Anda di halaman 1dari 14

I.

PENDAHULUAN

A.Latar Belakang
Sebagai salah satu ilmu tertua didunia,Filsafat menjadikan
dirinya sebagai induk dari semua ilmu yang muncul dan berkembang
didunia dewasa ini.Pada awalnya filsafat menjadikan akalsebagai tolak
ukur murni pada awal perkembangannya.Konon,orang yang pertama
kali menggunakan akal secara serius adalah orang Yunani yang
bernama Thales (sekitar tahun 624-546 SM).Dan ia diberi gelar Bapak
Filsafat.Gelar itu bukannya tanpa alasan,karena Thales mengajukan
pertanyaan yang aneh dan sangat mendasar,yaitu : Apakah
sebenarnya bahan alam semesta ini? Ia sendiri menjawab : air.Hal itu
kemudian diikuti oleh filosof berikutnya,semakin lama persoalan yang
dibahas semakin meluas,dan semakin kompleks pula cara
penyelesaiannya.
Buah pemikiran Thales tentang alam menjadikan pemikiran
selanjutnya berkembang,yaitu pemikiran bagaimana alam semesta
bisa terbentuk dan siapa aktor dibelakang kejadian tersebut.Idealisme
Theist,buah pemikiran para filosof abad modern (PascalKant),pemikirannya tentang Tuhan dan manusia dalam
filsafatnya.Tapi,cara menemukan Tuhan berbeda antara filosof satu
dan yang lainnya1.
Immanuel Kant merupakan filosof zaman modern kelahiran Jerman
yang memulai berfilsafatnya dengan filsafat kritis .Kritis dalam
filsafatnya Kant berarti menentukan,menentukan eksistensi manusia
dan kemanusiaan.Filsafat zaman modern berfokus pada
manusia,bukan lagi kosmos (zaman kuno) atau Tuhan (zaman
pertengahan) .Dan pada zaman modern ini ditandai dengan adanya
periode Renaissance (kelahiran kembali).Argumen-argumen yang
diajukan oleh Kant jauh lebih rumit dari pada argumen sama esensinya
yang diajukan oleh Socrates kira-kira 20 abad sebelumnya,dan benar-

1 Prof.DR.AHMAD TAFSIR,FILSAFAT UMUM : akal dan hati sejak Thales sampai


Capra,(Bandung:PT REMAJA ROSDAKARYA),2003,hlm.154
FILSAFAT UMUM Immanuel Kant

benar sudah mencapai titik kritis.Kant adalah figur yang taat dalam
bergama,maka saat ia benar-benar matang,ia ingin sekali mengetahui
hal-hal mendasar ,terutama tentang agamanya.Argumen tersebut
termuat dalam buku karya Immanuel Kant,Critique of Pure Reason dan
Critique ofPractical Reason.
Pemikiran Immanuel Kant yang mencoba mempersatukan
rasionalisme dan empirisme,serta pemikiran kritisisme dan karyakarya Immanuel Kant akan dibahas lebih lanjut dalam makalah ini.

B.Biografi Immanuel Kant


Immanuel Kant lahir pada tanggal 22 April 1724 di
Konigsberg,Prussia Timur Jerman (sekarang Kaliningrad,Rusia),seumur
hidupnya Kant tidak pernah meniggalkan kota tempat
kelahirannya.Orang tua Kant adalah penganut agama Pietisme yang
taat,dan berimbas kepada diri Kant menjadi filosof yang
religius.Pendidikan formal Kant dimulai pada saat ia berumur delapan
tahun di Collegium Fridericianum,sekolah dengan semangat
Pietisme.Ia mulai belajar filsafat,matematika,ilmu pengetahuan
alam,dan juga teologi.Tahun1755,ia meraih gelar doktor,dan ia
mengajar mata kuliah seperti metafisika,filsafat,teologi,mineralogi dan
ilmu falak di Universitas Konigsberg.
Kehidupan masa Kant dikenal dengan masa pra-kritis,pemikiran
rasionalismenya di pengaruhi oleh Leibniz-Wolff,namun berkat filsafat
Hume,kant mengaku terbangun dari tidur dogmatiknya,dan memulai
filsafat yang dinamakan Kritisisme.Awal mula masa kritisisme Kant
ditandai dengan karyanya dalam bahasa jerman yang berjudul Kritik
der reinen Vernunft (Kritik atas rasio murni) pada tahun 1781.Karya ini
berfungsi sebagai semacam proyek raksasa guna membuat sintesis
antara Rasionalisme dan Empirisme,yang dikenal dengan SintetikApriori. Karya Kant selanjutnya ialah Kritik der Praktischen Vernunft
atau Critique of Practical Reason pada tahun 1788.Kritik der
Urtheilskraft pada tahun 1790,Grundlegung zur Metaphysik der Sitten
FILSAFAT UMUM Immanuel Kant

