Anda di halaman 1dari 18

FISIKA BANGUNAN

AC CENTRAL DAN PENERAPANNYA DALAM


DESAIN

ANGGOTA KELOMPOK
1.
2.
3.
4.

ABIDAH HUSNA
ANITA CAROLINE ANDREAS
ATIKA DWI HARJANTI
KARINA PUTRI PRATIWI

(I0212002)
(I0212016)
(I0212023)
(I0212042)

PRODI ARSITEKTUR
JURUSAN ARSITEKTUR
FAKULTAS TEKNIK

UNIVERSITAS SEBELAS MARET


FISIKA BANGUNAN |AC CENTRAL DAN PENERAPANNYA DALAM DESAIN

DAFTAR ISI

JUDUL

.
DAFTAR

ISI

A. PENDAHULUAN
1. Latar

3
3

Belakang
2.

Tujuan

..
B.

AC

CENTRAL
C.

.
KELEBIHAN DAN KEKURANGAN AC

D.

CENTRAL
PENERAPAN AC CENTRAL DALAM

11

DESAIN.
KESIMPULAN

16

..
DAFTAR

17

PUSTAKA

FISIKA BANGUNAN |AC CENTRAL DAN PENERAPANNYA DALAM DESAIN

A. PENDAHULUAN
1. Latar Belakang
Penghawaan buatan (AC) di era globalisasi, sudah menjadi
sebuah kebutuhan. Hampir di setiap bangunan/gedung perkantoran,
mall, hotel, rumah sakit bahkan rumah tinggal, menggunakan AC
( air conditioner ). Semula, jendela sangat di perlukan untuk
memungkinkan

masuknya

cahaya

matahari

bagi

penerangan

ruangan dan masuknya udara segar. Namun, seiring dengan


kemajuan yang di peroleh dalam bidang penghawaan buatan,
jendela sudah tidak lagi menjadi persyaratan rumit.
Perinsip penghawaan buatan adalah untuk

menurunkan

temperatur dan kelembaban ruang, sehingga penyaluran/distribusi


udara dalam ruangan memperoleh keadaan yang diinginkan sesuai
dengan fungsi ruangan tersebut. Temperatur udara di Indonesia
sekitar 30-34C dan kelembaban sekitar 90 % sehingga Indonesia
masuk ke dalam katagori daerah Tropis. Padahal, untuk sebuah
ruang dengan iklim ideal, suhu ruangan berkisar antara 26-27 0 C
dengan udara segar 30 m3 perjam tiap orangnya. Gerakan udara
dalam ruang pun 0,25 m/detik. Ruang juga tidak berbau, memiliki
kualitas ventilasi dengan noise criteria antara 25-45.
Untuk menciptakan kondisi ruang yang ideal seperti di atas,
penghawaan secara alami sangat sulit untuk mencapai kriteriakriteria di atas sehingga jalan yang di tempuh untuk mendapatkan
FISIKA BANGUNAN |AC CENTRAL DAN PENERAPANNYA DALAM DESAIN

ruang dengan iklim ideal adalah penghawaan dengan menggunakan


AC.
Penggunaan Ac juga dapat di pengaruhi oleh beberapa factor,
misalnya saja ventilasi alami yang tidak memungkinkan untuk di
gunakan (karena berada di gedung tinggi, sehingga angin kencang,
terlalu panas dan kering). Selain itu, kondisi lingkungan yang tidak
memenuhi syarat (karena polusi udara, polusi suara,dll) juga sangat
berpengaruh terhadap alasan menggunakan AC.
Terdapat beberapa sistem pemasangan AC yang umum di
gunakan oleh masyarakat. Sistem pemasangan tersebut adalah
sistem AC Split dan sistem AC Central.
Sistem pemasangan AC split adalah sistem yang paling umum
di gunakan di rumah, kantor maupun instalasi lain seperti sekolah
maupun rumah sakit. Sistem AC ini sangat mudah dalam hal
perawatan

dan

biaya

yang

murah

pada

pemasangan

dan

perawatannya. Sedangkan Sistem pemasangan AC Central adalah


sistem AC yang umum di gunakan di bangunan-bangunan tinggi
dan luas seperti Mall, Stasiun, Bandara dll.
Tedapat banyak perbedaan antara sistem pemasangan AC Split
dan AC Sentral. Namun dalam paper kali ini, kami akan lebih focus
untuk menjelaskan detail-detail mengenai Sistem pemasangan AC
Central mulai dari pengertian, komponen-komponen penyusunnya,
kelebihan dan kelemahan, maupun penerapan dalam desainnya.
2. Tujuan
Tujuan dari di buatnya paper ini adalah agar dapat mengetahui
apa itu sistem pemasangan AC Central, komponen-komponen
penyusunnya, keebihan dan kekurangan dari AC central sehingga
dapat di gunakan sebagai landasan dalam penerapan Desain
bangunan

yang

menggunakan

AC

Central

sebagai

upaya

pengkondisian udara.

