Anda di halaman 1dari 5

SISKA, 125020300111112, Kasus 6

1. Aktivitas pengendalian yang nampak pada sistem pengolahan persediaan PT. Maju
Makmur:
a. Adanya campur tangan dan keikut sertaan Langgeng Santoso terkait dengan
pemesanan dan pembelian barang:
- Langgeng Santoso sebagai pemilik PT. Maju Makmur untuk melakukan
review terhadap pemesanan dan pembelian barang yang dilakukan oleh
Samsul Arif mungkin cukup baik, tapi tidak efektif saat perusahaan go
-

public dan menjadi besar.


Saat ini merupakan waktu yang tepat untuk mengubah sistem khususnya
pemesanan dan pembelian. Saran yang dapat diberikan oleh auditor terkait
dengan sistem ini adalah PT. Maju Makmur harus menambah kebijakan
manajemen pada sistem ini, kebijakan manajemen ini terkait dengan
besaran nilai pemesanaan dan pembelian yang dapat disahkan oleh Samsul
Arif dan besaran nilai yang dapat disahkan oleh Langgeng Santoso agar

mudah saat go public.


b. Pemeriksaan fisik kelengkapan dan kesesuaian barang dengan faktur pesanan.
Pemeriksaaaan ini sesuai dengan asersi penilaian yang berarti pemeriksaan
yang dilakukan oleh PT. Maju Makmur untuk menggambarkan kelengkapan
apakah barang yang dipesan telah sesuai dengan yang diterima dan juga
penjurnalan yangh dibuat, selain itu kesesuaian besaran kewajiban yang harus
dilaksanakan oleh PT. Maju makmur juga tergantung besaran jumlah barang
yang diterima, dan tentunya semua itu juga akan berpengaruh terhadap
penilaian terkait akun pembelian dan persediaan yang akan dicatat oleh PT.
Maju makmur
c. Sistem pemesanan dan pembelian sudah cukup terdokumentasi, hal ini dapat
dilihat dari adanya lembar permintaan yang telah terdokumentasi seacra baik
dan dibuat sebanayk rangkap tiga (3) yaitu untuk bagian tresuri, controller dan
operasional dan logistik.
d. Pencocokan harga pada faktur dengan indeks daftar harga. Kegiatan ini untuk
memenuhi asersi hak dan kewajiban, penilaian, juga asersi penyajian dan
pengungkapan, dimana kesesuaian harga pada faktur haruslah sesuai dengan
indeks daftar harga yang ada, karena jika ada ketidakcocokan maka akan
memberikan gambaran yang tidak jelas terkait kewajiban, penilaian dan
penyajian/pengungkapan pada laporan keuangan)

SISKA, 125020300111112, Kasus 6

e. Laporan penerimaan barang juga telah terdokumentasi dengan baik, dokumen


ini dicetak dua rangkap yang diserahkan kepada bagian controller dan bagian
tresuri
.
f. Adanya pencocokan antara faktur dari samsang dengan dokumen permintaan
barang dan laporan penerimaan barang. Kegiatan ini juga memenuhi asersi
hak dan kewajiban juga asersi penilaian atau alokasi. Karena melalui
pencocokan tersebut maka akan diketahui jika terjadi ketidak cocokan antara
ketiga dokumen tersebut yang nantinya kan berpengaruh terhadap kewajiban
PT. Maju makmur dan penilaian yang dilakukan oleh PT. Maju makmur terkait
kegiatan pembelian persediaan)
2. Pada prosedur pengujian pertama yang ingin diuji adalah asersi keterjadian. Asersi
keterjadian ini memeriksa dokumen-dokumen yang mendukung, pada dokumen
permintaan barang dibandingkan dengan cek pembayaran. Prosedur pengujian kedua
yang dilakukan pada laporan penerimaan barang digunakan untuk menguji asersi
manajemen hak dan kewajiban dan penyajian dan pengungkapan kegiatan pembelian
barang dan juga kelengkapan terkait dengan pengeluaran cek yang dilakukan untuk
pembelian persediaan yang benar keberadaan dan keterjadiannya, pada prosedur
pengujian yang kedua auditor bisa memastikan apakah hutang terkait pemebelian
persediaan memang telah menjadi kewajiban PT. Maju makmur pada suatu tanggal
tertentu.
3. Kasus pembayaran barang yang tidak diterima sangat sulit terjadi karena pihak PT.
Maju Makmur secara terus menerus kesesuaian antara faktur dari samsang dengan
dokumen permintaan barang dan laporan penerimaan barang.
Jika terjadi perbedaan antara barang yang dipesan dan barang yang datang pada
bagian gudang PT. Maju makmur, pihak PT. Maju makmur akan mengetahuinya
melalui daftar permintaan barang dan pencocokan pun dilakukan hingga selesai dan
dibuatlah laporan penerimaan barang yang nantinya bisa digunakan sebagai bukti dan
bahan pencocokan seandainya ada ketidak sesuaian terhadap faktur dari samsang.
4. Dokumen tersebut adalah dokumen milik KAP AS & R. Dokumen yang ditampilkan
pada lampiran 6a merupakan dokumen pengujian audit pada area pembelian
persediaan.
Perlakuan yang dilakukan oleh auditor adalah memilih 12 sampel transaksi pembelian
persediaan secara acak yang harus dibayarakan oleh PT. Maju makmur, yang mana

