Anda di halaman 1dari 5

Nama

: Hafidin Syarif Huda

NPM : 210110130294
Kelas

: Mankom A 2013

M. Kuliah

: Man. Periklanan

1. Iklan Shampo Head & Shoulder

Pelanggaran

EPI

yang

ditemukan

adalah

penayangan

pernyataan

superlatif di dalam iklan Shampo Head & Shoulder berupa pernyataan :


Shampo anti ketombe no 1 di dunia. Pernyataan superlatif di dalam iklan
melanggar EPI BAB IIIA No. 1.2.2 yang menyatakan bahwa: Iklan tidak
boleh menggunakan kata-kata superlatif seperti paling, nomor satu,
top, atau kata-kata berawalan ter dan atau yang bermakna sama,
tanpa secara khas menjelaskan keunggulan tersebut yang harus dapat
dibuktikan dengan pernyataan tertulis dan otoritas terkait atau sumber
yang otentik. dan juga menganggap produk lain menjadi nomer 2 dan
seterusnya.

2. Iklan Bintang Toedjoeh

Pelanggara EPI yang ditemukan dalam iklan ini adalah pelanggaran


tentang norma, dimana dalam iklan ini melanggar EPI no 1.2.6 tentang
Pornografi dan Pornoaksi. Sudah jelas didalam EPI ini bahwa Iklan tidak
boleh mengeksploitasi erotisme atau seksualitas dalam bentuk dan
dengan cara apa pun, namun dalam iklan ini terlihat jelas dengan adegan
bernyanyi sambil bergoyang, karena iklan ini menggunakan penyanyi
dangdut yang notabanenya bahwa masyarakat selalu mengkaitkan
dengan pelanggaran norma ini.

3. Iklan Pompa Air Shimizu

Iklan Pompa Air Shimizu telah melanggar EPI BAB III no 1.2.6 tentang
Pornografi dan Pornoaksi. Sudah jelas didalam EPI ini bahwa Iklan tidak
boleh mengeksploitasi erotisme atau seksualitas dalam bentuk dan
dengan cara apa pun
Iklan Pompa Air SHIMIZU juga telah melanggar UU Pornografi/ UU 44
Tahun 2008, dalam UU tersebut dijelaskan bahwa : Pornografi adalah
gambar, sketsa, ilustrasi, foto, tulisan, suara, bunyi, gambar bergerak,
animasi, kartun, percakapan, gerak tubuh, atau bentuk pesan lainnya
melalui berbagai bentuk media komunikasi dan/atau pertunjukan di muka
umum, yang memuat kecabulan atau eksploitasi seksual yang melanggar
norma kesusilaan dalam masyarakat. Jasa pornografi adalah segala jenis
layanan pornografi yang disediakan oleh orang perseorangan atau
korporasi melalui pertunjukan langsung, televisi kabel, televisi teresterial,
radio, telepon, internet, dan komunikasi elektronik lainnya serta surat
kabar, majalah, dan barang cetakan lainnya.
Dalam iklan Shimizu, sudah sangat jelas bahwa pornografi terkandung
dalam pembuatan dan penayangan iklan tersebut. Dimana, sang pembuat
iklan menonjolkan kisah wanita seksi yang mengeluh akan kekurang
tangguhan pompa airnya. Tapi dalam iklan ini disajikan berbeda, dimana
sang pembuat iklan malah menampilkan pesan pesan berbau seks.
Dilihat juga ketika sang wanita seksi disiram dengan air yang mengalir
deras setelah di pompa dengan pompoa air Shimizu ini dan disinilah
wanita tersebut menonjolkan keseksian tubuhnya dibalut baju berwarna
putih yang transparan ketika basah tersiram air.
Berikutnya juga melanggar UU PENYIARAN/ UU 32 Tahun 2002 pasal 1
yang berbunyi : "Siaran iklan adalah siaran informasi yang bersifat
3

komersial dan layanan masyarakat tentang tersedianya jasa, barang, dan


gagasan yang dapat dimanfaatkan oleh khalayak dengan atau tanpa
imbalan kepada lembaga penyiaran yang bersangkutan." UU PENYIARAN/
UU 32 Tahun 2002 pasal 3 yang berbunyi : "Penyiaran diselenggarakan
dengan tujuan untuk memperkukuh integrasi nasional, terbinanya watak
dan jati diri bangsa yang beriman dan bertakwa, mencerdaskan kehidupan
bangsa, memajukan kesejahteraan umum, dalam rangka membangun
masyarakat

yang

mandiri,

demokratis,

adil

dan

sejahtera,

serta

menumbuhkan industri penyiaran Indonesia."