FISIKA BANGUNAN |AC CENTRAL DAN PENERAPANNYA DALAM DESAIN

B. AC CENTRAL
AC Central adalah sistem pendinginan ruangan yang dikontrol
dari satu titik atau tempat dan di distribusikan secara terpusat ke
seluruh isi gedung dengan kapasitas yang sesuai dengan ukuran
ruangan dan isinya dengan menggunakan saluran udara / ducting ac.

Gambar 1. Ducting AC

Sistem AC Central terbagi atas beberapa komponen pembentuk


utama yaitu :
1. Chiller / Condensing Unit / Outdoor AC

FISIKA BANGUNAN |AC CENTRAL DAN PENERAPANNYA DALAM DESAIN

Gambar 2. Chiller/ Condensing Unit/ outdoor AC

Chiller

adalah

mesin

refrigerasi

yang

berfungsi

untuk

mendinginkan air pada sisi evaporatornya. Air dingin yang


dihasilkan selanjutnya didistribusikan ke mesin penukar kalor
( FCU / Fan Coil Unit ).
2. AHU (Air Handling Unit)
AHU Adalah suatu mesin penukar
kalor,

dimana

udara

panas

dari

ruangan dihembuskan melewati coil


pendingin

didalam

AHU

menjadi

udara

dingin

selanjutnya

sehingga

didistribusikan

yang
ke
Gambar 3. AHU (Air Handling
Unit)

ruangan.
3. Ducting AC / saluran ac
Ducting

AC

adalah

saluran-saluran

yang

dibuat

untuk

mengalirkan udara yang dikeluarkan


AC menuju ruangan yang diinginkan
seperti halnya pipa yang menjadi
jalan
terutama

air.

Ducting

pada

ruangan

yang

sentral,

yaitu

diperlukan

bangunan
menggunakan
AC

atau
AC

berkapasitas

FISIKA BANGUNAN |AC CENTRAL DAN PENERAPANNYA DALAM DESAIN

Gambar 4. Ducting
AC/saluran Ac

Gambar 5. Cooling

pendinginan besar tapi hanya terdapat satu atau beberapa buah


dan terpusat. Ducting ini akan berfungsi mendistribusikan udara
dingin ke ruangan-ruangan yang diinginkan.
4. Cooling Tower
Adalah suatu mesin yang berfungsi untuk mendinginkan air yang
dipakai pendinginan condenssor chiller dengan cara melewat air
panas pada filamen didalam cooling tower yang dihembus oleh
udara sekitar dengan blower yang suhunya lebih rendah.
5. Pompa Sirkulasi
Ada dua jenis pompa sirkulasi, yaitu :
a. Pompa sirkulasi air dingin ( Chilled Water Pump ) berfungsi
mensirkulasikan air dingin dari Chiller ke Koil pendingin AHU /
FCU.
b.

Pompa

Sirkulasi

air

pendingin

Condenser

Water

Pump ).Pompa ini hanya untuk Chiller jenis Water Cooled dan
berfungsi untuk mensirkulasikan air pendingin dari kondensor
Chiller ke Cooling Tower dan seterusnya
Terdapat dua sistem AC Central yang ada di pasaran saat ini,
yaitu sistem air dan sistem freon. Pada sistem air, media pembawa
dingin yang berjalan dalam pipa distribusi adalah air. Sedangkan pada
sistem freon, media yang dipakai untuk membawa dingin adalah freon.
Sistem air memiliki kelebihan dapat digunakan dalam skala yang besar
atau

gedung

bertingkat,

misalnya

mall

yang

berukuran

besar.

Sedangkan Sistem freon hanya dapat dipakai dalam sistem yang tidak
terlalu besar seperti mini market, klinik, sekolah, kantor, dll.

