Anda di halaman 1dari 25

Pemenuhan Kebutuhan Tidur

Pada Anak

Anggota kelompok:
Desi Ana Nurfatimah
Dini Runaske
Mega Ayu Puji Lestari
Nuri Haerun Nisa
Safira Aulia
Lusi Aprilianti

PENGERTIAN
Tidur didefenisikan sebagai suatu keadaan
bawah sadar dimana seseorang masih
dapat dibangunkan dengan pemberian
rangsang sensorik atau dengan rangsang
lainnya (Guyton & Hall, 1997)
Tidur merupakan dua keadaan yang bertolak
belakang dimana tubuh beristirahat secara
tenang dan aktivitas metabolisme juga
menurun namun pada saat itu juga otak
sedang bekerja lebih keras selama periode
bermimpi dibandingkan dengan ketika
beraktivitas di siang hari.

Fisiologi tidur
Siklus alami tidur di perkirakan dikendalikan oleh
pusat yang terletak di bagian bawah otak.
Pusat ini secara aktif menghambat keadaan
terjaga, sehingga menyebabkan tidur.
Setiap makhluk memiliki irama kehidupan yang
sesuai dengan masa rotasi bola dunia yang
dikenal dengan nama irama sirkadian. Irama
sirkandian merupakan irama fisiologis dan
psikologis paling aktif dan tertidur saat irama
fisiologis dan psikologis paling tidak aktif. Irama
sirkadian bersiklus 24 jam.

Tahapan tidur
Tidur dibagi menjadi dua fase yaitu :
1.Non Rapid Eye Movement(NREM).
2.Rapid Eye Movement(REM).

1. Non Rapid Eye


Movement(NREM)
Fase NREM terdiri dari empat stadium, yaitu:
a. Tidur stadium satu
Pada tahap ini seseorang akan mengalami
tidur yang dangkal dan dapat terbangun
dengan mudah oleh karena suara atau
gangguan lain. Selama tahap pertama
tidur, mata akan bergerak peralahanlahan, dan aktivitas otot melambat.

b. Tidur stadium dua


Biasanya berlangsung selama 10 hingga
25 menit. Denyut jantung melambat dan
suhu tubuh menurun. Pada tahap ini
didapatkan gerakan bola mata berhenti.
c. Tidur stadium tiga
Tahap ini lebih dalam dari tahap
sebelumnya. Pada tahap ini individu sulit
untuk dibangunkan, dan jika terbangun,
individu tersebut tidak dapat segera
menyesuaikan diri dan sering merasa
bingung selama beberapa menit.

d. Tidur stadium empat


Tahap ini merupakan tahap tidur yang
paling dalam. Gelombang otak sangat
lambat. Aliran darah diarahkan jauh dari
otak dan menuju otot, untuk memulihkan
energi fisik .

2.Rapid Eye
Movement(REM)
Pada
waktu tidur REM jam pertama
prosesnya berlangsung lebih cepat dan
menjadi lebih intens dan panjang saat
menjelang pagi atau bangun. Selama tidur
REM, mata bergerak cepat ke berbagai arah,
walaupun kelopak mata tetap tertutup,
pernafasan juga menjadi lebih cepat, tidak
teratur, dan dangkal, denyut jantung dan
nadi meningkat.
Tidur REM tidak setenang tidur NREM dan
mimpi paling sering terjadi selama tidur REM.

Siklus tidur
Selama siklus tidur,individu melalui tidur
NREM dan REM, siklus komplet biasanya
berlangsung sekitar 1,5 jam pada orang
dewasa. Dalam siklus tidur pertama, orang
yang tidur melalui ketiga tahap pertama
tidur NREM dalam total waktu 20 sampai 30
menit. Kemudian, tahap IV dapat
berlangsung sekitar 30 menit. Setelah
tahap ke IV NREM, tidur kembali ke tahap III
dan II sekitar 20 menit.

Setelah itu, terjadi tahap REM


pertama, yang berlangsung sekitar 10
menit, melengkapi siklus tidur pertama.
Orang tidur yang dibangunkan ditahap
manapun harus memulai tahap I tidur
NREM yang baru dan berlanjut ke
seluruh tahap tidur REM.

Mekanisme tidur
Pengaturan mekanisme tidur dan bangun
sangat dipengaruhi oleh sistem yang disebut
Reticular Activity System. Bila
aktivitasReticular Activity Systemini
meningkat maka orang tersebut dalam
keadaan sadar jika aktivitasReticular Activity
Systemmenurun, orang tersebut akan dalam
keadaan tidur. AktivitasReticular Activity
System(RAS) ini sangat dipengaruhi oleh
aktivitas neurotransmitter seperti sistem
serotoninergik, noradrenergik, kolinergik,
histaminergik.

Fungsi dan tujuan tidur


Fungsi dan tujuan tidur secara jelas tidak
diketahui, akan tetapi diyakini bahwa tidur
dapat digunakan untuk menjaga keseimbangan
mental, emosional, kesehatan, mengurangi
stress, penyeimbang endokrin, dan lain-lain.
Secara umum terdapat dua efek fisiologis dari
tidur : pertama, efek pada system saeraf yang
diperkirakan dapat memulihkan kepekaan
normal dan keseimbangan di antara berbagai
susunan saraf, dan kedua, efek pada struktur
tubuh dengan memulihkan kesegaran dan
fungsi dalam organ tubuh karena selama tidur
terjadi penurunan.

