Anda di halaman 1dari 1

1.

Sikap Sabar
Anak berkebutuhan

khusus

adalah

anak

yanga

mengalami

hambatan baik secara fisik, mental, intektual maupun emosional.


Oleh karena itu, diperlukan sikap guru yang sabar dalam mendidik
mereka.

Kesabaran

diperlukan

karena

ABK

dalam

menerima

informasi pembelajaran yang disampaikan oleh guru tidak semudah


dan secepat siswa normal walaupun ada beberapa ABK yang
walaupun ia memiliki hambatan secara fisik namun mereka cepat
dalam menangkap informasi pembelajaran yang disampaikan oleh
guru karena memiliki IQ di tas rata-rata. Dan pada tak jarang pula
terkadang rancangan pembelajaran yang dibuat tidak sesuai ketika
dipraktekkan di kelas karena ada beberapa ABK yang susah diatur,
belum lagi dalam pembelajaran terasa lama karena tipe anak yang
dihadapi mudah lupa dengan pembelajaran yang telah diajarkan
sehingga perlu diulang-ulang materi tersebut. Maka dalam hal ini
guru hendaklah tetap sabar dan menahan emosi karena apabila
guru tidak sabar hal tersebut akan berdampak buruk kepada siswa,
tertama secara psikis.
2. Sikap Optimis
Kebanyakan orang memandang ABK adalah anak yang memiliki
masa

depan

yang

suram

karena

mereka

memiliki

banyak

kekurangan. Banyak orang beranggapan pula bahwa mereka tidak


mampu bertahan hidup tanpa bantuan orang lain, kerjaan mereka
hanyalah menyusahkan orang lain. Seorang guru ABK

yang

profesional tidaklah bersikap seperti orang-orang di atas. Mereka


harus memiliki sikap optimis bahwa ABK bisa. Bisa mandiri, tidak
menggantungkan diri kepada orang lain, bahkan mereka bisa
bekerja seperti orang pada umumnya walaupun untuk ABK tertentu
pekerjaannya cukup sedrhana, seperti untuk anak down sindrom
pekerjaan yang cocok adalah menyortir telur, tapi paling tidak
mereka tidak bergantung pada orang lain. Agar sikap optimis ini
muncul di dalam benak guru ABK maka guru haruslah fokus pada
kemampuan dan potensi anak bukan justru pada kelemahannya.