Anda di halaman 1dari 20

Komunikasi dalam Pendidikan

Kesehatan

Ruang Lingkup Komunikasi Kesehatan


Definisi Komunikasi
Proses penyampaian informasi yang diatur
berdasarkan kesepakatan tertentu
Proses pengoperasian rangsangan (stimulus)
dalam bentuk lambang atau simbol bahasa
atau gerak (non-verbal), untuk mempengaruhi
perilaku orang lain (Hovland C.I)
Suatu proses, kegiatan yang terus menerus
Setiap aktivitas saling memberikan komunikasi
(Williams)

Tujuan Komunikasi
1. Terjadinya perubahan perilaku sasaran
2. Ada suatu efek yang diinginkan oleh
komunikator ;
Perubahan pengetahuan (kognitif)
komunikan
Perubahan sikap komunikan
Perubahan tingkah laku yang dapat
diamati (over behavior) komunikan

Komunikasi Kesehatan
Usaha yang sistematis untuk mempengaruhi secara
positif perilaku kesehatan masyarakat, dengan
menggunakan berbagai prinsip dan metode
komunikasi, baik menggunakan komunikasi
interpersonal, maupun komunikasi massa.
Bagaimana seorang individu dalam satu
kelompok/masyarakat menghadapi isu-isu yang
berhubungan dengan kesehatan serta berupaya
untuk memelihara kesehatannya (Northhouse &
Northhouse, 1985)
Tujuan utama komunikasi kesehatan adalah
perubahan perilaku kesehatan masyarakat

1.

2.
3.

Komunikasi antar pribadi (interpersonal


communication)
Komunikasi langsung, tatap muka antara satu
orang dengan orang lain baik perorangan
maupun kelompok.
Efektif jika terpenuhi tiga hal berikut ini :
Empathy, yakni menempatkan diri pada
kedudukan orang lain (orang yang diajak
berkomunikasi)
Respect terhadap perasaan dan sikap orang lain
Jujur dalam menanggapi pertanyaan orang lain
yang diajak berkomunikasi

Komunikasi massa (mass communication)


penggunaan media massa untuk
menyampaikan pesan-pesan atau
informasi kepada khalayak atau
masyarakat.
tidak hanya terbatas pada penggunaan
media cetak dan media elektronik saja,
melainkan mencakup juga penggunaan
media tradisional. Misal menyisipkan
pesan kesehatan melalui wayang kulit (di
Jateng, DIY), wayang golek (Jabar.).

Peran Komunikasi Kesehatan

Adanya perbedaan antara pihak provider


dengan masyarakat penerima program
kesehatan, khususnya dalam persepsi
dan perilaku sehat
Berbeda field of experience & field of
reference antara petugas dan masyarakat
perbedaan kebutuhan dan lingkungan
(fisik, sosial, ekonomi, pendidikan,
politis,dsb) karena perbedaan tersebut
masyarakat tidak merasakan kesehatan
sebagai suatu kebutuhan

Model-model Komunikasi di dalam Komunikasi Kesehatan

1. Model Shanon-Weaver
Komunikasi sebagai sistem
Ciri utama, adanya konsep noise
(pengganggu)
Kekuatan model ini, memperjelas suatu proses
penyampaian informasi dari sumber ke tempat
tujuan secara rinci.
Kelemahannya, kurang dapat menjelaskan
bagaimana hubungan transaksional (timbal
balik) antara sumber informasi dan penerima
Bersifat satu arah (one way event)

message

Information
source

Message

Received

signal

signal

Received

transmitter
Noise
source

Skema Model Shanon-Weaver

Destination

Model-model Komunikasi di dalam Komunikasi Kesehatan

2. Model S M C R
Proses komunikasi berlangsung
berdasarkan keterampilan, sikap,
pengetahuan dan latar belakang budaya
yang berbeda dari sumber informasi
Kekuatannya, komunikasi dilihat sebagai
suatu proses yang dinamis, bukan
sekedar peristiwa yang statis.
Kekurangannya, tidak adanya mekanisme
umpan balik (feed-back)

SOURCE

MESSAGE CHANEL

RECEIVER

Communication
Skills

Elemen

Seeing

Communication
Skills

Attitudes

Structure

Hearing

Attitudes

Knowledges

Content

Touching

Knowledges

Social Systems

Treatmens

Smelling

Social Systems

Culture

Code

Tasting

Culture

Model S M C R

Model-model Komunikasi di dalam Komunikasi Kesehatan

3. Speech Communication Model


Miller (1972)
komunikasi terdiri dari tiga variabel, yaitu
pembicara (speaker), pendengar
(receiver), dan umpan balik (feed-back)

SPEAKER

Positif/negatif

LISTENER

ATTITUDE
ENCODING

FEED-BACK

SKILLS

Speech Communication Model

ATTITUDE
ENCODING
SKILLS

Komunikasi Kesehatan Masyarakat sebagai Intervensi


Perubahan Perilaku

Dengan adanya intervensi komunikasi


kesehatan juga diharapkan dapat
menumbuhkan permintaan (demand)
terhadap produk atau pelayanan
kesehatan yang dibutuhkan, seperti KB,
Kelangsungan Hidup Anak, Pencegahan
Penyakit Infeksi
Konsumen/klien ditempatkan pada posisi
yang penting dan dianggap menentukan

Komunikasi Kesehatan Masyarakat sebagai


Intervensi Perubahan Perilaku

Efek dari Komunikasi Kesehatan


Masyarakat adalah tumbuhnya motivasi
masyarakat untuk mengadopsi kebiasaan
atau perilaku baru

Strategi dalam komunikasi Pendidikan


Kesehatan Masyarakat

1.
2.
3.
4.

Persuasif (persuasif strategy)


Kompulsif (compulsif strategy)
Pervasif (pervasif strategy)
Koersif (coersion strategy)

Strategi dalam komunikasi Pendidikan


Kesehatan Masyarakat

1. Persuasif (persuasif strategy)


Pendekatan dengan daya tarik, terdiri dari :
- Daya tarik positif, dalam bentuk
pemberian insentif atau imbalan
- Daya tarik negatif, memberikan ancaman
hingga masyarakat berusaha
menghindari hal-hal yang mengarah
yang merugikan dirinya

Strategi dalam komunikasi Pendidikan


Kesehatan Masyarakat

2. Kompulsif (compulsif strategy)


- Menciptakan suasana sedemikian rupa
sehingga orang dengan tidak langsung
mengubah sikapnya,
- Contoh ; pengkondisian masyarakat di
negara-negara komunis yang
menyebabkan masyarakat mau tidak mau
mengikuti aturan yang dibuat oleh pemerintahnya

Strategi dalam komunikasi Pendidikan


Kesehatan Masyarakat

3. Pervasif (pervasif strategy)


Strategi dengan melakukan pengulangan
terhadap suatu hal yang diharapkan akan
terjadi pada orang lain/masyarakat,
dengan harapan usaha tersebut akan
mempengaruhi alam bawah sadar
seseorang sehingga orang tersebut mau
mengubah dirinya sesuai dengan tindakan
pengulangan yang dilakukan petugas

Strategi dalam komunikasi Pendidikan


Kesehatan Masyarakat

4. Koersif (coersion strategy)


Strategi yang dilakukan dengan
memberlakukan hukum fisik atau materi
undang-undang atau peraturan yang
diadakan untuk memaksa terjadinya
perubahan perilaku