Anda di halaman 1dari 12

BAB II

PENGUKURAN DIAMETER MUR DAN GEOMETRI ULIR


2.1

DASAR TEORI

2.1.1

Pengukuran Diameter dan Geometri Untuk Benda Kerja Mur Dan Ulir
Ulir (screw thread) mempunyai peranan sangat penting didalam konstruksi suatu

mesin atau peralatan teknis lainnya. Fungsi tersebut adalah sebagai alat pengunci atau
sebagai alat penerus (transmisi) daya. Salah satu contoh penggunaannya dalam jumbo
jet sepeti boeing 747 dan Lockheed L1011 yang memerlukan sebanyak 2,5 juta alat
pengunci. Dalam pengukuran geometri ulir ada tiga komponen utama yaitu :Jarak puncak
(pitch) adalah jarak antara bentuk ulir yang berdekatan diukur sejajar dengan sumbu ulir,
diameter besar (major diameter) adalah diameter terbesar dari ulir sekrup, diameter
kecil (minor diameter) adalah diameter terkecil dari sekrup.
Pengukuran geometri ulir dimaksudkan untuk memastikan kekuatan atau daya
tahan kelelahan dari ulir atau mungkin juga untuk menjamin ketelitian pengubahan
gerak dari gerakkan (rotasi menjadi gerakkan translasi) dari system pengubahan gerakan
yang memakai ulir.
Sistem ulir telah menjadi salah satu faktor penting dalam kemajuan industri pada
semua jenis produksi. Makin tinggi tingkat ketelitian suatu komponen dibuat berarti
makin tinggi pula tingkat ketelitian sistem ulirnya. Untuk dapat membuat komponen
yang berulir maka perlu dipelajari seluk beluk mengenai ulir khususnya dalam hal
sistem pengukurannya. [1]

Gambar 2.1 Profil Ulir

Keterangan bagian Ulir :


1.

Diameter mayor (diameter luar) adalah diameter terbesar dari ulir.

2.

Diameter minor (diameter inti) adalah diameter terkecil dari ulir.

3.

Diameter pit adalah diameter semu yang letaknya di antara diameter luar dan
diameter inti.

4.

Pitch adalah jarak antara puncak ulir.

2.1.2
1.

Alat Ukur yang Digunakan


Mikrometer Outside
Mikrometer Outside merupakan alat untuk mengukur diameter luar seperti pada

piston,pin,poros engkol dll. Konstruksi mikrometer luar secara umum sama tetapi untuk
setiap jenisnya dilengkapi dengan perangkat tambahan yang membantu menunjukkan
tingkat ketelitian pengukuran alatnya. Tingkat ketelitian micrometer luar bervariasi
yaitu 1/100 mm (0,01 mm) dan 1/1000 mm (0,001 mm).
Spesifikasi Micrometer Outside :
Merk
: Mitutoyo
Kecermatan : 0.01 mm
Kapasitas ukur: 0 25 mm
2

1
Gambar 2.2 Mikrometer Outside [2]
Bagian-bagian dan fungsi mikrometer sekrup :
1.

Bingkai (Frame)
Bingkai ini berbentuk huruf C terbuat dari bahan logam yang tahan panas serta
dibuat agak tebal dan kuat.

2.

Landasan (Anvil)
Landasan ini berfungsi sebagai penahan ketika benda diletakan diantara anvil
dan spindle.

3.

Spindle (gelendong)

Spindle ini merupakan silinder yang dapat digerakan menuju landasan.


4.

Pengunci (lock)
Pengunci ini berfungsi sebagai penahan spindle agar tidak bergerak ketika
mengukur benda.

5.

Sleeve
Tempat skala utama.

6.

Thimble
Tempat skala nonius berada

7.

Ratchet Knob
Untuk memajukan atau memundurkan spindel agar sisi benda yang akan diukur
tepat berada diantara spindle dan anvil.

2.

Mikrometer Ulir
Mikrometer Ulir merupakan alat ukur yang digunakan untuk mengukur diameter

minor suatu ulir. Konstruksi mikrometer luar secara umum sama tetapi untuk setiap
jenisnya dilengkapi dengan perangkat tambahan yang membantu menunjukkan tingkat
ketelitian pengukuran alatnya. Tingkat ketelitian mikrometer ulir bervariasi yaitu 1/100
mm (0,01 mm) dan 1/1000 mm (0,001 mm).
Spesifikasi Mikrometer Ulir :
Merk
: Mitutoyo
Kecermatan : 0.01mm
Kapasitas ukur: 0 25 mm

Gambar 2.3 Mikrometer Ulir [2]


3.

