1 botol
maks 1 botol
maks 1 tube
maks 1 tube
maks 1 tube
maks 20 tab
sirup 1 botol
maks 10 tab
sirup 1 botol
maks 1 tube
maks 1 tube
1 siklus
maks 6 tab
sirup 1 botol
maks 20 tab
maks 20 tab
sirup 1 botol

Karbosistein
Ketotifen
Kloramfenikol
Lidokain HCl
Linestrenol
Mebendazol
Mebhidrolin
Metampiron

DAFTAR OBAT WAJIB APOTEK (OWA) NO.2


JUMLAH
NAMA OBAT

TIAP JENIS
OBAT PER
PASIEN
tab 200mg, 6

Albendazol
Bacitracin
Benorilate
Bismuth subcitrate
Carbinoxamin
Clindamicin
Dexametason
Dexpanthenol
Diclofenac
Diponium

tab
tab 400mg, 3
tab
1 tube
10 tablet
10 tablet
10 tablet
1 tube
1 tube
1 tube
1 tube
10 tablet
14

Fenoterol
Flumetason
Hydrocortison butyrate

1 tabung
1 tube
1 tube
tab 400 mg, 10
tab
tab 600 mg, 10

Ibuprofen

tab
1 tube
kadar <2%
krim 1 tube
scalp sol. 1 btl
tab 50 mg, 3

Isoconazol
Ketokonazole

Levamizole
Methylprednisolon

tab
1 tube
tab 500mg, 4

Niclosamide
Noretisteron
Omeprazole
Oxiconazole
Pipazetate
Piratiasin Kloroteofilin
Pirenzepine
Piroxicam
Polymixin B Sulfate
Prednisolon
Scopolamin
Silver Sulfadiazin
Sucralfate
Sulfasalazine
Tioconazole
Urea

tab
1 siklus
7 tab
kadar<2%,>
sirup 1 botol
10 tablet
20 tablet
1 tube
1 tube
1 tube
10 tablet
1 tube
20 tablet
20 tablet
1 tube
1 tube

DAFTAR OBAT WAJIB APOTEK (OWA) NO.3


JUMLAH
NAMA OBAT

Alopurinol

TIAP JENIS
OBAT PER
PASIEN
maks 10 tab

15

Aminofilin supositoria
Asam Azeleat
Asam Fusidat
Bromheksin
Diazepam
Diklofenak natrium
Famotidin

100mg
maks

supositoria
maks 1 tube
5g
maks 1 tube
5g
maks 20 tab
sirup 1 botol
maks 20 tab
maks 10 tab
25mg
maks 10 tab
20mg/40mg
maks 1 tube 5

Gentamisin

gr atau botol 5

Glafenin
Heksetidin
Klemastin

ml
maks 20 tab
maks 1 botol
Maks 10 tab
maks 1 tube 5

Kloramfenikol (Obat Mata)

gr atau botol

Kloramfenikol (Obat Telinga)


Mebendazol
Metampiron + Klordiazepoksid
Mequitazin

Motretinida
Orsiprenalin
Piroksikam
Prometazin teoklat

5ml
maks 1 botol
5ml
maks 6 tab
sirup 1 botol
maks 20 tab
maks 10 tab
atau

botol

60ml
maks 1 tube
5g
maks 1 tube
inhaler
maks 10 tab
10mg
maks 10 tab

16

atau

Ranitidin
Satirizin
Siproheptadin
Toisiklat
Tolnaftat
Tretinoin

botol

60ml
maks 10 tab
150mg
maks 10 tab
maks 10 tab
maks 1 tube
5g
maks 1 tube
maks 1 tube
5g

Hari ketiga dan keempat


Untuk pembelian obat dengan menggunakan resep ataupun tanpa
resep adalah sebagai berikut:
1.
a.
b.
2.

Dengan resep:
Resep dokter
Apotek Bukit Agung
Pasien
Resep dari RSUD, RS
Apotek Bukit Agung
Pasien
Tanpa resep : pasien membawa contoh kemasan obat ditunjukkan
kepada staf atau asisten apoteker atau dengan menyebutkan nama obat
apa yang dibutuhkan oleh pasien.

