Anda di halaman 1dari 5

Nama : Nurul Musdalifah Aprilia

NIM : 1413015024
Kelas : S1 A 2014

Obat-obat Sistem Pencernaan Bagian Atas


1. Antasida
Antasida adalah basa-basa lemah yang digunakan untuk menetralisir kelebihan asam lambung yg
menyebabkan timbulnya sakit maag.
Tujuan pengobatan adalah menghilangkan gejala, mempercepat penyembuhan, dan mencegah
komplikasi lebih lanjut.
Berdasarkan mekanisme kerjanya, obat-obat antasida digolongkan menjadi 2 golongan yaitu :

Anti Hiperasiditas

Obat dengan kandungan aluminium atau magnesium bekerja secara kimiawi mengikat kelebihan
HCl dalam lambung. Sediaan yang mengandung magnesium menyebabkan diare karena bersifat
pencahar, sedangkan sedangkan sediaan yang mengandung aluminium dapat menyebabkan
sembelit maka biasanya kedua senyawa ini dikombinasikan. Persenyawaan molekul antara Mg
dan Al disebut hidrotalsit.
Obat dengan kandungan natrium bikarbonat merupakan antasida yang larut dalam air, dan
bekerja cepat. Tetapi dapat menyebabkan sendawa. Obat dengan kandungan bismut dan kalsium
dapat membentuk lapisan pelindung pada luka dilambung tetapi sebaiknya dihindari karna
bersifat neurotoksik sehingga dapat menyebabkan kerusakan otak. Obat dengan kandungan
sukralfat, aluminium hidroksida dan bismuth koloida dpat digunakan untuk melindungi tukak
lambung agar tidak teriiritasi oleh asam lambung.

Perintang reseptor H2 ( antagonis reseptor H2)

Bekerja dengan cara mengurangi sekresi asam. contoh obatnya adalah ranitidin dan simetidin.
Adapun penggolongan obat - obat antasida, antara lain :
a. Antasida
Aluminium Hidroksida
Al Oksida
Magnesium Karbonat
Mg Trisilikat
Mg Oksida
Mg Hidroklorida
Natrium Karbonat
Bismuth Subnitrat
Bismuth Subsitrat
Kalsium Karbonat
Hidrotalsite ( Mg, Al, Hidroksi Karbonat )
b. Antagonis Reseptor H2 ( H2 Bloker )

# Bekerja dengan cara mngurangi sekresi asam lambung sebagai akibat hambatan reseptor H2.

Nama : Nurul Musdalifah Aprilia


NIM : 1413015024
Kelas : S1 A 2014
c. Penghambat Pompa Proton
Omeprazol
Lansoprazol
Pantoprazol
# Bekerja dengan cara menghambat asam lambung dengan cara menghambat sistem enzim
adenosin trifosfat hidrogen-kalium (pompa proton dari sel parietal lambung)
d. Anti Kolinergik / anti muskarinik
Pirenzepin
Fentonium
Ekstrak Belladon
# Bekerja dengna menghambat sekresi asam melalui reseptor muskarindan melawan kejang
e. Analog Prostaglandin
Misoprostol
# Anti sekresi dan proteksi
f. Pelindung mukosa
Sukralfat
# Melindungi mukosa dari serangan pepsin dan asam
g. Zat pembantu
Dimetikon (Dimetilpolisiloksan)
# Memperkecil gelembung gas yang timbul sehingga mudah di serap dan dapat mencegah masuk
angin, kembung dan kentut
2. Digestiva
Digestiva adalah obat yang digunakan untuk membantu proses pencernaan lambung-usus
terutama pada keadaan difensiensi zat pembantu pencernaan.
Obat digestiva antara lain :
a. Pankreatin (enzim pencernaan) : Amylase, Tripsin, Lipase # Fungsinya membantu proses
pencernaan
b. Pepsin (enzim lambung)
c. Ox-bile (empedu sapi) # Fungsinya mempertinggi daya kerja lipase, merangsang pengeluaran
empedu dari hati
d.Bromealin
4. Laksativa
Laksativa adalah obat-obat yang dapat mempercepat peristaltik usus sehingga mempermudah
5. Protektor Hati
Protektor hati adalah obat yang digunakan sebagai vitamin tambahan untuk meringankan,
mengurangi bahkan melindungi gangguan funsi hati. Obat protektor Hati adalah :
1. Curcuma rhizoma domestica
2. Curcuma XAnthorrizae
3.Sylimarin

