Anda di halaman 1dari 1

RESUME JURNAL EXISTENCE OF EDDIES AT CROSSROAD OF THE INDONESIAN

SEAS
KESIMPULAN

Berdasarkan pembahasan jurnal didapat, jika proses ini lebih terkait dengan
pembentukan angin lokal ketika variasi muncul di skala waktu interannual yang tepat. Selain
itu juga dipengaruhi oleh pembentukan angin terkontrol. Sistem eddy LET yang dijelaskan
sebelumnya dapat diamati selama musim panas ketika pergerakan ITF itu rendah dan juga
dikarenakan Indonesia memiliki topografi laut yang kompleks mengakibatkan segala yang
berhubungan dengan laut Indonesia akan rumit.
Studi mengenai jurnal ini mengenai kemungkinan adanya pusaran LE di Indonesia
menggunakan model sirkulasi laut penyelesaian eddy, model Indo Pacific2. Ternyata LE
ditemukan di kepulauan Lombok dikarenakan beberapa mekanisme seperti pengaruh daerah
konvergensi dan perkembangan tekanan angin. Selain itu juga dipengaruhi arah angin pada
bulan Februari yang mengalir secara paralel sepanjang pantai Lombok.
Sistem eddy ini mempengaruhi permukaan air laut berkisar antara kedalaman 50-70
meter. Di Lombok pun ditemukan upwelling di sebelah timur tempat terjadinya LE yang
mungkin merupakan asal utama dari transportasi untuk konvergensi terdiri transportasi
Ekman yang menginduksi upwelling di wilayah LE. Massa air ini berakumulasi membentuk
pola eddy anticyclonic yang memperdalam lapisan campuran dan termoklin. Namun, eddy ini
tidak bertahan lama. Akhir musim panas di bulan Maret dan April mengurangi besarnya
pertambahan tekanan angin, yang dapat menyebabkan pelemahan LE.
Berdasarkan Gambar 4 dan 8 yang ada, menunjukkan bahwa mungkin ada pusaran
lainnya di samping LE dan juga siklon sddy yang mnucul di Flores menunjukkan suhu relatif
dingin terkait dengan tegangan angin negatif yang meringkuk dan menguntungkan upwelling
sehingga lebih diintensifkan oleh upwelling pesisir utara Kepulauan Sunda. Air hangat
wilayah selatan Sulawesi dapat berkorelasi dengan angin positif stress dan dapat mendukung
downwelling yang lemah dan intensif di barat laut angin muson musim dan menciptakan
eddy anticyclonic di selatan Sulawesi. Pembentukan eddy ini bisa dipicu oleh penyebaran
dari 'serpihan' pulau atas wilayah ini. Akhirnya, ketiga eddy menghilang (yaitu, LE, FE, dan
SE) berfungsi sebagai sistem LET. Sistem pusaran memperkaya fenomena fisik dalam
kepulauan Indonesia, terutama jadwal musim hujan. Salah satu peran yang mungkin sistem
ini dapat mempengaruhi distribusi organisme pelagis. Sejauh ini, tak terlihat di garis Wallace
telah sangat mempengaruhi distribusi flora dan fauna. Selanjutnya, istirahat genetik telah
terbukti muncul untuk organisme laut pada skala waktu geologi. Namun, tidak ada bukti
untuk skala waktu yang lebih pendek dalam segregasi ekosistem karena eddy Lombok
ataupun sistem LET.