Mikrometer Stand

Mikrometer Stand merupakan alat untuk tempat meletakkan mikrometer ketika


mengukur part-part kecil. Konstruksi mikrometer luar secara umum sama tetapi untuk
setiap jenisnya dilengkapi dengan perangkat tambahan yang membantu menunjukkan
tingkat ketelitian pengukuran alatnya. Tingkat ketelitian mikrometer stand bervariasi yaitu
1/100 mm (0,01 mm) dan 1/1000 mm (0,001 mm).

Spesifikasi Micrometer Stand


Merk
: Mitutoyo

Gambar 2.4 Micrometer Stand [2]

4.

Screw Pitch Gauge


Screw Pits Gauge adalah alat yang digunakan untuk mengukur pitch

(jarak antar ulir) yang ada pada mur atau baut. Hal ini diperlukan supaya
tidak terjadi kesalahan saat penggantian mur atau baut, karena pitch ulir
mempunyai standar ukuran tertentu yang berbeda-beda sesuai dengan
kebutuhannya. Screw pitch dalam satu set terdapat beberapa bilah ukur
dan tercantum angka ukuran ulirnya. Terdapat dua satuan ukuran ulir
yaitu inchi dan metrik. Proses pengukuran dilakukan beberapa kali
dengan memilih bilah ukur yang tepat supaya hasil pengukuran tepat.
Spesifikasi Screw Pits Gauge :
Merk
: Whitworth
Kapasitas ukur: 46 - 62G

Gambar 2.5 Screw Pitch Gauge [2]


5.

Vernier Caliper
Vernier caliper sering juga disebut sigmat atau jangka sorong adalah sebuah alat

ukur yang dapat dipakai untuk mengukur diameter luar, diameter dalam, ketebalan dan
kedalaman celah. Vernier caliper ini dapat mengukur dengan tingkat akurasi sampai
dengan 0,05 mm (didapat dari jumlah strip pada skala slider ada 20 strip, berarti 1 mm :
20 adalah 0,05 mm).
Spesifikasi Vernier Caliper :
Merk
: Mitutoyo
Kecermatan : 0,02 mm
Kapasitas ukur: 0-150 mm
1

5
2
Gambar 2.6 Vernier Caliper [2]
Keterangan :
1.

Rahang sorong atas untuk mengukur diameter dalam

2.
3.
4.
5.

Rahang sorng bawah untuk mengukur diameter luar


Tombol kunci untuk mengunci rahang agar tidak bergerak
Skala menunjukan hasil pengukuran (Skala utama)
Skala menunjukan hasil pengukuran (Skala nonius)

2.1.3

Prosedur Pengukuran

1.

Pengukuran Geometri mur

A.

Longgarkan rachet penjepit rahang sehingga silinder utama dapat bergerak


bebas
Geser silinder utama sedemikian rupa, sehingga diameter paku dapat dijepit
pada Mikrometer Sekrup

B.
C.

Kencangkan rachet sehingga paku yang dijepit berada dalam keadaan steady,
lalu lakukan pengukuran diameter paku dengan memperhatikan skala yang
terukur pada skala tetap dan skala putar pada miscometer sekrup.

Gambar 2.7 Pengukuran Mur [3]


2.

Pengukuran Geometri Ulir (Jarak pitch)

A.

Pilih screw pits yang sesuai dengan ukuran geometri ulir

B.

Setelah terpilih screw pits yang tepat, catat angka yang terdapat pada screw pits
tersebut.

C.

Missal 20 G, artinya dalam 1 inchi terdapat 20 pits. Dengan angka ini dapat
diketahui jarak pits

Gambar 2.8 Pengukuran Jarak Pitch [3]


3.

Pengukuran Geometri Ulir (Diameter Minor)

A.

Pelajari cara menggunakan mikrometer screw.

B.

Pilih mana ulir sesuai dengan jarak pits teoritis.

C.

Periksa kedudukan nol, dengan cara menyentuhkan kedua sensor pana tersebut,
minta bantuan asisten.

D.

Ukur diameter pits (d2) pada tiga posisi yang berbeda.

E.

Tuliskan hasil pengukuran pada lembar kerja

Gambar 2.9 Pengukuran Diameter Minor [3]


4.

Pengukuran geometri Ulir (Diameter Mayor)

A.

Pelajari cara menggunakan outside mikrometer.

B.

Pelajari fungsi masing-masing bagian outside mikrometer .

C.

Periksa setting nol, dengan menggunakan kaliber hingga posisi nol.

D.

Lakukan pengukuran pada tiga tempat yang berbeda, sepanjang ulir tersebut.
Lihat gambar 1.2 Gunakan rachet untuk memberikan tekanan yang relatif sama
pada setiap pengukuran.

E.

Tuliskan hasil pembacaan pengukuran pada lembar kerja tabel

Gambar 2.10 Pengukuran Diameter Mayor [3]

2.1.4

Foto Benda Kerja

Gambar 2.11 Mur dan Ulir [2]


2.1.5

Aplikasi Pengukuran Diameter Mur dan Geometri Ulir

1.

