Anda di halaman 1dari 18

METABOLISME DAN

NUTRISI PADA LUKA BAKAR

Luka bakar >20% terganggunya


keseimbangan dalam tubuh

>luas luka bakar > gangguan


metabolisme membutuhkan tunjangan
nutrisi yang adekuat
Penderita LB dapat kehilangan BB>30% bila
nutrisi tidak adekuat

METABOLISME PADA LUKA


BAKAR
Prinsip metabolisme:
1. Proses oksidasi atau pemecahan molekul
bahan bakar (katabolisme)
2. Proses sintesis berbagai substansi tertentu
(anabolisme)

Fase awal Luka Bakar


Ebb phase/fase shock/fase akut
Terjadi:
Penurunan laju metabolisme
Penurunan curah jantung
Suhu tubuh
Konsumsi oksigen
Hipoperfusi
Asidosis laktat
Karena hilangnya cairan dan elektrolit serta
perubahan neurohormonal
Berlangsung singkat (<24 jam)

Fase hipermetabolik
Flow phase
24-36 jam pasca kejadian
Terjadi peningkatan pemakaian energi yang
disertai kehilangan panas melalui proses
penguapan
Peningkatan aktivitas saraf simpatis
(stimulasi adrenergik)
Peningkatan laju metabolisme tubuh lebih
dari dua kali lipat dari REE

Penguapan jaringan kulit normal : 2-20


gr/m2/jam atau <40ml/jam
Penguapan jaringan luka bakar: 140180gr/m2/jam dapat menacapai 300ml/jam
atau >7L/hari
Rumus EWL (Evaporated Water Loss):
EWL : (25+%LB)xTBSA

PERKIRAAN KEBUTUHAN ENERGI


Sutherland (1959) di burn unit UK:
Dewasa:
20 kkal/KgBB+70 kkal/% luas luka bakar

Anak-anak:
60 kkal/KgBB+35 kkal/% luas luka bakar

Curreri (1974) di USA:


25 kkal/KgBB+40 kkal/% luas luka bakar
Harris dan Benedict (1919):
BMR (kkal/hari):
Pria: 66+(13,7xBB) + (5xTB)-(6,8xU)
Wanita: 665+ (9,6xBB)+(1,7xTB)-(4,7xU)

Long (1979)
Pria : (66+(13,7xBB)+(5xTB)-(6,8xU)xFAxFI

Wanita:
(665+(9,6xBB)+(1,7xTB)-(4,7xU)xFAxFI

Kebutuhan karbohidrat
2/3 energi disediakan karbohidrat
Pasien luka bakar untuk menerima glukosa:
5mg/kg/menit
Pada dewasa 500 gratau 2000 kkal per hari
Bila glukosa berlebihn maka respiratory
quotient akan meningkat signifikan
Akibatnya:
hiperglikemia,hiperkapnia,perlemakan hati
Kadar glukosa yang disarankan: 150225mg/dl

Kebutuhan Lemak
Pemberian lemak sekitar 24%
Pemberian lemak berkontribusi untuk
meminimalkan katabolisme protein
endogen
Meningkatkan kalori tanpa menambah
osmolalitas
Pemberian >30% akumulasi lemak
didarah,gangguan pembekuan
darah,gangguan sistem imunitas tubuh

Kebutuhan Protein
22% kebutuhan protein
Pemberian protein 1gr/kgBB/hari dengan
penambahan secara bertahap tergantung
kadar urea dalam darah

Mikronutrien
Ada dua:
1. In organik (trace elemen)
2. Organik (vitamin)

Nutrisi Enteral
Penderta dengan LB >20% biasanya
membutuhkan nutrisi enteral (NGT)
Bila residu <300ml/24 jam aman untuk
pemberian nutrisi enteral
Kemudian diklem 4 jam
Bila <50 cc pemberian bisa dimulai

Nutrisi Parenteral
Indikasi:
1.Suplemen nutrisi pada pasien yang tidak
bisa memenuhi kebutuhan kalori dan
protein per hari melalui jalur oral atau
enteral (periferal parenteral nutrition)
2.Total parenteral nutrisi (TPN) pada pasien
dengan gangguan fungsi saluran cerna
dimana tidak bisa mentoleransi nutrisi yang
diberikan per oral atau enteral.

Syaratnya kadar gula darah<200 mg/dl

Monitoring
Pengukuran BB
Albumin,transferin,prealbumin,retinol
binding protein

TERIMA KASIH