Anda di halaman 1dari 4

HUBUNGAN PANCASILA DENGAN PROKLAMASI

Pancasila merupakan jiwa bangsa Indonesia; sebagai asas kerohanian dan dasar filsafat
negara; merupakan unsur penentu daripada ada dan berlakunya tertib hukum bangsa
Indonesia dan pokok kaidah negara yang fundamental. Sedangkan proklamasi merupakan
titik kulminasi perjuangan bangsa Indonesia yang bertekat untuk merdeka yang disemangati
oleh jiwa Pancasila.
Proklamasi merupakan perjuangan bangsa indonesia melawan penjajah. Perjuangan bangsa
indonesia ini kemudian di jiwai, disemangati, didasari oleh nilai-nilai yang terkandung dalam
pancasila. Sehingga bisa dikatakan bahwa nilai-nilai dalam pancasila yang mendasari
perjuangan bangsa indonesia untuk merebut kemerdekaan yang puncaknya ditandai dengan
proklamasi. Nilai-nilai pancasila pada saat penjajah (kolonial) sebelum terjadinya proklamasi
selalu direndahkan, dilecehkan, diinjak-injak. Kemudian dengan dilakukannya proklamasi
nilai pancasila ditegakkan, diselamatkan, di tinggikan, dijunjung tinggi. Sehingga dengan
melakukan proklamasi yang pada awalnya pada masa penjajahan pancasila tidak dianggap
bahkan di lecehkan maka dengan perjuangan rakyat bangsa indonesia kedudukan pancasila
sebagai dasar negara kembali di tegakkan.
Proklamasi kemerdekaan Indonesia yang dikumandangkan pada tanggal 17 Agustus 1945
pada hakikatnya adalah pencetusan daripada segala perasaan-perasaan yang sedalamdalamnya yang terpendam dalam kalbu sanubari rakyat Indonesia sejak berabad-abad
lamanya. Dengan Proklamasi kemerdekaan itu melukiskan prihal Falsafah hidup / pandangan
hidup, rahasia hidup dan tujuan hidup kita sebagai bangsa.
Proklamasi kemerdekaan itu adalah pernyataan kemerdekaan(Proclamation of independence)
dan sebagai pemberitahuan kepada kita dan dunia, bahwa status / eksistensi kita telah berubah
dari eksistensi dijajah menjadi suatu bangsa yang merdeka. Dan juga sebagai sumber
kekuatan dan tekat perjuangan kita dalam melahirkan serta membangkitkan kembali
kepribadian bangsa Indonesia. Dengan demikian Proklamasi Kemerdekaan Indonesia
merupakan titik puncak daripada perjuangan bangsa Indonesia yang didorong oleh amanat
penderitaan rakyat dan di jiwai Pancasila pada taraf tertinggi, yang selama berabad-abad
dijajah, telah berhasil melepaskan dirinya dari ikatan belenggu penjajahan, sekaligus
membangun suatu perubahan yaitu Negara Republik Indonesia yang bebas merdeka, untuk
mewujudkan masyarakat adil dan makmur berdasarkan Pancasila.

Proses perumusan dan pelaksanaan proklamasi terjadi perbedan antara golongan tua dan
golongan pemuda tentang hari pelaksanaan proklamasi kemerdekaan sehingga Ir. Soekarno
dan Drs. Muh. Hatta diamankan oleh para pemuda ke Rengasdengklok agar tidak terpengaruh
oleh Jepang. Kelompok muda menginginkan dilakukannya proklamasi kemerdekaan
secepatnya, tapi golongan tua menginginkan tanggal yang sesuai dengan yang diinginkan

Jepang. Setelah berapa lama berdiskusi di Rengasdengklok golongan tua dan golongan
pemuda setuju untuk proklamasi pada tanggal 17 Agustus 1945 di Jakarta.