(1785),Die Religion Innerhalb den Grenzen der blossen


Vernunft(1793),serta Metaphysik der Sittenpada tahun 1797 M.Kant
wafat di usia 80 tahun tepatnya pada tanggal 12 Februari 1804.
Pengaruh Kant dalam dunia filsafat sangatlah besar,bahwa
seorang filsuf Kantian,mengatakan : Kant verstehenheit ber ihn
herausgehen (memahami Kant berarti melampaui dia).2Kant
menandai titik akhir rasionalisme dan empirisme,dan muncul aliran
baru oleh Kant : Kritisisme hasil dari sintesis kedua aliran tersebut.
C.Rumusan Masalah
1. Apa yang dimaksud dengan Pemikiran Kritisisme yang
diajukan oleh Immanuel Kant?
2. Bagaimana Pemikiran Immanuel Kant mengenai Sintesis
Sistematik (sintetik apriori) dari rasionalisme dan empirisme ?
3. Apa maksud dari pemikiran Analitik dan Sintetik oleh
II.

Immanuel Kant?
PEMBAHASAN

A.Kritisisme
Sejarah filsafat sejatinya adalah sejarah pertarungan antara akal
(rasio) serta hati (iman) dengan tujuan berebut dominasi dalam
mengendalikan hidup manusia.Kadang kala akal menang
mutlak;kadang kala pula iman menang mutlak;jika hal itu terjadi maka
akan sangat membahayakan hidup manusia.Manusia yang beruntung
ialah manusia yang mampu menyeimbangkan antara dominasi akal
dan hati.
Filsafat Kant merupakan titik tolak periode baru bagi filsafat
modern,ia mengatasi serta menyimpulkan aliran rasionalisme Leibniz
dan empirisme Hume.Immanuel Kant telah berhasil menghentikan
dominasi sofisme modern dan mengembalikan kedudukan akal serta
iman dalam kedudukannya masing-masing.Hal tersebut menjadikan
2Simon Petrus L.Tjahjadi,Petualangan Intelektual : Konfrontasi dengan para
filsuf dari zaman yunani hingga zaman modern,
(Yogyakarta:KANISIUS),2004,hlm.278
FILSAFAT UMUM Immanuel Kant

Kant orang ktitis serta idealis pada masanya.Kritis artinya


menentukan,menentukan eksistensi manusia dan
kemanusiaan.3Critique dalam pembahasan kali ini tidak sama dengan
kritik (critism).Kritisisme adalah filsafat yang dimulai terlebih dahulu
dengan menyelidiki kemampuan rasio dan batas-batasnya.Kritisisme
berdasarkan uraian diatas adalah paham yang mengkritik terhadap
paham rasionalisme dan empirisme yang mana keduanya faham
tersebut berlawanan.Paham rasionalisme adalah paham filsafat yang
mengatakan bahwasannya akal (reason) adalah alat terpenting dan
mutlak dalam memperoleh pengetahuan serta mengetesnya.Tokoh
rasionalisme yang terkenal serta berpengaruh terhadap pemikiran
Kant adalah G.W.Leibniz (1646-1716).Sedangkan paham empirisme
ialah paham filsafat yang menjadikan pembuktian-pembuktian
inderawi adalah sumber pencarian kebenaran dan pengetahuan,yaitu
dilihat,didengar,dirasa.Tokohnya yang terkenal dan juga
mempengaruhi pemikiran Kant adalah John Locke (1632-1704) dan
masih banyak lagi.Kant tidaklah menentang adanya akal
murni,melainkan bahwa ia ingin menunjukan akal murni itu
terbatas.Kant mengkritisi rasionalisme dan empirisme bahwasannya
ketika menonjolkan satu unsur dan mengabaikan unsur yang lain
hanya akan menghasilkan sesuatu yang berat sebelah.
Kritik Kant dalam bukunya yang berjudul The Critique of Pure Reason
setidaknya membuktikan bahwa sains dapat dipercaya bila ia
memenuhi syarat yaitu dasar apriori.Kant membela sains dari
skeptisisme.Menurut Kant,pengetahuan yang mutlak benarnya
memang tidak akan ada bila dihadirkan melaui indera (empiris).Akan
tetapi Kant menjelaskan bahwasannya ada pengetahuan yang datang
dari luar melalui akal murni atau pure reason,tidak bergantung pada
pengalaman,bahkan lepas dari indera.Selanjutnya kritik Kant adalah
seberapa banyak pengetahuan yang akan kita dapat bila kita terlepas
dari yang namanya pengalaman?.Kata Kant yang semacam ini kita
temukan dalam pengetahuan matematika.Pengetahuan matematika
3Ibid,hlm.157
FILSAFAT UMUM Immanuel Kant