17

PEMBAHASAN
Kegiatan kunjungan kefarmasian di apotek Bukit Agung yang
beralamat di Jl. Raya Pekanbaru Pangkalan Kerinci SP V Kerinci Kanan
ini dilakukan selama empat hari berturut-turut, mulai dari tanggal 14
januari s/d 17 Januari 2015. Penulis melakukan kunjungan kefarmasian ini
selama lebih kurang dari empat jam dalam satu hari kunjungan. Pada hari
pertama penulis mencari informasi tentang struktur apotek Bukit Agung,
yang terdiri dari pendiri, APA, AA, dan staff pekerja di apotek Bukit
Agung. Selain itu juga mencari informasi tentang sejarah berdirinya
apotek dan fasilitas yang tersedia di apotek tempat penulis melaksanakan
kegiatan kunjungan kefarmasian ini. Selanjutnya, pada hari kedua penulis
dapat mengetahui informasi mengenai jenis-jenis produk yang dijual di
apotek Bukit Agung ini yaitu terdiri dari produk dari jenis obat bebas, obat
bebas bebas terbatas, dan obat keras. Apotek ini tidak menyediakan obat
jenis narkotika dan psikotropika. Penulis mencatat sebagian besar nama
masing-masing jenis obat yang tersedia di apotek ini. Selain itu juga

18

mencari informasi tentang administrasi apotek ini yang terdiri dari surat
pemesanan, faktur, kwitansi, buku pembelian dan buku penjualan.
Kemudian, juga mencari informasi dari buku dan literature yang ada
mengenai DOWA dan DOEN yang kami terakan pada laporan ini
sebelumnya.
Pada hari ketiga dan keempat kegiatan yang penulis lakukan yaitu
mencari informasi tentang alur pelayanan obat dengan menggunakan resep
dan tanpa resep. Semua informasi di atas tersebut kami dapatkan melalui
pengelola apotek, APA dan staff pekerja di apotek Bukit Agung.
Selain kegiatan yang tersebut di atas penulis juga membuat daftar
obat yang terjual saat melakukan kunjungan kefarmasian ini, untuk
nantinya penulis salin daftar obat keluar pada buku yang memuat
informasi seputar obat mencangkup komposisi, indikasi, kontraindikasi,
efek samping, mekanisme kerja obat dan harga eceran tertinggi (HET) dari
obat tersebut.
Kesimpulan dan Saran
Kesimpulan
Kegiatan kunjungan kefarmasian yang kami lakukan selama empat
hari di Apotek Bukit Agung ini bertujuan untuk mengenal lebih awal
terkait segala hal yang berhubungan dengan pekerjaan kefarmasian
sekaligus

untuk

menambah

pengetahuan

dan

wawasan

sebagai

mahasiswa/i farmasi khususnya yang masih dalam jenjang studi semester


awal perkuliahan di jurusan Farmasi sehingga semakin memantapkan
pengetahuan dan pengalaman mahasiswa dalam menjalani perkuliahan di
semester-semester berikutnya hingga pada akhirnya melahirkan seorang
farmasis yang menjunjung tinggi profesionalitas dan kode etik profesi.
Dari kegiatan ini penulis dapat mengetahui tentang struktur apotek,
identitas apotek, fasilitas pada apotek, jenis produk obat yang dijual,
administrasi pada apotek dan alur pelayanan obat dengan dan tanpa resep.
Saran

19

Diharapkan kegiatan seperti ini berjalan secara kontinu sehingga


mampu memotivasi setiap mahasiswa agar semakin giat menekuni bidang
keilmuan farmasi khususnya dikalangan civitas akademika Fakultas
Farmasi Universitas Andalas sehingga nantinya melahirkan generasi
farmasis yang berkompeten, menjunjung tinggi profesionalitas dan mampu
bersaing diera globalisasi.

20

21