Pengaplikasian ulir pada dongkrak untuk Menaikkan beban


Dongkrak ulir mekanis merupakan salah satu jenis alat angkat, dimana

pengangkatan beban digerakkan dengan sebuah batang berulir.

Gambar 2.12 Dongkrak [3]


A.

Cara penggunaan dongkrak:


Pada saat handle diputar searah jarum jam, maka poros ulir akan ikut berputar

B.

mengikuti putaran handle dan pada poros ulirnya dihubungkan nuts.


Maka nuts dan poros ulir akan berkerja seperti halnya sepasang baut dan mur

C.

yang dapat bergerak maju sesuai arah putaran.


Bergeraknya ulir mengakibatkan rangka lengan atas dan bawah saling mendekat,

D.

sehingga ketinggian dongkrak pun berubah.


Bertambahnya tinggi dongkrak mengakibatkan beban yang ada diatas penyangga

2.

atas pun terangkat.


Pengaplikasian ulir pada mesin bubut
Mesin Bubut adalah suatu Mesin perkakas yang digunakan untuk memotong

benda yang diputar. Bubut sendiri merupakan suatu proses pemakanan benda kerja yang
sayatannya dilakukan dengan cara memutar benda kerja kemudian dikenakan pada
pahat yang digerakkan secara translasi sejajar dengan sumbu putar dari benda kerja.

Gambar 2.13 Mesin Bubut [3]


Cara Penggunaanya :
A.
Poros spindel akan memutar benda kerja melalui piringan pembawa sehingga
B.
C.

memutar roda gigi pada poros spindel.


Melalui roda gigi penghubung, putaran akan disampaikan ke roda gigi poros ulir.
Oleh klem berulir, putaran poros ulir tersebut diubah menjadi gerak translasi
pada eretan yang membawa pahat.

2.2

PENGOLAHAN DATA

2.2.1

Data Hasil Pengukuran

Tabel 2.2 Geometri Ulir


Nomor baut
Jarak pits
Profil dasar

1
1,85 mm
14G

Geometri Ulir
2
3
1,00 mm
1.70 mm
20G
20G

4
1,05 mm
14G

5
1,60 mm
14G

Tabel 2.3 Diameter Mayor


Ulir ke
1
2
3
4
5

1
10,90
10,92
10,76
10,86
10,86

mm
mm
mm
mm
mm

Pengukuran Ke
2
3
10,90 mm
10,90 mm
9,08 mm
10,76 mm
10,76 mm
10,764 mm
10,88 mm
10,86 mm
10,82 mm
10,82 mm

Rata-Rata
10,90
10,88
10,75
10,87
10,84

mm
mm
mm
mm
mm

Tabel 2.4 Diameter Minor


Ulir ke
1
2
3
4
5

1
9,02 mm
8,18 mm
10,0 mm
9,02 mm
8,80 mm

Pengukuran Ke
2
9,01 mm
8,18 mm
10,04 mm
9,04 mm
8,88 mm

3
9,02 mm
8,18 mm
10,02 mm
9,04 mm
8,75 mm

Rata-Rata
9,02 mm
8,18 mm
10,03 mm
9,03 mm
8,81 mm

Tabel 2.5 Ukuran Diameter Inside Mur


Diameter Mur ke
1
2
3
4
5

1
9,12 mm
8,84 mm
8,98 mm
9,00 mm
8,88 mm

Pengukuran Ke
2
8,94 mm
8,80 mm
8,92 mm
8.94 mm
8,72 mm

3
9,26 mm
8,70 mm
8,96 mm
9,00 mm
8,72 mm

Rata-Rata
9,70 mm
8,78 mm
8,95 mm
8,98 mm
8,77 mm

Tabel 2.6 Ukuran Diameter Outside Mur


Hasil pengukuran

Diameter Mur ke
1
2
3
4
5

Rata-rata

16,10 mm
13,98 mm
22,40 mm
16,80 mm
21,86 mm

16,14 mm
13,90 mm
22,36 mm
16,84 mm
21,92 mm

16,02 mm
13,84 mm
22,36 mm
16,88 mm
21,98 mm

Diameter Luar
16,09 mm
13,91 mm
22,37 mm
16,80 mm
21,92 mm

Tabel 2.7 Ketebalan Mur


Ketebalan Mur ke
1
2
3

Hasil pengukuran

Rata-rata

7,74 mm
7,54 mm
8,92 mm

7,96 mm
7,50 mm
8,96 mm

7,96 mm
8,84 mm
7,86 mm

Ketebalan
7,88 mm
7,52 mm
8,91 mm

4
5

8,74 mm
9,08 mm

8,78 mm
9,16 mm

8,76 mm
9,14 mm

8,74 mm
9,12 mm