Anda di halaman 1dari 12

KATA PENGANTAR

Usaha ternak sapi di Indonesia memberikan gambaran yang cerah.


Terutama dalam rangka mengisi kelengkapan budidaya di sektor peternakan,
khususnya dalam menciptakan peluang usaha di pedesaan.
Dalam brosur ini memberikan bagaimana cara budidaya sapi bali
secara sederhana mulai dari karakteristik sapi bali, kandang, tata laksana
pemeliharaan, pemilihan bibit, pakan dan pemberian pakan, pemeliaharaan
kesehatan dan analisa usaha.
Kehadiran brosur ini diharapkan dapat bermanfaat bagi peternak,
kelompok tani, dan masyarakat luas untuk menambah pengetahuan tentang
budidaya sapi bali.
Bersama ini diucapkan terimakasih untuk semua yang telah
membantu diterbitkannya brosur ini.
Pasaman barat, 30 Oktober 2011
Kepala Badan Penyuluhan Pertanian
Dan Ketahanan Pangan
Kabupaten Pasamn Barat

H.M. MUZIR, S.Pt


NIP.19521221 197803 1002

1
24

I. PENDAHULUAN

Artinya dalam 1 (satu) tahun pemeliharaan belum mendapat


keuntungan di prediksi dalam 4 tahun baru bisa menghasilkan

Salah satu kebijakan pemerintah dalam pembangunan peternakan di

keuntungan dalam pemeliharaan sapi.

Indonesia adalah upaya dalam pencukupan kebutuhan protein hewani,


yang pada gilirannya hal ini akan berpengaruh pada kecerdasan bangsa.
Salah satu produk protein hewani adalah daging, yang dapat dihasilkan
dari berbagai komoditas ternak, baik dari ternak besar, ternak kecil, dan
unggas. Ternak besar, terutama sapi, mempunyai peran yang sangat besar
dalam penyediaan daging. Daging sapi pada umumnya dihasilkan dari
sapi potong, seperti sapi bali, sapi madura, dan sapi pesisir. Menurut
statistik peternakan permintaan daging selalu meningkat dengan rata
rata 7,24 %/ tahun. Kondisi yang semacam ini menjadi tantangan dan
sekaligus peluang bagi kita untuk mengisi kekurangan suplai daging
dengan memberdayakan potensi yang kita punya.
Situasi seperti di atas merupakan peluang besar bagi petani untuk
mengembangkan usaha peternakannya terutama peternakan sapi.
Pengelolalaan peternakan dengan sistem budidaya dan penggunaan
teknologi yang bagus akan dapat meningkatkankan hasil yang berujung

23

b.
c.

Obat-obatan
Rp. 300.000
Total biaya tidak tetap
Rp.1.700.000
Biaya tetap
Tenaga kerja
Rp.1.800.000
Penyusutan kandang Rp. 1.008.000
Penyusutan Peralatan
Rp. 160.000
Total Biaya Prod. = Biaya
tidak tetap +biaya tetap
Rp.4.668.000
d. Penerimaan
- Penjualan anak sapi
0,5x30hrx12bln 180kg
180kgxRp.30.000
Rp.5.400.000
- Penjualan kotoran ternak
Tahun I 5kgx2ekorx360hr
3600x Rp.250
Rp. 900.000
Tahun II 15kgx360hr
5400xRp.250
Rp. 1.350.000
Total penerimaan pembibitan
Sapi
Rp. 7.650.000
e. L/R = Biaya prod Penerimaan
= Rp.20.772.000 Rp.7.650.000
= Rp.13.122.000

pada peningkatan taraf ekonomi petani serta bermanfaat untuk


menciptakan lapangan kerja bagi keluarga, dan mendapatkan pupuk
kandang dari kotorannya. Usaha22
pemeliharaan ternak sapi antara lain cara
pemilihan bakalan, sistem pemeliharaan, pemberian pakan, pengawasan
kesehatan ternak dan analis usaha.
II.