Kebutuhan tidur
Usia
0-1 bulan
1-18 bulan
18 bulan-3
tahun
3-6 tahun
6-12 tahun
12-18 tahun
18-40 tahun
40-60 tahun

Tingkat
Jumlah
Perkembanga
kebutuhan
n
tidur
Masa neonatus 14-18 jam/hari
Masa bayi
12-14 jam/hari
Masa anak
11-12 jam/hari
Masa pra
sekolah
Masa sekolah
Masa remaja
Masa dewasa
muda
Masa paruh
baya

11 jam/hari
10 jam/hari
8,5 jam/hari
7-8 jam/hari
7 jam/hari

Gangguan pola tidur


pada anak

Gangguan / deskripsi
1. PEMBERIAN MAKAN DI MALAM HARI
- Anak mempunyai kebutuhan yang
berkepanjangan untuk menyusu di tengah
malam baik dari ASI maupun dari susu botol.
- Anak pergi tidur pada saat menyusu ASI
atau dengan botol .
- Anak sering terbangun (mungkin setiap
jam).
- Anak kembali tidur setelah menyusu,
tindakan kenyaman lain (misalnya menimang
atau menggendong) biasanya tidak efektif .

Manajemen
- Tingkatkan interval waktu makan siang hari sampai 4
jam atau lebih (mungkin perlu dilakukan secara
bertahap)
-Berikan makan terakhir selambat mungkin pada malam
hari; mungkin perlu untuk menurunkan jumlah formula
atau lamanya menyusu ASI.
- Jangan memberikan botol di tempat tidur.
- Bawa anak ke tempat tidur dalam keadaan terbangun.
- Jika anak menangis, periksa pada interval yang
progresif lebih lama di setiap malam; tenangkan anak
tapi jangan menggendong, menimang, membawa
ketempat tidur orang tua, atau memberikan botol,
empeng.

2. PERKEMBANGAN MENANGIS DI MALAM HARI


Anak usia 6 sampai 12 bulan yang pada awalnya
tidak mengalami gangguan tidur malam sekarang
terbangun dengan tiba-tiba; mungkin disertai
mimpi buruk.
Manajemen
- Yakinkan orangtua bahwa hal ini adalah fase
sementara.
- Masuki ruangan dengan segera untuk
memeriksa anak tetapi tetap tenangkan dengan
singkat
- Hindari memberi makan, menimang anak,
membawanya ke tempat tidur orangtua, atau hal
lain yang dapat memulai menangis di malam hari.

3. MENANGIS DI MALAM HARI YANG


TERLATIH
Anak secara khas terlelap di tempat lain
selain di tempat tidur, misalnya kursi
goyang atau tempat tidur orangtua, dan
dibawa ke tempat tidurnya sendiri dalam
keadaan tidur; terbangun, menangis
sampai rutinitas yang biasa dilakukan,
misalnya menimang.

Manajemen
- Tempatkan anak pada tempat tidurnya
sendiri bila terbangun
- Bila mungkin, atur area tidur yang
terpisah dari anggota keluarga lain
- Bila anak tersebut menangis, periksa
pada interval yang progresif yang lebih
lama setiap malamnya; tenangkan anak
tetapi jangan lakukan rutinitas biasa.

4. MENOLAK UNTUK TIDUR


- Anak menolak waktu tidur dan keluar
ruangan berulang kali.
- Tidur malam hari menjadi berlanjut tetapi
sering terbangun dan menolak untuk
kembali tidur dapat terjadi dan menjadi
masalah bila orang tua membiarkan anak
menyimpang dari pola tidur biasanya.

Manajemen
- Evaluasi bila jam tidur terlalu dini (anak
dapat menolak tidur bila tidak lelah)
- Bantu orang tua dalam menerapkan
rutinitas sebelum tidur yang konsisten
dan dorong pembatasan yang konsisten
pada perilaku waktu tidur anak.
- Bila anak tetap meninggalkan kamar
tidur, tutup pintu untuk periode lama.
- Gunakan sistem penghargaan pada
anak untuk memberikan motivasi.

5. RASA TAKUT MALAM HARI.


- Anak menolak pergi tidur atau terbangun pada
malam hari karena takut.
- Anak mencari kehadiran fisik orang tua dan
dengan keberadaan orang tua di dekatnya, ia
mudah terlelap, kecuali rasa takut itu berlebihan.
Manajemen
- Evaluasi bila jam tidur terlalu dini (anak dapat
berfantasi bila tidak ada yang dilakukan kecuali
berpikir di ruang gelap)
- Tenangkan dengan lembut anak yang
ketakutan; membiarkan lampu tetap menyala
dapat sangat membantu.

-Gunakan sistem penghargaan pada anak untuk


memberikan motivasi menghadapi rasa takut.
- Hindari pola yang dapat menimbulkan masalah
tambahan misalnya; tidur dengan anak atau
membawa anak ke kamar orang tua.
- Bila rasa takut anak berlebihan, pertimbangkan
desensitisasi misalnya secara progresif
memberikan waktu lebih lama untuk sendiri,
konsultasikan ke bantuan profesional bila rasa
takut ini berkepanjangan.
- Bedakan antara mimpi buruk dan rasa takut
tidur; pendekatan yang terbaik pada teror tidur
adalah tetap tidak terlibat dan membiarkan anak
tetap tidur.

TERIMAKASIH