Secara kronologis detik-detik Proklamasi Kemerdekaan 17 Agustus


1945 adalah sebagai berikut :
15 Agustus 1945
Pemerintah Jepang menyerah tanpa syarat kepada sekutu. Hal ini diumumkan Tenno Heika
melalui radio. Kejadian ini mengakibatkan Pemerintah Jepang tidak dapat meneruskan
usahanya mengenai kemerdekaan Indonesia. Soal terus atau tidaknya diserahkan kepada para
pemimpin Bangsa Indonesia.
16 Agustus 1945
Jam 06.00 (Tokyo) atau 04.30 waktu Jawa Jepang atau 04.00 WIB
Pengamanan Ir Soekarno dan Drs. Moh. Hatta ke Rengasdengklok. Maksud
pengamanan yang dilakukan oleh golongan Pemuda yang terdiri dari Sukarni dibantu
Winoto Danu Asmoro, Abdurrahman dan Yusuf Kunto adalah untuk menjauhkan
Ir.Soekarno dan Drs. Moh. Hatta dari segala pengaruh dan siasat Jepang.
Jam 19.30 (Tokyo) atau 18.00 waktu Jawa Jepang atau 17.30 WIB.
Rombongan terdiri dari Mr. A. Subarjo, Sudiro (Mbah) dan Yusuf Kunto tiba di
Rengasdengklok. Maksud kedatangan mereka adalah untuk menjemput Ir. Soekarno
dan Drs. Moh. hatta kembali ke Jakarta.
Jam 01.00 (Tokyo) keesokan hari atau 23.30 waktu Jawa Zaman Jepang atau 23. WIB.
Rombongan yang membawa Ir. Soekarno dan Drs. Moh Hatta tiba di Jakarta. Drs.
Moh. Hatta singgah di rumahnya sebentar di Jl. Diponegoro 57. Kemudian menuju
rumah Laksamana Muda Tadashi Maeda di Jl. Imam Bonjol 1. Di tempat ini pemukapemuka Indonesia berkumpul untuk menyusun teks Proklamasi Kemerdekaan
Indonesia. Teks versi terakhir Proklamasi yang telah diketik ditanda tangani oleh Ir.
Soekarno dan Drs. Moh Hatta.
17 Agustus 1945
Jam 12.00 Tokyo atau 10.30 waktu Jawa zaman Jepang atau 10.00 WIB
Pembacaan Teks Proklamasi oleh Ir. Soekarno di Pegangsaan Timur 56, Jalannya upacara:
Ir. Soekarno tampil kemuka micropon satu-satunya untuk membacakan teks
Proklamasi Kemerdekaan.
Pengibaran bendera merah putih dilakukan oleh Cudanco Latief Hendraningrat
dengan diiringi Lagu Kebangsaan Indonesia Raya yang dinyanyikan oleh para
hadirin.
Untuk mewujudkan tujuan Proklamasi Kemerdekaan maka pada tanggal 18 Agustus 1945
Panitia Persiapan Kemerdekaan Indonesia (PPKI) bersidang untuk mengesahkan :
a. Pembukaan UUD 1945
b. UUD 1945
c. Memilih Presiden dam Wakil Presiden Republik Indonesia yang pertama.
Dengan kata lain, cita-cita dan inti isi jiwa Proklamasi Kemerdekaan 17 Agustus 1945
(Pancasila) dituangkan ke dalam Pembuakaan dan UUD 1945.
Pengesahan UUD 1945
Proklamasi Kemerdekaan tanggal 17 Agustus 1945 itu telah melahirkan negara Republik
Indonesia. Untuk melengkapi alat-alat perlengkapan negara sebagaimana lazimnya suatu