FISIKA BANGUNAN |AC CENTRAL DAN PENERAPANNYA DALAM DESAIN

Pada sistem freon, unit AC Central


yang dikenal biasa disebut dengan Split
Duct. Prinsip kerjanya hampir sama
dengan sistem ac split biasa, akan
tetapi lubang udaranya menggunakan
sistem ducting atau pipa dan pada tiaptiap keluaran udaranya menggunakan

Gambar 6. Split Duct

diffuser. Untuk mengatur besar kecilnya


udara yang keluar digunakan damper.
Kelebihan daripada sistem ac central split duct ini adalah
pendistribusian dinginnya merata pada setiap ruangan dan komponen
yang dipakai tidak terlalu banyak karena hanya menggunakan unit
indoor, condensing unit / outdoor ac, dan ducting ac / saluran ac.
Sedangkan sistem AC Central dengan menggunakan air adalah
sebuah sistem ac central yang menggunakan media air sebagai
pembawa dinginnya. Biasanya pada skala kecil, unit indoor yang
digunakannya adalah fan coil unit. Sedangkan pada skala yang besar
biasanya menggunakan AHU / Air Handling Unit.
Untuk mendinginkan air yang akan di distribusikan, maka
digunakan Chiller. Chiller bertugas memindahkan panas yang di dapat
dari sirkulasi di dalam ruangan ke sistem sirkulasi luar gedung. Lalu air
yang panas itu kemudian di dinginkan dengan menggunakan cooling
tower.
Sistem AC Central yang menggunakan air ini biasanya lebih
cocok digunakan pada gedung-gedung bertingkat dan berskala besar
seperti Mall, Stadion, Pabrik, Bandar Udara dan terminal kereta.

FISIKA BANGUNAN |AC CENTRAL DAN PENERAPANNYA DALAM DESAIN

Gambar 8. Cooling Tower

Gambar 7. Chiller AC Central

C. KELEBIHAN DAN KELEMAHAN AC CENTRAL


Setiap produk pasti memiliki kelebihan dan kekurangan dalam
operasiolanalnya, berikut ini adalah kelebihan dan kekurangan dari
sistem Ac Central serta solusi untuk mengatasi kekurangan dari sistem
ini.
Kelebihan AC Central adalah :
1. Suara getaran mesin pendingin dan kebisingan tidak terdengar
2. Perbaikan dan pemeliharaan AC lebih mudah
3. Seluruh beban pendingin semua ruangan dalam bangunan dapat
dilayani oleh satu system ( unit ) saja.
4. Kelembapan udara dapat diatur
5. Estetika ruangan terjaga karena tidak ada unit indoor
Kekurangan AC Central adalah :
FISIKA BANGUNAN |AC CENTRAL DAN PENERAPANNYA DALAM DESAIN

1. Perencanaan, instalasi, operasi dan pemeliharaan membutuhkan


tenaga yang betul-betul terlatih.
2. Biaya investasi awal/ Initial cost serta biaya operasi dan
pemeliharaan tinggi.
3. Butuh Ruang khusus untuk ducting, isolasi, shaft, AHU.
4. Perlu disiapkan unit tambahan pada saat service.
5. Apabila terjadi kerusakan pada waktu beroperasi,

maka

dampaknya dirasakan pada seluruh ruangan.


6. Jika temperatur udara terlalu rendah atau

maka

dingin

pengaturannya harus pada termostat di koil pendingin pada


komponen AHU.
7. Pengaturan temperatur udara hanya dapat dilakukan pada
sentral cooling plant.
Untuk mengatasi kelemahan-kelemahan dari AC Central, berikut
ini

adalah

beberapa

solusi

yang

mungkin

dapat

mengurangi

kekurangan AC Central diatas :


1. AC Central lebih baik dipasang pada bangunan hotel / mall yang
mempunyai tempat yang luas untuk menghemat biaya.
2. Sebelum melakukan pemasangan AC Sentral,diperlukan
perhitungan biaya dan energi yang diperlukan sehingga
pemasangan AC Sentral menjadi efektif dan murah.
Jika di lihat dari dari sistem pendinginannya, berikut keuntungan dan
kerugian yang terdapat pada sistem pendinginan Air dan sistem
pendinginan Udara :
Keterangan

Keuntungan

Kerugian

FISIKA BANGUNAN |AC CENTRAL DAN PENERAPANNYA DALAM DESAIN

10

Sistem

1. Umur kompresor lebih

Pendingin

panjang
2. Diperlukan daya lebih

Air

1. Harga awal mahal.


2. Instalasi mahal dan perawatan
tinggi.
3. Penambahan air
4. Ada cooling tower

rendah utk setiap ton


pendingin
3. Memberikan pendingin
yang sama untuk cuaca
panas dan dingin
Sistem

1.
2.
Pendingin
3.
Udara
4.

Perawatan ringan.
Soal instalasi relatif kecil
Harga awal lebih rendah
Tidak ada cooling tower.

