Anda di halaman 1dari 1

Hastuti S, Arifin S, Hidayati D. 2012.

Pemanfaatan limbah cangkang rajungan (Portunus


pelagicus) sebagai perisa makanan alami. Agrointek. 6(2) : 88-96.
Jacoeb A M, Nurjanah, Lingga L A B. 2012. Karakteristik protein dan asam amino daging
rajungan (Portunus pelagicus) akibat pengukusan. JPHPI. 15(2) : 156-163.
Nurimala M, Suwandi R, Jacoeb A M, Pratama G. 2014. Penuntun Praktikum Penanganan Hasil
Perairan. Bogor (ID) : IPB Press.
Nurjanah, Ariyanti D, Nurhayati T, Abdullah A. 2009, Karakteristik Daging Rajungan (Portunus
pelagicus) Industri Rumah Tangga Desa Gegunung Wetan Kabupaten Rembang Jawa
Tengah. Seminar Nasional Perikanan Indonesia. Hal: 348-354.
Purwaningsih S, Josephine, Lestari D S. 2005. Pengaruh lama penyimpanan daging rajungan
(Portunus pelagicus) rebus pada suhu kamar. Buletin Teknologi Hasil Perikanan. 8(1) :
42-50
Ristyanadi B dan Hidayati D. 2012. Kajian penerapan good manufacturing practice (GMP) di
industri rajungan PT. Kelola Mina Laut Madura. Agrointek. 6(2) : 55-64.
SNI 01-4224.2-1996. Penanganan dan pengolahan daging rajungan rebus dingin. Badan
Standardisasi Nasional
SNI 6929.1:2010. Daging rajungan (Portunus pelagicus) pasteurisasi dalam kaleng-Bagian 1:
Spesifikasi. Badan Standardisasi Nasional
SNI 6929.2:2010. Daging rajungan (Portunus pelagicus) pasteurisasi dalam kaleng-Bagian 2:
Persyaratan Bahan Baku. Badan Standardisasi Nasional