Anda di halaman 1dari 25

PERAN DAN KOORDINASI PENGELOLAAN

MINERBA ANTARA DAERAH PROVINSI


DAN DAERAH KAB/KOTA DALAM
UU NO. 23 TAHUN 2014
DR. AHMAD REDI, S.H.,M.H,
FOCUS GROUP DISCUSSION
KEMENTERIAN ENERGI DAN SUMBER DAYA MINERAL,
JAKARTA 2015

UU NO.23/2014
KONKUREN

ABSOLUT

PEM.UMUM

URUSAN
PEMERINTAHAN

UU NO.23/2014

ABSOLUT

1. AGAMA
2. PERTAHANAN
3. KEAMANAN
4.YUSTISIA
5. POLITIK LN
6. MONETER DAN FISKAL NASIONAL

UU NO.23/2014
KONKUREN

WAJIB

PELAYANAN DASAR
(PENDIDIKAN,
KESEHATAN, PU-TR,
SOSIAL, DLL)

PILIHAN

BUKAN PELAYANAN
DASAR
(PANGAN, NAKER,
PERHUBUNGAN,
DLL)

ESDM,

KEHUTANAN,
PERTANIAN,
PERDAGANGAN,
DLL)

UU NO.23/2014

PEMERINTAHAN
UMUM

PEMBINAAN WAWASAN
KEBANGSAAN, KETAHANAN
NASIONAL, PERSATUAN DAN
KESATUAN BANGSA,
KERUKUNAN, PENANGANAN
KONFLIK, DLL

KRITERIA KEWENANGAN DAERAH


PROVINSI

Urusan Pemerintahan yang lokasinya lintas


Daerah kabupaten/kota;
Urusan Pemerintahan yang penggunanya lintas
Daerah kabupaten/kota;
Urusan Pemerintahan yang manfaat atau
dampak
negatifnya
lintas
Daerah
kabupaten/kota; dan/atau
Urusan Pemerintahan yang penggunaan sumber
dayanya lebih efisien apabila dilakukan oleh
Daerah Provinsi.

KRITERIA KEWENANGAN DAERAH


KAB/KOTA

URUSAN PEMERINTAHAN YANG LOKASINYA


BERADA DLM KAB/KOTA;
URUSAN PEMERINTAHAN YANG PENGGUNANYA
DLM DAERAH KAB/KOTA;
URUSAN PEMERINTAHAN YANG MANFAAT DAN
DAMPAK NEGATIFNYA HANYA BERADA DLM
KAB/KOTA;
URUSAN
PEMERINTAH
YG
PENGGUNAAN
DANANYA LBH EFISIEN APABILA DILAKUKAN DI
KAB/KOTA.

PENGELOLAAN PERTAMBANGAN OLEH


PEMDA
1.
2.
3.
4.
5.
6.

7.

Penetapan WIUP;
Penerbitan IUP mineral logam dan batubara;
Penerbitan IUP mineral bukan logam dan batuan;
Penerbitan IPR;
Penerbitkan IUP OP Khusus Pengelolaan dan Pemurnian
PMDN;
Penerbitan Izin Usaha Jasa Pertambangan dan SK
Terdaftar PMDN;
Penetapan harga patokan mineral bukan logam dan
batuan.

LAMPIRAN UU NO. 23/2014

PENETAPAN WIUP

Ada Putusan MK No. 10/PUU-X/2012:


Pasal 14 ayat (1 ) UU No. 4/2009 selengkapnya menjadi,
Penetapan WUP dilakukan oleh Pemerintah setelah
ditentukan oleh pemerintah daerah dan disampaikan secara
tertulis kepada DPR RI
Pasal 14 ayat (2) UU No. 4/2009 selengkapnya menjadi,
Penentuan sebagaimana dimaksud pada ayat (1) dilakukan
oleh pemerintah daerah yang bersangkutan berdasarkan data
dan informasi yang dimiliki Pemerintah dan pemerintah
daerah.
Pasal 17 UU No/ 4/2009 selengkapnya menjadi, Luas dan
batas WIUP mineral logam dan batubara ditetapkan oleh
Pemerintah setelah ditentukan oleh pemerintah daerah
berdasarkan kriteria yang dimiliki oleh Pemerintah.
Mana yang harus diikuti Putusan MK atau UU 23/2014?

PENERBITAN IUP

UU NO. 4 TAHUN 2009


Diberikan oleh Menteri, gub, bupati/walikota sesuai
kewenangan.
UU NO. 23 TAHUN 2014
Diberikan oleh Menteri dan gubernur sesuai kewenangan.
UU NO. 30 TAHUN 2014
Izin, Konsesi, Dispensasi

KONSEPSI PERIZINAN DALAM UU NO. 30


TAHUN 2014
Perizinan, terbagai atas:
Izin
Keputusan Pejabat Pemerintahan yang berwenang sebagai wujud
persetujuan atas permohonan Warga Masyarakat sesuai dengan
ketentuan peraturan perundang-undangan.
Konsesi
Keputusan Pejabat Pemerintahan yang berwenang sebagai wujud
persetujuan dari kesepakatan Badan dan/atau Pejabat Pemerintahan
dengan selain Badan dan/atau Pejabat Pemerintahan dalam
pengelolaan fasilitas umum dan/atau sumber daya alam dan
pengelolaan lainnya sesuai dengan ketentuan peraturan perundangundangan.
Dispensasi
Keputusan Pejabat Pemerintahan yang berwenang sebagai wujud
persetujuan atas permohonan Warga Masyarakat yang merupakan
pengecualian terhadap suatu larangan atau perintah sesuai dengan
ketentuan peraturan perundang-undangan.