dapat diperoleh tidak melalui pengalaman,bebas dari


pengalaman.Karena matematika niscaya dan pasti.Misalkan kita bisa
saja membayangkan di suatu masa matahari terbit dari barat,api tidak
lagi membakar,mungkin saja hal itu dapat terjadi.Akan tetapi kita tidak
dapat membayangkan suatu ketika jumlah sudut segitiga tidak lagi
180 derajat dan hukum Phytagoras tidak lagi berlaku untuk segitiga
siku-siku.Filsafat kritisisme Kant bermaksud membedakan antara
pengenalan yang murni dan yang tidak murni,yang tiada
kepastiannya.Jadi maksud Kant ialah kritisisme sebagai penyandaran
atas kemampuan-kemampuan rasio secara objektif dan menentukan
batas-batas kemampuannya,untuk memberi tempat kepada iman dan
kepercayaan.
Selanjutnya dalam karya Kant yang berjudul The Critique of
Practical Reason ia menjelaskan bahwasannya kehidupan memerlukan
kebenaran.Ia juga secara tidak langsung mengkritisi karyanya yang
sebelumnya.Kebenaran tidak dapat seluruhnya diperoleh dengan akal
dan indera.Karena indera dan akal itu terbatas kemampuannya.Ada
kebenaran yang diperlukan,dan mungkin hanya diperoleh lewat hati
atau iman.Kritik Kant dalam buku yang kedua ini adalah Kant bertanya
: Bila sains dan akal tidak dapat diandalkan dalam mempelajari
agama,maka apa selanjutnya? ( Durant,1959:275).Kata Kant moral.
Moral kata Kant adalah kata hati,suara hati,perasaan,prinsip
yang a priori,absolut (lihat Durant,1959:276).Moral atau perasaan
tidaklah bisa dielakkan,kita boleh saja melakukan hal yang
berbeda,namun perasaan itu tetap berada pada posisinya.Seperti
diduga,Kant tidak memiliki kaitan dengan utilitarianisme4,atau doktrin
yang memberi moralitas sebuah tujuan di luar doktrin itu sendiri.Kant
menginginkan metafisika moral sepenuhnya mandiri,yang tidak
bercampur-aduk dengan fisik ataupun hiperfisik teologi
4Utilitarianisme adalah paham yang bersandarkan kepada manfaat sesuatu
yang akan ditimbulkan.Paham ini menilai ukuran baik atau buruk didasarkan
pada : Apakah perbuatan tersebut berguna atau bermanfaat ?
FILSAFAT UMUM Immanuel Kant

manapun.Semua konsep moral memiliki tempat adan asal-muasal


yang sepenuhnya a priori di dalam rasio.Di dalam Grundlegung Kant
mengatakan bahwa satu-satunya hal yang baik tanpa kualifikasi atau
pengecualian adalah kehendak baik (Jerman;guterwille).Misalkan
seseorang bertindak baik karena dorongan kebaikan,maka tidak bisa
dikatakan berbudi atau bermoral.Contoh lain adalah tindakan seorang
pedagang yang tidak ingin menipu pembeli adalah tindakan yang
sesuai dengan kewajiban untuk berbuat baik dan jujur.Namun
kenyataan tersebut tidak serta merta dikatakan bermoral,bisa jadi
tindakan tersebut berlandaskan supaya dagangannya laris.
*Pemikiran Kant tentang Ilmu Pengetahuan
Ajaran Kant tentang pengetahuan secara prinsip terdapat dalam
karyanya yang berjudul Kritik der reinen Vernunft (Kritik atas
Budi:1781).Karya ini bertujuan untuk membuat sintetis antara
rasionalisme dan empirisme.5Immanuel Kant membagi pengetahuan
manusia menjadi empat bagian,yaitu;
i.

ii.