1. Diperlukan daya lebih besar.


2. Umur kompresor lebih pendek.
3. Pendingin berkurang pada cuaca
panas.

D. PENERAPAN AC CENTRAL DALAM DESAIN


Dalam

penerapannya

di

dalam

bangunan, AC Sentral biasanya diaplikasikan


pada

tempat

yang

sangat

membutuhkan

beban pendinginan yang tinggi untuk setiap


ruangannya. Tempat- tempat yang biasanya
menggunakan AC sentral ini yaitu gedunggedung besar , rumah sakit, auditorium, area
resepsi, bioskop , bandara, pusat perbelanjaan
dan juga mall karena pada tempat- tempat ini,
Gambar 9. Penerapan AC
Central dalam Bangunan

penggunaan AC sangat dibutuhkan di setiap

FISIKA BANGUNAN |AC CENTRAL DAN PENERAPANNYA DALAM DESAIN

11

ruangannya sehingga penggunaan AC Sentral ini bersifat praktis dan efisien


untuk tempat- tempat seperti ini.
Pada bangunan yang menggunakan AC Sentral, aliran udara
dingin yang dihasilkan oleh AC ini akan disalurkan secara merata ke
semua ruangan. Sehingga semua ruangan akan mempunyai tingkat
pendinginan yang sama tidak seperti penggunaan AC yang lainnya.
1. SISTEM KERJA AC SENTRAL RUANGAN

Pada

unit pendingin

atau Chiller

yang menganut system

kompresi uap, komponennya terdiri dari kompresor, kondensor, alat


ekspansi dan evaporator. Pada Chiller biasanya tipe kondensornya
adalah water-cooled condenser. Air untuk mendinginkan kondensor
dialirkan melalui pipa yang kemudian outputnya didinginkan kembali
secara evaporative cooling pada cooling tower.
Pada komponen evaporator, jika sistemnya indirect cooling maka
fluida yang didinginkan tidak langsung udara melainkan air yang
dialirkan melalui system pemipaan. Air yang mengalami pendinginan
pada evaporator dialirkan menuju system penanganan udara (AHU)
menuju koil pendingin.
Jika kita perhatikan komponen-komponen apa saja yang ada di
dalamnya maka setiap AHU akan memiliki :
1. Filter merupakan penyaring udara dari kotoran, debu, atau
partikel-partikel lainnya sehingga diharapkan udara yang
dihasilkan lebih bersih. Filter ini dibedakan berdasarkan kelaskelasnya.
2. Centrifugal fan merupakan kipas/blower sentrifugal yang
berfungsi untuk mendistribusikan udara melewati ducting
menuju ruangan-ruangan.

FISIKA BANGUNAN |AC CENTRAL DAN PENERAPANNYA DALAM DESAIN

12

3.

Koil

pendingin,

merupakan

komponen

yang

berfungsi

menurunkan temperatur udara.


Prinsip kerja secara sederhana pada unit penanganan udara ini
adalah menyedot udara dari ruangan (return air) yang kemudian
dicampur dengan udara segar dari lingkungan (fresh air) dengan
komposisi yang bisa diubah-ubah sesuai keinginan. Campuran udara
tersebut masuk menuju AHU melewati filter, fan sentrifugal dan koil
pendingin. Setelah itu udara yang telah mengalami penurunan
temperatur didistribusikan secara merata ke setiap ruangan melewati
saluran udara (ducting) yang telah dirancang terlebih dahulu
sehingga lokasi yang jauh sekalipun bisa terjangkau.
Beberapa kelemahan dari sistem ini adalah jika satu komponen
mengalami kerusakan dan sistem AC sentral tidak hidup maka semua
ruangan tidak akan merasakan udara sejuk. Selain itu jika temperatur
udara terlalu rendah atau dingin maka pengaturannya harus pada
termostat di koil pendingin pada komponen AHU.
2. PENGGUNAAN CHILLER DI DALAM GEDUNG
Chiller atau mesin refigerasi yang rerdapat pada AC Sentral ini
sendiri terdapat 3 jenis, yaitu Air Cooled Chiller (ACC), Water Cooled
Chiller, Absorption Chiller. Dalam penerapannya di dalam gedung,
Chiller ini mempunyai karakteristik masing- masing yang dapat
dibedakan fungsinya di dalam penggunaannya.
a. Air Cooled Chiller (ACC)
Dalam desain gedung, bila menggunakan Air Cooled
Chiller perlu diperhatikan lokasi dan luas atap betun untuk
penempatan unit- unit chillernya. Hal yang sering kurang
diperhatiakan

dalam

desain

atap

untuk

Air

Cooled

Chilleradalah akses pemeliharaan unit tersebut. Ada kalanya


terjadi perubahan desain dari Water Cooled Chiller ke Air
Cooled

Chiller,

karena

masalh

waktu

instalasi

ataupun

keadaan udara setempat. Tetapi perubahan seperti itu pada


FISIKA BANGUNAN |AC CENTRAL DAN PENERAPANNYA DALAM DESAIN

13

akhirnya berakibat fatal terhadap konstruksi Air Cooled Chiller


yang mengambil ruang space apa adanya.
b. Water Cooled Chiller
Pendinginan air melalui cooling water, di dalam desain
gedung perlu diperhatikan aliran udara yang diperoleh dari
kipas

udara.