BEDA IZIN DAN KONSESI


IZIN (VERGUNNING)
1. Tindakan/keputusan HAN bersegi satu;
2. Izin adalah suatu ketetapan untuk memeperbolehkan suatu tindakan sebagai suatu penyimpangan dari
keadaan yang melarang tindakan tersebut
3. Dalam lapangan hukum publik;
4. Penyelesaian sengketa : PTUN
5. Sumber hukum : PUU
6. Hak dan kewajiban : Pemerintah (pemberi izin) lebih besar.
KONSESI (CONCESSIE)
1. Tindakan/keputusan HAN bersegi dua;
2. Konsesi merupakan suatu izin berhubungan dengan kepentingan umum yang sebenarnya pekerjaan itu
menjadi tugas dari pemerintah;
3. Pemerintah memberikan hak penyelenggaraannya kepada konsesionaris yang bukan pejabat
pemerintah;
4. Bentuknya dapat berupa kontraktual atau kombinasi antara lisensi dengan pemberian status tertentu
dengan hak dan kewajiban serta syarat-syarat tertentu;
5. Dalam lapangan hukum privat;
6. Penyelesaian sengketa : arbirtase dan APS;
7. Sumber hukum : PUU dan perjanjian/kontrak;
8. Hak dan kewajiban : seimbang/setara.

Izin (Pasal 39 UU Adpem)


1. diterbitkan persetujuan sebelum kegiatan dilaksanakan;
dan
2. kegiatan yang akan dilaksanakan merupakan kegiatan
yang memerlukan perhatian khusus dan/atau memenuhi
ketentuan peraturan perundang-undangan.
Konsesi (Pasal 39 UU Adpem)
1. diterbitkan persetujuan sebelum kegiatan dilaksanakan;
2. persetujuan diperoleh berdasarkan kesepakatan Badan
dan/atau Pejabat Pemerintahan dengan pihak
Badan Usaha Milik Negara, Badan Usaha Milik Daerah,
dan/atau swasta; dan
3. kegiatan yang akan dilaksanakan merupakan kegiatan
yang memerlukan perhatian khusus.

IZIN DALAM UU MINERBA

IUP, IPR, IUPK merupakan Keputusan Pejabat


Pemerintahan yang berwenang sebagai wujud persetujuan
atas permohonan Warga Masyarakat sesuai dengan
ketentuan peraturan perundang-undangan;
Dalam pengusahaan minerba tidak semata-mata pilihannya
pengusahaannya mutlak pada konsesi;
Bila konsesi maka Badan dan/atau Pejabat
Pemerintahan dengan pihak Badan Usaha Milik Negara,
Badan Usaha Milik Daerah, dan/atau swasta yang membuat
kesepakatan/perjanjian/

MENURUT MK:
Ketika kontrak telah ditandatangani, negara menjadi terikat
pada isi kontrak;
Negara kehilangan diskresi untuk membuat regulasi bagi
kepentingan rakyat yang bertentangan dengan isi kontrak;
Negara kehilangan kedaulatannya dalam penguasaan sumber
daya alam yang bertentangan dengan isi kontrak;
Negara sebagai representasi rakyat dalam penguasaan sumber
daya alam harus memiliki keleluasaan membuat aturan yang
membawa manfaat bagi sebesar-besarnya kemakmuran rakyat.;
Hubungan antara negara dengan swasta dalam pengelolaan
sumber daya alam tidak dapat dilakukan dengan hubungan
keperdataan, akan tetapi harus merupakan hubungan yang
bersifat publik yaitu berupa pemberian konsesi atau perizinan
yang sepenuhnya di bawah kontrol dan kekuasaan negara;
Kontrak keperdataan akan mendegradasi kedaulatan negara
atas sumber daya alam.
Putusan MK Nomor 36/PUU-X/2012 tentang Pengujian
UU Nomor 22 Tahun 2001.

KONSEPSI PERIZINAN DALAM UU NO. 23


TAHUN 2014
1.
2.
3.
4.
5.

6.