KARAKTERISTIK SAPI BALI

Sapi bali (Bos Sondicus ) merupakan hasil domestikasi banteng yang


terjadi di Bali. Sapi bali merupakan hewan tropis sejati. Dibawah kondisi
lingkungan yang tidak memadai sapi bali dapat mengatur produktivitas
mereka

dangan menghasilkan

pedet

tiap

tahunnya,

dan

cepat

mengembalikan berat badannya seperti semula setelah terekspos pada


kondisi nutrisi yang jelek atau kerja keras.
Pada saat pendet, tubuhnya berwarna merah bata. Setelah dewasa sapi
betina berwarna merah bata, sedangkan sapi jantan berubah menjadi
kehitam-hitaman. Terdapat warna putih pada keempat kakinya, mulai dari
lutut sampai ke bawah, belakang pelvis dengan batas yang tampak jelas
dan berbentuk setengah bulan dan garis belut pada punggung (aal
3

steep ), sedangkan ujung ekor hitam. Tanduk berukuran pendek dan kecil,
kepala panjang, halus dan sempit. Bentuk badan pendek kecil dangan
leher yang ramping.

seperti sapu,cangkul, sekop,


tali, paku, gerobak sorong
Rp. 800.000
b. Biaya tidak tetap
- Sapi 2 ekor x 200kg x Rp 30.000
Rp.12.000.000
- Pakan hijauan dicari atau
di tanam sendiri
- Kosentrat 360kg x Rp.2.000
Rp. 720.000
- Ampas Tahu 720kg x Rp.300 Rp. 216.000
- Obat-obatan
Rp. 200.000
- Total biaya tidak tetap
Rp.13.136.000
c. Biaya tetap
- Tenaga kerja 1 Orang
x Rp. 150.000/bln x 12
Rp. 1.800.000
- Penyusutan kandang 12bln
x Rp.84.000
Rp. 1.008.000
- Penyusutan peralatan
Rp. 160.000
d. Total biaya prod = Biaya
Tidak tetap+biaya tetap
Rp.16.104.000
B. Modal Usaha Tahun II
Modal usaha tahun ke II setelah penambahan 1 ekor anak sapi
a. Biaya tidak tetap
- Kosentrat
Rp.1.080.000
- Ampas tahu
Rp. 320.000

III.

KANDANG

1. Menjaga sanitasi kandang dengan membersihkan dan mengusahakan


21
tidak becek

Kandang merupakan tempat dimana sapi akan menghabiskan sebagian


besar waktunya, Untuk menuju usaha ternak yang berhasil harus dimulai
dari membuat kandang. Kandang yang baik tidak selalu harus dibuat dari
bahan-bahan yang mahal, karena dapat dibuat dengan memanfaatkan
4

2. Mengikuti

program

POSKESWAN

vaksinasi

oleh

Dinas

Peternakan

atau

3. Menjaga kebersihan badan sapi dengan cara memandikannya secara


berkala
4. Mengobati luka-luka yang ada dan memberika desinfektan
5. Selalu menghubungi POSKESWAN/Petugas Kesehatan Hewan
terdekat untuk mendapatkan perawatan apabila ada ternak yang sakit.
VIII.

ANALISIS USAHA

menggunakan rumbia/alang-alang. Namun demikian, bahan yang


dianjurkan adalah bahan yang dapat bertahan lama.
Alasan utama dalam pembangunan kandang adalah:
1. Pengontrolan ternak secara langsung.
2. Menurunkan biaya dan kebutuhan tenaga kerja dalam hal
penanganan ternak.
3. Keamanan peternak dan ternaknya.
4. Memudahkan peternak dalam memberikan treatment pada ternaknya.
Syarat kandang yang baik adalah:
1. Bangunan kandang sebaiknya dibuat jarak 6-10 m dari rumah.
2. Ventilasi udara kandang dapat mengalir dengan lancar dan di
usahakan untuk menghadap ke arah timur agar sinar matahari dapat