Dalam pasal tersebut tertera bahwa penyiaran ditujukan agar terbinanya
watak dan jati diri bangsa tetapi bagaimana bisa watak dan jati diri
bangsa terbentuk apabila siaran iklannya berbau seks seperti ini malah
akan merusak iman dan takwa. Walaupun tujuannya untuk menumbuhkan
industri penyiaran di Indonesia tetapi tayangan iklannya sangat tidak baik
untuk ditampilkan didepan masyarakat Indonesia. Kemudian pada UU
PENYIARAN/ UU 32 Tahun 2002 pasal 4 ayat (1) yang berbunyi : "penyiaran
sebagai kegiatan komunikasi massa mempunyai fungsi sebagai media
informasi, pendidikan, hiburan yang sehat, kontrol dan perekat sosial," dan
UU PENYIARAN/ UU 32 Tahun 2002 ayat (2) yang berbunyi : "Dalam
menjalankan fungsi sebagaimana dimaksud dalam ayat (1), penyiaran
juga mempunyai fungsi ekonomi dan kebudayaan."
Jika dilihat dari pasal diatas jelas sekali bahwa iklan Shimizu ini memang
memberikan informasi tentang pompa air namun juga melenceng kearah
yang tidak sehat. Padahal dalam UU yang tertera diatas disebutkan bahwa
penyiaran memiliki fungsi sebagai media informasi, pendidikan, hiburan
yang sehat, control dan perekat sosial tetapi jelas bahwa iklan tersebut
sangat tidak berpendidikan dan bukan merupakan hiburan yang sehat
untuk ditayangkan justru iklan tersebut lebih mengundang kearah seks
dan hal ini sangat tidak baik untuk siaran iklan di Indonesia. Selanjutnya
pada ayat dua dijelaskan bahwa fungsinya mempunyai fungsi ekonomi
dan kebudayaan tetapi dalam iklan pompa air Shimizu ini justru merusak
citra kebudayaan bangsa Indonesia sendiri karena menampilkan tayangan
yang tidak senonoh.
Selanjutnya dalam UU PENYIARAN/ UU 32 Tahun 2002 Pasal 5 yang
berbunyi bahwa penyiaran diarahkan untuk:
4

a) menjunjung tinggi pelaksanaan Pancasila dan Undang-Undang


Dasar Negara Republik Indonesia Tahun 1945;
b) menjaga dan meningkatkan moralitas dan nilai-nilai agama serta
c)
d)
e)
f)

jati diri bangsa;


meningkatkan kualitas sumber daya manusia;
menjaga dan mempererat persatuan dan kesatuan bangsa;
meningkatkan kesadaran ketaatan hukum dan disiplin nasional;
menyalurkan pendapat umum serta mendorong peran aktif
masyarakat

dalam

pembangunan

nasional

dan

daerah

serta

melestarikan lingkungan hidup mencegah monopoli kepemilikan


dan mendukung persaingan yang sehat di bidang penyiaran;
g) mendorong peningkatan kemampuan perekonomian rakyat,
mewujudkan pemerataan, dan memperkuat daya saing bangsa
dalam era globalisasi;
h) memberikan informasi yang benar, seimbang, dan bertanggung
jawab; memajukan kebudayaan nasional.
Namun dalam iklan Pompa Air SHIMIZU tak satupun sisi positif yang
dapat dipertanggungjawabkan sesuai dengan UU PENYIARAN/ UU 32 Tahun
2002 Pasal 5, justru iklan tersebut akan bisa merusak iman dan
melunturkan nilai jati diri bangsa melalui adegan-adegan yang tidak
senonoh.. Selain itu memang iklan ini memberikan informasi yang benar
tetapi caranya tidak benar dan tidak sesuai yang diatur oleh perundangundangan dan hal ini jelas tidak memajukan kebudayaan nasional.

Sumber :
http://mirnagita.blogspot.co.id/2014/06/makalah-pelanggaran-kode-etikdalam.html
http://www.pariwaraindonesia.com/index.php/id/suara/opini/item/191-tentangiklan-yang-melanggar-kode-etik