Pasal 350
Kepala daerah wajib memberikan pelayanan perizinan sesuai
dengan ketentuan peraturan perundang-undangan.
Dalam memberikan pelayanan perizinan, Daerah membentuk unit
pelayanan terpadu satu pintu.
Pembentukan unit pelayanan terpadu satu pintu berpedoman pada
ketentuan peraturan perundang-undangan.
Kepala daerah yang tidak memberikan pelayanan perizinan dikenai
sanksi administratif.
Sanksi administratif berupa teguran tertulis kepada gubernur oleh
Menteri dan kepada bupati/wali kota oleh gubernur sebagai wakil
Pemerintah Pusat untuk pelanggaran yang bersifat administrasi.
Dalam hal teguran tertulis telah disampaikan 2 (dua) kali berturutturut dan tetap tidak dilaksanakan oleh kepala daerah, Menteri
mengambil alih pemberian izin yang menjadi kewenangan gubernur
dan gubernur sebagai wakil Pemerintah Pusat mengambil alih
pemberian izin yang menjadi kewenangan bupati/wali kota.

Pasal 404
Serah terima personel, pendanaan, sarana dan prasarana, serta
dokumen sebagai akibat pembagian Urusan Pemerintahanantara
Pemerintah Pusat, Daerah provinsi dan Daerahkabupaten/kota
yang diatur berdasarkan Undang-Undang ini dilakukan paling
lama 2 (dua) tahun terhitung sejak Undang- Undang ini
diundangkan.
30 September 2016
Pasal 407
Pada saat Undang-Undang ini mulai berlaku, semua peraturan
perundang-undangan yang berkaitan secara langsung dengan
Daerah
wajib
mendasarkan
dan
menyesuaikan
pengaturannya pada Undang-Undang ini.

TUGAS PEMBANTUAN

Tugas Pembantuan adalah penugasan dari Pemerintah Pusat kepada daerah otonom untuk
melaksanakan sebagian Urusan Pemerintahan yang menjadi kewenangan Pemerintah Pusat
atau dari Pemerintah Daerah provinsi kepada Daerah kabupaten/kota untuk melaksanakan
sebagian Urusan Pemerintahan yang menjadi kewenangan Daerah provinsi.

Urusan pemerintahan konkuren yang menjadi kewenangan


Pemerintah Pusat
diselenggarakan: a. sendiri oleh Pemerintah Pusat; b. dengan cara melimpahkan kepada
gubernur sebagai wakil Pemerintah Pusat atau kepada Instansi Vertikal yang ada di Daerah
berdasarkan asas Dekonsentrasi; atau c. dengan cara menugasi Daerah berdasarkan
asas Tugas Pembantuan. (Pasal 19)

Urusan pemerintahan
diselenggarakan:

konkuren

yang

menjadi

kewenangan

Daerah

provinsi

1.

sendiri oleh Daerah provinsi;

2.

dengan cara menugasi Daerah kabupaten/kota berdasarkan asas Tugas


Pembantuan; atau

3.

dengan cara menugasi Desa.

Penugasan oleh Daerah provinsi kepada Daerah kabupaten/kota berdasarkan asas Tugas
Pembantuan ditetapkan dengan peraturan gubernur sesuai dengan ketentuan peraturan
perundang-undangan.

Kewenangan pemberian IUP/IPR dapat ditugas-perbantukan ke kab/kota.

PENYALAGUNAAN WEWENANG
Badan

dan/atau Pejabat Pemerintahan


dilarang menyalahgunakan Wewenang.
Larangan
penyalahgunaan Wewenang
meliputi:
1. larangan melampaui Wewenang;
2. larangan
mencampuradukkan
Wewenang; dan/atau
3. larangan bertindak sewenang-wenang.

MELAMPAU WEWENANG
melampaui masa jabatan atau batas waktu berlakunya
Wewenang;
melampaui batas wilayah berlakunya Wewenang; dan/atau
bertentangan dengan ketentuan peraturan perundangundangan.
MENCAMPURADUKAN WEWENANG
di luar cakupan bidang atau materi Wewenang yang
diberikan; dan/atau
bertentangan dengan tujuan Wewenang yang diberikan.
SEWENANG-WENANG
tanpa dasar Kewenangan; dan/atau
bertentangan
dengan
Putusan
Pengadilan
yang
berkekuatan hukum tetap.

MANAJEMEN PENYELENGGARAAN
URUSAN KONKUREN

Substansi urusan yang dibagi antara Pemerintah Pusat dan Daerah


provinsi dan Daerah kabupaten/kota sebagaimana dimuat dalam
matriks termasuk kewenangan dalam pengelolaan:
1. unsur manajemen (yang meliputi sarana dan prasarana,
personil, bahan-bahan, metode kerja); dan
2. fungsi
manajemen
(yang
meliputi
perencanaan,
pengorganisasian, pelaksanaan, pengoordinasian, penganggaran,
pengawasan, penelitian dan pengembangan, standardisasi, dan
pengelolaan informasi).
Dalam substansi Urusan Pemerintahan tersebut melekat menjadi
kewenangan masing-masing tingkatan atau susunan pemerintahan
tersebut, kecuali apabila dalam matriks pembagian Urusan
Pemerintahan konkuren tersebut terdapat unsur manajemen
dan/atau fungsi manajemen yang secara khusus sudah dinyatakan
menjadi kewenangan suatu tingkatan atau susunan pemerintahan
yang lain, sehingga tidak lagi melekat pada substansi Urusan
Pemerintahan pada tingkatan ataususunan pemerintahan tersebut.

SEKIAN