Dalam pemeliharaan skala usaha tani sederhana merupakan usaha


sambilan dengan jumlah ternak 2 ekor maka analisa usaha taninya dibuat

menyinari kandang.
3. Kandang harus dapat melindungi ternak dari panas, hujan dan
terpaan angin langsung yang kuat, terutama di malam hari.

sebagai berikut :
A. Modal usaha Tahun I
a. Biaya investasi
Pembuatan kandang
12m2 X Rp.350.000

5
4. Lantai kandang diusahakan dibuat dari bahan yang padat, misalnya
Rp.4.200.000

Pembelian peralatan kandang

dengan lantai semen, atau dengan tanah yang dipadatkan. Untuk

20
bahan-bahan yang terdapat di sekitar kita, misalnya menggunakan

menghindari tergenangnya air seni, lantai kandang harus dibuat

bambu, batang kayu yang cukup besar, dan bahkan untuk atap dapat

menyalurkan air seni ke bak penampung.

miring, yang kemudian dibagian paling rendah dibuat parit untuk

4. Kesehatan sapi diperiksa secara teratur dan dilakukan


vaksinasi sesuai petunjuk.
Secara umum tanda tanda sapi sakit mudah untuk didektesi dengan
gejala sebagai berikut :
a.
b.
c.
d.
e.

Nafsu makan menurun dan hilang sama sekali.


Sapi terlihat lesu (tidak bergairah).
Telinga jatuh dan tidak pada posisi siaga.
Kepalanya menunduk.
Jika dipelihara secara berkelompok, sapi terpisah dari

f.

kelompoknya.
Sapi batuk dan mendesah serta pernafasannya abnormal.

Agar ternak sapi yang kita pelihara tidak terserang penyakit, pencegahan
dapat dilakukan dengan cara:
Ada beberapa tipe kandang yaitu :
1. Kandang tipe tunggal

19
2. Banyaknya hijauan yang diberikan dalam jumlah cukup untuk
6

VII.

PEMELIHARAAN KESEHATAN
Pengendalian penyakit sapi yang paling baik adalah menjaga

kesehatannya dengan tindakan pencegahan sebagai berikut :


1. Kebersihan kandang beserta peralatan yang harus dijaga,
termasuk memandikan sapi.
2. Sapi yang sakit dipisahkan dengan sapi yang sehat dan
segara dilakukan pengobatan.
3. Lantai kandang diusahakan selalu dalam keadaan kering.

pertumbuhan, kira-kira 10% rumput segar dari berat badannya.


Misalnya berat sapi 150 kg, rumput yang disediakan tidak
kurang dari 15 kg rumput per hari.
3. Usahakan diberikan campuran hijauan leguminosa (kacangkacangan) untuk meningkatkan kualitas pakannya (menambah

protein pakan). Jumlah hijauan leguminosa kira-kira 1% dari

Tipe ini digunakan untuk sapi lebih dari 10 ekor. Penempatan sapi

berat badannya. Untuk sapi dengan berat 150 kg sebagai contoh

dalam kandng dilakukan pada dua barisan atau jajaran dengan

di atas perlu tambahan daun leguminosa 1,5 kg.

saling berhadapan atau saling bertolak belakang.

4. Usahakan hijauan pakan yang diberikan, baik rumput maupun

Ukuran kandang untuk seekor sapi jantan dewasa adalah 1,8 x

leguminosa dilayukan terlebih dahulu sebelum diberikan

2,1 m, sedangkan untuk seekor sapi betina dewasa 1,5 x 2,1 dan untuk

kepada ternak.

seekor anak sapi 1,5 x 2,1 m.

5. Jangan memanen rumput/leguminosa terlalu muda, karena


dapat menyebabkan diare/mencret dan kembung.

IV.
TATA LAKSANA PEMELIHARAAN
Tata laksana pemeliharaan sapi bali dapat dibedakan menjadi tiga, yaitu:
1. Sistem pemeliharaan ekstensif yaitu semua aktifitas mulai
perkawinan, pembesaran, pertumbuhan dan penggemukan dilakukan

Apabila pakan penguat dipandang perlu untuk diberikan,


sediakan sebanyak 1 % dari berat badan, seperti halnya hijauan

di padang penggembalaan yang sama.