Analitis a priori
Pengetahuan yang diperoleh dari hasil analisa terhadap unsurunsur a priori (rasionalisme).
Sintetis a priori
Pengetahuan yang dihasilkan oleh penyelidikan akal terhadap
bentuk-bentuk pengalamannya sendiri dan penggabungan unsur-

iii.

unsur yang tidak bertumpu.


Analitis a posteriori
Pengetahuan yang diperoleh dari hasil analisa-analisa setelah

iv.

adanya pengalaman.
Sintetis a posteriori
Pengetahuan sintetis yang diperoleh setelah adanya pengalaman
(empirisme).Predikat dihubungkan dengan subjek berdasarkan
pengalaman indrawi.6Misalkan Meja itu bagus

5Simon Petrus L.Tjahjadi,Op.cit,281


6Simon Petrus L.Tjahjadi,Hukum Moral:Ajaran Immanuel Kant tentang Etika
dan Imperatif Kategoris,(Yogyakarta:KANISIUS),1991,hlm.35
FILSAFAT UMUM Immanuel Kant

B. Sintesis Sistematik (sintetik apriori) dari rasionalisme dan


empirisme
Kritisisme Kant telah menimbul efek yang sangat besar dalam sejarah
filsafat modern.Zaman pencerahan atau yang di Inggris dikenal
dengan Enlightenment terjadi di Jerman pada abad ke 18.Kant
mendefinisikan zaman tersebut dengan mengatakan dengan
aufklarung manusia akan keluar dari keadaan tidak akil balig
(jerman:unmundigkeint),yang dengan ia sendiri bersalah.Dengan
demikian zaman pencerahan merupakan tahap baru dalam proses
emansipasi manusia barat sejak Renaissance dan
reformasi.Dijerman,seorang filosof besar yang melebihi aufklarung
telah lahir yaitu Immanuel Kant.7
Filsafat kritis Kant bertujuan untuk menjembatani pertentangan antara
kaum rasionalisme dan empirisme.Kant adalah seorang filsuf yang
membuat sintesis antara empirisme yang mementingkan pengetahuan
a posteriori dengan rasionalisme yang mementingkan pengetahuan a
priori. Dua hal ini adalah aliran yang ada dan saling bertentangan
pada jamannya. Ia mendamaikan keduanya. Karena hal ini, ia dikenal
sebagai filsuf besar. Kant berpendapat bahwasannya pengetahuan
yang dihasilkan oleh rasionalisme tercermin dalam putusan-putusan
yang bersifat analitik-apriori,yaitu suatu bentuk putusan dimana
predikat sudah termasuk dengan sendirinya kedalam subjek. Hal itu
(rasionalisme) memang mengandung kepastian dan berlaku
umum,tetapi tidak memberikan sesuatu yang baru.Sedangkan yang
dihasilkan oleh Empirisme tercermin dalam putusan-putusan yang
bersifat sintetik-aposteriori,yaitu dimana predikat belum termasuk
kedalam subjek.Hal ini menjadikan sifat sintetik-aposteriori ini
memberikan pengetahuan yang baru,namun sifatnya
tetap,bergantung pada ruang dan waktu,dan kebenarannya sangat
subjektif.
Pemikiran Kant yang melihat kebaikan yang terdapat dalam
kedua sifat diatas serta kelemahannya,maka Kant memadukannya
7Asmoro Ahmadi,Filsafat Umum,(Jakarta:Raja Wali Press),2004,hlm.132
FILSAFAT UMUM Immanuel Kant