negara yang merdeka, maka Panitia Persiapan Kemerdekaan Indonesia (PPKI) segera
mengadakan sidang.
Dalam sidangnya pada tanggal 18 Agustus 1945 itu, PPKI yang telah disempurnakan antara
lain telah mengesahkan Undang-undang dasar negara yang kini terkenal dengan sebutan
UUD 1945.
Tanggal 18 Agustus 1945 sidang PPKI dimulai jam 11.30 WIB. Acara dari sidang pleno ini
ialah Untuk membahas naskah rancangan Hukum Dasar dan mengesahkan Undang-undang
Dasar atas Kemerdekaan yang telah diucapkan dalam Proklamasi sehari sebelumnya.
Hasil yang dicapai :
a. Mengesahkan Undang-undang Dasar Negara Republik Indonesia dengan jalan :
(1) Meneatapkan Piagam Jakarta dengan beberapa perubahan sebagai pembukaan dari
Undang Undang Dasar Negara Republik Indonesia.
(2) Menetapkan Rancangan Hukum Dasar yang telah diterima BPUPKI pada tanggal
17 Juli 1945 setelah mengalami beberapa perubahan sebagai Undang Undang
Dasar Republik Indonesia.
b. Memilih Presiden dan Wakil Presiden Republik Indonesia.
c. Menetapkan berdirinya Komite Nasional sebagai Badan Musyawarah Darurat.
Pengesahan UUD Negara Republik Indonesia didahului dengan pengesahan Pembukaan
UUD Negara Republik Indonesia. Pengesahan Pembukaan UUD Negara Republik Indonesia
ini dipimpin oleh Ketua PPKI dan sidang Pleno Ir. Soekarno.
Di rumah itulah naskah proklamasi dirumuskan oleh tiga orang pimpinan golongan tua, yaitu
Soekarno, Hatta dan Soebardjo dengan disaksikan oleh tiga orang eksponen pemuda yakni
Sukarni, BM Diah dan Mbah Diro serta beberapa orang Jepang. Mereka duduk menyendiri di
kamar makan itu, sedangkan yang lain menunggu di serambi muka. Yang menuliskan
kladnya adalah Ir. Soekarno sedangkan Drs. Moh. Hatta dan Mr. Soebardjo
menyumbangkan pikiran secara lisan. Sebagai hasil perbincangan mereka bertiga itulah
diperoleh rumusan tulisan tangan Ir. Soekarno yang berbunyi sebagai berikut :
PROKLAMASI
Kami bangsa Indonesia dengan ini menyatakan kemerdekaan Indonesia.
Hal-hal yang mengenai pemindahan kekuasaan dan lain-lain diselenggarakan dengan cara
seksama dan dalam tempoh yang sesingkat-singkatnya.
Djakarta, 17 - 8 - 05,
Wakil-wakil Bangsa Indonesia.
Rombongan yang menyendiri di ruang makan itu kemudian menuju ke serambi muka untuk
menemui mereka yang telah hadir. Di sana Ir. Soekarno membacakan draft (naskah) rumusan
yang telah mereka hasilkan itu dan menyarankan agar segenap mereka yang hadir itu bersama
sama menandatangani naskah Proklamasi itu selaku wakil-wakil bangsa Indonesia.
Saran itu ditolak oleh pemuda yang menyatakan tidak rela bahwa budak-budak Jepang ikut
menandatangani Naskah Proklamasi (Budak-budak Jepang adalah tokoh golongan tua yang
dinilainya bukan orang pergerakan nasional, melainkan hanya oportunis-oportunis yang
memperoleh kursi, karena pengabdialnnya kepada pemerintah pendudukan Dai Nippon).
Pernyataan itu menimbulkan kehebohan dari pihak yang dituduh budak-budak Jepang.
Kemudian Sukarni selaku salah seorang pemimpin pemuda mengusulkan agar yang
menandatangani naskah proklamasi itu hanyalah Soekarno - Hatta atas nama bangsa
Indonesia.