2. Sistem semiintensif yaitu memelihara sapi untuk digemukkan dengan
pakan yang berasal dari hasil pertanian atau hijauan sekitar.
3. Sistem intensif yaitu sapi-sapi dikandangkan dan seluruh pakan yang

leguminosa.

18

disediakan oleh peternak.


7

Tipe ini digunakan untuk sapi yang berjumlah kurang dari 10


ekor. Penempatan sapi dalam kandang dilakukan pada 1 barisan
atau jajaran.
2. Kandang tipe ganda

Dari ke tiga sistem di atas di UPT-Balai Penyuluhan Talamau

kelapa, bungkil kacang tanah, bungkil kedelai, bungkil biji kapok,

memakai sistem semiintensif dikarenakan ketersediaan pakan dilahan

tetes tebu, ampas tahu, dan masih banyak bahan lainnya.

UPT- Balai Penyuluhan mencukupi. Dengan sistem ini lebih


memudahkan peternak sapi dalam menyediakan hijauan dibandingkan
dengan sistem intensif yang harus menyediakan hijauan lebih banyak.
Pemotongan tanduk (Dehorning) merupakan salah satu pemeliharaan
sapi bali. Tujuannya untuk mengurangi resiko saling melukai sesama
ternak atau pekerja di kandang. Ada beberapa metode dehorning

Pemberian Pakan
Untuk pembibitan dan penggemukan sapi, pemberian pakan di
kandang

sangat

menguntungkan

mengingat

peternak

dapat

mengontrol jumlah dan kualitas pakannya. Ternak yang ada di


kandang dirumputkan dari kebun rumput atau kebun hijauan yang
ada. Hal-hal yang perlu diperhatikan dalam memberikan pakan

yaitu :
1. Caustic soda, digunakan pada pendet saat berumur 1 3 minggu
dan resikonya sangat kecil.
2. Electric dehorning iron untuk pedet umur dibawah 30 hari dan
dalam pengerjaannya butuh waktu 10-20 detik.
3. Clipper and saw digunakan untuk sapi yang telah tua.

ternak adalah:
1. Rumput yang diberikan adalah rumput yang berkualitas baik,
yaitu rumput yang dipotong pada saat menjelang berbunga
(karena pada kondisi ini dicapai kualitas dan kuantitas zat gizi
yang optimal).

8
Pakan penguat diberikan ternak untuk melengkapi kebutuhan gizi
apabila diperhitungkan kurang dari kebutuhan ternak. Macam atau
jenis pakan penguat misalnya: dedak padi, dedak jagung, bungkil

Banyak limbah pertanian tanaman


pangan yang dapat digunakan
17
sebagai pakan ternak sapi, seperti jerami padi, jerami jagung, jerami
kacang tanah, dan masih banyak lagi. Sebagai pakan ternak, seperti

telah diuraikan di depan, limbah pertanian kualitasnya lebih rendah

baik hanya diturunkan oleh induk-induk yang baik. Untuk itu, sapi bibit

dibandingkan dengan rumput kecuali limbah kacang-kacangan.

(Bali) sebaiknya dipilih sesuai dengan standar dari bangsa sapi yang
dimaksud. Selain standar ukuran dari sapi yang dimaksud, aspek lain

2. Pakan penguat atau konsentrat.

yang digunakan di dalam kriteria pemilihan sapi bibit/calon bibit adalah

Pakan penguat atau konsentrat adalah pakan ternak yang mempunyai

sifat genetis (sifat yang diturunkan), bagian luar, kesehatan, dan ukuran

kandungan gizi yang tinggi. Kalau dibandingkan dengan pakan serat,

tubuh sapi. hal lainnya yang harus diperhatikan adalah umur ternak,

pakan penguat diperlukan dalam jumlah yang lebih sedikit

sehingga

dibandingkan pakan serat untuk mendapatkan sejumlah zat gizi yang

memutuskan apakah sapi tersebut layak digunakan sebagai bibit atau

sama. Biasanya pakan penguat atau konsentrat mempunyai nilai yang


lebih mahal per satuan berat dibandingkan dengan pakan serat.