dalam suatu bentuk putusan yang bersifat umum-universal,dan pasti


didalamnya (analitik) dan menimbulkan sesuatu yang baru
(sintetik),yaitu akal budi dan pengalaman inderawi dibutuhkan
serentak atau yang sering disebut sintetik-apriori.
Ada tiga hal yang harus dilalui guna mendapatkan putusan
sintetik-apriori,
1. Bidang Inderawi (Sinneswahrnehmung)
Peranan subjek lebih menonjol,namun harus ada dua bentuk
murni yaitu ruang dan waktu yang dapat diterapkan pada
pengalaman.Pada tingkat pemahaman inderawi sudah ada dua
unsur apriori,yaitu ruang dan waktu.Bagi Kant ruang dan waktu
bukanlah bagian dari realitas empiris,melainkan merupakan
perlengkapan mental instrumen rohaniah yang menggarap datadata inderawi.Hasil yang diterapkan time and space adalah
fenomena konkrit.Namun pengetahuan yang diperoleh inderawi
selalu berubah-ubah,tergantung pada subjek yang mengalami
dan situasi yang menyertainya.
2. Bidang Akal Budi (Verstand)
Apa yang telah diperoleh dari bidang sebelumnya (inderawi)
,untuk memperoleh pengetahuan yang bersifat objektifuniversal haruslah dituangkan kebidang akal
(categories).Bersamaan dengan pengamatan
inderawi,bekerjalah akal budi secara spontan.Tingkatan kedua
ini bertujuan untuk mengolah serta menata bahan mentah
yang diperoleh dari kesan-kesan inderawi untuk dijadikan
pengetahuan.
3. Bidang Rasio (budi atau intelektual ,Vernunft)
Pengetahuan yang dihasilkan dari tahap bidang akal,itu baru
dapat dikatakan sebagai putusan sintetik-apriori setelah
dikaitkan dengan 3 macam ide,yaitu ; Allah (teologis),jiwa
(psikologis),dunia (kosmologis).Pandangan semacam ini sama
sekali tidak berfungsi sebagai objek pengetahuan,melainkan
memberikan semacam orientasi atau petunjuk yang
memungkinkan intelektualitas untuk menata dan
mensistemasikan fenomena-fenomena yang ada.
FILSAFAT UMUM Immanuel Kant

Jadi kesimpulan pengetahuan sintetik-apriori dapat dibuktikan dengan


rasio murni.Bukti ontologis atau teologisnya adalah Tuhan adalah dzat
yang paling nyata (ens realissimum) ,yakni subjek dari semua predikat
yang bersifat mutlak.Bukti Kosmologisnya adalah jika segala sesuatu
ada,maka Realitas Mutlak tentunya juga ada.Bukti psikologis (fisikoteologis) adalah abstrak wujudnya.Hal ini ditunjukan dengan jagad
raya yang segitu teraturnya dan menujukan adanya Sang Arsitek.
C.Analitik dan Sintetik ; kategori-kategori ; time and space (ruang dan
waktu)
Analitik dan sintetik merupakan suatu istilah yang digunakan
untuk membedakan sebuah perkataan.Analitik adalah sebuah
pernyataan yang dapat diketahui secara otomatis hanya dengan
mengetahui makna dari istilah tersebut.Misalkan;dokter orang yang
mengobati pasien.Sedangkan sintetik adalah pernyataan yang
membutuhkan pengetahuan dari luar selain pengetahuan makna dari
kata itu sendiri.
Beberapa contoh dari pernyataan analitik
4+4=8
Pria lajang belum menikah
Gunung tertinggi lebih tinggi dari gunung-gunung lainnya
Beberapa contoh dari pernyataan sintetik
Langit itu biru
Rudi adalah pria yang menyebalkan
Sapi memiliki empat kaki
Kant dalam time and space (ruang dan waktu) serta
kategori-kategori
Dalam tulisannya Critique of Pure Reason, Immanuel Kant mengatakan bahwa
representasi kita atas ruang dan waktu bersifat a priori, bukan empiris. Yang artinya
adalah didapat dari pemikiran bukan didapat dari pengalaman. Jadi lebih bersifat intuisi
dibandingkan dengan sebuah konsep. Ia adalah sesuatu yang terpikirkan (mind
dependent) dibandingkan sesuatu yang riil.
Dalam kritisimenya,Kant menjelaskan bahwa ciri pengetahuan adalah bersifat
umum, mutlak dan pengertian baru. Untuk itu ia membedakan tiga aspek keputusan
FILSAFAT UMUM Immanuel Kant