Usul itu diterima baik segenap hadirin dan Ir. Soekarno memimta kepada Sayuti Melik untuk
mengetik naskah bersih berdasarkan draft rumusan dengan perubahan-perubahan yang
disetujui yakni:
- Kata tempoh diganti dengan tempo.
- Wakil-wakil bangsa Indonesia diganti dengan atas nama bangsa Indonesia.
- Cara menulis tanggal diubah sedikit menjadi : Djakarta hari 17 boelan 8 tahoen 05
Naskah yang diketik oleh Sayuti Melik itu kemudian ditandatangani oleh Soekarno dan Hatta
di rumah itu juga. Bunyi naskah itu selengkapnya adalah sebagai berikut:
PRKLAMASI
Kami bangsa Indonesia dengan ini menjatakan kemerdekaan Indonesia
Hal-hal jang mengenai pemindahan kekoeasaan dan lain-lain diselenggarakan dengan tjara
seksama dan dalam tempo jang sesingkat-singkatnja.
Djakarta, hari 17 boelan 8 tahoen 45
Atas nama bangsa Indonesia,
SOEKARNO/HATTA.
Naskah yang diketik itulah yang beberapa jam kemudian setelah hari terang pada tanggal 17
Agustus 1945 dibacakan oleh Ir. Soekarno di Gedung Proklamasi di Jalan Pegangsaan Timur
56. Adalah ironis sekali, bahwa Orde Lama di bawah pimpinan Ir. Soekarno telah
menghancurkan Gedung Proklamasi yang bersejarah itu. Sampai sekarang belum jelas
bagaimana urutan kejadian, sehingga naskah otentik proklamasi itu dapat menghilang selama
kurang lebih dua puluh tahun dan baru muncul pada tahun 1965. Selama naskah otentik itu
hilang maka yang dikenal seluas-luasnya adalah konsep atau Klad tulisan tangan Ir.
Soekarno. Menurut Sayuti Melik naskah otentik proklamasi itu dibawa pulang dari rumah
Laksamana Maeda oleh B.M. Diah, yang kemudian rnenyimpannya setelah mencetaknya di
dalam surat Kabar Merdeka yang diterbitkannya dalam Bulan Oktober 1945.
Oleh karena itulah foto copy dari naskah otentik Proklamasi itu pada tahun 1969 oleh
Presiden Soeharto sudah dibagi-bagikan kepada para Gubernur/Kepala Daerah dan telah
dimuat dalam berbagai surat kabar
15 Agustus 1945 : Pemerintah Jepang menyerah tanpa syarat (unconditional surender) kepada
sekutu. Hal ini diumumkan Tenno Heika melalui radio. Kejadian ini mengakibatkan
Pemerintah Jepang tidak dapat meneruskan usahanya mengenai kemerdekaan Indonesia. Soal
terus atau tidaknya diserahkan kepada para pemimpin Bangsa Indonesia.
2. 16 Agustus 1945
1). Jam 06.00 (Tokyo) atau 04.30 waktu Jawa Jepang atau 04.00 WIB
a. Pengamanan Ir Soekarno dan Drs. Moh. Hatta ke Rengasdengklok.
b. Maksud pengamanan yang dilakukan oleh golongan Pemuda yang terdiri dari Sukarni
dibantu Winoto Danu Asmoro, Abdurrahman dan Yusuf Kunto adalah untuk menjauhkan In
Soekarno dan Drs. Moh. Hatta dari segala pengaruh dan siasat Jepang.
2). Jam 19.30 (Tokyo) atau 18.00 waktu Jawa Jepang atau 17.30 WIB.
a. Rombongan terdiri dari Mr. A. Subarjo, Sudiro (Mbah) dan Yusuf Kunto tiba di
Rengasdengklok.
b. Maksud kedatangan mereka adalah untuk menjemput Ir. Soekarno dan Drs. Moh. hatta
kembali-ke Jakarta.
3). Jam 01.00 (Tokyo) keesokan hari atau 23.30 waktu Jawa Zaman Jepang atau 23. para
hadirin.