Wernicke Korsakoff Syndrome


Wernicke Korsakoff Syndrome (WKS) merupakan kelainan neurologis. Wernicke Korsakoff
Syndrome adalah gangguan yang biasanya berhubungan dengan konsumsi alkohol yang
berlebihan tetapi penyebab utama WKS adalah kekurangan vitamin B1 (thiamin). Salah satu
fungsi thiamin adalah membantu sel-sel otak untuk menghasilkan energi dari gula sehingga
ketika kadar thiamin dalam otak rendah, maka sel otak tidak dapat menghasilkan energi yang
mencukupi untuk menjalankan fungsinya. Sindrom ini terdiri dari kebingungan akut dan
amnesia. Mengonsumsi alkohol dapat menyebabkan berkurangnya pasokan thiamin ke dalam
otak.
WKS sering terjadi pada orang berusia 30-70 tahun. Sindrom ini mempengaruhi lebih banyak
laki-laki daripada perempuan.
Gejala-gejala Wernicke Korsakoff Syndrome diantaranya:
1. Nystagmus: berasal dari bahasa Yunani,nmstagmos untuk menggambarkan kepala
goyah sepeti mengantuk atau mabuk. terjadi gerakan involunter ritmik pada satu atau
kedua mata. Gerakan mungkin menyentak, berputar (rotasi) atau berayun (pendular).
Penyebab nystagmus adalah kerusakan sistem vestibular (nystagmus perifer); cedera
saraf kranial III, IV, atau VI; gangguan serebelum; dan intoksikasi obat. Nistagmus rotasi
sering berkaitan dengan rasa pusing dan mual.
2. Ataksia: Terjadi kegagalan kontrol otot pada tangan dan kaki sehingga menghasilkan
kurangnya keseimbangan dan koordinasi. Ataksia disebabkan karena serebelum
memburuk atau atrofi, terkadang urat saraf tulang belakang (spinal cord) terpengaruh
sehingga terjadi kemunduran jaringan saraf pada spinal cord.
3. Opthalmoplegia: Opthalmoplegia terjadi karena otak salah mengirim dan menerima
informasi melalui saraf yang mengendalikan gerakan mata.
Penyebab Wernicke Korsakoff Syndrome
Penyebab utama WKS adalah kekurangan vitamin B1 (thiamin) yang terlibat dalam membantu
tubuh membuat energi dari karbohidrat dan juga membantu jantung, sistem saraf serta otot
berfungsi dengan baik. WKS sering terjadi pada orang yang suka mengonsumsi alkohol.
Selain itu, faktor penyebab WKS adalah sebagai berikut:
1. Stress gizi
2. Penggunaan tembakau (tembakau dapat mengurangi penyerapan thiamin dan dapat
menyebabkan penurunan thiamin dalam tubuh).

Nama : Nurul Musdalifah Aprilia


NIM : 1413015024
Kelas : S1 A 2014
3. Persisten emesis (muntah terus-menerus): Hiperemesis gravidarum ; keganasan lambung;
obstruksi usus; dan brairatic operasi.
4. Kelaparan: Anorexia nervosa; tawanan perang.
5. Skizofrenia.
Patofisiologi WKS
Tiamin diserap di duodenum dan akan disimpan di dalam tubuh sekitar 18 hari. Tiamin
dikonversi ke dalam bentuk aktif yaitu tiamin pirofosfat di saraf dan sel glia. Tiamin pirofosfat
berfungsi sebagai kofaktor beberapa jenis enzim, seperti tranketolase, piruvat dehidrogenase, dan
alfa ketoglutarat, yang berfungsi dalam metabolisme karbohidrat. Fungsi utama enzim ini di
dalam otak adalah dalam metabolisme lemak dan karbohidrat, produksi asam amino, dan
produksi neurotransmitter devirat glukosa. Penurunan fungsi enzim ini menyebabkan kerusakan
dalam metabolisme glukosa di otak yang mengakibatkan gangguan metabolisme energi sel.
Bila dalam 2-3 minggu asupan tiamin kurang maka otak merupakan tempat yang akan
menunjukan kerusakan sel paling tinggi. Konsekuensi nya adalah hilangnya gradien osmotik sel
yang melintasi membran. Perubahan biokimia yang paling awal adalah penurunan -ketoglutarat
dehidrogenase di astrocytes. Astrocytes laktat meningkat dan terjadi edema, peningkatan
konsentrasi glutamat ekstraselular, peningkatan nitrat oksida, fragmentasi DNA di neuron,
produksi adikal bebas dan peningkatan sitokinin, dan kerusakan pembuluh otak.