(judgments). Pertama, putusan analitis a priori, dimana predikat tidak menambah sesuatu
yang baru pada subyek, karena termasuk di dalamnya (misalnya, setiap benda menempati
ruang).Kedua, putusan sintesis aposteriori, misalnya pernyataan meja itu bagus.Disini
predikat dihubungkan dengan subyek berdasarkan pengalaman indrawi.Ketiga, putusan
sintesis a priori juga, misalnya putusan yang berbunyi segala kejadian mempunyai
sebab.Kaidah moral adalah imperative kategoris.Kaidah ini memerintah tanpa syarat
kategoris.Kaidah ini merupakan asas fundamental.Berindaklah selalu sehingga kamu
dapat menjadi dalil atau asa yang dapat menentukan dari tindakanmu untuk menjadi
kaidah universal (suatu patokan a priori dan bukan hasil dari pengalaman).Ini adalah
penilaian yang sesungguhnya dan bersifat benar dan salah.Tergantung dari mana ruang
dan waktu itu kita letakkan.
Kembali kepemikiran Kant, dia membagi kemampuan kognitif manusia menjadi 2
bagianya itu apa yang disebut receptive sensibility dan pemahaman spontan.
Pemahaman tentang sesuatu hal dapat dilakukan melalui konsep atau penilaian
(judgements), sementara sensibility dapat dilakukan atas dorongan intuisi.Jika konsep
atau penilaian dapat dijabarkan dengan deskripsi, tidak demikian dengan intuisi.Intuisi
mungkin muncul secara tiba-tiba tanpa harus dikaitkan dengan sesuatu yang
khusus.Ruang dan waktu itu adalah intuisi, gambaran yang tidak dapat dilakukan melalui
deskripsi.
Filsafat science empiris (empirical philosophy of science) mungkin bias
diasosiasikan dengan paham positivism dimana abstraksi terhadap ruang dapat dilakukan
tanpa harus mengalami pengalaman langsung terhadap ruang tersebut.Bagi kaum
empiris, konsep existential ruangnya fenomenologis tak lebih hanyalah sebuah
metafora.Sebaliknya kaum fenomenologis berpendapat bahwa konsep ruang yang dianut
filsafat empirisme adalah abstrak adanya, dogmatis, dan sempit karena mengabaikan
pemahaman tentang arti (meaning), nilai (value) dan emosi yang ada dalam ruang.
*kategori-kategori
Pada dasarnya konsep kategori-kategori terdapat dalam
tingkatan atau bidang akal budi (Vernunft).Kategori-kategori adalah
konsepkonsep fundamental atau pengertian pokok yang membantu
manusia dalam menyusun ilmu pengetahuan.8Categorien (red;jerman)
adalah konsep-konsep apriori,yakni dua belas kategori yang
8Simon Petrus L.Tjahjadi,Op.cit,hlm.284
FILSAFAT UMUM Immanuel Kant

10

diperoleh dari bentuk-bentuk silogisme.Kedua belas kategori tersebut


dibagi menjadi empat bagian yaitu;
1. Kuantitas,meliputi;kesatuan (unity), kemajemukan (plurality),
keseluruhan (totality),
2. Kualitas,meliputi;realitas,negasi,limitasi
3. Relasi,meliputi;substansi-dan-aksidensi,sebab-akibat
(causality) ,timbal-balik
4. Modalitas,meliputi;kemungkinan (possibility), keberadaan
(existence), kepastian (necessity).
Dalam penerapan kategori-kategori ini,akal budi bekerja sedemikian
rupa sehingga kategori-kategorinya hanya sesuai dengan data yang
dikenainya saja.Kategori-kategori ini digunakan dalam kegiatan
mengetahui suatu obyek untuk mengonstruksikan kembali obyek
tersebut dalam pikiran subyek dan membuat putusan.
Kategori terpenting ialah substansi dan kausalitas.Kalau kita
mengamati bahwa air akan mendidih setelah dipanaskan dengan api
hingga suhu 100o C,maka akal budi kita akan menerapkan hanya
kategori kausalitas terhadap data-data tersebut,dan selanjutnya
membuat pernyataan air mendidih karena dipanaskan dengan api
sampai suhu 100o C.Dengan demikian pada tahap ini terjadi suatu
sintesis antara (1) unsur-unsur aposteriori yang berfungsi sebagai
materi atau bahan(api membakar bejana berisi air,suhu api 100o
C,lalu air mendidih);dan (2) unsur apriori sebagai bentuk (kategori
kausalitas).
Sebagai contoh, subyek membuat putusan bahwa A menyebabkan B.
Misalnya sinar matahari menyebabkan rel kereta memuai.Putusan
inilah berlaku secara universal.Sahnya putusan ini tidak langsung
berasal dari realitas, melainkan disebabkan oleh struktur akal subyek
sehingga subyek harus memikirkan hubungan antara data A
(matahari) dan data B (rel kereta memuai) berdasarkan kategori
kausalitas (sebab-akibat).
Selain itu,ada sebuah contoh yang cukup terkenal untuk
menjelaskan maksud Kant mengenai kategori ini, yaitu analogi
kacamata merah.Jika seseorang memakai kacamata yang kacanya
berwarna merah, segala benda yang terlihat akan berwarna
merah.Tentu saja ini tidak berarti bahwa segala benda yang dilihatnya
FILSAFAT UMUM Immanuel Kant