Aliran

udara

dan

aliran

air

di

dalam

menarapendingin ini dapat berlawanan arah (counter flow),


arah melintang (cross flow), aliran parallel (parallel flow),
aliran melaui dek atau aliran pancar.
c. Absorption Chiller
Salah satu cara tertua untuk melakukan pendinginan suatu
ruangan

secara

mekanis

adalah

teknologi

absorbsi

absorption technology). Teknologi absorbs ini sebenarnya


mudah pengoperasiannya maupun pemeliharaannya, tapi
pada masa kini teknologi ini mulai hampir tidak digunakan
karena tidak fleksibel penggunaanya.

Gambar 10. Mekanisme Absorption


Chiller

Sistem ini sebenarnya sangat efisien dan pemeliharaannya


mudah, tetapi bila ada kerusakan pada peralatan ini,
perbaikannya memerlukan waktu lama dan biaya yang sangat
besar. Bahkan untuk kerusakan tertentu saja, semua unit
tidak dapat difungsikan kembali. Ini menyebabkan
penggunaan peralatan pengkondisian udara dengan sistem
absorsi ini kurang diminati.
3. PEMASANGAN DUCTING DALAM DESAIN BANGUNAN
FISIKA BANGUNAN |AC CENTRAL DAN PENERAPANNYA DALAM DESAIN

14

Saluran udara/ ducting dapat di letakan di beberapa lokasi/tempat


berdasarkan desain, berikut ini merupakan contoh-contoh alternatif
pemasangan saluran udara/ ducting di dalam bangunan.
a. Pemasangan ducting dengan plat lantai

Gambar 11. Pemasangan ducting dengan plat lantai

b. Pemasang Ducting di Lantai

Gambar 12. Pemasangan Ducting di lantai

c. Pemasangan Ducting di plafon

FISIKA BANGUNAN |AC CENTRAL DAN PENERAPANNYA DALAM DESAIN

15

Gambar 13-14. Ducting yang di pasang di plafon/langit-langit

KESIMPULAN
AC Central adalah sistem pendinginan ruangan yang dikontrol dari satu
titik atau tempat dan di distribusikan secara terpusat ke seluruh isi gedung
dengan kapasitas yang sesuai dengan ukuran ruangan dan isinya dengan
menggunakan saluran udara / ducting ac.
Maksudnya adalah istilah yang diperuntukkan untuk instalasi AC di
satu gedung yang tidak memiliki pengatur suhu sendiri-sendiri (misalnya per
FISIKA BANGUNAN |AC CENTRAL DAN PENERAPANNYA DALAM DESAIN

16

ruang). Jadi, semua dikontrol di satu titik dan kemudian hawa dinginnya
didistribusikan dengan pipa ke ruangan-ruangan.
Dengan AC Central yang bisa dilakukan cuma mengecilkan dan
membesarkan lubang tempat hawa dingin AC untuk mengontrol seberapa
banyak udara dingin yang masuk ke dalam ruangan.
Contoh penggunaan sistem pemasangan AC Central adalah di gedunggedung tinggi dab berskala besar seperti Mall, Gedung Mimbar, Gedung
Perkantoran yang luas atau di dalam bis ber-AC.

DAFTAR PUSTAKA
http://www.brighthubengineering.com/hvac/906-central-air-conditioningplants/
http://engineeringbuilding.blogspot.com/2011/02/prinsip-kerja-cooling-towerpada-sistem.html
http://dosen.narotama.ac.id/wp-content/uploads/2013/01/TATA-UDARA.doc
FISIKA BANGUNAN |AC CENTRAL DAN PENERAPANNYA DALAM DESAIN

17

http://teknisi-elektro.blogspot.com/2012/10/pengenalan

-dan-cara-kerja-ac-

sentral.html
http://harisistanto.wordpress.com/2010/05/20/jenis-jenis-ac/accentral.info/accentral/

FISIKA BANGUNAN |AC CENTRAL DAN PENERAPANNYA DALAM DESAIN

18