tidak.
Memilih sapi untuk calon bibit/bibit:
1. Pilihlah sapi dara yang penampilannya mencerminkan sapi yang

Namun demikian, hal ini tidak selalu karena ada beberapa limbah

sehat, matanya jernih, selaputnya tidak kotor atau merah, bulu

pengolahan produk pertanian yang mungkin nilainya tidak mahal atau

badannya halus serta mengkilat.


2.
Kondisi tubuhnya padat berisi, tapi tidak gemuk
3.
Bagian leher dan bahunya lebar
4. Bagian dada lebar, dalam dan menonjol ke depan
Memilih sapi jantan untuk digemukkan.
1. Pilihlah sapi jantan yang berat lahirnya tinggi dan memiliki

tersedia melimpah (untuk tempat-tempat tertentu), misalnya ampas


tahu.

16
V.
PEMILIHAN BIBIT
Memilih bibit yang baik merupakan salah satu aspek yang penting di
dalam produksi ternak. Hal ini dapat dipahami karena pedet-pedet yang

banyak

pertimbangan

yang

harus

diperhatikan

dalam

pertumbuhan yang cepat.


9
2. Berkaki pendek dengan kondisi tubuh yang baik dan berbentuk segi
empat
3. Bagian bahu dan bagian lehernya lebar
4. Bagian dada lebar, dalam, dan menonjol ke depan.
Ukuran minimum vital statistik bibit sapi Bali

Ukuran menurut jenis kelamin


Muda
Jantan
Panjang badan
127 cm
Tinggi gumba
112 cm
Lingkar dada
185 cm
Umur
2-3,5 tahun

Dewasa

Centro (Centrocema pubescens), merupakan tanaman legum

134 cm
126 cm
193
maks 8 tahun

penutup tanah (LCC) yang tumbuh menjalar. Biasanya dijumpai


tumbuh bersama tanaman lain ditempat terbuka. Jenis tanaman
legum penutup tanah lainnya yang dapat digunakan sebagai pakan

Betina
Panjang badan
Tinggi gumba
Lingkar dada
Umur

116 cm
105 cm
162 cm
2,35 tahun

120 cm
115 cm
115 cm
maks 8 tahun

Sumber : Buku saku peternakan Direktorat Penyuluhan


Peternakan, 1975

ternak adalah Puero (Pueraria javanica), Siratro (Macroptilium


atropurpureum) dan masih banyak lagi.
Limbah pertanian tanaman pangan.

Indigo (Indigofera spp), merupakan tanaman perdu yang membentuk


10
kayu (pohon), daunnya mirip dengan daun gamal. Baik sekali

15
Lamtoro (Leucaena leucocephala),
merupakan tanaman legum

sebagai pakan ternak dan diketahui tahan terhadap kekeringan.

daun, dan buahnya. Sebagai pakan ternak, lamtoro merupakan pakan

pohon yang multi guna. Banyak ditanam untuk diambil kayunya,

sumber protein yang tinggi dan disukai oleh ternak. Diberikan ternak
Desmodium (Desmodium rinsonii), merupakan tanaman legum
pohon yang berdaun bulat, sangat disukai oleh ternak dan kandungan
proteinnya tinggi. Ditanam sebagai tanaman pembatas dengan jarak
tanam yang rapat. Tanaman ini dipotong dengan ketinggian 50 cm
dari permukaan tanah yang kemudian tumbuh tunas baru.

untuk pakan campuran. Bahan pakan ini mengandung mimosin yang


memberikan pengaruh pada ternak yang sensitif, terutama ternak
muda.