SISKA, 125020300111112, Kasus 6

auditor dalam prosedur auditnya ingin memastikan apakah kegiatan pada area
persediaan (pembelian persediaan) telah berjalan sesuai dengan tujuan yang telah
ditetapkan PT. Maju makmur dan sesuai dengan tujuan yang diharapkan oleh KAP
AS&R.
Tujuan pembuatan dokumen tersebut adalah:
1) Analisis bukti audit sebelumnya
2) Analisis barang yang ketepatan barang yang telah dipesan dan diterima
3) Analisis penilaian dan klasifikasi aset dan beban
4) Analisis pengeluaran kas
5. Pengawasan sangat penting di dalam perikatan audit, secara umum pengawasan
tersebut digunakan untuk memberikan pendampigan bagi auditor junior untuk
menjalankan proses audit. Sedangkan fungsi asisten di dalam pemeriksaan audit
antara lain:
1) Pemahaman bisnis klien yang lebih baik karena pengalaman asisten
Auditor harus memahami bisnis klien yang dapat digunakan untuk
mengidentifikasikan dan memahami peristiwa transaksi.
2) Penaksiran resiko audit dan perlakuan yang digunakan di dalam prosedur
audit.
Bentuk pengawasan yang dilakukan oleh Ruslan Gani adalah terkait pengawasan
mengenai ketaatan karyawan dengan prosedur pengendalian yang ditetapkan dalam
melakukan

aktifitasnya.

Karena

apabila

karyawan

telah

menaati

prosedur

pengendalian yang ditetapkan dalam melakukan aktifitasnya (aktifitas pembelian


persediaan) maka besar harapan tujuan yang ditetapkan PT. Maju makmur dan tujuan
audit yang tertera pada lampiran 6.a akan tercapai.
6. Maksud dari istilah N-2 pada lampiran 6.a
1) Penentuan transaksi pembelian kredit
2) Penentuan pembayaran pembelian

kredit

yang

dilakukan

ddengan

menggunakan cek
3) Penentuan vendor (penyedia barang/jasa) yaitu samsang
7. Informasi tersebut disertakan untuk memberikan pemahaman lebih pada klien terkait
kegiatan audit, dimana agar klien bisa mengetahui sasaran/tujuan seperti apa yang
ditetapkan auditor sehingga auditor bisa memutuskan prosedur audit yang digunakan
dan mengapa keluar kesimpulan seperti itu. Dan juga agar klien tahu bahwa hasil
kesimpulan audit tersebut berdasarkan atas keluasan yang telah ditentukan oleh
auditor, dimana dalam kasus ini populasinya merupakan semua pembayaran pada
samsang products, sedangkan sampelnya adalah 12 pembayaran barang samsang dari

SISKA, 125020300111112, Kasus 6

jurnal pengeluaran kas. Selain itu kesimpulan yang dikeluarkan auditor juga bisa
dipertahankan dengan adanya sasaran audit, keluasan, prosedur audit dan komentar.
8. Terdapat sepuluh prosedur audit umum, yaitu:
1) Prosedur analitis
2) Inspeksi
3) Konfirmasi
4) Permintaan keterangan
5) Penghitungan
6) Penelusuran
7) Pemeriksaan bukti pendukung
8) Pengamatan
9) Pelaksanaan ulang
10) Teknik audit berbantuan komputer
Pemilihan prosedur audit yang akan digunakan untuk menyelesaikan suatu
tujuan/sasaran audit tertentu dinilai dari efektivitas prosedur audit dalam
memenuhi tujuan/sasaran audit spesifik tersebut, selain itu biaya pelaksanaan
juga harus dipertimbangkan dalam pemilihan prosedur audit yang akan
digunakan.
Dalam kasus ini KAP AS&R telah menerapkan prosedur audit antara lain:

1) Prosedur analitis
Yaitu terdiri dari penelitian dan perbandingan hubungan diantara data.
Prosedur analitis seringkali meliputi juga pengukuran kegiatan bisnis yang
mendasari operasi serta membandingkan ukuran-ukuran kunci ekonomi yang
menggerakkan bisnis dengan hasil keuangan terkait.
2) Penghitungan
Prosedur tersebut dapat dilihat saat auditor meneliti apakah klien telah
mengalikan dan menjumlahkan setiap faktur dengan benar. Selain itu juga
auditor mencocokkan jumlah dolar dan perhitungan kembali diskon yang
diberikan.
3) Inspeksi
4) Yaitu meliputi pemeriksaan rinci terhadap dokumen dan catatan. Hal ini dapat
dilihat saat KAP melakukan pemeriksaan terhadap cek yang dikeluarkan dan
dokumen-dokumen

pendukungnya,

selain

itu

KAP

juga

melakukan

pemeriksaan pada laporan penerimaan barang.


5) Pelaksanaan ulang
Yaitu meliputi perhitungan dan rekonsiliasi yang dibuat oleh klien. Auditor
juga dapat melaksanakan ulang beberapa aspek pemrosesan transaksi tertentu

SISKA, 125020300111112, Kasus 6

untuk menentukan bahwa pemrosesan awal telah sesuai dengan pengendalian


intern yang telah dirumuskan. Prosedur pelaksanaan ulang dapat terlihat saat
auditor melakukan rekonsiliasi terhadap harga yang ditulis dengan Indeks
harga yang diarsip pasa kantor controller
6) Permintaan keterangan
Meliputi permintaan keterangan secara lisan atau tertulis oleh auditor. Hal
tersebut dapat dilihat saat auditor melakukan pemeriksaan terkait kelengkapan
dan otorisasi, apakah otorisasi dokumen telah di dilakukan oleh karyawan
yang tepat.
7) Pemeriksaan bukti pendukung
Yaitu prosedur dimana auditor mendapatkan serta memeriksa dokumentasi
yang digunakan sebagai dasar ayat jurnal dalam pencatatan akuntansi. Dalam
kasus ini seperti melakukan pemeriksaan terhadap cek yang dikeluarkan,
pemeriksaan pada laporan penerimaan barang dan dokumen-dokumen
pendukungnya.