11

memang berwarna merah.Keadaan tersebut disebabkan karena jalan


melalui mana pengetahuan dilakukan.Dalam hal ini,orang tersebut
memuat satu faktor yaitu kacamata berwarna merah.Itulah yang
menyebabkan segala sesuatu yang terlihat akan tampak sebagai
benda berwarna merah.Demikian pula halnya dengan manusia.Akal
manusia mempunyai struktur sedemikian rupa sehingga subyek
akhirnya memikirkan data-data indrawi sebagai substansi atau
menurut ikatan sebab-akibat atau menurut kategori lainnya.
IMMANUEL KANT (Der Alleszermalmer)
1724-1804 M

III.

PENUTUP

A.Kesimpulan
Immanuel Kant adalah salah seorang filosof modern yang
menemukan dan menghasilkan kerangka berpikirnya tak terlepas dari
filosof sebelumnya.Rasionalisme dan Empirisme telah muncul dan
berkembang sebelum pemikiran Kant muncul.Filsafat Kant
berpedoman bahwa akal (rasio) dan pengalaman (indra) salah separuh
dalam menghasilkan pengetahuan.Rasionalisme yang hasilnya bersifat
analitis-apriori pengetahuan yang bersifat umum,namun tidak
FILSAFAT UMUM Immanuel Kant

12

menimbulkan pengetahuan baru.Dan disisi lain empirisme


menghasilkan pengetahuan baru,tapi masih bersifat subjektif dan
mempunyai ciri kekhususannya.Pengetahuan sejati menurut Kant
adalah pengetahuan yang bersifat umum dan menghasilkan sesuatu
yang baru (sintetik-apriori).Hasil tersebut adalah sintesis antara
Rasionalisme dan Empirisme.
B.Krtitik dan Saran
Demikian makalah ini penulis buat,penulis sekaligus pemakalah sadar
bahwasannya makalah ini jauh dari kesempurnaan.Kritik dan saran yang bersifat
konstruktif sangat kami harapkan demi kebaikan makalah kami selanjutnya.Sekian
semoga bermanfaat bagi kita semua.

DAFTAR PUSTAKA
Ahmadi,Asmoro.2004.Filsafat Umum.Jakarta : Raja Wali Press.
Kattsoff,Louis O.2004.Pengantar Filsafat.terj,Soejono
Soemargono.Yogyakarta : Tiara Wacana Yogya.
Russell,Betrand.2002.Berpikir ala Filsuf.terj,Basuki Heri
Winarno.Yogyakarta : Ikon Teralitera.
Tafsir,Ahmad.2003.FILSAFAT UMUM : akal dan hati sejak
Thales sampai Capra.Bandung:PT REMAJA ROSDA KARYA.
Tjahjadi,Simon Petrus L.2004.Petualangan Intelektual :
Konfrontasi dengan para filsuf dari zaman yunani hingga zaman
modern.Yogyakarta : KANISIUS.
.1991.Hukum Moral:Ajaran Immanuel
Kant tentang Etika dan Imperatif Kategoris.Yogyakarta : KANISIUS.
FILSAFAT UMUM Immanuel Kant

13

Source :google

FILSAFAT UMUM Immanuel Kant

14