Gamal (Gliricidea maculata), merupakan tanaman pohon, biasnya

memberikan peluang kepada ternak yang dipelihara untuk mendapatkan

ditanam sebagai tanaman pagar. Tanaman ini biasanya ditanam

sejumlah zat gizi untuk keperluan pertumbuhannya.

dengan menggunakan batangnya (stek). Daun gamal sangat baik


untuk pakan ternak, namun untuk ternak yang belum terbiasa
mungkin kurang menyukainya. Biasanya daun gamal diberikan
kepada ternak setelah dilayukan terlebih dahulu.
Kaliandra. Kaliandra merupakan tanaman legum pohon yang
banyak ditanam sebagai pakan ternak. Kaliandra diberikan kepada
ternak sebagai campuran rumput guna meningkatkan protein pakan.

Secara umum, pakan ternak dapat dibedakan menjadi dua kelompok,


yaitu:
1.

Pakan serat: hijauan pakan ternak (rumput-rumputan, kacangkacangan, dan daunan lainnya), dan jerami (jerami padi, jagung,
kacang tanah dan sebagainya).
Pakan serat: Pakan serat merupakan sumber pakan yang tersedia
dalam jumlah banyak. Di alam, pakan serat sering tersedia dalam

14

bentuk rumput-rumputan, kacang-kacangan, dan limbah pertanian


11

VI.
PAKAN DAN PEMBERIAN PAKAN
Pakan merupakan sumber zat gizi yang diperlukan untuk hidup pokok

tanaman pangan. Diantara ketiga jenis pakan serat tersebut, kacang-

dan pertumbuhan. Karena pakan merupakan sumber zat gizi, ternak sapi

kacangan merupakan sumber pakan serat yang mempunyai

tidak saja perlu pakan dalam jumlah yang cukup (kuantitasnya) namun

kandungan protein kasar yang paling tinggi dibanding dengan dua

juga diperlukan pakan yang berkualitas. Pakan yang baik (berkualitas)

lainnya (rumput-rumputan dan limbah pertanian). Kualitas pakan

banyak mengandung zat gizi yang diperlukan ternak, sehingga kombinasi

serat biasanya dipengaruhi oleh umur tanaman, sehingga hijauan

pakan yang berkualitas dengan jumlah (kuantitas) yang cukup akan

tanaman pakan yang dipotong pada umur yang lebih tua akan

menghasilkan
ditunjukkannya

kualitas

pakan

kandungan

yang

protein

lebih

kasar

rendah

yang

dengan

rendah

Rumput benggala (Panicum maximum), merupakan tanaman

dan

tahunan yang membentuk rumpun, tingginya dapat mencapai lebih 2

kandungan serat yang tinggi. Oleh karena itu, limbah pertanian

m, mempunyai gizi yang baik, dan disukai oleh ternak. Produksinya

tanaman pangan yang dipanen pada umur tua (setelah diambil hasil

dapat mencapai 115 ton segar/ha/tahun.

utamanya) mempunyai kualitas yang lebih rendah dibandingkan


dengan rumput.

Setaria (Setaria sphacelata), merupakan rumput tahunan yang


membentuk rumpun, dapat mencapai 1,5 m, disukai oleh ternak,

Jenis rumput unggul yang digunakan untuk pakan ternak:

produkstif, dan tahan kering.

Rumput gajah (Pennisetum purpureum), merupakan tanaman

Rumput raja (dikenal sebagai King Grass), merupakan silangan

tahunan, membentuk rumpun, tingginya dapat mencapai lebih dari 2

dari rumput gajah, produksinya lebih tinggi dari rumput gajah, tidak

m. Rumput ini disukai oleh ternak, khususnya sapi, dan produksinya

berbunga, ditanam dengan menggunakan stek.


Jenis rumput unggul lainnya antara lain rumput meksiko (Euclaena

12
tinggi. Di daerah yang cukup pengairannya dapat mencapai 290 ton

mexicana), dan rumput bede (Brachiaria decumbens).

segar/ha/th.

Jenis tanaman legum untuk pakan ternak:

13